Ultimate Internet Power

Ultimate Internet Power
Perluasan Bisnis


__ADS_3

"Bagaimana caramu membuat portal teleportasi itu?" tanya Xavier penasaran setelah mereka keluar dari kediaman Gloria.


"Itu rahasia. Jika ada orang lain yang tahu cara membuatnya, bisa-bisa itu disalahgunakan. Bayangkan saja jika sebuah kerajaan mengirim pasukannya ke kerajaan lain menggunakan portal teleportasi, bukankah itu buruk?" jawab Daru.


"Kau ada benarnya ..., carilah sebuah penginapan agar tidak ada orang yang melihatmu membuat itu," saran Xavier.


Daru mengangguk setuju dan pergi ke sebuah penginapan bersama Frey. Daru menyewa sebuah kamar yang berada di lantai paling atas dan meminta karyawan penginapan untuk memastikan tidak ada orang di sekitar kamarnya.


Daru mengeluarkan Smartphone-nya dan mulai memesan sepuluh set batu teleportasi.


"Mas Daru, Mbak Frey," sapa Veux.


"Tuan Veux," balas Frey dengan sopan.


"Syukur udah ketemu," ucap Veux sembari memberikan paket kepada Daru.


"Berkat mas Veux juga," balas Daru sembari menanda tangani tanda terima.


"Kalau begitu aku duluan. Sampai jumpa." Veux melambaikan tangan berpamitan sebelum menghilang.


"Daru, kenapa Tuan Veux memanggil kita mas dan mbak? Itu cukup aneh di dunia ini," tanya Frey kepada Daru.


"Anggap saja karena dia menganggap kita sebagai teman. Haha."


Daru membuka paketnya untuk memeriksa apakah semua batu yang diperlukan sudah cukup sebelum bergegas pergi ke tempat Xavier berada.


Xavier menunggu Daru dan Frey di gerbang utara Carin City. Dia benar-benar ingin melihat cara kerja portal teleportasi.


"Xavier!" sapa Daru yang baru saja tiba di gerbang Utara.


"Daru, apakah sudah kau buat?" tanya Xavier.


"Sudah. Aku akan menanamnya," ucap Daru sembari berjalan mendekat ke gerbang. Dia kemudian berjongkok untuk menanam Batu Teleportasi. Dia menyusunnya sedemikian rupa hingga batu-batu itu mengeluarkan cahaya. Tak lupa dia juga membuat batu teleportasi itu hanya bisa digunakan untuk berteleportasi ke Bukit Sarren dan sebaliknya. Daru mem-blacklist portal Moon City, sehingga tidak ada yang bisa menggunakan portal teleportasi itu untuk berpindah ke Moon City.


"Xavier, berdirilah di atas susunan batu dan pejamkan matamu," ucap Daru.


Xavier menurutinya dan tiba-tiba dia berpindah ke Bukit Sarren disusul oleh Daru dan Frey.


....


Bukit Sarren.


"Woah ini terlalu mustahil untuk dipercaya!" teriak Xavier setelah keluar dari Portal teleportasi bukit Sarren.


Tak lama kemudian Frey dan Daru juga keluar dari portal teleportasi. Daru langsung mengatur portal di Bukit Sarren agar hanya bisa menteleportasi seseorang ke portal teleportasi yang sebelumnya mereka gunakan. Jadi tidak mungkin bagi orang-orang dari Moon City berteleportasi ke Carin City atau sebaliknya dengan portal di Bukit Sarren.


"Frey, masuklah ke toko. Aku dan Xavier akan menyelesaikan beberapa urusan kecil," ucap Daru kepada Frey.


Frey mengangguk kecil dan berjalan menuju ke toko. Sedangkan Daru dan Xavier kembali ke Carin City untuk memanggil Griffon. Mereka tidak bisa memanggil Griffon ke bukit Sarren karena artefak sihir yang ditanam Zoref di atas dinding luar. Daru tadi pagi mematikan mekanisme meriam karena takut jika saja Xavier dan Griffon-nya berhasil lolos dari pertahanan sihir maka dipastikan mereka berdua akan hangus.


....


"Mmm, karena urusan dengan Keluarga Bangsawan lain tidak ada sesuatu yang menarik, mari kita percepat waktunya. Semua petinggi empat Keluarga Bangsawan lain dipastikan akan menanda tangani kontrak darah dengan cara yang sama seperti Keluarga Gloria. Terima kasih," ucap Daru kepada kalian.


....


Sore hari di Bukit Sarren.


Daru telah berhasil membuat semua petinggi Lima Keluarga Bangsawan menjadi budaknya, dia juga sudah menanam portal teleportasi di kota-kota yang baru saja dia kunjungi dan memerintahkan Keluarga Bangsawan untuk menyebarkan informasi tentang Bukit Sarren. Saat ini Daru baru saja tiba di Bukit Sarren bersama Xavier.


