Ultimate Internet Power

Ultimate Internet Power
Kekacauan di Bar dan Daru Melakukannya?


__ADS_3

"Kelopak Bunga Penambah Mana, aku penasaran berapa lingkaran yang bisa kudapat," gumam Daru yang tengah duduk bersila.


Lalu dia memasukkan kelopak bunga itu ke dalam mulutnya, dia langsung merasakan pahit yang luar biasa di lidahnya. Dengan tetap memejamkan matanya, dia mulai berkonsentrasi dan memasuki alam bawah sadarnya.


Daru melihat lingkaran mananya memiliki garis baru samar-samar di luar lingkaran kelima-puluh. Garis itu semakin jelas dan akhirnya menjadi  lingkaran mana sempurna. Tepat saat lingkaran itu benar-benar terbentuk, Daru tidak merasakan rasa pahit lagi di lidahnya. Dia pun kembali ke kesadarannya dan menyadari bahwa kelopak bunga yang dia masukkan ke mulutnya tadi sudah tidak ada.


"Satu kelopak untuk satu lingkaran mana?" tanyanya.


Dia segera memasukkan sembilan kelopak bunga lain ke dalam mulutnya secara bersamaan.


Deg.


Rasa pahit yang timbul benar-benar sangat menyakitkan, membuat Daru kesulitan untuk berkonsentrasi, dia pun memejamkan matanya rapat-rapat berusaha untuk kembali ke alam bawah sadarnya.


Sembilan, ucap Daru dalam hati ketika melihat ada lingkaran baru di dalam alam bawah sadarnya.


Seperti sebelumnya, sembilan lingkaran baru itu perlahan-lahan berubah menjadi lingkaran mana sempurna. Kini, Daru memiliki enam puluh lingkaran mana.


Setelah berhasil menambah lingkaran mana-nya, Daru kemudian menyerap mana yang ada di sekitar untuk mengisi seluruh lingkaran mana.


Proses itu memakan waktu beberapa jam untuk selesai. Kini jam menunjukkan pukul 20.00, saatnya Bukit Sarren untuk tutup.


"Aku akan memeriksa keadaan di luar, lagipula urusanku sudah selesai," gumam Daru sebelum beranjak dari ranjangnya.


....


"Harap keluar dari Bukit Sarren, jarum sudah berada di angka 20," teriak Frey mencoba menyuruh pelanggan yang ada di Bar Bull's Horn untuk keluar.


"Ini belum terlalu malam! Percuma ada bar jika tidak bisa minum-minum sampai malam!" ucap seorang pelanggan pria yang mabuk kepada Frey.


"Ya! Benar! Kau saja yang keluar!" seru pelanggan lain


Pelanggan lain yang ada di bar juga setuju dengan dua orang yang berteriak sebelumnya. Mereka tidak terima jika mereka diusir begitu saja.


"Aku tidak mau menggunakan kekerasan, cepat keluar!" Frey semakin keras berteriak.


"Gadis kecil sepertimu bisa apa? Daripada kau marah-marah, lebih baik kau temani aku minum," ucap pelanggan pria itu sembari menatap dada Frey dengan tatapan mesum.


Frey akhirnya hilang kesabaran, dia mendekati pria lalu menarik kerahnya. "Keluar atau kau kehilangan salah satu tanganmu," ancam Frey.


"Bagaimana jika aku keluar di dalam perut kecilmu dan kau kehilangan kesucianmu," ucap pria itu sembari memegang dada Frey.


Tiba-tiba suasana menjadi dingin, suhu dingin itu tidak berasal dari Frey, melainkan dari seorang pria yang ada di pintu.


"Siapa yang berani berkata seperti itu kepada wanitaku?!" teriak pria itu.


Pandangan semua orang tertuju pada sosok yang ada di pintu, sosok itu adalah Daru.


"Wanitamu?! Hahaha, serahkan saja dia, dan aku akan mengampuni nyawamu," jawab pelanggan pria itu dengan santai. Dia tidak berasal dari Moon City, jadi dia belum tahu identitas Daru sebagai pemilik Bukit Sarren.


Frey mendorong pria itu hingga terjatuh, dia lalu menarik pedangnya dan mengarahkannya ke pria itu.


