Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Menuju Halal


__ADS_3

Semenjak malam itu, ah rasanya Nana sudah seperti nyonya rumah ini. Bukan kah memang dirinya sudah menjadi nyonya.


Nyonya Marco.


Untuk Kak Ari dan Sabrina? Entahlah, semenjak insiden dimana sekolah itu di hancurkan Nana tak bertemu kembali dengan 2 orang itu.


Untuk Mas Adi? Uncle Marco begitu menjengkelkan. Sangat.


Jangan berhubungan dengan laki-laki selain diriku! Kau tak akan bisa membayangkan akan seperti apa aku! Asal kau tau! Apa yang sudah menjadi milikku! Pantang untuk di sentuh selain diriku sendiri! meskipun itu Papa.


Gila bukan? Kata itu terus terngiang-ngiang dalam otak kecil Nana?


Siapa si Uncle Marco sebenarnya? Apa seperti di novel-novel dia seorang CEO ya?


Nana masih takut untuk bertanya lebih jauh? kadang jika mendapat kan tatapan mengintimidasi dari Uncle Marco, ia masih saja teringat bagaimana kejam nya Uncle Marco kala mencambuk dirinya.


Hua... Luruh sudah air matanya.


Badan di rebahkan di karpet berbulu tebal, di ruangan keluarga. serial kartun menjadi tontonan nya, hingga tawa menggema.


Badan di gulingkan ke sana kemari, ah sudah berair matanya kanan kiri.


"Astaga Nana!!!!" Pekik Uncle Marco datang, kaki di langkah tergesa-gesa.


"He? Sudah pulang eh?" Ujar Nana menyeka air matanya.


"Jangan berguling kesana kemari! Bibit unggul ku akan terguncang dan tertindih oleh mu!" Ujar Uncle Marco langsung duduk.


"Eh?" Ucap Nana menyeritkan dahi, tanda tak mengerti.


"Bhahahahahaa...... " Tawanya menggema kembali memenuhi ruangan itu,


Dua pria dewasa itu bergidik ngeri dengan Nana yang tertawa,


Pitter! Dia kenapa? Apa dia kerasukan? Bathin Uncle Marco.


Entahlah tuan? Apa calon istri anda ini memang gila! Bathin Pitter.


"Hey! Jangan mengumpati ku yang tidak-tidak!" Ujar Nana sudah mampu menahan tawanya.


"Kau membuat dia dalam bahaya? Apa kau gila?" Celetuk Uncle Marco.


Bugh!!!!


"Aku tidak gila! Kau yang gila?"


"Eh aku?"


"Aku masih mengandung beberapa minggu, kau tau. Dia masih sekecil ini!" Ujarnya mempraktekkan kecil dengan kedua tangan sebagai ukuran nya.


"Dan dia tak mungkin tertindih!" Ujar Nana.

__ADS_1


"Hah, bagaimana ya menjelaskan. Aku juga tak faham, tapi intinya dia belum bisa merasakan apapun! Bahkan organ tubuhnya belum terbentuk! Kau tenang lah!" Ujar Nana menjelaskan kembali, kala di rasa kedua pria bodoh ini tak mengerti.


Kau berani sekali mengatai nya Bodoh dalam hatimu Nana...


...**************...


Lupakan kejadian itu, ya mana uncle Marco tau dan faham soal itu. Apalagi Pitter, Laki-laki ini sama dengan bosnya anti wanita.


Eits, tapi sekarang bos Marco sudah memiliki wanita yang di cintainya? Hah? apa Cinta! Pria gila ini masih belum sadar.


Rumah itu di sibukkan dengan persiapan pernikahan yang tengah terjadi 1 hari lagi. Semua sudah siap, jangan berharap Uncle Marco mengundang semuanya rekan bisnis? Tak ada!


Hanya ada, Dokter Dimas,Papa Robert, Pitter.


Dari pihak Nana, hanya ada Bi Siti yang mendampingi selalu kepala panti asuhan. Ada Hilda juga. Semua orang sudah menginap dirumah ini.


Marco tak mau mengambil resiko untuk mengadakan pesta di luar, mengundang banyak tamu, mengingat Nana tengah mengandung anaknya.


Bibit Unggul Marco tak boleh dalam bahaya, harus aman dan baik-baik saja.


"Apa aku boleh masuk Uncle?" Ujar Nana menampilkan kepalanya di balik pintu ruang kerja Uncle Marco.


"Kemari lah!" Kaki melangkah masuk kedalam, ah masih meragu ia mengutarakan keresahan hatinya.


"Bukan duduk di situ, sini!" Menepuk pahanya.


"Tapi itu?" Ujarnya merasa ragu, tak enak. masih ada Pitter di dalam.


"Saya permisi tuan!" Ujar Pitter berlalu pergi, kau sangat peka sekali.


"Tapi.... " Jawab Nana meragu.


"Kau bahkan tau aku tak suka di bantah bukan!"


Tuh kan! Udah mengintimidasi, seenaknya aja ngucap.


"Bukan kah ini tak benar?"


"Apanya?"


"Kita?"


"Katakan dengan jelas!"


"Umur ku masih 15 tahun? Bukankah Uncle Akan di penjara jika menikahi anak di bawah umur seperti ku?" Ujar Nana meragu.


"Bhahahaa..... Aku? Di penjara? Bhahahahha.... " Tawanya menggema.


Kali ini, Nana yang ketakutan melihat reaksi yang di tunjukkan oleh Uncle Marco, ah begitu mengerikan.


Lebih baik dia datar saja tanpa ekspresi. daripada seperti ini.

__ADS_1


"Tak ada yang berani memenjarakan ku!" Ujar Uncle Marco memberi jawaban setelah di rasa tawanya sudah tak menggema.


"Tapi Uncle! Batas menikah menurut undang-undang itu 19 tahun bagi wanita!" Ujar Nana memberitahu bak hakim ketua.


"Ah ha kau benar!"


"Tuh kan! Jadi kita tak bisa menikah!"


"Tak ada yang gak bisa, kau tetap harus menikah dengan ku! Sahabat menjadi istriku secara agama dan negara!"


"Tapi Uncle! Umurku masih 15 tahun!"


Ah tampak melucu sekali!


"Tinggal memanipulasi tahun umur mu saja! Semua beres untukku! Uang menyelesaikan semua nya!"


"Tapi.... "


"Tak ada perlu kau risaukan! Semuanya aman! Sekarang kembali ke kamar mu, Istirahat lah!"


"Tapi... "


"Sayang! Istirahat lah ini sudah malam!"


"Ah baiklah Uncle! Selamat malam!" Ujar Nana yang hendak turun dari pangkuan itu, namun tertahan.


"Kenapa? Aku mah tidur! Katanya suruh istirahat!" Ujar Nana melayangkan protesnya.


"Jangan memangil ku Uncle! Aku bukan paman mu!" Ujarnya memperingati! "Sayang!" Panggil aku seperti itu, meminta dengan nada perintahnya.


"Sayang!" Panggil nya gugup.


"Ah manisnya! CUP!" Kecupan singkat di pipi membuat pipi Nana merona malu, kakinya melangkah tergesa-gesa untuk segera keluar.


gila! Kenapa jantung nya berpacu seperti ini! apa dia terkena serangan jantung! Terka Nana pada dirinya sendiri.


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


Happy Reading.


INFO!


Kenapa kok UP nya lama ya thor?


Karena Author lagi sebel pol sama pihak NT.


Kontraknya lama banget banget.


Hampir seminggu 😭


Dan level nya juga belum muncul!

__ADS_1


Dah ah!


Jadi maaf yak! ❤


__ADS_2