"Terima kasih Xavier. Dengan ini lima Keluarga Bangsawan tidak akan macam-macam lagi," ucap Daru kepada Xavier.


"Tentu. Ini juga merupakan permintaan maafku. Lalu, kapan aku harus mulai mengajarimu sihir?" tanya Xavier.


"Kau bisa mengajariku sihir saat kau punya waktu. Tak perlu terburu-buru. Oh, apakah Kitab perjalanan Julius adalah buku ini?" tanya Daru sambil mengeluarkan buku yang dia dapat dari Julius Tomb.

__ADS_1


Xavier terkejut tak percaya ketika melihat buku yang ada di tangan Daru. "Ini ..., bagaimana kau menemukannya?"


"Aku menemukannya di peti yang sama dengan plat emas Julius, ambillah." Daru melemparkan buku itu ke Xavier.


"Entah mengapa hutangku kepadamu bertambah lagi .... Terima kasih Daru. Aku yakin Guruku akan senang melihatmu jika Beliau masih hidup."


"Aku pernah bertemu dengan hantunya ketika aku mengambil harta karunnya."


Xavier sekali lagi terkejut mendengar apa yang dikatakan Daru.


"Lalu apa yang dia katakan? Apakah ada pesan untukku??" tanya Xavier bersemangat.


"Dia berkata padaku untuk tidak berisik ketika mencuri hartanya," jawab Daru dengan ekspresi datar.


"Hahaha! Itu memang guruku .... Beritahu aku dimana makamnya."


"Loner Cave, Hutan Arc."


Xavier mengangguk dan hendak pergi ke kota sebelumnya untuk memanggil Griffon.


"Tunggu Xavier. Hanya memperingatkan mu, setelah kau pergi dari sini, aku akan mengaktifkan mekanisme pertahanan di dinding luar Bukit Sarren. Jika kau ingin datang kesini, datanglah menggunakan portal teleportasi, jangan lewat udara," ucap Daru memberi peringatan.


Xavier mengangguk dan segera pergi ke utara menuju hutan Arc.


Daru berjalan menuju selatan tempat ruang kontrol berada untuk mengaktifkan mekanisme meriam.


"Hahh, akhir-akhir ini aku terlalu banyak mengeluarkan uang. Aku harus lebih menghemat pengeluaranku," gumam Daru sembari menghela nafas.


Setelah dia mengaktifkan mekanisme meriam, dia berjalan menuju toko untuk memeriksa hasil penjualan hari ini. Di perjalanan, dia melihat beberapa pondasi bangunan baru yang berada tak jauh dari toko nya.


"Restoran Bintang Biru dan Bar Bull's Horn sudah mulai menancapkan akarnya di sini. Haha, semua berjalan lancar," gumam Daru.


Dia mempercepat langkahnya karena tidak sabar ingin mendengar apa saja yang terjadi hari ini di tokonya.


"Bos!" Sapa Sylph yang sedang berdiri di belakang konter untuk melayani pelanggan.


"Bos Frey berada di lantai dua bersama Shera untuk membicarakan penghasilan sementara toko untuk hari ini," jawab Sylph.


"Baik, aku akan kesana. Teruskan pekerjaanmu," ucap Daru sembari pergi meninggalkan Sylph menuju lantai dua.


Daru pun tiba di depan pintu ruangan di lantai dua. Dia membukanya dan melihat Frey sedang berbicara dengan Sylph dan ada beberapa kertas di depan mereka berdua.


"Yo!" sapa Daru.


"Daru," balas Frey dengan tersenyum.


"Bos!" Shera berdiri dengan sikap tegak seorang tentara.


"Kenapa kau terobsesi dengan tentara, Shera?" tanya Daru.


"Siap! Karena tentara itu keren, Bos!" jawab Shera dengan tegas.


"Hahh ..., terserah. Frey, bagaimana keadaan tubuhmu?" tanya Daru kepada Frey.


"Aku baik-baik saja. Terima kasih telah menyelamatkanku. Dan ma-"


"Jangan meminta maaf. Aku terlalu banyak mendengar itu darimu," ucap Daru memotong kata-kata Frey.


Frey tersenyum kecil dan menepuk-nepuk sofa tempat dia duduk. Memberi isyarat kepada Daru untuk duduk di sampingnya.


Daru menghampiri Frey dan duduk di sebelahnya lalu berkata "Shera, katakan perkembangan toko untuk hari ini."


"Ehm, penghasilan sementara untuk hari ini adalah 23.000 koin emas, lebih sedikit dari kemarin. Aku memprediksi penghasilan akan terus menurun selama satu minggu kedepan dan saat itu juga penghasilan harian kita akan stabil di angka lima ribu koin emas. Tetapi itu akan menurun lagi jika titik jenuh pelanggan berada di puncaknya."


