Ultimate Internet Power

Ultimate Internet Power
Kotak Pandora dan Prediksi


__ADS_3

Dahulu kala, seorang Dewa menciptakan manusia wanita pertama yang diberi nama Pandora. Karena Pandora adalah manusia wanita pertama, para Dewa memberi anugerah yang berlebihan kepadanya, seperti kecantikan, kepandaian, keanggunan, ambisi, kelembutan hati, dan sebagainya. Dewa yang menciptakannya pun juga memberikan anugerah berupa rasa ingin tahu yang besar.


Ketika Pandora hendak diturunkan ke dunia, Dewa penciptanya memberikan sebuah kotak dan berpesan kepadanya untuk tidak membukanya dalam keadaan apapun. Kotak itu sangatlah indah, dihiasi oleh permata-permata yang cukup membuat mata seseorang menyipit ketika melihatnya. Pandora menyanggupinya dan membawa kotak tersebut turun ke dunia manusia.


Beberapa tahun berlalu dan selama itu juga, rasa penasaran Pandora terhadap kotak yang diberikan oleh Dewa semakin tinggi. Dia selalu berpikir dan menebak-nebak isi dari kotak itu.


Jika kotaknya saja seindah ini, apalagi isinya ..., pikir Pandora setiap saat.


Ketika rasa penasaran sudah berada dipuncaknya, Pandora melanggar perintah dari Dewa penciptanya, dia membuka kotak itu.


Ketika kotak itu terbuka hanya selebar ujung kuku, Pandora merasakan aura yang sangat-sangat mengerikan dari dalam kotak. Dia ingin menutupnya, namun itu semua sudah terlambat, kotak itu berisi malapetaka yang luar biasa. Malapetaka itu pun keluar dari kotak dan menyebar menjangkiti semua manusia di dunia.


Wabah, penyakit, keserakahan, penuaan, konsep umur, kesombongan, keputusasaan, dan hal-hal buruk lainnya menjangkiti semua manusia, kecuali Pandora. Ketika semua malapetaka itu keluar ada satu hal yang tersisa di kotak, itu adalah harapan. Hanya harapan yang dapat mengimbangi malapetaka-malapetaka itu. (Note: cerita kotak pandora memiliki banyak versi)


"Itu adalah cerita tentang kotak pandora dari duniaku," ucap Daru mengakhiri ceritanya.


Frey yang dari tadi mendengarkan cerita Daru merasa takjub dengan cerita itu. Dia pun mulai menebak apa yang akan direncanakan Daru.


"Kau ingin membungkus malapetaka dengan sesuatu yang indah dan menaruh harapan di antara malapetaka itu lalu memberikannya kepada Raja Arthur?" tanya Frey yang yakin tebakannya adalah benar.


"Tidak, aku akan memotong bagian-bagian yang menyenangkan," jawab Daru dengan penuh teka-teki.


"Maksudmu?" tanya Frey keheranan.


"Aku akan berperan sebagai Dewa yang memberinya kotak pandora sekaligus rasa penasaran. Dan ketika dia membuka kotak itu, hanya akan ada malapetaka di dalamnya." Daru terkekeh setelah mengatakannya.


Alis Frey mengerut dan kembali bertanya, "Rasa penasaran apa yang akan kau berikan kepadanya?"


"Kematianku, itulah mengapa aku melepaskan kedua peliharaan Arthur Baraqiel dan menanamkan pemahaman bahwa aku sudah mati. Aku sudah tidak sabar ingin segera melakukannya," ujar Daru dengan senyum yang semakin lebar.


"Bukankah lebih mudah menggunakan metode tadi dan membuat Raja Arthur menandatangani kontrak darah?" Frey semakin bingung dengan jalan pikiran Daru yang seharusnya menapaki jalan yang mudah daripada sebaliknya.


"Itu memang lebih mudah, dan juga terlalu mudah untuknya. Aku ingin dia merasakan ketakutan sebelum menjadikannya budakku, kenapa juga aku mempermudah seseorang yang mempersulitku?" ucap Daru.


Frey mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Daru, dia berkata, "Kau benar, apa rencanamu?"


"Hmm, sebelum itu, berapa lama waktu yang diperlukan untuk berpergian dari Moon City menuju ibukota Kerajaan Karian?"


"Sekitar 2 bulan jika menggunakan kuda," jawab Frey.


