Ultimate Internet Power

Ultimate Internet Power
Pembunuhan di Bukit Sarren


__ADS_3

"I-itu kepalamu?" tanya Frey ketakutan.


"Cukup mirip, kan? Dengan ini, aku berharap mereka terkecoh." Daru kembali menyandarkan kepalanya ke paha Frey.


"Aku ingin menutup Bukit Sarren besok, anggap saja sebagai liburan untuk kalian semua," tambah Daru.


"Kau ingin aku menyebarkan berita kematianmu juga?" tanya Frey setelah menyadari rencana Daru.


"Tidak, dengan kepalaku sebagai bukti, pihak yang menginginkanku mati akan percaya begitu saja. Cukup tutup portalnya dan jangan biarkan siapa pun masuk."


"Lalu, apa rencanamu setelah itu?" tanya Frey lagi.


"Aku aka-" Kata-kata Daru terpotong karena dia mendengar suara ketukan pintu.


Tok tok tok


"Bos, ada orang yang mengaku telah menerima undanganmu. Tetapi dia tidak menyebutkan namanya." Suara di balik pintu adalah suara milik Shera.


"Antar dia kemari," balas Daru.


Shera pun segera turun ke lantai satu atas untuk menjemput tamu Daru.


"Frey, keluar dari ruangan ini dan temui Rena, Rei, dan Gordon. Katakan pada mereka bertiga, jika ada orang yang berlari menuju portal, pura-pura hentikan orang itu dengan sekuat tenaga. Hanya pura-pura, aku ingin mereka bertiga membiarkannya masuk ke dalam portal. Oh, mereka bertiga aku perbolehkan membuat sedikit kerusakan di toko, yang penting, pertarungannya terlihat nyata," ujar Daru sebelum bangkit dari berbaringnya.


"Baik, berhati-hatilah," ucap Frey dengan tersenyum manis sebelum beranjak pergi meninggalkan ruangan.


Beberapa saat kemudian, seorang pria muda dengan wajah tanpa ekspresi masuk ke ruangan di lantai dua toko Daru. Pria itu membungkuk sedikit ke arah Daru sebagai wujud penghormatan kepadanya.


"Duduklah," ucap Daru mempersilahkan pria itu duduk.


Pria itu masih mempertahankan ekspresinya dan duduk di depan Daru.


"Aku yakin, kau adalah orang yang Gagak Hitam panggil, kan?" tanya Daru.


Pria itu menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa Daru benar.


"Ada orang yang menghargai kepalaku sebesar 35.000 koin emas, kan?" tanya Daru lagi.


Pria itu mengangguk sekali lagi.


"Apakah kau mau menerima uang itu?" tanya Daru dengan tersenyum cukup lebar.


Untuk pertama kalinya, pria itu merubah ekspresinya, alisnya terangkat sejenak sebelum terjahit menjadi satu.


"Kau mau aku membunuhmu?" Pria itu bertanya dengan suara yang sangat serak, seperti suara yang keluar dari seekor monster yang haus darah.


Daru sedikit terkejut karena suara pria itu, tetapi dia segera kembali ke kesadarannya dan berkata, "Tidak, aku hanya bertanya. Kau mau uang itu atau tidak?"


"Ya, jika itu bisa didapat tanpa harus membunuhmu, aku pasti mau." Pria itu benar-benar tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran Daru.


Dia memintaku untuk membunuhnya? Apa yang akan terjadi pada Black Minotaur jika orang sepenting dia mati karena anggota rendahan sepertiku? pikir Pria itu.


Daru mengeluarkan bungkusan hitam yang berisi tiruan kepalanya dan melemparkannya ke arah pria itu.


"Serahkan itu pada orang yang menginginkan kematianku, dan aku pastikan kau mendapat bayaranmu," ucap Daru.

__ADS_1


Pria itu penasaran dan membuka bungkusan itu.


"I-i-ini ...." Pria itu kehabisan kata-kata setelah melihat sebuah kepala yang sangat mirip dengan milik Daru di dalam kantong.


"Bagaimana? Kau mau uangnya?" tanya Daru sekali lagi.


"Te-tentu!" teriak pria itu dengan sedikit serak.


