Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Adi Adikku


__ADS_3

Lupakan kejadian itu, dimana Pitter mendapatkan cairan hangat spesial dari Baby Marfin.


Dan Wilson? Masih melacak dimana anak kecil yang mengaku sebagai putranya, dungu? hanya kata itu yang cocok untuk menggambarkan dirinya saat ini!


Cih! bisa-bisanya ia di permainkan oleh seorang anak kecil dan semenjak hari itu? anak itu sudah tak lagi menelfon atau menganggu hidupnya. Apa ini taktik terbaru yang dibuat musuhnya untuk menjatuhkan dirinya?


Astaga! Masih tak faham juga!


Harusnya ia bisa tenang kan? Tidak, mimpi buruk nyatanya menghantui dalam setiap hembusan nafasnya kala mengarungi mimpi, Kenapa kau tak mencari ku pa? Aku rindu!!!! Sebait kata itu terus bersautan dalam otak nya.


6 bulan berlalu,


Wilson mengaku kalah dan menyerah dengan telak! Ia tak bisa melacak dimana posisi anak itu? Yang ia tau pasti, entah memang itu putranya atau bukan? tapi otak nya terlampau jenius! bahkan sangat jenius.


Apabila ia bisa mendapatkan anak itu, mungkin ia akan mudah menghancurkan Marco! Ah kenapa masih saja berfikir dendam saat ini Papa Wilson? Kau menjengkelkan!


Di lain sisi, Sudah 3 Bulan lamanya, Nana melanjutkan study, hanya di rumah dengan guru yang datang khusus untuknya! beda pokoknya kalau kita punya duit berlimpah! bukan orang yang dateng ke sekolah! Tapi guru yang mendatangi muridnya! Apapun akan di lakukan Uncle Marco untuk istri tercinta! Duh Uncle Marco memang suami idaman.


...****************...


BUGH


DUK


BUGH


Beberapa kantung belanjaan Nana tercecer jatuh dilantai,


"Maaf Nona!" Ujar Mas Adi membantu memunggut belanjaan itu, laki-laki ini masih tak menyadari siapa perempuan yang ia tabrak saat ini.


"Mas Adi?" pangilan itu mampu membuat pemuda itu membeku? "Nana?' Gadis yang diam-diam ia cintai meski berkedok dibalik kata "ADIK" Kemana saja kau selama ini? aku mencarimu? bahkan aku sering mengunjungi panti hanya untuk memastikan kau ada atau tidak?


Tak hanya Mas Adi yang membeku, Hilda yang tengah mendorong troli Baby Marfin dengan beberapa kantung belanjaan juga ikut bungkam.

__ADS_1


Kenapa adiknya kenal dengan Nana yang seorang istri dari bos mafia? darimana mereka saling kenal? bukankah Nana tak pernah dekat dengan laki-laki manapun? Bathin Hilda, ia jelas tau bagaimana posesifnya seorang Marco jika istrinya dekat dengan pria lain.


"Kak?" Ujar Mas Adi, sudah lah semuanya harus terbongkar dan detik itu Nana mengetahui bahwa Mas Adi adalah adik kandung dari Hilda.


Restoran dengan meja yang saling berhadapan membuat Nana dan yang lain nya memutuskan untuk duduk dan berbincang dengan hangat, Oh Adi? Hilda hanya bisa mampu menelan ludahnya dengan kasar melihat interaksi yang begitu akrab dari Nana dan adiknya. ini buruk.


Lirikan Hilda seolah bernada perintah untuk jangan dekat dan terlalu akrab nampaknya hanya angin lalu bagi adiknya itu, Jelas!!! Adi sangat rindu? ah apa kata itu mamapu mewakili rasa nya pada gadis yang nampak lebih cantik bersih didepan nya ini? Setahun lebih mereka tak bertemu dan takdir begitu jahat.


Memukul perasaan Mas Adi begitu telak! kata cinta yang belum sempat di ucapkan kini harus terkubur dalam dan tak akan pernah naik ke permukaan.


Nananya sudah menikah dan memiliki seorang putra!


"Sayang!" Betul bukan? belum ada 30 menit mereka duduk dan mengobrol, pawang Nana sudah datang dengan tak tau dirinya mengecup Pipi Nana dan memeluknya dengan posesif.


