
Daru memberitahukan kepada kedua raja bahwa dia akan membangun sebuah gudang yang cukup besar untuk keperluan transaksi kedua kerajaan. Gudang itu adalah bangunan yang Daru pesan kepada Zoref beberapa hari yang lalu, namun karena ada masalah yang datang secara bergantian, pembangunan itu tidak kunjung dimulai hingga sekarang.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, Raja Gustave hendak kembali ke Kerajaan Saria untuk menyiapkan bijih emas untuk Kerajaan Resia. Mereka semua bertukar ucapan selamat tinggal, lalu Frey mengantar Raja Gustave bersama istrinya, Ratu Maria, menuju portal teleportasi.
Setelah melihat Raja Gustave dan Ratu Maria keluar dari ruangan, Daru berkata, "Ada yang ingin aku sampaikan, Paman."
Raja Vanir tahu bahwa apa yang akan dikatakan oleh Daru adalah sesuatu yang penting. Maka dari itu, dia memasang ekspresi serius dan mendengarkan dengan seksama.
"Aku memiliki sebuah rencana untuk membuat rakyatmu memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik. Bahkan ekonomi pemerintahanmu juga akan bertambah," ucap Daru sembari mengeluarkan dua gulungan kertas yang dia beli dari web Belanja Online Universal.
"Ini akan menarik, katakan," ucap Raja Vanir dengan antusiasme yang tinggi.
"Ini adalah cetak biru dari sebuah alat yang disebut penenun otomatis, itu dapat membuat kain berkualitas tinggi dengan cepat. Cetak biru yang lain adalah sebuah cetak biru dari sebuah mesin yang dapat mengoperasikan penenun otomatis tanpa campur tangan manusia. Aku ingin Paman Vanir memberikan dua cetak biru ini ke pandai besi, dan membuat ini dalam jumlah yang cukup banyak," ujar Daru sembari membuka dua gulungan itu.
Cetak biru yang pertama adalah cetak biru mesin penenun otomatis dari bumi yang berasal dari abad ke-19. Cetak biru itu tidaklah rumit, Daru yakin bahwa pandai besi di Kerajaan Resia tidak akan kesusahan untuk membuat alat itu. Sedangkan Cetak biru yang kedua adalah rancangan mesin uap dari abad yang sama dengan mesin penenun otomatis. Jika para pandai besi itu kreatif, mereka dapat mengembangkan mesin uap itu menjadi mesin lain yang memiliki sistem kerja yang sama dengan mesin uap, seperti kendaraan.
Raja Vanir melihat kedua cetak biru dengan ekspresi kebingungan dan kegembiraan dalam waktu yang sama. Namun, alisnya mengerut ketika menyadari satu hal.
"Kau mau aku membuat para penduduk memproduksi kain?" tanya Raja Vanir.
"Ya, kain-kain ini memiliki kualitas yang lebih baik, harganya pun masih bisa dibuat cukup tinggi. Aku ingin Paman membuka lapangan pekerjaan yang sangat banyak untuk rakyat Paman. Saat itu, penduduk memiliki tiga pekerjaan utama, yaitu pedagang, petani, dan pembuat kain," jawab Daru panjang lebar.
"Biarkan si kaya memodali pembuatan kain dan si miskin bekerja untuk membuatnya. Jika rencana ini berhasil, maka penduduk kaya dan penduduk miskin akan memiliki uang yang lebih banyak dari sekarang," tambahnya.
"Daru, kau mungkin tidak mengetahui ini. Jika ada barang yang berlebih di Kerajaanku, harganya pasti akan turun. Kain-kain itu tidak akan terjual dengan harga tinggi karena banyak yang memilikinya." Raja Vanir tidak tahu bahwa orang yang dia ajak bicara saat ini adalah seorang monster ekonomi, dia tidak tahu bahwa monster itulah yang menyebabkan hilangnya dua per lima emas di seluruh Kerajaan Resia, dan monster sekaliber Daru juga memiliki solusi untuk masalah kecil tersebut.
"Kalau begitu, jangan menjualnya kepada orang yang memilikinya," balas Daru dengan senyum liciknya.
"Maksudmu?" tanya Raja Vanir keheranan.
"Kau memiliki hubungan yang baik denganku, Paman. Aku bisa membuat para pedagang-pedagang menjual barang-barang mereka di Bukit Sarren, tempat yang akan dikunjungi oleh orang-orang dari berbagai kerajaan di masa depan," jawab Daru dengan terus mempertahankan senyuman liciknya.
Raja Vanir mengerutkan alisnya karena merasa ada satu hal yang salah, dia pun berkata, "Kau dulu pernah bilang bahwa kau tidak terikat pada kerajaan mana pun. Lalu, mengapa kau melakukan itu untuk penduduk kerajaanku? Kenapa kau peduli dengan rakyatku?"