"Kalau begitu, temui Tuan Klein dengan kepala itu. Katakan padanya bahwa aku memintanya untuk menemui Dante besok dan berkata bahwa aku telah mati dengan kepala itu sebagai bukti. Untuk hal-hal yang terjadi selanjutnya, aku yang akan mengurusnya." Daru menjelaskan dengan ketenangan yang luar biasa.


"Akan kulakukan!" teriak pria itu lagi.


"Bagilah hadiah kepalaku dengan orang lain yang ditemui Gagak Hitam tadi. Kau bisa pergi sekarang," ucap Daru.


Pria itu mengangguk dan berjalan menuju pintu untuk segera melakukan tugasnya.


"Tunggu!"


Teriakan Daru membuat pria itu menghentikan langkahnya dan memandang Daru penasaran.


"Aku kasih bocoran untukmu. Tidak ada pembunuh bayaran yang boleh masuk ke tokoku kecuali Gagak Hitam. Aku yakin, identitasmu sudah diketahui oleh para penjaga, jadi, ketika kau keluar dari ruangan ini, para penjagaku akan menyerangmu," ucap Daru penuh kebohongan.


Glek


Pria itu menelan ludahnya ketakutan karena dia tahu kekuatan mengerikan yang para penjaga Bukit Sarren miliki.


"Ke-ke-kenapa kau ti-tidak memerintahkan mereka untuk melepaskanku?" tanya Pria itu.


"Aku tidak bisa, itu adalah peraturan yang dibuat oleh karyawan-karyawanku. Jangan memakai sihir siluman, karena artefak di sini dapat membunuh pengguna sihir siluman secara instan. Saranku, larilah sekuat tenaga, kawan," ucap Daru sembari mengacungkan jari jempolnya.


Pria itu dengan tangan bergetar membalas acungan jempol Daru dengan melakukan hal yang sama sepertinya.


Woooshh


Tiba-tiba pria itu melesat dengan sangat cepat keluar dari ruangan lantai dua atas.


....


Sementara itu di lantai satu atas, Rena sangat antusias dengan tugas yang akan dia lakukan. Bukan hanya Rena saja, Rei dan Gordon yang berjaga di samping portal juga menampakkan ekspresi antusiasnya.


Bagaimana tidak? Dulu Daru memerintahkan mereka untuk tidak menarik pedang dari sarungnya jika keadaan benar-benar tidak mendesak, hingga saat ini, mereka tidak pernah menarik pedang mereka karena tidak ada masalah apapun yang masuk dalam kategori mendesak bagi mereka bertiga, dan sekarang Daru memberikan perintah untuk berpura-pura menahan seseorang yang berlari dengan kekuatan penuh, itu berarti mereka diperbolehkan menarik pedang mereka yang sedari dulu berada di dalam sarungnya.


Aku tidak sabar! Ayolah .., segeralah berlari! ucap Rena dalam hati.


Tiba-tiba, langkah kaki yang begitu cepat terdengar dari atas. Rena menoleh ke arah sumber suara dan melihat orang yang dari tadi dia tunggu, orang berlari. Rena tersenyum dan langsung menarik pedang hitamnya.


Begitu pedang itu ditarik dari sarungnya, bilah hitam yang terlihat angkuh membuat semua orang menjadi linglung untuk sesaat, sampai Rena berteriak, "Berhenti di sana!"


Pria yang tengah berlari mulai ketakutan setelah Rena mengacungkan pedang ke arahnya.


Apa yang Daru katakan sebelumnya adalah kebenaran! Sial! Aku harus terus berlari! pikir Pria itu.


Pria itu mempercepat langkahnya dan dengan sigap melewati Rena. Namun, Rena tak tinggal diam, dia dengan kekuatan penuhnya melesat ke arah pria itu. Kejar-kejaran pun tak terhindarkan antara pria yang merasa nyawanya dalam bahaya dan Rena yang sedang menunjukkan keseriusannya.


Ketika kedua orang itu berada cukup dekat dengan portal, Rei dan Gordon tersenyum sebelum menarik pedang mereka. Rei dan Gordon melesat dari arah depan sedangkan Rena berada di belakang, pria itu terkepung.