"Kalau begitu, rencanaku akan mulai 2 bulan lagi. Aku harus memastikan Trevis dan Iris sampai di hadapan Arthur Baraqiel. Dengan itu, rencanaku dapat benar-benar dimulai," balas Daru.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Frey.


"Kau bisa membuka Bukit Sarren mulai besok, aku akan menghilang dari publik. Ketika ada siapapun yang bertanya mengenai keberadaanku, katakan saja bahwa aku sudah mati dan memberikan Bukit Sarren kepadamu," jawab Daru


"Kau nikmatilah apa yang ada di gedung hiburan sebelum besok. Untuk hiburan di lantai empat, aku akan membukanya setelah situasi mereda," tambahnya.


"Kau mau melakukan itu denganku?" tanya Frey lagi.


"Melakukan apa?" Daru balik bertanya.


"Memasukkan dengan batang yang panjang," jawab Frey dengan ekspresi yang biasa saja. Tanpa sadar, ucapannya terlalu ambigu.


Daru terbatuk-batuk dan berusaha berkata, "Jangan mengatakan hal aneh, itu disebut Billiard."

__ADS_1


"Aku tidak salah, kan? Itu memang memasukkan dengan batang yang panjang," ucap Frey tanpa memikirkan hal aneh apapun.


"Ya, ya, panjang. Aku akan tetap berada di sini. Kau buatlah semua karyawan paham mengenai hiburan-hiburan di sana, besok biarkan mereka yang menjelaskannya kepada pelanggan," ucap Daru.


"Bagaimana sistem bisnisnya? Kau tidak akan membuat gedung itu menjadi pelayanan gratis, kan?" tanya Frey.


"Hmm, tempatnya gratis, tetapi alat-alat nya seperti, stick billiard, dan bet tenis meja beserta bolanya bisa dibeli dari toko. Sedangkan bola billiard dan bola bowling kita sewakan. Panggilkan Shera kemari, suruh dia membawa laporan toko bulan lalu," ujar Daru.


"Baiklah, aku akan kesana," ucap Frey sebelum pergi meninggalkan Daru.


Daru pun berdiam diri dan memasuki mode fokusnya.


Sihir siluman tadi benar-benar menguras mana. Tapi aku mendapatkan sebuah fakta yang menarik, matahari membantuku mengisi lingkaran mana-ku lebih cepat. Apakah ini juga termasuk efek dari elemen alam? pikirnya.


Daru hampir kuwalahan menangani aliran mana yang benar-benar cepat berkurang ketika menggunakan sihir siluman sebelumnya. Tetapi ketika dia berada di luar ruangan, mana-nya seakan tidak berkurang sama sekali, itu membuatnya sadar bahwa keberadaan matahari benar-benar menguntungkan untuknya.


Sihir siluman bukanlah sihir yang dapat diaktifkan dengan membayar beberapa lingkar mana di awal. Mana yang harus dikeluarkan sebanding dengan berapa lama sihir siluman digunakan. Itulah mengapa, sihir siluman digolongkan sebagai sihir tingkat tinggi.


Aku benar-benar tidak bisa menggunakan sihir siluman dengan waktu yang lama pada saat malam hari. Aku harus memikirkan jalan keluarnya, ucap Daru dalam hati.


Tiba-tiba, sebuah ide muncul di pikirannya.


Cahaya merupakan karakteristik matahari, kan? Sistem penglihatan manusia mengandalkan pantulan cahaya. Jika aku membuat cahaya di sekelilingku menembus tubuhku, bukankah itu berarti aku bisa melakukan sihir siluman dengan memanfaatkan elemen alam?


Daru pun mulai mengimajinasikan pantulan cahaya menembus tubuhnya, setelah itu dia segera menggabungkan mana dengan imajinasinya dan mengalirkan mana itu ke telapak tangan kanannya.


Dari ujung jari tengah sampai pergelangan tangan kanan Daru tiba-tiba menghilang begitu saja, membuatnya sangat kegirangan.


Daru pun dengan segera mengaktifkan sihir itu keseluruh tubuh untuk memeriksa berapa banyak mana yang berkurang dari lingkaran mana-nya.


Daru kemudian memasuki alam bawah sadarnya untuk melihat secara gamblang berapa banyak yang berkurang.


