
Genosida, sebuah kata yang memiliki arti yang sangat mengerikan. Hanya dengan mendengarnya, Daru memiliki gambaran tentang apa yang dilihat oleh Sergio waktu itu. Daru tahu betul mengenai Genosida, karena banyak sejarah yang mengangkat tema itu di Bumi.
(Note: Genosida adalah sebuah pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu atau sekelompok suku bangsa dengan maksud memusnahkan bangsa tersebut.)
Banyak sejarah Genosida di Bumi yang berlandaskan rasisme sebagai awal dari gerakan itu. Daru pun mulai dapat menerka apa-apa saja yang menjadi penyebab Genosida itu.
(Note: Rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.)
"Para elf pria dibunuh di hadapan semua orang, para wanita dilecehkan kehormatan mereka, dan anak kecil dipaksa melihat semua kengerian itu. Saat itu, aku mendapatkan ambisi pertamaku di dunia ini, yaitu menghentikan genosida yang terjadi atau bahkan membaliknya. Aku masih ingat dengan apa yang kurasakan saat itu. Amarah, kesedihan, kebencian, semuanya meluap dalam pikiranku. Aku pun mulai membunuh semua manusia yang melakukan hal keji itu, dengan senjata-senjata yang aku punya, senjata yang berasal dari Niberu."
Saat itu, Sergio dengan segera membunuh banyak manusia yang tengah menikmati siksaan yang diterima oleh ras elf. Karena daya hancur senjata yang Sergio gunakan, banyak manusia yang tumbang tak lama setelah Sergio mulai melakukan aksinya.
"Saat itu ada satu orang yang tumbang namun belum mati, dia berteriak, 'Kenapa kau membantu monster!?' Aku pun menjawab, 'Kalian yang monster. Takutlah padaku, gumamkan namaku di neraka. Sergio, si Raja Iblis.' Saat itulah aku mulai dijuluki sebagai Raja Iblis."
Ketika Sergio berkata bahwa dirinya adalah Raja Iblis, ada seorang tentara yang tiba-tiba berkata kalau dia adalah teman dari istri Sergio.
"Aku pun melepaskan tentara itu karena dia adalah teman istriku. Aku bodoh, hanya dengan mendengar nama istriku, hatiku luluh saat itu juga. Tanpa sadar, keputusanku itu memicu sebuah skema besar di belakangku, skema yang bahkan lebih besar dari milikmu."
Setelah menghabisi manusia di sana dan membiarkan beberapa manusia selamat saat itu, Sergio mulai mengobati para elf yang terluka dan membantu mereka dengan apa saja yang bisa Sergio lakukan. Dia menghabiskan beberapa hari di desa itu untuk membantu para elf. Rumor pun beredar mengenai Raja Iblis yang membantu monster dan berusaha mengumpulkan pasukan untuk menyerang manusia.
__ADS_1
Ras lain, Dwarf dan Beastman segera bergabung dengan Sergio karena dia adalah satu-satunya manusia yang memiliki kekuatan hebat yang mau membantu ras elf, ras yang dianggap monster, seperti ras Dwarf dan Beastman.
Sergio pun menyuruh mereka untuk membuat sebuah tempat berlindung di sekitar labolatoriumnya yang terletak di tempat luas bernama Padang Fridan, atau yang sekarang disebut Dark Plain.
Sergio juga meminta kepada para ras itu untuk memanggil semua ras non-manusia yang memiliki akal sehat untuk datang ke Padang Fridan. Sergio berjanji akan melindungi mereka di sana. Namun itu semua hanyalah mimpi manis yang akan segera hilang karena Sergio memutuskan untuk mengajak istrinya ke sana.
Ketika Sergio pulang ke rumahnya, istrinya tak mau mendengarkan apa yang ingin Sergio katakan dengan mengalihkan topik. Sergio kala itu merasakan sesuatu yang aneh dengan sikap istrinya, namun karena rasa percayanya kepada sang istri teramat besar, dia tidak mengungkit masalah itu.