"Karena Paman adalah raja pertama yang memiliki hubungan baik denganku," jawab Daru dengan tersenyum.
__ADS_1
"Pertama? Berarti akan ada raja-raja lain yang memiliki hubungan baik denganmu, kan?"
"Ya, hubungan baik adalah hal utama yang diperlukan oleh seorang pebisnis," ujar Daru.
"Hahh, baiklah. Aku akan melakukan rencanamu. Lagipula tidak ada ruginya untukku," ucap Raja Vanir dengan mengangguk.
Tok tok
Krek
Pintu terbuka dengan suara ketukan yang mendahuluinya. Sosok Frey pun terlihat dari balik pintu yang terbuka.
Frey segera memasuki ruangan dan duduk di samping Daru.
"Berhubung aku akan tetap bersembunyi selama beberapa bulan kedepan, Paman bisa menghubungi Frey mengenai pembangunan kios dan urusan lainnya," ucap Daru sembari memandangi Frey.
Frey yang belum mengetahui apa-apa segera menganggukkan kepalanya. Hanya satu hal yang Frey ketahui, yaitu rencana Daru membutuhkan dirinya.
"Baik. Dengan ini, pandai besi, pedagang, penduduk miskin, penduduk kaya, pengrajin pakaian, dan beberapa pihak lain akan menuai keuntungan. Terima kasih," ucap Raja Vanir dengan ketulusan yang besar dari hatinya.
Seharusnya, jika ditambah dengan aku menurunkan harga barang-barang di toko, prediksi 3 bulan Shera bisa mundur dalam jangka waktu yang cukup lama, pikir Daru.
"Aku penasaran mengenai satu hal," sahut Ratu Fiona secara tiba-tiba.
"Mengenai apa, Bibi?" tanya Daru dengan segera.
"Kalian berdua memiliki hubungan apa? Tidak mungkin 'kan kalau hanya bos dan karyawan?" tanya Ratu Fiona penasaran.
Daru dan Frey saling memandang untuk waktu yang cukup lama sebelum mereka berdua membuka mulut secara bersamaan.
"Pasangan," jawab mereka berdua secara bersamaan.
Ratu Fiona mengangguk dengan pasrah setelah mendengar jawaban mereka.
"Hahh, tidak ada kesempatan untuk Rennesia," ucap Ratu Fiona.
__ADS_1
Daru mengerutkan keningnya dan berkata, "Apa maksud Bibi?"
"Oh, sebenarnya aku ingin menjodohkanmu dengan Rennesia sejak dulu. Walaupun aku tidak pernah bertemu denganmu, aku bisa yakin bahwa kau adalah pria yang baik."
Jawaban itu membuat Frey berekspresi sangat buruk. Pria mana yang tidak mau menikahi seorang Putri Kerajaan yang sangat cantik? kata-kata itulah yang saat ini terngiang-ngiang di kepala Frey. Namun, ekspresi Frey berangsur-angsur kembali ke ekspresi penuh ketenangan setelah mendengar ucapan Daru.
"Ah, maafkan aku, Bibi. Aku sudah memiliki pasangan," ucap Daru dengan tersenyum menanggapi ucapan Ratu Fiona.
"Hahh, ya, tak apa," balas Ratu Fiona.
Setelah itu, mereka berempat berbincang-bincang dengan penuh keakraban sebelum Raja Vanir memutuskan untuk kembali ke Moon City.
"Terima kasih, Daru. Aku dan Fiona akan kembali ke Istana," ucap Raja Vanir berpamitan.
"Sama-sama, Paman. Biar Frey yang mengantar kalian berdua," balas Daru.
"Tidak usah, kami berdua bisa sendiri," sahut Ratu Fiona.
"Tapi ...."
"Hahaha, aku tidak setua itu sehingga membutuhkan seorang pemandu untuk menunjukkan jalan ke portal teleportasi yang tidak jauh dari sini," ucap Raja Vanir memotong ucapan Daru sembari menepuk pundaknya.
"Kalau begitu, hati-hati di jalan, Paman, Bibi," ucap Daru sembari mengangguk kecil.
Raja Vanir dan Ratu Fiona pun berjalan meninggalkan ruangan, meninggalkan Daru dan Frey berduaan.
"Daru," ucap Frey sembari tersenyum manis.
"Hmm?" balas Daru dengan sedikit tidak peduli karena dia tengah memikirkan langkah-langkah selanjutnya untuk rencananya.
Tiba-tiba, Frey mendekatkan tubuhnya ke arah Daru, mencium pipi Daru, dan berkata, "Terima kasih."
Setelah mengucapkan itu, Frey langsung pergi menuju lantai satu untuk membantu penjualan di sana, meninggalkan Daru yang tengah kebingungan.
"Terima kasih untuk apa? Untuk peningkatan ekonomi penduduk Resia?" gumam Daru sebelum kembali diam untuk berpikir.
__ADS_1