Ultimate Internet Power

Ultimate Internet Power
Pergi


__ADS_3

Frey tersenyum mendengar kata-kata Daru, tak pernah terpikirkan olehnya tentang apa yang ada di dalam pikiran Daru saat ini.


"Kau merindukanku?" tanya Frey dengan senyum terbaiknya.


"Ya, aku akan merindukanmu." Sorot mata Daru berubah menjadi sorot mata penuh kesedihan.


Frey mengerutkan alisnya dan berkata, "Akan?"


"Lupakan, kembalilah ke lantai satu atas," ucap Daru sembari tersenyum sebelum mengecup dahi Frey dan melepaskan kedua tangannya dari wajah Frey.


Mungkin Daru butuh waktu sendirian, pikir Frey sebelum pergi ke lantai satu atas, menuruti kata-kata Daru.


Daru yang tengah sendirian pun duduk di sofa dan menghela nafas panjang, kesedihan di wajahnya semakin menjadi-jadi. Tak lama kemudian, ekspresi Daru berangsur-angsur berubah menjadi ekspresi penuh keseriusan.


"Gio, berapa persen kemungkinan kotak pandora berhasil?" ucap Daru.


"Sekitar 80%," jawab Gio, si A.I. buatan Sergio.


A.I. itu sudah terhubung dengan otak Daru, sehingga mudah saja bagi A.I. itu untuk mengetahui rencana kotak pandora Daru dan menganalisanya.


Jawaban Gio seperti apa yang direncanakan Daru, membuatnya sangat gembira.


"Apa yang harus dilakukan agar itu menjadi 100%?" tanya Daru lagi.


"Ganti rencana perangmu dengan membunuh Raja Arthur. Namun, jika Putra Mahkota naik takhta, rencanamu selanjutnya dipastikan gagal. Jika kau ingin memastikan keberhasilan rencana selanjutnya, terimalah 80% itu."


"Baiklah, lagipula kotak pandora hanyalah pintu untuk rencana selanjutnya. Lalu, mengenai Frey, katakan padaku kemungkinan yang akan terjadi," ucap Daru.


"Jika Tangan Tuhan bisa mengakses Islagram, kemungkinan mereka akan mencari tahu isi pikiranmu setelah kau menciptakan kegemparan dari rencana kotak pandora. Mereka akan tahu mengenai ras non-manusia yang kau lindungi. Mereka juga akan mengetahui asal-usulmu yang merupakan makhluk dunia lain. Dan ada kemungkinan mereka menekanmu melalui Frey, orang yang kau cintai."


"Seperti menjadikan Frey sebagai sandera?" tanya Daru.


"Ya." jawab Gio.


"Selesaikan urusan dengan Frey lalu fokus pada Tangan Tuhan sebelum melakukan rencana kotak pandora, itu langkah paling aman jika kita menganggap Tangan Tuhan memiliki Islagram," tambah Gio.


Daru terdiam, berpikir lebih dalam mengenai situasi yang akan dihadapinya.

__ADS_1


"Aku membutuhkan kegemparan untuk memancing perhatian Tangan Tuhan. Tapi dengan kegemparan pula, kelemahanku akan terpajang. Ah sial, jika saja aku tidak jatuh hati pada Frey ...." Daru memandang langit-langit ruangan sembari menghela nafas panjang.


....


Sementara itu, di sebuah ruangan yang gelap, beberapa orang berjubah merah duduk di deretan kursi melingkar menghadap sebuah meja yang cukup panjang. Di meja itu, terdapat sebuah ukiran berbentuk trisula yang tepat berada di tengah.


"Jadi, ada seorang pria dari Bumi yang telah membawa banyak perubahan di Benua Isla? Apakah bangsa Jin ikut campur dengan itu?" tanya salah satu orang yang duduk di posisi tengah, dia adalah pemimpin dari kumpulan orang-orang itu.


"Ya, Veux, Zoref, Trof. Mereka bertiga pernah melakukan kontak langsung dengan pria Bumi," jawab seorang pria yang ada di dekatnya.


"Berarti, pembelian dan pembangunan?" tanya pemimpin lagi.


"Ya, dan ada satu hal lagi yang dia lakukan."


"Apa itu?" Sang pemimpin nampak tertarik.


"Dia berusaha mengeluarkan ras non-manusia dari Dark Plain."


Sang pemimpin tersenyum sangat lebar, dia berkata, "Sudah 100 tahun kita tidak melakukan panen dalam jumlah yang besar. Aku akan kembali ke Neraka, Yang Mulia Satan berhak tahu tentang ini."


