
Cantik!
Satu kata yang paling mendominasi untuk Nana, gaun kebaya putih pas dengan lekuk tubuhnya. Make up ah. Intinya cantik.
Ada Bi Siti dan Hilda di sisi kanan dan kirinya, dua perempuan yang selalu ada untuk dirinya, perempuan baik.
"Kau cantik!" Bisikan bos mafia, kala calon istrinya sudah ada di samping dirinya.
Makin merona saja.
SAH........ Setelah kata itu terucap, keduanya sah menjadi suami istri baik secara agama maupun negara.
meskipun dalam negara ini merupakan tindak penipuan dari segi umur, lupakan! Pada dasarnya. SAH.
...*********...
Senyum tersungging di bibir tampan nya, ah keturunan Papa Robert memang tak dapat di ragukan lagi.
Louis, pria ini kenapa bisa menyusupkan CCTV tersembunyi di rumah milik kakaknya sendiri. Tiri maksudnya, tak sudi sebenarnya mengakui ada darah yang mengalir.
Nana memang cantik, selain itu dia juga sangat baik!
Pertemuan pertama dengan Nana, gadis yang rela mengorbankan dirinya dan terjebak dalam permainan gila sang kakak, boleh katakan bahwa Louis juga menginginkan gadis itu.
Dirinya terjebak dalam permainan nya sendiri, ingin tau lebih jauh siapa sosok Nana, tapi dirinya juga jatuh cinta! Tak apa jika sekarang Nana menjadi milik sang kakak, ada saatnya ia akan merebut semua yang menjadi kebahagiaan kakaknya.
Tampan, tapi keduanya juga gila.
...***********...
"Bersihkan dirimu!" Ujar Uncle Marco, ah ini kenapa jantung nya bertalu.
acara sudah selesai, keduanya kini sudah berada di dalam kamar.
Bagi Nana ini adalah keadaan yang sangat mencekam, kakinya melangkah masuk membersihkan dirinya di kamar mandi.
Otak liarnya berkenalan jauh, kala ia membasuh kulitnya sendiri.
Cukup Nana, kau sudah memakai sabun 3X kenapa kau ingin tampil cantik dan wangi di depan Uncle Marco? Bukan kah dia orang yang kau benci?
"Kau sudah selesai?" Ah tuh kan! Baru saja di bicarakan, orangnya sudah mengetuk pintu. Ya bagaimana lagi! Kau mandi terlalu lama Nana.
"Ah ya sudah!" Ujar Nana membuka pintu, wajah polos di tampil kan dengan lengkap baju tidur yang sudah di kenakan!
"Eh? Kau sudah memakai pakaian mu?"
"Memangnya kenapa Uncle?"
CUP
"Aku bukan paman mu! Aku suami mu berhenti memanggilku Uncle!"
"Ah ya!"
"Aku mandi dulu!" Pamitnya masuk kedalam pintu kamar mandi.
tubuh Nana meringkuk di atas ranjang dengan selimut tebal yang membelit, dia harus bagaimana sekarang?
Menjalankan kewajiban nya?
Tapi? Arghhhhhhh.
"Jangan seperti itu? Kau bisa kehabisan nafas!" Suara berat laki-laki lagi-lagi mengagetkan dirinya.
__ADS_1
"Kau tak memakai baju?" Gugup Nana bertanya.
"Tak perlu! Aku memang seperti ini sayang!"
"Tapi.... "
"Kenapa? Kau ingin apa sayang!" Ujar Uncle Marco sudah naik di atas ranjang.
"Uncle... "
"Berhenti memangil ku seperti ini, atau kau...."
"Sayang!" Ujar Nana langsung meralat ucapan nya.
"Nah aku suka, ayo tidur!" Ujar Uncle Marco menarik tubuh Nana dalam dekapan nya.
"Kau tak meminta itu?"
"Kau ingin? Ayo mari kita lakukan! Aku akan melakukan nya dengan pelan-pelan!"
Bughn!!!!!
Pukulan kecil nan manja mendarat dengan sempurna di dada bidang Uncle Marco.
"Bhahahaha... Aku tak akan meminta itu, kau tengah mengandung buah hati ku sayang! Tidur saja! Untuk itu, aku bisa meminta itu kapan saja setelah kandungan mu kuat nantinya! Kau kan sudah menjadi milikku!" Ujar Uncle Marco menjelaskan.
Ah baiknya calon hot Papa satu ini, sangat mengerti keadaan istri cantiknya.
Tak ada malam dengan suara yang sangat indah dan nikmat yang mengalun di kamar pengantin keduanya.
Mereka hanya tidur, tak melakukan ritual malam pertama seperti pengantin lain nya.
...***********...
Jessica? wanita itu tak menunjukkan batang hidungnya, jika di tanya di ujung telfon dia sedang ada pemotretan di luar negeri akan kembali 1 bulan lagi. Katanya.