Malam pun tiba, Sergio terlelap setelah melakukan pergulatan dengan sang istri. Setelah Sergio bangun dari tidur keesokan harinya, dia menyadari bahwa cincin dimensinya telah hilang.
"Di dalam cincin dimensi itu, ada perangkat yang dapat aku gunakan untuk berhubungan dengan web belanja online, senjata-senjataku, dan banyak hal lainnya. Aku pun dengan panik mencari istriku, berharap dia tahu siapa yang mengambilnya. Namun, aku tidak menemukan istriku saat itu, seketika itu juga aku sadar, aku telah dikhianati." Sergio menatap Daru sebelum berkata, "Merasa tidak asing dengan itu?"
"Ada dua kesamaan di antara kita berdua, kita berasal dari dunia berbeda dan kita memberi tahu orang lain mengenai itu. Bukankah seperti itu, Daru?" tanya Sergio.
Ekspresi Daru memburuk, dia terkejut sekaligus bingung.
Bagaimana dia bisa tahu kalau aku memberitahu Frey tentang identitasku? pikir Daru.
"Kau tahu, Daru? Aku tadi pagi mengunjungi Bukit Sarren. Aku hendak mengabari kekasihmu itu bahwa kau tidak akan bisa pulang dalam beberapa hari. Dan kau tahu apa yang dia katakan pertama kali?" tanya Sergio lagi.
__ADS_1
"Apa yang dia katakan?" tanya Daru yang masih berekspresi buruk.
"Dia berkata, 'Kabar tentangnya yang tengah berduaan dengan kekasihnya? Aku tahu!' Dia tidak mempercayaimu, Daru. Kau tidak khawatir tentangnya yang menyebarkan informasi tentangmu?"
Sambaran petir terdengar nyaring di pikiran Daru. Daru sadar bahwa apa yang dikatakan oleh Sergio adalah kebenaran. Namun, dia lebih memilih percaya pada Frey, dia pun berkata, "Aku tidak khawatir sama sekali, aku percaya padanya."
"Aku adalah orang yang menciptakan Islagram beserta web Benua Isla, Daru. Itu semua kulakukan agar kau tidak jatuh dengan cara yang sama sepertiku."
"Kau menciptakan Islagram? Apakah itu alasan mengapa kau mengetahui tentangku yang memberitahu Frey mengenai identitasku? Kalau kau penciptanya, maka kau tahu apa itu, kan? Aku bisa lebih percaya kepada Frey dengan Islagram, kan?" Daru menembaki Sergio dengan pertanyaan-pertanyaan.
"Ya, itu semua benar. Namun, Islagram memiliki dua kelemahan utama. Pertama, itu tidak bisa membaca data pikiran dalam waktu singkat, ada delay sekitar 15 menit. Dan kelemahan kedua, itu tidak bisa membaca pikiran makhluk tanpa mana."
"Lalu apa?" tanya Daru yang sudah mulai kehilangan kesabaran.
"Bagaimana jika kekasihmu itu menyebarkan informasi mengenai identitasmu secara spontan? Ini sudah kedua kalinya kalian dilanda kesalahpahaman, kan? Itu menandakan kalian berdua tidak saling percaya. Bagaimana jika ada kesalahpahaman yang lebih buruk terjadi di masa depan dan kekasihmu terbakar amarah sehingga mulai menyebarkan informasi tentangmu?. Kau pernah menyuruh kekasihmu untuk menyebarkan rumor tentang rokok, kan? Dalam beberapa hari saja, hampir seluruh penduduk sebuah kota sebesar Moon City mempercayai rumor itu. Apa yang terjadi jika rumor itu mengenai identitasmu, Daru?" ujar Sergio panjang lebar.
Ekspresi Daru kali ini menunjukkan keterkejutan yang luar biasa. Daru tidak pernah berpikir kalau Frey akan melakukan itu, namun yang diucapkan Sergio memanglah masuk akal.
"Orang yang kau percaya telah memegang kelemahanmu, namun tidak sebaliknya, sama seperti kisahku. Sebelum terlambat, Daru, bunuh dia," ucap Sergio dengan nada serius.
__ADS_1