Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Sepotong Kue


__ADS_3

Sudah seminggu lamanya Marco tak kembali ke mansion, ada urusan bisnis dan pekerjaan katanya! Peduli apa Nana tentang itu.


Rumah terasa sepi namun hati Nana sangat bahagia. Ia tak perlu mengerjakan apapun untuk tuan nya yang gila itu.


Tak pulang sekalian juga tak apa!! Mati sekalian!!!


Eh jangan dulu, bebasin aku dulu baru mati!!!


Tapi Nana merasa kesepian, sepi dan rindu akan semua aktivitas di sekolah nya. Belajar dan setelah itu bekerja di cafe Pak Jeki.


Bermain dengan anak panti dan membuat kue.


Kue?


Kata itu terngiang-ngiang dalam benaknya, bisa bukan? Dirinya membuat kue toh semua bahan ada dan Nana di izinkan memakai bahan yang ada di kulkas.


Ah, kaki kecilnya melangkah turun ke bawah.


"Selamat sore Nona!" Ujar pelayan.


"Ya sore! Boleh aku meminjam dapurnya?"


"Nona ingin makan apa? Sebutkan saja!"


"Aku ingin membuat kue!"


"Biarkan kami yang membuatnya Nona!"


"Tidak! Aku ingin membuatnya sendiri!"


"Tapi.... "


"Tak apa, Uncle Marco tak ada jadi kau tak perlu khawatir, aku juga tak akan menghancurkan dapur mewah itu hanya untuk membuat kue bukan?" Ujar Nana menjelaskan.


"Baiklah Nona.... "


Berkutat dengan beberapa alat pembuat kue, ah ini akan menjadi semakin mudah saja. Semua alat yang ada sangat lengkap dan canggih semuanya.


Oke, 30 menit. Tunggu rotinya sudah dalam proses panggang.


Lidahnya sangat tak sabar merasakan kue coklet dengan lumeran coklat leleh di dalam nya, Ah nikmatnya.


Taman rumah, menjadi tempat dirinya menikmati cup cake coklat itu, ada beberapa yang tersaji di atas piring dengan toping yang berbeda semuanya tampak cantik dan indah. Sangat menggugah selera.


Tap


Tap


Tap


Derap langkah kaki membawa Marco masuk kedalam mansion dengan gagah.


"Dimana dia!" Ujar Marco, semua tau siapa yang di maksud oleh Marco.


"Nona ada di taman tuan!"


"Apa? Kalian membiarkan di sana sendiri? siapa yang bertanggung jawab kalau dia kabur!" Ujarnya, melangkah dengan kaki cepat menuju taman.


Ah gadis itu tampak senang dan tertawa riang, mulutnya mengunyah cap cake yang ada, beberapa coklat ada sedikit yang tertinggal di bibir nya.


Ah menggemaskan sekali.


"Sedang apa kau!"

__ADS_1


"Tidur Uncle!"


"Jawab pertanyaan ku dengan benar Nana!!!" Nadanya sudah di naikkan.


"Makan kue!" Ralat Nana.


"Kue? Aku tak pernah membeli kue murah seperti itu!"


"Bikin sendiri!"


"Kau mengacaukan dapur mewah ku! Awas jika ada barang ku yang pecah dan rusak Nana!!!" Nadanya kembali meninggi untuk memperingati.


Menghancurkan dapurnya? Gile! Masih sayang nyawa gue! Lirihnya dalam hati.


"Hah.... Aku tidak merusak apapun Uncle, aku hanya membuat kue!" Tunjuk nya pada kue yang masih tersisa satu, ini favorit Nana karena di atasnya ada toping keju. Ah dirinya memang menyisahkan yang terenak untuk di makan di akhir.


"Lantas kenapa kau memakan nya disini! Kau ingin kabur!"


"Tidak! Percuma juga kabur! Terima nasib saja jadi pelayan mu!"


"Berikan padaku!" Ujar Marco merebut paksa piring itu dari tangan Nana.


"Uncle, tapi itu.... "Hua, jangan mengambil roti itu, aku sangat menginginkan nya. Itu toping favorit ku, lengguhan tak rela itu hanya tertahan di hati.


Digigitnya kue itu oleh Marco,


Enak? kenapa mirip sekali dengan yang di buatkan oleh Bunda?" Lirih nya


"Dari mana kau bisa membuat kue itu!" Celetuk Marco bertanya.


"Itu, Aku mempelajari nya!"


"Buatkan lagi!"