"******** kecil sepertimu!" teriak Frey yang sudah tersulut emosi.


"Kau berani mendorongku?! Kau tidak tahu siapa aku?! Aku adalah anak dari petinggi Keluarga Bangsawan Carnavian, Rozi Carnavian! Orang miskin sepertimu seharusnya bersyukur ketika aku menginginkanmu!" teriaknya.


Frey langsung melesat ke arah pria itu hendak menebas lehernya. Tetapi tiba-tiba Daru memegang gagang pedang Frey dan berkata, "Jangan membunuhnya."


"Hahaha! Sekarang kau takut? Bersujudlah dan cium kakiku, lalu aku akan mengampuni nyawamu! Dan wanita itu harus melayaniku malam ini!" teriak Rozi Carnavian sembari menunjuk Frey.


"Oh, aku berkata untuk tidak membunuhmu bukan karena aku takut, melainkan kau pantas merasakan sesuatu yang lebih buruk dari kematian," ucap Daru dengan tatapan yang sangat menyeramkan.


"Aku adalah anak dari Petinggi Keluarga Carnavian! Siapa kau beraninya berkata seperti itu padaku?!"


Daru tidak menggubris perkataan Rozi Carnavian dan mengalihkan pandangannya ke arah pelanggan lain di bar. "Pergi dari Bukit Sarren sekarang atau kau akan mengalami hal yang sama dengan orang bodoh ini," ucap Daru.


Pelanggan yang mengetahui identitas Daru langsung pergi begitu saja, sedangkan yang tidak, memilih untuk tetap di sana. Mereka tidak khawatir karena orang yang memiliki posisi cukup tinggi di Keluarga Carnavian ada di pihak mereka.


"Baik, aku menganggap kalian yang masih tinggal memiliki cukup keberanian dan memilih untuk melawanku. Yahh, bagaimanapun, ketidaktahuan adalah kebahagiaan."


Daru lalu menghilangkan ekspresi kemarahannya dan menatap Frey, dia berkata, "Panggilkan seluruh petinggi Keluarga Carnavian atas namaku. Jika penjaga di kediaman mereka menghentikanmu, katakan saja bahwa Rozi Carnavian babak belur di Bukit Sarren."

__ADS_1


Frey mengangguk dan pergi menuju portal teleportasi.


"Siapa kau berani memanggil petinggi keluargaku? Tapi tak apa, kau akan menemui ajalmu ketika ayah dan paman-pamanku datang," ucap Rozi Carnavian dengan tertawa lantang.


Daru tidak menggubrisnya dan berjalan menuju konter bar dan mengambil satu botol anggur. Dia duduk di sana dan mulai meminumnya untuk menghabiskan waktu.


Lebih dari lima belas orang memasuki bar setelah sekitar 15 menit berlalu.


"Hahaha! Kau akan mati hari ini!" teriak Rozi Carnavian kepada Daru


"Siapa yang berani menghajar Tuan Muda Keluarga Carnavian?!" teriak salah satu orang yang memakai seragam militer dengan tombak di tangan kanannya.


Plak


Salah satu pria yang berada di sampingnya langsung menamparnya dengan keras, dia berteriak, "Diam kau! Bodoh!"


Delapan orang dari rombongan itu langsung mendekati Daru yang masih duduk menikmati anggurnya dan segera berlutut.


"Tu-tuan Daru, ada apa memanggil kami?" ucap salah satu pria yang berada di depan.


Pemandangan itu membuat seisi bar terkejut. Mereka semua tahu orang-orang yang berlutut di depan Daru adalah petinggi Keluarga Carnavian, dan yang ada di depan adalah Kepala Keluarga Carnavian, James Carnavian.


"Kalian kenal dia?" tanya Daru sembari menunjuk Rozi Carnavian.


"Ya, di-dia adalah Tu-Tuan Muda dari Keluarga Carnavian," jawab James Carnavian.


"Dia melecehkan wanitaku dan menyuruhku untuk bersujud dan mencium kakinya."


Ekspresi petinggi Keluarga Carnavian menjadi buruk, mereka lalu menatap Rozi Carnavian dengan tatapan penuh kebencian.


