Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
Bonus 1


__ADS_3

Kejadian itu sudah 1 bulan lamanya berakhir. Ah kalian lupa? oke author ingatkan.


1 bulan yang lalu, rasa kelu dengan segala keterkejutan masih menyelimuti Cici kala itu.


Bagaimana mas Adi berlulut menyodorkan cinta memintanya menjadi pendamping? Romantis sekali bukan?


Dan kemana perginya Tuan Louis kala itu? Menghilang? Entahlah tak ada yang tau.


"Hayo ngelamunin apa!" ujar Mas Adi mengangetkannya.


"Jadian? diterima?" jawabannya adalah "Nol besar!" Ah tak apa Mas Adi sudah berucap akan menunggu Cici dan tak mendesaknya untuk menerima pinangan yang ia tawarkan tepatnya satu bulan yang lalu.


"Ayo pulang!" Tawarnya tanpa persetujuan dan langsung menarik pergelangan tangan Cici untuk keluar dari lokasi.


Oh ya, Cantik dan sempurna adalah perubahan yang mutlak yang di sandang Cici saat ini.


Ah jangan lupakan kepintaran Cici yang tak diragukan lagi bukan?


Oh ayolah jika kalian ingin membuat Cici tegas untuk menolak tawaran Mas Adi?


Arghhh, ayolah tau kan mas Adi itu siapa? Tau kan siapa yang membuatnya sampai di titik ini.


Semua berkat keluarga Papa Marco, Nana dan tentunya Tuan Muda Louis, cukup sadar diri saja. Memang mas Adilah yang pantas dan setara bersanding dengan nya. Masih tak yakin kah kau Cici?


...************...


"Hentikan kegilaan mu Louis!" Beberapa berkas di taruh kasar di atas meja oleh Papa Marco, tubuhnya di jatuhkan pada kursi tepat di hadapan adik tak tau diri.


Hey hey hey, jangan begitu... Aku lebih tampan dan otakku lebih cerdas darimu. Bathin Louis memberontak.

__ADS_1


"Apa?" Ucapnya tak mengerti dengan yang di maksud sang Kakak.


"Kau mau berapa wanita lagi bocah sialan!" Ujarnya dengan melembar beberapa foto.


"Bukan aku yang menginginkan mereka, tapi mereka yang mau bermain dengan ku? siapa yang menolak pesona ketampanan mu!" Ujar Louis dengan ponggah.


"Jika kau bukan adikku! Nyawamu akan melayang hari ini juga sialan!" ujarnya ketus kala melihat nada sombong yang terkesan sangat ponggah.


Ayolah, memang apa yang dikatakan Tuan Louis benar apa adanya bukan? Keluarga Papa Marco juga tak ada duanya. Wajah tampan nya masih wara wiri menghiasi majalah bisnis dengan Baby Marfin yang selalu tampil.


ah alibi saja, untuk menutupi sifat ganas sang mafia wkwkwkkw....


"Kau sudah tua bodoh! Cari wanita yang sederhana yang akan bisa menemanimu!"


"Hahahhaha...." tawa menggema di ruangan itu, Memang adik tak tau diri kan Louis. "Semua wanita sama bagiku, mereka hanya menginginkan uang dan aku bisa membelinya!" Ujarnya kembali.


"adik setan, istriku beda dia sangat cantik dan berhati malaikat!" Ujar Papa Marco protes, enak saja semua wanita sama.


"Yayayayaa..." Ujar Louis dengan tatapan jenggah..


"Kau adikku satu satunya, cari bahagiamu bagaimana pun caranya. karena kau berhak bahagia. Aku malas mengakui itu, tapi aku menyayangimu..." Ujar Papa Marco berdiri dan menepuk pundak Louis, melangkah pergi.


...***********...


Jas di lempar dengan percuma, tak lupa segelas botol wine yang ada di tangannya. ditengguk perlahan menikmati setiap tetes air wine yang masuk kedalam kerongkongan nya.


"Dia berhak bahagia?"


"Apapun caranya?"

__ADS_1


Kalimat itu terngiang dengan jelas di otaknya.


...Haruskah ia membuat Cici mengandung benihnya? Bisa di coba?...


...************...


"Sampai kapan kau menyembunyikan ini?" Ujar Sabrina pada Mas Adi.


"Apa? Ini penyakit biasa, sudahlah kau tak usah melebih-lebihkan seperti itu!" Ujar Mas Adi tampak acuh.


"Nana berhak tau, karena dia menyayangimu bahkan sudah menganggapmu sebagai kakaknya!"


"Jangan beritahu dia!"


"Tapi dia berhak tau!"


"Berapa sisa usiaku!" Ujar Mas Adi tanpa ragu.


"Mas Adi ini...."


"Berapa? Katakan saja!"


"6 bulan!" lengguhnya dengan begitu lirih, tapi umur manusia hanya Tuhan yang tau bukan?


"Resepkan obat untukku dan jangan beritahu siapapun!"


"Mas adi tapi ini..."


"Terimakasih dokter sabrina....." Ujar Mas Adi pamit melangkah pergi.

__ADS_1


Sabrina? Adik dari Jeni, wanita yang mencintai Papa Marco dan Tuan Muda Wilson secara bersama sama namun berakhir tragis karena telah mencoba melakukan pembunuhan terhadap Nana.


...***************...


__ADS_2