Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Penyiksaan Nana


__ADS_3

Sudah 3 Hari Nana di sekap di ruangan kamar ini, hanya itu yang ia tau entahlah ini di daerah mana bentuk rumah seperti apa? yang jelas Nana yakini rumah ini sangat mewah dengan penjagaan ketat.


Malam telah larut, bukan gadis bodoh semua sudah di perhitungkan oleh Nana, kain selimut sudah di buat panjang untuk ia gunakan turun ke bawah karena letak kamar nya berada di lantai dua.


fokusnya hanya pada bagaimana turun, letak pintu gerbang dan lari menjauh dari rumah ini.


"Sudah saat nya!" Gumamnya, jam sudah menunjukkan pukul 12 malam ini waktu yang tepat.


"Berhasil!" Senyum liciknya tersungging kala dia sudah menapakkan kakinya di bawah, tinggal bagaimana keluar dari gerbang itu.


Kreat!


Keberuntungan memang berpihak padanya, pintu nya tak terkunci sama sekali dengan sekali gerakan Nana keluar dari rumah itu, senyum bahagia menghiasi bibirnya akhirnya dia bisa juga lolos dari rumah mengerikan itu.


Sudah 15 menit kakinya berjalan tak tentu arah, tapi dirinya sama sekali belum menemukan jalan raya, tak ada satupun taksi atau apapun yang melintas. Dingin mulai menghampiri tubuh mungilnya itu.


Hingga cahaya mobil membuat dirinya melambai, berharap orang yang ada disana adalah dia yang mau menolong nya.


"Mau lari kemana?" Ujar Marco tersenyum remeh,


"Uncle!" Pekik Nana, ralat dia tak meyakini ini. malam yang memberuntung kan baginya, ini malam yang sangat sial kesusahan payahan dia keluar dari rumah mewah itu tak membuahkan kan hasil.


Hentakan keras, hingga membuat gadis itu tersungkur sakit di atas lantai.


"Argh!!!" Pekiknya kala rasa sakit menjalar di tangan yang berdecit dengan lantai dingin, ah menimbulkan beberapa luka.


"Pitter ambilkan cabuk untukku!" Ujar Marco dengan dingin, sorot matanya ingin sekali mengguliti Nana.


Tubuhnya menegang kala Nana mendengar kata cambuk dan hingga cabuk itu ada di tangan sang bos gila


"Uncle, aku... maaf!" Gemetar tubuhnya.


"Jangan berani kau keluar dari rumah ini! Dimana Louis Nana!!!!" Ujarnya dengan kilatan amarah yang sudah di ubun-ubun.


"Aku.... aku tak tau Uncle... tak tau!"! Jujurnya.

__ADS_1


"Jangan berpura-pura bodoh! Kau kabur ingin menemuinya bukan? Dimana dia mengajak mu bertemu!"


"Tapi tapi aku hanya ingin pulang tak menemui orang yang namanya Louis-Louis itu!" Jujur Nana, memang dia hanya ingin pulang kembali hidup dengan layak dan semestinya! Ah bukan kembali hidup dengan tenang.


"Jangan membantahku Nana! Atau ku cincang tubuh jelek mu menjadi makan anjing pelihara ku!" Kilatan amarah Marco dengan tangan menggenggam cambuk.


"Uncle tapi aku... "


"Nana.... Kau harus mati!!!!" cambukan pertama di layangkan oleh Marco pada punggung gadis kecil itu.


"Uncle, Arghhh!" Tangisnya tergugu menahan nyeri yang teramat sakit di punggungnya.


"Argh!!!" Cabuk kedua yang harus di Terima Nana, punggung nya sangat sakit, sangat! Hingga ia hanya bisa pasrah tersungkur di lantai.


Sudahlah, jika Tuhan menghendaki dirinya mati untuk hari ini tak apa! Mungkin berkumpul dengan orang tuanya di surga adalah pilihan hidup terbaik.


"Bos!" Ujar Pitter! Bagaimana pun gadis itu memang tak tau dimana Louis dan tak pernah kenal, ah Pitter masih memiliki sisi baik dalam hatinya melihat gadis tak berdosa ini yang sudah terkapar pasrah.


"Jangan menghentikan ku Pitter! Dia harus mati!" Ujar Marco final.


Berbeda dengan Nana yang sudah tak lagi memiliki tenaga, hatinya mengumpat sangat kesal kepada Pitter, ah! Kenapa dia memberikan usul seperti itu! Apa tak ada belas kasih di mata dua pria dewasa ini untuk melepaskan anak gadis di bawah umur seperti nya.


"Obati dia Pitter! Siapkan dia jadi pelayan ku!" Ujar Marco berlalu pergi, peduli apa dirinya dengan Nana yang terkapar.


Hanya gadis jelek, cih! Tidak seleraku bahkan aku bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik darinya dan beberapa model yang sukarela menawarkan dirinya untuk penghangat ranjang Marco. One night.


Ah dia jadi rindu dengan permainan milik Jessica.


"Panggil kan Jessica untukku sekarang!" Ujar Marco berhenti sejenak lalu berbalik memberikan titah pada anak buah nya.


"Baik bos!"


...*******...


Sesuai dengan keinginan sang bos mafia, Jessica sudah datang menemuinya.

__ADS_1


Masalah ingin mengandung tempo hari yang lalu? Ah lupakan saja. Nyatanya Jessica merindu hentakan menggairahkan yang di buat oleh bos mafia ini.


Ah uang jajan nya pun berkurang drastis, tak apa lah menjadi penghangat asalkan semua kebutuhan nya sebagai model terpenuhi.


"Kau siap Tuan Marco?" Ujar Jessica!


"Tunjukkan!" Ujarnya Marco.


Dan yang seharusnya terjadi, terjadilah.....


...********...


Dikamar sebelah Nana tengah di periksa oleh dokter Pribadi milik Keluarga Robert,


Keadaan nya sungguh mengenaskan.


Harus mendapat perawatan yang instensif hingga infus harus di pasang di tangan nya.


Banyak luka memar dalam tubuh gadis kecil ini.


"Terimakasih dok!" Ujar Pitter mengantarkan dokter itu keluar, tak ada sang dokter meminta asal muasal kenapa gadis semuda ini harus ah keadaan nya cukup memprihatinkan.


Menjadi dokter keluarga Robert harus bekerja dengan baik tanpa ikut campur dari mana asal muasal kenapa dan luka itu terjadi.


🍒


Happy Reading.


Info : Kok disini UP banyak di UDJ gak UP?


Disini aku sebagai penulis gak bisa memaksakan keduanya harus konsisten sama tentang berapa banyak UP Bab, kadang ide ku banyak di UDJ, kadang disini! Jadi, harap maklum ya❤


Tapi mengusahakan semaksimal mungkin UP di keduanya tiap hari meski satu bab.


Sekian❤

__ADS_1


__ADS_2