Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Bonus


__ADS_3

Kaki melangkah dengan begitu gagah, Wilson datang di dampingi Nana dan Mama Lisa yang ada di samping kanan kirinya.


Baby Marfin aman dalam dekapan sang Papa, kedua sepasang suami istri itu menjadi pihak dari mempelai laki laki yang akan melangsungkan pernikahan nya.


Tak


Tak


Tak


Sepatu hells pendek nan elegan berjalan begitu cantik di atas keramik mahal ini, Hilda datang dengan Sabrina san Cici yang mendampingi tak lupa Rafi yang ada di depan sang ibu membawa buket bunga itu.


"Jangan sakiti Mamaku!" Peringatan itu di layangkan dengan nada ancaman dan sorot tajam dari Rafi, buah hatinya.


Keduanya duduk dan telah bersiap , Mas Adi dengan gagahnya menjabat tangan Hilda selaku wali nikahnya kali ini.


"Saya terima nikah dan kawin nya Hilda...." Dan SAH!!!!!! Bersorak riang dan gembira atas semuanya, akhirnya penantian panjang. Cinta dan kasihnya bersambut hari ini.


"Kau harus lebih bahagia Ma!" dekapan hangat dilayangkan Rafi kala prosesi penandatanganan berkas dan acara sungkem telah selesai.


"Akan selalu bahagia jika Rafi dan Papa ada di samping Mama!" Ujar Mama Hilda, pelukan hangat di berikan pada sang putra sebagai wujud kasih cintanya yang besar tak terkira.


"Kau tak ingin memberikan selamat pada Papa mu ini son?" Tanya Papa Wilson yang sudah siap sedia memeluk sang putra.


"Pa!" Ujar Rafi langsung memeluk Papanya. "Terimakasih, telah mau menerima Mama dan mewujudkan impian Rafi memiliki keluarga yang utuh Pa!" Bibir kecil itu mengucapkan sebait kata yang membuat orang dewasa itu bungkam dan tergugu.


Apakah dirinya terlalu jahat dan begitu jahat?


"Papa janji akan menjaga kalian berdua dengan segenap jiwa dan raga papa!" akhirnya kata itu keluar dengan isak tagis.


Oh ayolah... Jangan menangis di depan semua orang tuan muda! dan ini hari pernikahan mu! Harusnya kau bahagia bukan.

__ADS_1


...**************...


Author tau keinginan kalian wahai netizen, oke langsung ke Ahhh..


Uncle Adi, di mohon sangat untuk mengasingkan bahkan menghilangkan Rafi dari muka bumi ini hanya untuk malam ini. Berikan saja obat tidur pada bocah kecil ini. Dan haram hukumnya bagi siapa saja yang mengetuk kamar mewah pengantin malam ini.


Melanggar, ayo kita penggal kepalanya.


Jika ada yang bertanya? Semenjak kejadian menelan racun itu, Nana sudah baik dan dengan cepat pulih dalam sakitnya.


Cici sudah tak dituduh lagi membunuh Jessica, ia bebas dan bisa beraktifitas seperti biasanya, tawaran menjaga Marfin membuatnya mau ikut tinggal bersama Nana. Belum ada kata terlambat bukan? sebagai teman yang baik Nana juga ingin Cici mendapatkan pendidikan yang lebih layak.


Bukan sebagai baby sister, Cici sudah di anggap Nana bak saudaranya sendiri.


Sabrina? Memilih tinggal sendiri di apartemen miliknya, ungkapan terimakasih dari Nana pada nya yang mau menyembuhjan dirinya dengan membelikan hunian mewah tentu dengan uang sang suami.


Bekerja di rumah sakit, dan menjadi patner Hilda yang sangat handal dan bisa di percaya! Oh ya, klinik itu sudah jadi, ah bukan... tapi rumah sakit.


Harta Wilson ternyata sangat berlebihan , terlalu murah katanya untuk hanya membangunkan sebuah rumah sakit. Sudahlah... Serah Papa Wilson saja.


Aroma terapi melati menyejukkan dirinya, taburan bunga mawar membuatnya merasa tenang. Jangan lupakan air hangat yang ia gunakan untuk berendam.


Rileks... Ujarnya pada diri sendiri, mata nya terpejam menikmati suhu air yang menenangkan.


Byur!!!!!!


Oh no!!!! Ujarnya memekik keras kala Wilson dengan tak tau dirinya masuk kedalam kamar mandi, mengendap bagai pencuri yang tau diri.


Ikut berendam kedalam air bersama istrinya Hildq!


"Tuan muda anda!"

__ADS_1


"Apa kau lupa jika kita sudah menikah?" Ujarnya dengan ponggah, masih dalam mode mendekap Hilda yang errr... tangan nya ia hadapkan ke Hilda seolah berkata Kau tak lihat cincin nikah itu? cincin yang tersemat di jari manisku? Begitu kiranya.


"Tapi..."


"Kau istirku! Sah saja bukan? sudah lah aku hanya ingin berendam memelukmu!" Ujar Wilson kembali mengeratkan pelukan nya.


Nyatanya kali ini menjadi dosa pertama nya setelah menyandang status suami Hilda, tak ada kata kita hanya berendam jika tangan nya sudah tak bisa di kondisikan lagi.


Tau saja, area yang pas dan nyaman untuk di jadikan squisy, lubang hangat untuk jari.. Argbbb terlalu sialan jari itu. Biarkan Jeki melakukan tugasnya, tolong perjarian gak usah ikut dan ga boleh nyentuh lagi ya.


"Arghhhh...." Wanita gimana si ah, katanya gak mau tapi kalau sudah dalam mode enak ya gini. Suara tak bisa lagi ditahan, sudah keluarkan saja.


"Jangan di tahan, keluarkan suara mu sayang!" suara Wilson sudah seksi serak serak basah, sudahlah, mainkan saja.


Oke, lanjut.....


"Sekarang?" Tanya Wilson meminta izin pada Hilda, kali ini keduanya sudah berada di atas kasur king size yang sudah dipenuhi dengan bunga .


"Ya.." Ujarnya nyaris hilang tak terdengar, kaki sudah siap dan diposiskan sebagaimana mestinya.


dan Jeki pun memulai aksi panasnya malam itu.


1 jam


2 jam


3 jam


Dan Bye!!!!!!


Biarkan mereka bermain panas, jangan ada yang menganggu. Dan author tak bisa menjabarkan nya.

__ADS_1


Takut dosa, takut pengen , kan author jomblo... ehhhh.


...Happy Reading guys🥰🥰🥰...


__ADS_2