Peduli apa Uncle Marco tentang itu, dia hanya ingin membunuh wanita itu. tapi tak ingin meminta wanita itu datang, biarkan dia datang dengan sendirinya.
"Bagaimana?" Ujar Wilson di ujung sana.
"Semua rencana sudah berjalan dengan lancar tuan, tinggal perintah anda!" Ujar tangan kanan Wilson.
"Aku suka cara kerjamu! Turunkan saham di Garuda grup!" Ujar Wilson.
"Baik tuan?"
Bhahahhahaa..... Tawa menggema memenuhi ruangan bos mafia gila ini, Wilson. semua rencananya sudah matang di dalam otak.
Bagaimana pun ia akan membunuh Nana dan buah hati yang di kandungnya! Harus mati.
Nyawa di bayar dengan nyawa Marco! Kau akan gila jika aku membunuh dan mengirimkan potongan tubuh istrimu! Senyum setan tersungging dalam wajah Wilson.
Marco sudah menjabat menjadi ceo perusahaan Garuda 3 bulan terakhir ini, Kinerjanya cukup baik meski ia belum berpengalaman dalam dunia bisnis dengan tipu daya. Kalau bisnis hitam tak perlu di ragukan lagi. Bedanya harus ada perantara berkas yang menjadi penghubung perjanjian itu.
"Kau kenapa sayang!" Ujar Uncle Marco bertanya paa istrinya yang menunjukkan mimik wajah meringis sakit.
"Lihatlah! Pegang!" Tangan di arahkan di atas perut buncit miliknya.
Duk!
Duk!
Dua tendangan dari sang buah hati, tanda ia merespon memberi tahu pada sang Papa.
__ADS_1
"Dia?"
"Ya! Kuat sekali bukan pergerakan nya!"
"Ah ya! ini Papa sayang!" Ujar Uncle Marco, tangan kekarnya bergerak kesana kemari di atas perut buncit Nana, dan beberapa gerakan itu di timbulkan sesuai pergerakan tangan Papa.
Haru rasanya, nyatanya semua yang di bayangan Uncle Marco perihal pernikahan tak seburuk yang ia bayangkan. Istrinya begitu mengerti dan faham akan dirinya.
Bolehkan Uncle Marco menghentikan sang waktu? Berhenti dengan keadaan seperti ini, di bahagia dengan semua suasana hangat dan nyaman.
"Tuan!' Ujar Pitter menyela di antara kedua majikan nya.
"Ada yang ingin saya sampaikan, ini penting terkait masalah pekerjaan!"
"Ikut aku ke ruang kerja!" Titahnya, "Kau disini ya! Minta hilda untuk menemanimu!"
"Baiklah! Kau fokuslah bekerja!"
"Katakan!" Ujar Uncle Marco yang sudah duduk di kursi kerja kebesaran nya.
"Saham di perusahaan Garuda menurun drastis tuan!"
"Apa! Bagaimana bisa?"
"Saya tak tau tuan, masih saya selidiki. Tapi anda harus turun tangan langsung untuk menangani semuanya! Saya sudah membuat beberapa proposal kerja sama kepada beberapa perusahaan lain. Anda bisa menilainya!"
"Tapi kau jelas tau, aku tak ingin kembali ke perusahaan sampai Nana melahirkan!"
"Maaf tuan! Ini sangat mendadak. Dan tak etis, jika kita mengajukan bantuan tapi sang pemilik juga tak hadir di acara itu!"
"Sialan!!"
...Permainan segera di mulai Marco! Kembalilah perusahaan! Urus aset Papamu di Garuda! Sangat kau lengah bersiaplah kehilangan istri cantikmu! ...
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
...Happy Reading...
Pesan Moral :
Sebagai warga negara indonesia yang baik gak boleh ya melanggar peraturan yang berlaku, kan ini negara hukum. Meski ada uang yang bisa di pergunakan untuk menutup semua jalan yang menghambat tujuan kita. Tapi tak di benarkan ya! Terkait pemalsuan data diri Nana yang masih berumur 15 tahun.
Kematian itu takdir, bukan kah yang hidup pasti akan tiada? Dan mungkin cara yang di kirimkan oleh Tuhan untuk mematikan ada yang tidak baik, menurut pendapat manusia.
Menyimpan dendam hanya akan menghantarkan kita pada kehancuran semata.
...-Sekian-...
Kalau yang tanya Uncle Marco sama Nana nikah tapi sampai 5 bulan apa mereka gak enak-enak. Jangan bahas itu ya! tafsirkan sendiri menurut pribadi masing-masing.
Ya kali? laki-laki dan perempuan yang udah halal gak gitu?
Untuk adegan itu! Author skip!
Terimakasih ❤❤❤
🍒🍒🍒🍒🍒🍒
...UP teratur ya! ...
...Kamis-Minggu. ...
...Senin- Rabu skip ya❤...
__ADS_1
...Harap Maklum😁😁😁😁...