"Eh Uncle? bukan kah ada rapat? menapa disini?" apa Nana? kau bilang mengapa? ya jelas karena mu lah, kau sudah tau bahwa suami mu laki-laki pencemburu, pantang miliknya jika akrab dengan laki-laki lain selain dirinya. IA TAK SUKA!


"Sudah selesai sayang! Mettingnya juga disini!" Kilahnya penuh dusta, Ayolah Nana kau harus peka bahwa laki-laki ini sudah menekan kata sayang yang berarti jangan memanggilku Uncle didepan pria asing yang menatap ingin atas milikku.


"Eh kenalin ini mas Adi Uncle!" Ujarnya memperkenalkan.


"Oh ya, dia ternyata adiknya Hilda loh Uncle!" Duh kenapa kau seolah tau pasti dan memahami perihal mas Adi?


Ekspresi Hilda sudah sangat nelangsa kala tatapan mata elang milik Uncle Marco menatapnya dengan begitu sinis.


"Maaf Nona , Tuan saya izin sebentar! Saya ada hal yang perlu dibicarakan dengan adik saya!" Ujar Hilda


"Pergilah!" Jawab Uncle Marco.


"Eh tapi, makanan kalian belum habis dan aku masih ada hal yang ingin aku obrolkan dengan Mas Adi?" Ujar Nana mencegah keduanya pergi.


"Maaf Nona saya harus pergi sekarang, anda bisa mengobrol dengan adik saya lain hari lagi!" Tolak Hilda dengan halus tangan nya sudah menarik sang adik untuk pergi menjauh, "Jangan protes!" Ujarnya berbisik memohon kepada telinga adiknya kala tau akan melayngkan protes.


"Apa si kak?" Ujar Mas Adi kala keduanya sudah menjauh.

__ADS_1


"Apapun yang ada difikiran mu untuk menjalin hubungan pertemanan atau mengobrol dengan Nona Nana lupakan semua itu!"


"Kenapa ? Kan kami hanya mengobrol?" Protes Mas Adi.


"Nana sudah bersuami dan jangan menganggunya!"


"Aku tau kak, tapi kitakan masih bisa berteman?"


"Jangan mengharapkan itu Adi! cari perempuan lain yang bisa kau jadikan teman tapi bukan Nona Nana!"


"Kak tapi............."


"Tak ada bantahan! kau harus pulang sekarang! Ingat pesan kakak!"


...*****************************...


Jika Nana sudah tertidur dengan nyenyak dalam mimipinya bersama Baby Marfn. Berbeda dengan Hilda, Asisten ini harus menghadap Uncle Marco dengan segudang pertanyaan seperti interview yang dilakukan oleh pihak kepolisian saja. begitu mengintimidasi.


"Mereka dulu hanya teman kerja Tuan, tak lebih dari itu dan adiknya sesekali menolong Nona Nana kala dirinya mendapatkan kesusahan. Jauh sebelum anda menikah dengan Nona Nana!" Ujar Hilda menjelaskan, raut wajahnya begitu menyedihkan dan hati kecilnya terus merapalkan doa baik agar tak terjadi apa-apa dengan adik kesayangan nya.


"Dan tadi hanya pertemuan tak disenjaga tuan,saya juga baru tau bahwa adik saya mengenal istri anda!"


"Saya juga sudah memperingatkan adik saya untuk tidak mendekati istri anda lagi!" Suara Hilda kembali menjelaskan.


"Aku percaya pada penjelaskan mu! kau jelas tau apa resiko yang akan adik mu dapatkan jika menganggu milikku! Istirahatlah!" Jawaban Uncle Marco begitu dingin dan membuat lidahnya kelu.


"Saya pastikan itu tuan! saya permisi! Terimakasih!" Ujar Hilda dengan gugup dan berlalu pergi.


"Kau tetap awasi bocah itu Pitter!" Ujar Uncle Marco memerintah asisten nya yang tampak bediri tegap tak bersuara di belakang kala tubuh HIlda sudah menghilang di balik pintu.


"Baik tuan!"


...*****************...

__ADS_1


HAPPY READING!!!!!!!!!!!!


__ADS_2