Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Siapa yang terkejut?


__ADS_3

"Bagaimana?"


"Hasilnya akan keluar minggu depan tuan muda!"


"Bagus!" Ujarnya pada Hilda, kedua matanya tengah menatap tajam ke arah Nana dan Mamanya? kenapa keduanya sangat akrab persis seperti ibu dan anak.


"Nana... " Lirihnya melembut. Bukan Wulan lagi, karena Nana sudah memberitahu Nyonya besar atas nama panggilan nya.


"Ya Ma!" Panggilan Mama di layangkan Nana sesuai kesepakatan,


"Kenapa?"


"Aku rindu suami ku Ma!"


"Kemana suami mu?"


"Dia.... " Gugup Nana.


"Suami nya bekerja di luar negeri Ma! Ayo sudah waktu nya Mama minum obat!" Titah Wilson yang datang dengan tiba-tiba.


"Anda rindu pada Tuan Marco nona?" Tanya Hilda datang membawa segelas susu ibu hamil pada Nana, kala sosok Wilson dan Mamanya sudah pergi menjauh.


"Semua istri pasti rindu dengan suami nya Hilda, apalagi dia akan melahirkan seperti ku! Semua istri pasti mendambakan momen melahirkan di dampingi suami!" Ujarnya nampak menyendu.


"Maaf nona, saya tak bisa membantu banyak!"


"Tak apa, terimakasih kau sudah menjaga ku dan bayiku sampai detik ini!"


"Anda tak perlu sungkan nona, silahkan anda kembali ke kamar! Sudah hampir petang, tak baik ibu hamil Ada di luar!"


"Ah ya! Terimakasih!"


...**************...


"Kenapa kau selalu melarang Mama bertanya tentang dimana suami Nana?" Tanya Mama Lisa kala sudah berada di dalam kamar dengan sang putra.


"Ma! Wilson sudah mengatakan nya! Suami Nana tak bertanggung jawab, dia pergi meninggalkan Nana dengan wanita lain!" Dusta Wilson.


"Mama jelas tau kau berbohong Wil!"


"Ma aku berkata jujur!"


"Mama akan mempertemukan Nana dengan suami nya! Tak peduli dengan pendapatmu!"


"Ma!!!!"


"Dia adikmu Wil!"


"Dia bukan Wulan Ma! Wulan sudah meninggal!"


"Dia wulan Wil! Mama yakin itu!"


"Sudah lah! Mama tidur saja, Mama masih butuh istirahat yang banyak untuk pemulihan!"


"Jangan membuatnya bersedih! Dia adikmu Wil!"


"Good night Ma! Semoga mimpi indah!" Tak ingin lebih lama menanggapi ucapan sang Mama, kecupan singkat membuatnya mengakhiri pembicaraan malam itu.


...***************...


Dia benar-benar merindu pada sosok Marco! Pria yang awalnya di benci oleh dirinya! Entahlah rasanya tubuh miliknya menginginkan usapan lembut yang di lakukan oleh tangan kekar milik Uncle Marco di bagian perutnya.


"Nona! Susu anda!" Ujar pelayan mengetuk?


Susu? Dahinya menyatu? jam sudah menunjukkan pukul 1 malam? susu apa? bukan waktu nya ia meminum susu bukan? lalu siapa yang berada di luar!


"Nona! Susu anda!" Panggilan kedua kembali di layangkan.


Hatinya cemas, siapa sebenarnya yang berada di balik pintu itu? Dengan segudang penasaran kakinya melangkah keluar membuka handel pintu!

__ADS_1


Clek! Orang itu masuk bersama dengan suara pintu yang sudah terkunci.


"Hilda?" Pekik Nana kaget.


"Waktu anda tak banyak Nona! Hanya 30 menit untuk keluar dari rumah ini!"


"Tapi... Kau... "


"Jangan pedulikan saya Nona! Saya hanya bisa membantu anda untuk keluar!"


"Tapi jika Wilson menghukum mu?"


"Tidak akan Nona! Semua nya sudah saya manipulasi! Ayo nona!"


"Baiklah!"


30 menit, waktu berjalan begitu cepat dengan ketegangan yang ada diantara kedua wanita itu, kaki melangkah dengan pelan menghindari jangkauan cctv rumah itu.


"Nona, saya hanya bisa membantu anda sampai disini! Nona bisa kan? mengendarai motor ini?"


"Ya aku bisa! Terimakasih Hilda!" Ujar Nana.


Semoga anda bisa bertemu dengan Tuan Marco Nona! Saya tau rasanya hamil seorang diri, terkurung! Itu tak enak Nona! Monolog Hilda.


"Kau sudah melakukan yang terbaik Hilda!"


"Nyonya besar?" Pekik Hilda kaget.


"Tak usah kaget seperti itu! Aku mendukung tindakan mu! Sudah malam segera masuk kedalam kamar mu, agar tak Ada orang yang curiga!"


