
Cerita Sergio mengenai sejarah Dark Plain selesai dengan kematian Julius, Daru pun dapat menangkap beberapa poin yang dapat menjawab pertanyaannya.
"Jadi, alasan mengapa aku tidak bisa menggunakan internet adalah karena artefak Julius yang meniadakan mana?" tanya Daru.
"Ya, benar. Di dunia tanpa sinyal seperti Benua Isla ini, Jin mengandalkan mana sebagai pengganti sinyal. Web Benua Isla dan Islagram yang aku ciptakan juga memerlukan adanya mana," jawab Sergio membenarkan.
"Lalu, alasanmu tidak kembali ke dunia asalmu adalah melindungi ras non-manusia ini?" tanya Daru lagi.
"Ya, lagipula aku sudah mati, kan? Tidak ada alasan untukku pulang," jawab Sergio.
"Dan tujuanmu memanggilku adalah untuk membantumu mendapatkan cincin dimensimu kembali, kan?" tanya Daru sekali lagi.
"Tidak hanya itu," ucap Sergio.
Daru mengerutkan alisnya dan berkata, "Lalu?"
Sergio memulai kembali cerita setelah kejadian Dark Plain.
Setelah peperangan itu selesai, ras non-manusia terjebak di Dark Plain dan tidak bisa keluar. Mereka mengandalkan sumber daya yang ada di dalam tembok untuk keperluan hidup mereka, seperti makanan dan air. Mereka memburu monster yang benar-benar monster untuk diambil daging dan darahnya. Mereka juga mulai bercocok tanam di dalam tembok. Namun, karena tidak adanya mana, tumbuhan yang mereka tanam gagal total. Mereka pun hanya mengandalkan monster sebagai sumber utama makanan mereka, hingga populasi monster benar-benar habis.
Sergio pun mengambil langkahnya, dia mulai keluar dari Dark Plain dengan alat teleportasinya dan merampok kamp-kamp bandit untuk membeli bahan makanan. Cara kerja alat teleportasi milik Sergio sangat berbeda dengan milik Daru. Alat teleportasi Sergio tidak menggunakan mana dan beroperasi dengan menguraikan tubuh pengguna lalu membangun ulang DNA manusia di tempat yang dituju. Ras non-manusia tidak dapat menggunakannya, karena ketika tubuh mereka diurai dan berpindah ke tempat yang dituju, alat itu tidak membangun tubuh mereka, melainkan membangun tubuh manusia berdasarkan DNA pengguna. Karena DNA manusia berbeda dengan DNA mereka, DNA mereka akan acak-acakan setelah tiba di tempat yang dituju dan mereka akan mati begitu saja.
Bukan hanya merampok, Sergio juga terus melakukan penelitian-penelitian di saat dia tidak sedang mencari bahan makanan. Kegiatan rampok-merampok Sergio itu berlangsung selama berpuluh-puluh tahun sampai Sergio menyadari bahwa tubuh kloningnya hanya tersisa dua.
"Dua kloning berarti sekitar 6-8 tahun, dalam waktu itu aku harus bisa mendapatkan kembali cincin dimensiku dan mengeluarkan ras non-manusia dari Dark Plain, sehingga mereka dapat hidup mandiri tanpa bantuanku lagi. Aku pun mendapatkan ide untuk memanggil seseorang sepertiku, orang yang berasal dari dunia lain. Aku meneliti cara memanggil orang dari dunia lain, dan penelitian itu berakhir ketika aku dapat menjangkau Bumi, yang merupakan dunia terdekat dari Benua Isla."
"Aku mencari dan mengamati orang-orang yang memiliki potensi untuk menjadi seseorang yang berambisi menguasai dunia, karena jika ambisi itu tercapai, urusan ras non-manusia akan selesai dengan mudah. Lalu aku menemukanmu, orang yang berada di tingkat rendah dalam kasta pekerja, kau selalu saja berpikiran untuk sehari saja menjadi seorang atasan dan bergantian memerintah bosmu. Saat itu aku yakin, jika kau diberi kesempatan, kau pasti akan menjadi yang teratas dengan ambisi itu."
Daru kemudian mengeluarkan senyum liciknya sebelum berkata, "Jika kau telah mengawasiku sejak lama, itu berarti kau tahu sifatku, kan? Aku ti-"
__ADS_1
"Tidak melakukan hal yang tidak menguntungkan, kan?" Sergio memotong ucapan Daru.
Alis Daru terangkat sedikit sebelum kembali ke senyumannya, dia berkata, "Benar, katakan padaku, Sergio, apa yang Raja Iblis tawarkan untuk mendapatkan bantuan dari orang sepertiku?"