"Kebanyakan pelanggan membeli barang-barang sekali pakai, seperti rokok, mie instan, es krim, dan minuman dingin. Sedangkan penjualan untuk barang-barang lain seperti sabun, dan lainnya saat ini mengalami penurunan."

__ADS_1


"Oh, Restoran Bintang Biru dan Bar Bull's Horn sudah mulai membangun cabangnya di bukit Sarren. Sedangkan Perusahaan dagang belum datang." Shera mengakhiri penjelasannya.


"Untuk masalah penghasilan harian, aku sudah memasang portal teleportasi di lima kota besar di Resia. Aku yakin besok akan ada ledakan pelanggan. Itu akan mengulur waktu penurunan penghasilan, ya walaupun lima ribu koin emas per hari bukanlah angka yang terlalu kecil. Aku dan Frey akan membantu penjualan besok. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan keadaan pelanggan disini? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Daru.


"Banyak orang yang berkelahi karena antrian yang panjang, Bos. Orang-orang di antrian belakang sering berbuat onar dengan orang yang ada di depannya. Walaupun lantai satu cukup luas, tapi hanya ada satu konter, jadi antrian yang panjang tidak cepat memendek."


"Aku akan menempatkan dua meja konter lain mulai besok, dan aku akan menambah jumlah karyawan untuk menjadi penjaga keamanan."


"Baik, Bos!" ucap Shera.


"Shera, maafkan aku jika pertanyaanku terlalu menyakitkan. Apakah Kau kenal beberapa budak yang dijual Ronald?" tanya Daru.


"Tak apa, Bos. Ya aku kenal beberapa. Apakah Bos ingin membeli budak?"


"Ya, aku ingin membeli dua budak wanita dan tiga budak pria yang memiliki lingkaran mana terkecil. Aku ingin kau kesana, memilih budak yang aku butuhkan dan katakan kepada Ronald untuk membawanya kemari nanti malam saat dua perusahaan dagang datang."


"Bos ..., ap-apakah aku bisa memilih temanku yang ada di sana?" tanya Shera penuh harap.


"Terserah, yang penting jika temanmu itu pria, lingkaran mananya dibawah 20. Jika wanita, itu terserah padamu."


"Terima kasih bos!" ucap Shera dengan membungkuk dalam-dalam.


"Ya ya .... Oh, bawa uang perak dan perunggu juga. Belilah perhiasan emas dari Star-que."


"Baik! Aku akan berangkat sekarang."


Daru memberikan koin perak dan perunggu berjumlah sama dengan laporan Shera mengenai koin perak dan perunggu yang diterima toko. Setelah itu, Shera bergegas pergi ke Moon City untuk menjalankan tugasnya.


"Lalu apa tugasku?" tanya Frey.


"Bukankah kau ingin pergi ke rumah orangtuamu dini hari tadi?"


"Shera yang memberitahumu?"


"Ya ..., Lain kali jika kau ingin pergi, setidaknya beritahu aku."


"Pasti. Terima kasih Daru," ucap Frey sembari memegang tangan Daru dan tersenyum manis.


"Oh, kau belum menjelaskan tentang apa yang kau lakukan semalam," tambah Frey.


"Aku membangkitkan lingkaran mana tadi malam," jawab Daru enteng.


Frey terkejut lalu segera mengalirkan mananya ke tangan Daru.


"Bagaimana kau bisa membangkitkannya?!" Teriak Frey.


"Hahaha. Aku hebat kan? Kau tidak salah memilih seorang pria," jawab Daru dengan bangga.


"Bagaimana caranya? Itu hal yang tidak mungkin untuk menambah lingkaran mana, apalagi membangkitkannya hingga lima puluh lingkaran!."


"Bukannya aku tidak mau memberitahumu, tetapi aku memang tidak bisa mengatakannya." Daru berkata asal-asalan.


"Hahh ..., aku khawatir aku tidak akan terkejut lagi dengan apa yang kau lakukan dengan Keluarga Bangsawan," ucap Frey sembari menghela nafas.


"Oh, aku menjadikan petinggi keluarga-keluarga itu sebagai budakku."


Frey lebih terkejut dari sebelumnya. Frey memandang Daru dengan ekspresi tak percaya.


"Mereka mau menanda tangani kontrak darah? Bagaimana?"


"Haha. Sedikit negosiasi dan mereka setuju. Yakinlah Frey, aku memang pria yang hebat."


"Hahh ..., Daru, kau terlalu banyak kejutan. Aku merasa senang ada di sampingmu," ucap Frey sembari bersandar di pundak Daru.


"Yakinlah, aku juga merasa seperti itu. Segeralah pergi menemui orangtuamu. Aku ingin kau disini saat dua perusahaan dagang telah tiba. Hati-hati dan tetaplah waspada," ucap Daru.

__ADS_1


"Baik, aku berangkat," ucap Frey sembari mengecup pipi Daru dan pergi menuju Moon City.


__ADS_2