Ketika Daru berhasil memasuki alam bawah sadarnya, dia melihat dengan seksama lingkaran mana miliknya. Setelah beberapa detik mengamati, Daru melihat mana di lingkaran paling luar berkurang setebal sehelai rambut.


Sekitar 7 detik untuk mengurangi mana-ku sebesar sehelai rambut. Haha, ini berhasil, pikirnya.


Karena dia sedang berada di dalam alam bawah sadarnya, dia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang membuka pintu dan berdiri di sana, orang itu adalah Shera yang tengah membawa setumpuk kertas di kedua tangannya.


"Bos Frey menyuruhku untuk menemui Bos Daru di sini, tetapi sekarang Bos Daru tidak ada di sini. Mungkin dia sekarang berada di kamarnya?" gumam Shera.


Ketika dia hendak pergi mencari Daru di lantai satu bawah, dia tidak sengaja melihat cekungan di permukaan sofa.


He? Sihir siluman? Apakah Bos mencoba bersembunyi dariku dan ingin mengagetkanku? Aku tahu, Bos tidak sebodoh itu untuk tetap duduk di sofa dan meninggalkan tanda keberadaannya. Apa yang harus aku lakukan? pikir Shera.


Shera pun terdiam dan memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan untuk menanggapi tindakan Daru yang dia anggap sebagai candaan.


Aku akan membuat Bos senang dengan duduk di depannya lalu berpura-pura terkejut ketika dia mengejutkanku. Aku adalah karyawan terbaik! ucap Shera dalam hati.


Shera pun mendekati sofa yang ada di depan Daru dan menaruh tumpukan kertas di meja.


"Aku akan menunggu Bos, mungkin dia sedang sibuk di tempat lain." Shera mengeraskan suaranya agar Daru percaya bahwa Shera tidak tahu kalau Daru ada di depannya.


Beberapa menit kemudian, Daru kembali ke kesadarannya dan mengangkat alisnya ketika melihat Shera ada di depannya.


Shera menunggu di sini karena tahu aku sedang berada di depannya dan tidak bisa diganggu? Dia memang cerdas. Yah, lagipula aku meninggalkan cekungan cukup besar di sofa yang aku duduki, anak kecil pun tahu kalau ada sesuatu di atasnya, pikir Daru.

__ADS_1


Daru pun melepas sihir silumannya dan berkata, "Kau sudah lama ada di sini?"


"Hah! Bos, aku terkejut!" teriak Shera pura-pura terkejut.


Apakah Bos menjadi bodoh? Kenapa mengagetkanku dengan ucapan datar seperti itu? Tapi tak apa, Bos, aku adalah karyawan terbaik yang selalu membuat Bosku senang! ucap Shera dalam hati.


Di sisi lain, Daru mengerutkan alisnya dan berpikir, lah, dia tidak tahu kalau aku ada di depannya? Apakah Shera menjadi bodoh sehingga tidak menyadari bahwa cekungan di sofa berarti ada seseorang yang duduk di atasnya?


Mereka berdua saling membodohkan satu sama lain di dalam pikiran mereka.


"Ehm, langsung laporkan," ujar Daru.


Shera segera meraih kertas itu dan menunjukkan laporan perkembangan toko ketika Daru tidak ada di toko selama sebulan.


"Untuk masalah penghasilan, aku yakin Bos sudah mengerti perkembangannya, karena uang yang diterima toko langsung masuk ke dalam cincin penyimpanan milik Bos. Aku akan melewatkan laporan itu," ucap Shera mengawali laporannya. Hanya Frey yang tahu mengenai fakta bahwa uang-uang itu masuk ke dalam smartphone Daru, sementara yang lainnya hanya mengetahui bahwa Daru memiliki cincin penyimpanan yang dapat menyimpan benda dari jarak sejauh apapun.


"Seminggu setelah Bos Daru meninggalkan Bukis Sarren, dua perusahaan dagang telah mengambil seluruh stok shampo dan parfum dari toko. Aku telah melihat kondisi pasar untuk kedua barang tersebut dan aku memprediksi bahwa mereka akan mengambil stok sekitar seminggu lagi."


"Tunggu," ucap Daru memotong laporan Shera.


Shera pun menghentikan laporannya untuk mendengar apa yang akan dikatakan Daru.