"Ada dua keuntungan dan satu bayaran dariku. Keuntungan pertama, ketika kau berhasil mendapatkan cincin dimensiku, tidak ada yang bisa mengakses Belanja Online Universal dan Islagram selain dirimu, membuatmu bisa mempertahankan posisi puncakmu di masa depan. Keuntungan kedua, setelah kau berhasil mengeluarkan ras non-manusia dari sini, sekitar enam ribu orang dari ras non-manusia akan berhutang padamu, bukankah kau suka membuat seseorang berhutang padamu?" ujar Sergio.
"Aku sudah menebak dua keuntungan itu, aku lebih tertarik pada apa yang kau beri sebagai bayaran," ucap Daru.
Sergio tersenyum dan berkata, "Kau tahu, Daru? Semua kloning saling berbagi ingatan. Jadi, ingatan di tubuh terakhir ini merupakan ingatan dari seorang ilmuwan yang telah melakukan penelitian selama lebih 100 tahun, bukan hanya penelitian yang aku lakukan di dunia ini, melainkan dari duniaku sebelumnya juga."
"Jadi?" sahut Daru.
"Aku menawarkan otakku, otak yang berisi memori penuh teknologi dan hasil penelitian," ucap Sergio dengan serius.
Daru tersentak kaget, dia tersenyum sebelum berkata, "Ini menarik, aku terima tawaranmu, Sergio."
"Lalu, mengenai kekasihmu, apa yang akan kau lakukan?" tanya Sergio. Sergio khawatir rencananya akan gagal karena Frey, berdasarkan pengalaman pribadinya.
"Yang pasti, aku tidak bisa membunuhnya. Aku akan memikirkan cara untuk mengatasi masalah itu," ucap Daru dengan ekspresi rumit.
"Jika kau tidak bisa membunuhnya, aku bisa membunuhnya untukmu," ucap Sergio.
Daru berekspresi dingin sebelum melesat ke Sergio dan menarik kerahnya.
"Ingatlah, dengan kau memikirkan itu, sudah cukup untuk menjadi alasanku membunuhmu sekarang," ancam Daru dengan memancarkan hawa dingin dari kedua matanya.
"Maafkan aku, aku hanya tidak ingin rencanamu gagal," ucap Sergio yang merasa sedikit teror dari kedua mata Daru.
Daru kemudian melepaskan kerah Sergio dan duduk di tempat dia duduk sebelumnya.
__ADS_1
"Selalu ada cara bagi orang-orang yang berpikir," ucap Daru.
Sergio hanya mengangguk menanggapi ucapan Daru.
"Ada satu hal yang masih membuatku bingung." Daru mengelus dagunya.
"Apa itu?" tanya Sergio.
"Mengapa tidak ada orang yang pernah mendengarkan elf berbicara? Ceritamu seolah-olah mengatakan bahwa hanya kau dan Julius yang tahu mengenai fakta bahwa mereka bukanlah monster." Daru masuk ke dalam pikiran kritisnya.
"Ketakutan, manusia dibuat takut oleh keberadaan elf, mereka langsung membunuh atau lari ketika bertemu dengan elf atau ras non-manusia lainnya. Pihak yang ada dibelakang itu adalah Tangan Tuhan, yang memberikan doktrin melalui berbagai identitas kepada semua manusia," ujar Sergio.
Daru diam berpikir sejenak sebelum tersenyum dan berkata, "Tangan Tuhan, mereka pintar. Mengendalikan manusia dengan memegang ketakutan mereka. Aku merasa klise."
"Klise? Kau pernah mendengar kisah serupa?" tanya Sergio.
"Ya, di buku sejarah negaraku di bumi. Aku harap author tidak tersandung masalah karena menyinggung ini," ucap Daru sembari melihat ke langit-langit ruangan.
Sergio yang tidak tahu apa maksud perkataan Daru hanya diam tidak menanggapi.
"Aku adalah manusia, apakah aku bisa memakai alat teleportasimu?" tanya Daru.
"Ya, kau mau kembali ke Bukit Sarren? Tetaplah di sini beberapa hari lagi, aku sudah memberi tahu kekasihmu bahwa kau akan pulang dalam beberapa hari lagi," ucap Sergio.
"Mengapa kau mengatakan itu padanya?" tanya Daru penasaran.
"Aku ingin memindahkan memori otakku ke dalam sebuah program A.I. dan memberikannya padamu sebelum kau pergi. Aku yakin itu akan berguna untuk rencana 'kotak pandora'-mu," jawab Sergio.
Daru tersenyum sangat lebar sebelum berkata, "Hooo, aku tidak sabar untuk itu, Sergio."
__ADS_1