Ultimate Internet Power

Ultimate Internet Power
Sergio si Raja Iblis


__ADS_3

Daru kembali ke Bukit Sarren dengan perasaannya yang tersiksa. Ketika dia masuk ke dalam toko, sekali lagi, Daru membuat alat pendeteksi suhu berbunyi tanpa sosok yang melewati pintu, membuat Rena kembali waspada dan mencari-cari sosok dibalik sihir siluman.


Daru sekali lagi tidak menggubrisnya dan berjalan menuju lantai dua atas, dan duduk di sofa. Dengan berat, dia menghembuskan nafasnya dengan panjang, mencoba untuk tenang.


Hahh, apa yang harus aku lakukan, pikirnya.


Daru tak sengaja melihat cincin dimensi di jarinya, dia pun teringat dengan satu benda yang dia dapat dari makam Julius ketika mengubur Xavier.


"Itu akan berguna jika kau terjebak di kebenaran yang sama ...," gumam Daru mencoba menirukan kata-kata Julius saat itu.


Daru kemudian mengeluarkan plat emas Julius dari cincin dimensinya, memandanginya, dan bertanya-tanya bagaimana plat emas itu bisa membantunya menemukan kebenaran tentang kejadian 100 tahun yang lalu.


Setelah melihat dengan teliti, Daru menemukan sebuah retakan setipis sehelai rambut yang melintang dari sisi plat emas itu sampai sisi seberangnya.


Dipatahkan? pikir Daru.


Daru pun mencoba mematahkan plat emas itu mengikuti garis halus yang ada di sana.


Tak


Tiba-tiba, visi Daru berubah, yang semula adalah ruangan terang yang tertata rapi, kini menjadi kegelapan yang cukup mencekam. Daru melihat sekitar dan menemukan dirinya tengah berada di tengah-tengah pepohonan yang menjulang tinggi, bahkan cahaya bulan pun akan kesulitan mencapai tanah karena terhalang pohon-pohon rindang.


"Dimana aku?" gumam Daru dengan keheranan.


Dia pun mengeluarkan smartphone-nya dan membuka aplikasi glooge maps untuk mengetahui posisi pasti dirinya. Namun, apa yang ditampilkan di layar smartphone-nya membuat alisnya mengerut.


[Tidak dapat terhubung ke server, pastikan koneksi internet Anda baik-baik saja.]


"Apa yang terjadi?" gumam Daru dengan sedikit panik.


Bagaimana dia tidak panik? Salah satu keunggulannya sebagai makhluk dunia lain, yaitu smartphone, tidak dapat digunakan.

__ADS_1


Daru mencoba berpikir dengan sangat keras, memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi padanya saat ini.


Julius, kebenaran, Dark Plain, monster, Raja Iblis, Elf, sial! Aku tidak dapat menemukan apa yang terjadi padaku! umpat Daru dalam hati.


Ditengah-tengah kebingungannya, dia tiba-tiba mengingat Frey yang tengah berduaan dengan Chris, membuatnya lebih sulit untuk berpikir.


Daru pun duduk di tanah dan mencoba bermeditasi agar lebih tenang. Namun, itu membuatnya lebih sulit untuk berpikir lagi. Ketika dia menutup matanya dan masuk ke alam bawah sadarnya, dia melihat lingkaran mana-nya kosong tak berisi.  Dia segera mencoba merasakan keberadaan mana di sekitar tubuhnya. Namun, kabar buruk yang dia dapat, tidak ada sedikit pun mana yang beredar di sana.


"Aku dimana?" gumam Daru dengan ekspresi panik yang luar biasa.


*Jika tidak ada mana, a*pakah aku kembali ke Bumi? Lalu, mengapa tidak ada internet? Sial! teriaknya dalam hati.


Dengan panik, dia berdiri dan mengangkat kaki kanannya, hendak berjalan. Dia langsung merasakan kesakitan yang luar biasa ketika menginjakkan langkah pertamanya.


"Arrrgghh!" teriaknya dengan cukup keras.


Daru segera menarik kaki kanannya ketika menyadari rasa sakit yang paling besar berasal dari kaki kanan.