"Kau bilang, kau telah melihat kondisi pasar untuk shampo dan parfum, bagaimana caramu melakukannya? Kau kan selalu berada di Bukit Sarren?" tanya Daru keheranan.


"Oh, pengamat yang baik tidak hanya mengandalkan matanya untuk melihat sesuatu secara langsung," jawab Shera dengan bangga.


"Maksudmu?" tanya Daru sekali lagi.


"Aku mengamatinya dari pelanggan yang berdatangan. Banyak dari mereka yang memiliki aroma yang sama dengan aroma parfum dan shampo, jadi bisa aku tarik kesimpulan bahwa kedua produk itu telah benar-benar menyatu dengan kebanyakan penduduk di Kerajaan Resia. Aku juga sudah mencoba kedua barang itu, itu termasuk barang yang tidak habis dalam satu kali pemakaian, jadi akan sulit bagi kedua perusahaan dagang untuk menghabiskan stok dalam waktu singkat," ujar Shera.


"Lalu, darimana kau menarik kesimpulan bahwa perusahaan dagang akan mengambil stok dalam waktu seminggu lagi?" tanya Daru lagi.


"Mereka pasti memikirkan cara untuk menghabiskan stoknya. Maka dari itu, mereka mulai menjual produknya di wilayah yang belum terjamah oleh shampo dan parfum, seperti wilayah Kerajaan Vradarian. Karena hubungan kedua kerajaan cukup buruk, mereka akan menjualnya secara sembunyi-sembunyi di kota terjauh dari Ibukota Kerajaan Vradarian. Ketika mereka tiba di sana, euforia dari penduduk akan sangat-sangat besar karena menemukan produk yang baru, saat itulah produk mereka akan terjual habis. Karena mereka menyembunyikan kegiatan bisnis mereka, itu akan butuh waktu yang lama untuk menyelesaikannya, maka dari itu aku memprediksi seminggu lagi mereka akan tiba." Shera menjelaskan dengan rinci.


"Kenapa di Kerajaan Vradarian? Penduduk yang kau amati adalah pelanggan Bukit Sarren yang datang dari enam kota Kerajaan Resia, dan Kerajaan Resia memiliki kota-kota kecil yang lain. Darimana kau menyimpulkan bahwa perusahaan dagang lebih memilih untuk ke Kerajaan Vradarian daripada kota-kota kecil Kerajaan Resia?" tanya Daru dengan rasa penuh penasaran.


"Bos, mereka sudah mengedarkan shampo dan parfum selama 7 bulan. Akan tidak mungkin jika mereka belum menjamah kota-kota lain di Kerajaan Resia. Kota-kota kecil di Kerajaan Resia bukanlah kota berpenduduk kaya, euforia mereka juga pasti sudah mereda setelah beberapa hari shampo dan parfum pertama kali masuk. Sedangkan di Kerajaan Vradarian, walaupun kota yang mereka tuju hanyalah kota kecil, tetapi karena ini pertama kalinya penduduk kota itu melihat shampo dan parfum, mereka pasti akan membeli itu dalam jumlah yang banyak," ujar Shera memberi penjelasan selanjutnya.


Dia benar-benar cerdas! teriak Daru dalam hatinya.


"Lewatkan laporan-laporan yang membosankan, aku ingin kau membuat prediksi untukku," ucap Daru dengan nada serius.


"Mengenai apa, Bos?" tanya Shera penasaran.


"Uang yang mengalir masuk ke Bukit Sarren sangatlah banyak, anggap saja dalam beberapa tahun kedepan, Bukit Sarren tidak menambahkan portal dan tidak ada kejadian khusus apapun. Menurutmu, sampai berapa lama lagi pelanggan berdatangan?" Daru mengatakan itu sembari berharap jawaban Shera akan menunjukkan waktu yang cukup lama.


Namun,


"Kerajaan Resia sekitar 3 bulan."


Jawaban Shera membuat Daru tertegun seakan tak percaya.


"Hahh, ini merepotkan," gumam Daru sembari memijat kepalanya.


Apa sebenarnya maksud mereka berdua? Kenapa Daru berkata bahwa ini merepotkan? Kenapa dalam 3 bulan para pelanggan berhenti datang? Dapatkan jawabannya di episode selanjutnya.

__ADS_1


(Next update \= 21.00, 7/10)


__ADS_2