
(Review singkat chapter sebelumnya,
Daru meminta wilayah seluas 50 km² kepada Raja Kerajaan Resia, Vanir Lionness, untuk menampung ras non-manusia dari Dark Plain. Namun, Raja Vanir menolaknya karena khawatir tentang anggapan Dewan Kerajaan kepadanya. Maka dari itu, Daru membuat sebuah rencana untuk menukar wilayah itu dengan informasi mengenai lokasi tambang emas. Dan cerita pun berlanjut.)
[Metal Detector]
[Metal Detector yang berbentuk drone. Dapat mendeteksi mineral alam berjenis logam dengan radius tergantung ketinggian drone, semakin tinggi, radius deteksi semakin luas. Dapat mendeteksi dengan kedalaman maksimal 2 km dari permukaan tanah.
Catatan penjual : Bisa bekerja dalam mode auto. Mahal? Jangan beli.
Harga : Rp 2.300.000.000]
....
Daru tidak terlalu peduli dengan harga yang tertera pada produk itu karena prioritasnya saat ini adalah mengeluarkan penduduk non-manusia dari Dark Plain, dia pun menekan tombol beli.
Tak lama kemudian, barang yang ia pesan pun tiba. Dengan wajah yang berseri-seri, Daru membuka paket itu dan menemukan sebuah drone dengan empat baling-baling dan semacam sensor di bawah drone. Daru pun membuka dan membaca petunjuk penggunaan drone itu.
"Hubungkan ke smartphone, tentukan jangkauan wilayah, lalu drone akan mulai bekerja, cukup simpel," gumam Daru membaca kata-kata yang ada di buku panduan.
Daru kemudian mengeluarkan smartphone-nya dan menghubungkannya ke drone seperti apa yang dikatakan oleh buku petunjuk penggunaan.
Karena hari masih cerah dan masih banyak pelanggan yang berada di Bukit Sarren, Daru tidak segera mengaktifkan drone itu dan menunggu malam hari tiba.
Bulan pun menggantikan posisi matahari, pelanggan terakhir telah pergi meninggalkan Bukit Sarren menuju kota asalnya. Daru segera keluar dari toko dengan membawa drone yang telah ia hubungkan dengan smartphone-nya.
Pemandangan Daru keluar membawa drone disaksikan oleh karyawan-karyawannya, mereka pun berbondong-bondong mengikuti Daru, berharap dapat melihat hal keren yang akan Daru lakukan.
__ADS_1
Daru meletakkan drone di tanah dan mulai mengatur drone agar mendeteksi mineral dalam tanah di seluruh wilayah Kerajaan Resia. Sebelum menerbangkan drone, Daru menuju selatan, ke tempat dimana ruang kontrol meriam di atas dinding Bukit Sarren berada untuk mematikan sistem keamanan Bukit Sarren. Dia tidak ingin drone-nya hancur lebur karena meriam nuklir yang bisa meledakkan apapun yang mencapai ketinggian tertentu, bagaimanapun, 2,3 miliar adalah jumlah yang besar.
Setelah mematikan sistem keamanan, Daru menekan tombol "Start" yang tertulis di layar smartphone-nya, seketika itu juga, baling-baling drone mulai berputar dengan sangat cepat. Drone itu pun terbang, melaksanakan misinya.
Karyawan-karyawan Daru yang menyaksikan sebuah benda kecil terbang hanya bisa memasang ekspresi datar, mereka berharap sesuatu yang lebih keren.
"Hanya itu?" ucap Ged setelah drone itu menghilang dari visinya.
Daru yang mendengarnya pun berkata, "Hanya itu. Kembalilah, aku yakin kalian belum merapikan toko."
Dengan rasa malas, karyawan-karyawan Daru mengangguk dan kembali masuk ke dalam toko, meninggalkan Frey dan Daru.
"Jadi, alat itu yang bisa mendeteksi emas di bawah tanah?" tanya Frey yang masih penasaran.
