Ultimate Internet Power

Ultimate Internet Power
Dibalik Tangan Tuhan


__ADS_3

Leviathan tiba di sebuah ruangan gelap dan disambut oleh tiga orang manusia, yang sebenarnya adalah iblis.


"Selamat datang kembali, Tuan Leviathan." Ketiga orang itu berkata bersamaan sebelum berlutut dihadapan Leviathan.


"Kumpulkan semua Iblis di Benua Isla, kita akan mendiskusikan langkah yang kita ambil berikutnya," ucap Leviathan memberikan perintah.


Ketiga Iblis itu mengangguk dan hilang begitu saja. Setelah itu, Leviathan berjalan menuju ruangan yang lebih besar dengan banyak kursi di dalamnya. Dia pun duduk di Kursi paling ujung, kursi yang merupakan kursi milik pimpinan.


Tak lama kemudian, banyak orang memasuki ruangan, memenuhi kursi-kursi yang kosong.


"Aku memiliki berita," ucap Leviathan memulai pembicaraan.


"Yang Mulia Satan memerintahkan kita, Iblis-Iblis yang ada di Benua Isla, untuk mengirim banyak jiwa pendosa. Aku ingin kejadian 100 tahun yang lalu terulang kembali, dan lebih besar dari itu." Tentu saja Leviathan berbohong, dia tidak bisa memberitahu Iblis lain tentang perintah Satan yang mengharuskannya menunda rencana itu. Walaupun Iblis-Iblis yang berada di hadapan Leviathan merupakan bawahannya, namun iblis-iblis itu lebih memprioritaskan perintah dari Raja Neraka, Satan, daripada perintahnya.


Setelah mendengar dengan jelas, beberapa Iblis pun diam dan memikirkan tentang hal yang dibicarakan Leviathan. Tak berselang lama, seseorang mengangkat tangannya.


"Tuan Leviathan, untuk mengulang tragedi 100 tahun lalu, saat ini itu adalah hal yang cukup mustahil," ucap Iblis yang mengangkat tangan.


"Katakan," balas Leviathan singkat.


"Belum ada yang mengetahui tentang ras non-manusia yang hendak keluar dari Dark Plain. Tanpa saksi, kita tidak dapat menyebarkan rumor tanpa campur tangan secara langsung, yang merupakan peraturan mutlak kita," ujar Iblis itu.


Ada tiga hal mutlak yang harus diikuti oleh Iblis yang berjalan di dunia. Pertama, turuti perintah Satan, kedua, tidak mengekspos identitas, dan yang ketiga, dilarang campur tangan secara langsung. Itu berarti, Iblis-Iblis dilarang mengirim jiwa pendosa ke Neraka dengan tangannya sendiri. Peraturan itu dibuat oleh Satan, Odeath, dan Dewa-Dewa pemimpin masing-masing dunia lainnya.

__ADS_1


Saat insiden Dark Plain terjadi 100 Tahun yang lalu, Leviathan membuat skema yang menjadikan manusia sebagai pendosa dengan cara membuat mereka merasa iri dengan ras non-manusia yang lebih kuat dari mereka dan berakhir dengan rasa takut, kemudian terjadilah pembantaian.


Namun, itu tidak sesuai rencananya. Dia dengan sengaja membuat Julius percaya bahwa Organisasi Tangan Tuhan adalah alasan di balik pembantaian ras non-manusia. Tentu saja Leviathan tidak memberitahu semua kebenaran, karena masih ada peraturan kedua yang harus para Iblis taati. Leviathan berharap Julius akan murka dan membunuh manusia-manusia pendosa karena dia telah dimanfaatkan oleh mereka. Namun, Julius lebih bijaksana dari yang Leviathan duga, lebih memilih mengurung ras non-manusia agar tidak terjadi pembunuhan lagi dan mengakhiri hidupnya.


Alhasil, hanya sedikit jiwa pendosa yang terkirim ke Neraka, dan kebanyakan adalah jiwa dari ras non-manusia yang tidak terlalu besar dosanya.


"Beri aku ide," balas Leviathan.


Para Iblis yang duduk di depan Leviathan pun mulai berdiskusi setelah Leviathan berkata demikian.


Setelah berdiskusi cukup lama, Iblis yang mengangkat tangan sebelumnya berdiri untuk mengutarakan hasil diskusi.