"Baik nyonya besar! Terimakasih!"


...***************...


Senang? Mungkin kata itu yang paling membuat Nana berbahagia saat ini.


Terimakasih. Mungkin kata itu tak cukup untuk di berikan pada Hilda yang sudah berjasa untuk hidupnya malam ini.


"Nana! Kamu kenapa malem-malem kesini sendiri an?" Pekik Bi Siti kaget kala melihat Nana berdiri di luar sendiri an.


"Panjang bi! Nana nginep disini dulu ya!"


"Ah ya Ayo masuk!"


"Makasih bi!"


"Duduk dulu! Bibi buatin teh hangat!" Ujar Bi Siti.


"Bi gak usah repot-repot! Nana mau langsung istirahat aja!"


"Kamu seriusan Na?"


"Iya bi!"


Selamat malam suami ku! aku tak sabar menunggu besok dan memelukmu! Ujar Nana, tubuhnya sudah di rebahkan di atas kasur.


Esok dia akan pulang menemui suami nya dan membuat kejutan bahagia. Ahhh.... Senang nya.


...****************...


"Tuan! Nona Jessica Ada di bawah!"


"Mau apa lagi wanita itu kesini! Dia tak takut mati apa!" Pekik Uncle Marco, fikiran nya cukup di kuras hebat dengan hilangnya Nana.


"Mau apa!" Bentak Uncle Marco kala ia sudah berhadapan dengan Jessica.


"Santai sayang! Jangan marah-marah! Kau terlihat lebih tampan saat marah seperti ini!


"Kau sudah ingin mati nampaknya!"

__ADS_1


"Silahkan bunuh aku sekarang sayang! Kau tak akan pernah bertemu dengan istri kecilmu! Aku tau penyerangan mu gagal bukan pada malam itu?"


"Bedebah sialan! Cepat katakan di mana Wilson gila menyekap Nana!"


"Santai sayang! Kau mencengkram bahuku terlalu kuat! Apa kau sudah tak sabar?"


"Kau....." Geram Uncle Marco.


"Tuan kendalikan emosi anda!" Ujar Pitter mengingatkan.


"Dimana Nana!" Ujar Uncle Marco.


"One night?"


"Jangan bermimpi murahan!"


"Tak sayang dengan istri ternyata!"


"Brengs*k apa Mau mu!" Ujar Uncle Marco


"Duduk lah di sini!"


"Tak sudi aku berdekatan dengan mu!"


"Keselamatan istri mu ada di tangan mu sayang!"


"Sialan! Kau benar-benar licik!" Ujar Uncle Marco dengan sangat terpaksa dirinya mendudukkan diri di sebelah Jessica.


"Aku suka dengan mu yang penurut seperti ini!" Tangan Jessica sudah tak bisa di kondisikan lagi.


"Nona singkirkan tangan anda dari bos kami!" Ujar Pitter.


"Bisa suruh anak buah mu diam Marco?" Tanya Jessica.


"Pitter, diam!"


"Baik tuan!"


"Apa Mau mu! turun dari pangkuan ku!" Ujar Uncle Marco menggeram kesal.


"Nanti! Akan ku bisikkan dimana istrimu!" Ujar Jessica, keadaan keduanya cukup intim jika orang melihat pasti mengira keduanya tengah berciuman panas.


Tapi demi keberadaan istri nya! Uncle Marco harus diam dan mengikuti permainan wanita sialan itu.


"Istrimu..... Argh.... sayang kenapa kau tak sabar!" Brengs*k tak lebih dari kata mutlak yang menggambarkan mulut Jessica yang tak tau diri! Memang apa yang di lakukan Uncle Marco? Tangannya diam tak bergerak sama sekali.


"Uncle.... Kau.... Arghh!!!!" Pekik Nana kaget, ia menyaksikan bagaimana Jessica naik di atas pangkuan sang suami dengan keadaan intim dan jangan lupakan suara Jessica yang begitu menggelikan.


Sebenarnya siapa yang memberi kejutan? dan siapa yang terkejut sekarang?


"Nana sayang! Ini bukan seperti yang kau fikirkan!" Pekik Uncle Marco, ia sudah menyingkirkan Jessica dari pangkuan nya.


"Arghh! Jangan menyentuhku!" Ujar Nana, tangannya sudah memegang perutnya yang tengah sakit,


Dan darah sudah merembes keluar dari kedua pahanya.


"Nona! Anda pendarahan!" Pekik Pitter!


Arghhhhh.....


Bugh!!!!!!!


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Happy Reading, sampai bertemu kamis!


Wkwkwkkw jangan lupa Vote buat Uncle Marco yang pengen di getok palu🀣


Yeah elah! Di Kira lagi sidang apa? πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

__ADS_1


Kalian sabar gak? Kalau harus nunggu sampai kamis? 😁😁😁


__ADS_2