__ADS_1


"Sihir bayangan bentuk ke tujuh, peleburan." Pria itu mengucapkannya sebelum menepuk kedua tangannya. Tiba-tiba, tubuhnya menghilang dan hanya menyisakan bayangan yang ada di tanah.


"Aku hampir lupa kalau sihir ini tidak termasuk sihir siluman. Aku harus keluar sekarang!" teriak pria itu sebelum bayangannya bergerak dengan cepat menuju portal.


Setelah tiba di portal, pria itu kembali ke wujud aslinya dan mengacungkan jari tengahnya ke arah Rena dan yang lain sebelum menghilang.


"Daru!" Tiba-tiba sebuah teriakan terdengar dari dalam toko.


....


Beberapa saat sebelum si pria pembunuh bayaran menghilang.


Frey tengah menaruh barang-barang yang dia ambil dari lantai dua bawah di etalase. Ketika dia sedang fokus melakukan pekerjaannya, dia mendengar Rena berteriak sembari mengacungkan pedangnya ke arah seorang pria yang berlari dari lantai dua atas.


Sudah mulai? pikir Frey.


Saat Rena mengejar pria ke luar toko, Frey memasang ekspresi panik dan berlari menuju lantai dua atas. Kepanikan wajah Frey disadari oleh semua orang yang ada di sana, sontak saja membuat mereka bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, termasuk Shera, Sylph, dan Ged yang belum mengetahui skema Daru.


Frey pun tiba di lantai dua atas, setelah memastikan tidak ada yang mengikutinya, dia membuka pintu dan menemukan Daru yang sedang duduk dengan ekspresi datar sembari memasukkan jari kelingkingnya ke salah satu lubang hidungnya.


"Teriak," bisik Daru dengan sangat pelan.


Frey pun paham apa yang dimaksud oleh Daru, dia pun berteriak, "Daru!"


Teriakan Frey membuat seisi toko menjadi penuh kehebohan. Semua orang mulai menggabung-gabungkan tebakan dan menarik kesimpulan yang sangat jelas.


"Orang yang berlari tadi telah membunuh Tuan Daru?" ucap salah satu pelanggan.


Semua orang tambah heboh karena apa yang dikatakan oleh pelanggan itu benar-benar masuk akal.


"Keluar dari toko sekarang!" teriak Shera sebelum bergegas menuju lantai dua atas.


Semua pelanggan sedikit enggan untuk meninggalkan toko karena mereka ingin melihat kondisi Daru, namun karena mereka tahu kesedihan yang terpancar dari wajah Shera, mereka memilih untuk pergi.


Sylph dan Ged menyusul Shera setelah memastikan semua pelanggan telah pergi. Ketika mereka berdua hampir sampai di dekat pintu ruangan lantai dua atas, mereka melihat Shera sedang teridam di depan pintu.


"Bos!" teriak Shera dengan penuh kesedihan.


Sylph dan Ged pun langsung mendekati pintu ruangan di lantai dua atas dan melihat tubuh Daru ada di pelukan Frey dengan bercak-bercak merah mirip darah.


Mereka berdua pun ikut berteriak dan dengan panik, mereka menghampiri tubuh Daru.


Ketika mereka mendekat, mereka mencium bau yang tidak asing bagi mereka, seperti aroma kayu namun sangat wangi.


"Ini ramuan penyembuh," ucap Daru sebelum bangkit berdiri.


"Eh?" Shera, Sylph, dan Ged kaget setelah melihat Daru yang ternyata baik-baik saja.


"Aku hanya memancing teriakan kalian. Dengan begitu, banyak orang yang akan menganggapku sudah mati. Untuk selanjutnya, kalian bertiga pasanglah wajah sedih dan katakan kepada semua orang untuk pergi dari Bukit Sarren karena ada masalah," ucap Daru.


"Tapi ..., kenapa Bos?" tanya Shera kebingungan.


"Kau akan tahu nanti, lakukan saja," jawab Daru


Mereka bertiga mengangguk dan pergi melaksanakan tugas mereka.

__ADS_1


(Note: Maafkan author karena tidak update selama beberapa hari dan sekali update jadinya malah kaya gini ... heu .... Ide di otak butuh isi ulang '-')/


diosn~)


__ADS_2