"Tapi, Ketua, apakah kita akan melakukan skema yang sama seperti 100 tahun yang lalu?" tanya salah satu orang yang berada tak jauh dari si pemimpin.


Si pemimpin itu kemudian membuka semacam portal berwarna oranye seperti api di belakangnya dan berjalan memasukinya, meninggalkan bawahannya yang masih duduk menundukkan kepalanya sebagai bentuk penghormatan untuk pemimpin mereka.


"Hail Satan," bisik semua orang yang ada di sana setelah pemimpin mereka pergi.


....


Hari mulai gelap, Daru masih duduk di sofa, memikirkan apa yang harus dia lakukan. Tiba-tiba, Frey memasuki ruangan tanpa ketukan pintu yang mendahuluinya.


Frey duduk di samping Daru dan berkata, "Bisakah kau menceritakan apa yang terjadi padamu beberapa hari ini?"


"Bukan sesuatu yang penting," jawab Daru dengan senyuman.


Dia tidak mau membahasnya, pikir Frey.


"Frey," ucap Daru.

__ADS_1


"Hm?" balas Frey.


"Apa yang akan kau lakukan jika kau tahu kalau hari ini adalah hari terakhir kita bersama?" tanya Daru dengan ekspresi kosong.


Frey dengan ekspresi cemasnya segera meraih pipi Daru dan membuat Daru memandangnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Frey penuh rasa cemas.


Daru mengendurkan ekspresinya dan tersenyum sebelum berkata, "Bukan apa-apa, aku hanya bertanya. Lupakan saja."


Frey segera menyadari ada suatu hal yang besar yang telah menimpa pujaan hatinya, dia pun melepaskan tangannya dari pipi Daru dan memeluk Daru sebelum berkata, "Jika ini hari terakhir kita bersama, aku akan memelukmu hingga pagi tiba, hingga kenyataan memisahkan kita."


Beban di hati Daru kian bertambah berat ketika mendengar jawaban Frey. Sebuah tekad pun membara di hati Daru.


Aku akan menyingkirkan Tangan Tuhan dan kembali kepadamu, Frey, ucap Daru dalam hati.


"Hihi, maafkan aku telah bertanya hal yang aneh. Aku pastikan, tidak akan ada akhir bagi kita berdua," ucap Daru sembari mengusap kepala Frey yang tengah terbenam di dadanya.


Daru kemudian mengeluarkan sebuah pil berwarna hitam dan menelannya sebelum mengeluarkan sebatang dupa dan korek api elektriknya.


Frey yang masih membenamkan wajahnya ke dada Daru tidak mengetahui bahwa Daru tengah bersiap untuk menyalakan dupa hipnotis, Frey tenggelam dalam rasa nyamannya.


"Setelah semua ini selesai, aku pasti kembali kepadamu," ucap Daru sebelum menyalakan korek api elektriknya.


Kembali? Kemana Daru akan pergi? pikir Frey.


Suara korek api yang cukup dekat membuat Frey penasaran, dia pun melepaskan pelukannya dan melihat Daru tengah menyalakan sebatang dupa hipnotis yang sudah tidak asing lagi bagi Frey. Dia pun menyadari bahwa bukan Daru yang akan pergi, melainkan dirinya sendiri.


Frey tahu betul mengenai apa saja yang bisa dilakukan oleh dupa hipnotis. Dia pernah melihat Daru mengubah memori bawahan Raja Arthur dengan dupa hipnotis tepat di depan mata Frey.


"Daru," ucap Frey dengan air mata yang menetes sembari berusaha menutupi hidungnya dengan tangan kanannya.


Daru segera meraih tangan Frey, membuat Frey tak bisa menutupi lubang hidungnya.


"Maafkan aku," ucap Daru sebelum bergerak mendekatkan wajahnya ke arah Frey dan mencium bibirnya, membuat Frey tidak bisa bernafas dari mulut dan mencium aroma dupa hipnotis.


Frey mencoba menahan nafasnya sembari terus berusaha melepaskan diri dari Daru. Namun, Daru menahan tubuh Frey dengan kekuatan penuhnya, membuat Frey tak dapat berkutik. Hanya dengan satu tarikan nafas dari Frey, membuatnya lemas dan tatapan matanya berubah menjadi kosong.

__ADS_1


(Note: Maafkan author yang beberapa hari tidak update. Urusan Pilkada benar-benar membuat author kewalahan. '-')


__ADS_2