"Tapi.... "


"Hah baiklah!" Kaki Nana melangkah masuk kembali ke dapur setelah bos gilanya juga pergi masuk kedalam kamar mandi.


"Jangan merusak atau menghancurkan apapun yang ada disini Nona!" Ucap Pitter kala ekor matanya melihat Nana masuk kedalam dapur, ah rasa kesalnya membuat dirinya mengambil beberapa wadah dengan kasar dan menimbulkan beberapa bunyi yang sangat nyaring.


"Baik tuan Pitter!"


"Setelah jadi, tuan meminta mu untuk mengantarkan ke ruang kerjanya!"


"Hem.... "


"Jawab aku dengan benar Nana!!!" Menaikkan nada suaranya.


"Baiklah aku akan mengantarkan nya!" Ujar Nana, padahal dalam hatinya berucap Enyahlah kau dari sini!!!!!! aku benci melihat mu dan bos gila itu yang merebut kue ku!!!!


...**********...


"Uncle ini kue nya!" Ujar Nana meletakkan kue itu di atas meja kerja, Marco langsung mengambil kue itu dan mengunyah nya,


Dia rindu rasanya terhadap bunda, wanita hebat yang telah melahirkan dirinya.


"Uncle" Panggil Nana harap cemas, tak ada kata sahutan atau jawaban? memang apa yang Nana harapkan? Toh setidaknya kuping Uncle gila ini masih berfungsi dengan baik.


Nana harus mengutarakan niatnya, mumpung sekertaris Pitter tak ada di samping bos gila itu.


"Izinkan aku kembali bersekolah?" Kebisuan nya membuat Nana meradang, hanya pergerakan bola mata saja yang di tunjukkan oleh Marco, dan mulutnya asyik mengunyah.


Hah, sabar Na! Sabar!

__ADS_1


"Aku harus menuntut ilmu supaya aku pintar dan bisa meraih cita-cita ku!"


"Kau akan tetap dungu dan jadi pelayan ku!" Final Marco, Akhirnya jawaban itu terucap namun sakit menyakitkan.


Tetap menjadi pelayan nya? Maksudnya apa coba ini? Ujar Nana bermonolog pada hatinya.


"Tapi Uncle, sudah ku katakan aku tak menyembunyikan om Louis!"


"Om? Cih! Kau sangat kenal dengan nya!"


"Uncle! kata om hanya di gunakan untuk memangil yang lebih tua, biar sopan!"


"Jadi aku tua?"


"Ya memang Uncle tua kan bagi ku!"


"Nana!!!!!!" Sorot matanya sudah menajam, sisa kue itu sudah di letakkan di atas piring. tangan nya sudah ingin berayun untuk menampar bahkan menyakiti Nana, entahlah hanya Marco yang tau itu.


"Ah itu, maaf! izinkan aku meminjam handphone mu sebentar saja untuk memanggil Bibi Siti!"


"Kau ingin kabur dan meminta bantuan? Tak akan bisa!" Remeh Marco dengan seringai licik, ah tangan nya sudah memainkan belati.


"Bukan! Ingin memberinya kabar..... "


"Kabar kau di culik dan di sekap oleh ku?"


"Aku tak ingin dia khawatir denganku, setidaknya aku akan berbohong bahwa aku baik-baik saja dan mendapatkan pekerjaan yang baru!"


"Hem.... "


"Aku tak ada niat untuk kabur dari mu Uncle, percuma juga bukan? Kau akan menangkap ku!"


"Hem... "


"Izinkan aku sekolah dari pagi hingga siang, setelah itu aku akan kembali kerumah ini tanpa melakukan hal yang merugikan mu!"


"Nyawamu akan menjadi taruhan nya jika kau merugikan ku!"


Glek!!!!!


"Ya Uncle! Aku akan menerima resiko apapun itu, asalkan kau mengizinkan aku bersekolah!"


"Hem... akan aku fikirkan!"


"Terimakasih Uncle! Nana permisi dulu!" Ujarnya hormat membungkukkan badan di hadapan Marco sebelum pergi.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Yang tanya visual, Wkwkwkwk....


Author bingung ini mau siapa๐Ÿคฃ Gak tau lah....


Satu dulu ya?


Visual Marco Smith Robert (30 Tahun)


Semoga sesuai dengan apa yang kalian bayangkan๐Ÿ˜†๐Ÿ™ˆ


Uncle Marco emang sukanya buka-bukaan gitu,


Untuk ukhti jangan lihat lama-lama ya, takut gak kuat ntar dosa jadinya๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


__ADS_1




__ADS_2