"Apa yang terjadi!?" teriak Daru sekali lagi dengan nafas yang terengah-engah setelah rasa sakitnya hilang begitu dia berhasil menarik kakinya.


Dia mencoba melangkahkan kakinya sekali lagi, ketika kakinya menyentuh tanah, dia kembali merasakan rasa sakit itu. Karena reflek, Daru segera menarik kakinya dengan cepat, cukup cepat untuk membuatnya mundur beberapa langkah ke belakang.


Ketika dia bergerak ke belakang, dia tidak merasakan sakit sedikit pun, membuatnya yakin bahwa rasa sakit itu berasal dari semacam zona yang tidak bisa Daru masuki.


Aku akan merasakan rasa sakit ketika menginjakkan kakiku di zona yang ada di depan sana. Memangnya, apa yang ada di sana? pikir Daru.


Tanpa pikir panjang, Daru berjalan ke arah yang berlawanan dari tempat yang ia sebut zona tersebut.


Semakin jauh Daru berjalan, semakin besar kebigungannya. Ada saja langkah kakinya yang menginjak sesuatu yang keras, seperti ranting kayu namun tidak patah sekali injak. Karena visi Daru yang terbatas, membuatnya tidak dapat melihat apa yang dari tadi ia injak. Karena panik, dia melupakan senter yang dari dulu ada di cincin dimensinya.


Setelah berjalan cukup jauh, Daru tiba di sebuah tempat lapang, cukup lapang sehingga cahaya bulan dapat menyentuh tanah. Mata Daru melebar karena terkejut dengan apa yang ada di depannya.

__ADS_1


Ini ..., berapa banyak yang mati di sini? pikir Daru setelah melihat pemandangan di depannya.


Apa yang dilihat Daru adalah tumpukan tulang belulang yang berserakan, dilihat dari bentuknya, Daru yakin bahwa tulang belulang itu tidak berasal dari satu makhluk saja.


Daru semakin bingung dengan tempat dia berdiri saat ini dan alasan mengapa plat emas Julius memindahkannya kemari.


Daru memandangi sekitar dan hanya menemukan tumpukan tulang. Tiba-tiba sebuah suara pria tua menggetarkan gendang telinganya.


"Ah, dimana kesopananku. Maaf baru mengatakannya, selamat datang di Dark Plain." Bersamaan dengan Daru mendengar kata-kata itu, sesosok pria tua muncul tak jauh dari tempat Daru berdiri.


Daru terkejut karena kemunculan tiba-tiba sosok tersebut, ketika dia memperhatikan lebih teliti, wajah pria tua itu tidak asing baginya. Pria itu adalah pria yang sama dengan pria tua yang bertemu dengan Daru di penginapan Waterfall City dan pria tua yang memandanginya ketika makan di Restoran Bintang Biru Moon City.


"Tempat ini adalah Dark Plain? Lalu, siapa kau?" tanya Daru kepada Pria itu.


"Orang-orang memanggilku Raja Iblis, namun aku lebih suka jika dipanggil dengan nama asliku, Sergio," jawab Pria itu.


Mendengar kata "Raja Iblis," membuat Daru menjadi waspada. Daru segera mengeluarkan pistol laser dari cincin dimensinya dan menodongkannya ke arah Sergio.


"Ah! Pistol laser! Sudah lama aku tidak melihatnya, mungkin sekitar 100 tahun," ucap Sergio dengan tersenyum lebar.


Daru mengerutkan alisnya karena kata-kata Sergio berarti dia pernah melihat pistol laser Daru.


"Kau tahu tentang pistol laser?" tanya Daru.


"Ya, aku adalah orang yang mendesain bentuknya," jawab Sergio dengan tenang.


Julius berkata bahwa Raja Iblis sama sepertiku, berarti dia juga berasal dari dunia lain, pikir Daru.


"Kau berasal dari Niberu?" tanya Daru.


"Ya, kau berasal dari Bumi, kan?" Sergio kemudian berjalan mendekati Daru.

__ADS_1


Daru semakin waspada, dia menggenggam pistolnya semakin erat dan berkata, "Dari mana kau tahu itu?"


"Karena akulah yang memanggilmu ke dunia ini ..., Daru," jawab Sergio dengan senyum yang sangat lebar.


__ADS_2