"Bukan hanya emas, itu bisa mendeteksi mineral-mineral berharga lainnya, mungkin itu juga bisa mendeteksi minyak mentah dan batu bara," jawab Daru.
"Hmm, batu bara? Apa itu?" tanya Frey lagi.
"Batu yang bisa terbakar di dunia ini hanyalah batu sihir yang di isi sihir api," jawab Frey.
"Apakah orang-orang di dunia ini mengolah makanan mereka menggunakan batu sihir, bukan minyak?" tanya Daru lagi.
"Yap," jawab Frey sembari mengangguk.
"Bagitu, jadi minyak di dunia ini tidak ada harganya," ucap Daru menarik kesimpulan.
Jika aku bisa mengirim barang dari dunia ini ke dunia lain, khususnya Bumi, aku bisa menjual minyak mentah ke sana. Aku harus bertanya pada Mas Veux, mungkin ada cara untuk menghubungi orang dari Bumi sebagai penadah, pikir Daru dengan senyum liciknya.
__ADS_1
"Minyak hanya digunakan untuk perang, tidak ada kegunaan lain. Ngomong-ngomong, aku memiliki sesuatu yang mengganjal di pikiranku," ucap Frey.
"Katakan," balas Daru.
"Jika Raja Vanir tidak tertarik dengan transaksi ini, apa yang akan kita lakukan?" tanya Frey.
Daru terdiam, memikirkan kata-kata Frey. Sebelumnya, Daru dan Frey menganggap Raja Vanir akan menerima tawaran Daru, mereka berdua belum menyiapkan rencana cadangan jika rencana penukaran tambang emas dengan wilayah Kerajaan Resia gagal.
Setelah diam cukup lama, Daru berkata, "Aku akan menyuap para dewan agar menerima tawaranku. Rencana kotak pandora membutuhkan bantuan dari ras non-manusia."
"Para pengkhianat yang disuap oleh Verza Lionness telah dihukum berat, apa kau yakin para dewan akan menerima suapmu ketika mereka sudah mengetahui hukuman apa yang akan mereka terima jika mereka menerima suap? Lagipula orang-orang yang tersisa di Kerajaan adalah orang-orang yang setia pada Raja Vanir." Frey yakin Dewan Kerajaan Resia tidak akan menerima suap Daru karena insiden Verza Lionness sebelumnya.
"Kolusi selalu berhasil, Frey. Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. Jika kolusi memang tidak berhasil, itu berarti jumlahnya yang kurang," ucap Daru sembari tersenyum lebar.
"Kau telah membatasi penjualan toko, Daru, bagaimana jika jumlah uangmu yang sekarang tidak dapat membeli mereka?"
"Apakah kau lupa dengan keberadaan lima keluarga bangsawan Kerajaan Resia? Mereka adalah sumber uang kita, hahaha," jawab Daru sembari tertawa lantang.
"Hahh, jadi itu adalah alasan mengapa kau tidak ragu untuk membatasi penjualan," ucap Frey sembari menghela nafas.
Daru tersenyum sebelum berkata, "Aku ragu Paman Vanir akan menolak tawaranku."
"Ya, mari berharap agar semua baik-baik saja," ucap Frey sembari melingkarkan tangannya ke tubuh Daru.
(note: Author kemana saja? Kenapa lama tidak update? Apakah author mendapatkan pasangan sehingga lupa untuk update?
yah, Author baru balik dari isekai cari bahan buat novel, awokwow. Author ada sedikit urusan jadi novel ini tertinggal sementara. Alhamdulillah, urusan Author sekarang sedikit kelar. Bagi yang lupa alur cerita novel ini, silahkan tanyakan di komentar.
__ADS_1
Terima kasih buat para pembaca yang senantiasa menunggu novel ini, kalian benar-benar menjadi sebuah cahaya bagi author, ea.
diosn~)