"A-ayah, pa-man, a-apa yang terjadi?" tanya Rozi Carnavian terbata-bata. Tidak ada yang mengetahui fakta tentang Daru yang telah menjadikan petinggi lima Keluarga Bangsawan sebagai budak.


"Bodoh!" teriak salah satu petinggi keluarga.


"Dia tadi mengatakan kalau dia adalah anak dari salah satu petinggi Keluarga Carnavian. Siapa ayahnya?" tanya Daru.


"Sa-saya," ucap salah satu petinggi Keluarga Carnavian dengan ketakutan.


"Siapa namamu?" tanya Daru.


"Louis Carnavian," jawabnya.


"Kau pilih, bunuh dia dengan tanganmu sendiri, atau biarkan aku yang menyiksanya," ucap Daru dengan nada yang dingin.


Semua petinggi Keluarga Carnavian memilih untuk diam tidak menjawab. Bagaimanapun, Rozi Carnavian adalah penerus Keluarga Carnavian, tidak mungkin untuk membunuhnya.


"Akan kuanggap diam kalian sebagai 'Silahkan menyiksanya sesuka hatimu, tuan.' " Daru berjalan mendekati Rozi Carnavian yang tengah duduk di lantai penuh ketakutan.


"Ma-maafkan sa-saya," ucap Rozi Carnavian.


"Ho? Aku ingat kau tadi berkata untuk membuat wanitaku melayanimu malam ini. Bagaimana jika siksaanku yang melayanimu malam ini?" Daru tersenyum lebar membuat semua orang yang melihatnya ketakutan.


"To-tolong aku, ayah!" teriak Rozi Carnavian.


"Hoo? Ayah? Louis, kau mau berbagi siksaan dengannya?" tanya Daru.


"Ti-tidak, Tuan Daru," jawab Louis Carnavian sembari meneteskan air mata. Bagaimanapun sifat anaknya, dia tetaplah anak kandungnya. Dia juga teringat rasa sakit ketika mencoba menolak perintah Daru, membuatnya benar-benar bingung harus bagaimana.


"Frey, tangan mana yang dia gunakan untuk menyentuhmu?" tanya Daru.


"Keduanya," jawab Frey.


Daru kemudian menarik pedang Frey dari sarungnya dan menebas kedua tangan Rozi Carnavia tepat di bagian pergelangan.


"Aaaaaarrrrgghhhh," teriak Rozi Carnavian setelah melihat kedua pergelangan tangannya putus.


"Bersyukurlah aku tidak memotong lidahmu karena telah berbicara kotor kepada wanitaku," ucap Daru dingin. Dia mengurungkan niatnya untuk menyiksa Rozi Carnavian setelah melihat kesedihan ayahnya, Louis Carnavian.


"Mulai saat ini, kau tidak boleh menginjakkan kaki di Bukit Sarren, jika aku melihatmu ada di sini lagi, aku pasti akan membunuhmu. Louis Carnavian, seret sampahmu ini kembali ke kandangmu," tambahnya. Tanpa pikir panjang, Louis Carnavian mulai menopang tubuh anaknya dan hendak kembali pulang, tetapi ...,


"Aku bilang, seret!" teriak Daru.

__ADS_1


Tanpa ada pilihan lain, Louis Carnavian menyeret tubuh anaknya dengan terus mengucurkan air mata. Walaupun dia bersedih, namun ada setitik rasa syukur karena Daru tidak membunuh anaknya.


Daru kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pelanggan lain di bar yang tadi tidak mengindahkan kata-kata Daru. "Kalian semua tidak boleh masuk ke kawasan Bukit Sarren selama 1 minggu. Sekarang, pergi!"


Para pelanggan pun segera bubar dengan penuh ketakutan setelah mengetahui latar belakang Daru yang dapat membuat salah satu Keluarga Bangsawan berlutut tak berdaya. Mereka juga mulai bersedih karena mereka masuk ke dalam blacklist selama 1 minggu.


"Daru, terima kasih," ucap Frey. Dia tidak berterima kasih karena Daru menyelamatkannya dari pelecehan, tetapi dia berterima kasih karena Daru marah ketika dia diganggu. Dia sebenarnya cukup kuat untuk menghajar Rozi Carnavian sendirian, tetapi dia memilih untuk diam melihat pria yang dicintainya berdiri di depannya.