"Tuan Leviathan, karena manusia Bumi bernama Daru yang hendak mengeluarkan ras non-manusia, mari kita tunggu sampai dia berhasil mengeluarkan mereka. Saya yakin apa yang dia lakukan saat ini bukanlah misi penyelamatan, melainkan sesuatu yang lebih besar," ucap Iblis itu.


Leviathan menutup kedua matanya dan berpikir. Walaupun apa yang dikatakan Iblis yang berdiri itu adalah hal terbaik yang dapat dilakukan saat ini, Leviathan masih ragu untuk menyetujuinya, dia yakin bahwa waktu yang diperlukan Daru untuk mengeluarkan ras non-manusia dari Dark Plain cukup lama.


"Menurut informasi dari parasit yang saya tanam di tubuh Raja Kerajaan Resia, Vanir Lionness, Daru telah meminta wilayah kepadanya. Jika kita dapat membuat Kerajaan Resia melepas wilayah yang diminta Daru, aku yakin proses pengeluaran ras non-manusia akan lebih cepat," balas Iblis yang masih berdiri.


"Kalau begitu, aktifkan parasit yang tertanam di tubuh Raja dan Petinggi Kerajaan Resia, buat mereka menyerahkan wilayah yang diminta Daru."


Parasit yang dimaksud oleh para Iblis adalah parasit pengendali pikiran yang ditanam di dalam tubuh para tokoh berpengaruh di Benua Isla. Parasit itulah yang digunakan Leviathan dan Iblis lain untuk melancarkan aksi 100 Tahun yang lalu. Parasit itu sangat berbeda dari dupa hipnotis milik Daru, jika dupa hipnotis milik Daru membuat orang yang terpengaruh melaksanakan perintah apapun dari siapapun yang berbicara, Parasit milik Iblis membuat orang yang ditanami melakukan sesuatu dengan cara menggugah suatu keinginan dalam hati kecil mereka. Bagaimanapun, semua dosa berawal dari keinginan.


Iblis yang berdiri pun mengangguk dan duduk kembali.

__ADS_1


Tiba-tiba, sebuah ide terpikirkan oleh Leviathan.


"Menurut kalian, jika ras non-manusia bertempur dengan ras manusia, ras mana yang lebih unggul?" ucap Leviathan.


"Karena Julius dan Xavier sudah tidak ada, saya yakin ras non-manusia akan unggul walaupun jumlah mereka lebih sedikit dibanding ras manusia," jawab salah satu Iblis.


"Kalau begitu, kita buat para ras non-manusia membantai manusia atas nama dendam. Susupi ras non-manusia yang ada di Dark Plain, tumbuhkan dendam mereka. Itu adalah cara tercepat yang dapat digunakan," ucap Leviathan mengeluarkan idenya.


"Tapi, Tuan, bukankah itu cara Tuan Amon, si Dosa Amarah, dalam menumbuhkan dosa?" sanggah salah satu Iblis.


Brak!


Leviathan menggebrak meja dan berdiri dengan ekspresi marah.


"Persetan dengan itu! Yang Mulia Satan memerintahkan kita untuk mengirim banyak pendosa secepatnya! Aku bukan Lucifer yang selalu mementingkan kebanggannya! Ingatlah, perintah adalah perintah!" teriak Leviathan dengan lantang.


Para Iblis yang duduk di hadapan Leviathan hanya terdiam melihat amarah yang dikeluarkan pemimpin mereka.


"Lagipula, walaupun aku, si Dosa Iri, yang berada di Benua Isla, itu tidak menjamin dosa di dunia ini hanya iri dan dengki. Dosa berawal dari keinginan, keinginan berasal dari nafsu, dan nafsu selalu ada di hati semua orang. Tugas kita hanyalah memicu nafsu itu menjadi sebuah dosa. Lakukan perintahku, dan kita dapat bertemu dengan Yang Mulia Satan sebagai hamba terbaik," tambah Leviathan dengan nada yang lebih rendah dari sebelumnya.


Para Iblis mengangguk sembari berkata, "Hail Satan."


Leviathan tersenyum dan berkata, "Hail Satan."

__ADS_1


....


Sementara itu, di Bukit Sarren, Daru tidur dengan nyenyak sembari berpelukan dengan Frey. Mereka berdua hanyut dalam kedamaian, belum tahu bahwa sesuatu yang besar tengah berjalan di belakang mereka. Namun, siapa Daru? Dia adalah orang yang ketelitiannya berada di tingkat yang mengerikan, semua variabel telah diperhitungkan, semua.


__ADS_2