Daru mendekati Frey dan berbisik, "Aku saja belum pernah menyentuhnya, dan kau membiarkan pria lain menyentuhnya."


Wajah Frey memerah, lalu dia membalas, "Kau bisa menyentuhku di bagian manapun semaumu."


Daru terserang oleh kemanisan Frey dengan damage yang sangat tinggi, darah pun mulai mengucur keluar dari hidungnya.


"Ehm, lanjutkan tugasmu, aku akan kembali ke toko," ucap Daru sembari menutupi hidungnya dengan tangan kanan dan berjalan menuju tokonya.


Frey tersenyum dan mengangguk sebelum pergi ke Restoran Bintang Biru untuk memeriksa apakah masih ada pelanggan yang ada di sana.


....


Sementara itu di kediaman Keluarga Carnavian.


"Kau bodoh! Kau hampir saja menghancurkan keluarga kita!" teriak Kepala Keluarga Carnavian, James Carnavian.


"A-aku ..., Aku ...,"


"Kau sekarang sudah tidak memiliki tangan, kau tidak pantas menjadi penerus Keluarga Carnavian! Sesali perbuatanmu!" teriak Ayah Rozi Carnavian, Louis Carnavian.


"Kirim hadiah sebagai permintaan maaf kepada Tuan Daru besok. Kita juga harus menunjuk penerus baru," ucap James Carnavian.


Para petinggi mengangguk setuju.


"Kepala Keluarga, aku ingin mencoret anakku, Rozi Carnavian, dari anggota Keluarga Carnavian," ucap Louis Carnavian.


Ucapan Louis Carnavian membuat semua orang terkejut. Memang Rozi Carnavian pantas mendapatkannya, tetapi itu dikatakan langsung oleh ayah kandungnya sendiri.


"Ya, tempramen anakmu benar-benar buruk. Aku takut dia akan membawa masalah lagi kepada Tuan Daru mengatasnamakan balas dendam." James Carnavian mengangguk setuju.


"Mulai sekarang, aku cabut nama belakangmu dan mengeluarkanmu dari keluarga. Kau diberi waktu 2 hari untuk bersiap pergi," tambah James Carnavian.


Rozi Carnavian hanya tertunduk lesu menyesali perbuatannya. Dia memang dikenal sebagai pria yang mempunyai sifat buruk oleh masyarakat. Kini dia sudah tidak memiliki tangan dan keluarganya memutuskan untuk mengusirnya. Lebih buruk dari kematian? Kini aku mengerti, pikir Rozi Carnavian.


....


Kabar mengenai tokoh-tokoh besar Keluarga Carnavian yang berlutut di depan Daru pun menyebar dengan cepat di kota-kota besar Kerajaan Resia. Para anggota Keluarga Bangsawan bertanya-tanya kepada Petinggi keluarga masing-masing mengenai sikap yang harus ditunjukkan kepada Daru.


Semua Petinggi Keluarga Bangsawan memiliki jawaban yang sama, yaitu, "Singgung dia dan kau pasti akan dikeluarkan dari keluarga."


....


Bukit Sarren.


Daru tengah berbaring di tengah ranjangnya. Dia sedang memikirkan kata-kata yang diucapkan Frey tadi.


"Apakah itu kode? Apakah aku harus melakukannya? Tapi aku takut jika itu hanya pengetesan untukku," gumam Daru.


Tiba-tiba pintu terbuka dan Frey berjalan masuk setelah mengunci pintu.


Dia di sini! teriak Daru dalam hati.


Wajah Frey memerah ketika melihat Daru sedang berbaring di ranjang. Tanpa mengatakan apapun, dia melepaskan pakaian sehari-harinya. Kini hanya pakaian yang super tipis yang masih membalut tubuhnya.


Lekukan tubuh indah Frey menjadi lebih terlihat, membuat Daru semakin berpikir keras tentang apa yang akan terjadi.


Frey tiba-tiba mendekati Daru dan merangkak di atas tubuh Daru.


"Da-daru," panggil Frey dengan nada yang manis.


Gluk


Daru menelan ludahnya.

__ADS_1


Bersambung- (lol, silahkan hujat author di kolom komentar)


__ADS_2