Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Wulan Putri ku!


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan kenapa aku.... " Ujar Nana, kantuknya sudah tak bisa di tahan lagi setelah Hilda menyuntikkan sebuah cairan dalam tubuhnya.


"Selamat beristirahat nona!" Ujar Hilda tersenyum, entahlah itu senyum tulus menolong Nana atau hanya senyum malaikat pencabut nyawa.


"Bagaimana?" Tanya Wilson yang tiba-tiba masuk kedalam.


"Nona tidur tuan!"


"Cairan apa yang kau suntikkan?" Ujar Wilson memicingkan.


"Hanya obat tidur agar Nona tak menyusahkan kita!" Jawab Hilda dengan gugup.


Demi dunia dan seisinya, semoga Tuan muda Wilson percaya hanya cairan obat tidur.


Hilda, Gadis ini sebenarnya baik hanya saja. masa lalu yang buruk memaksanya untuk dewasa sebelum umurnya membuat dirinya harus berjuang hidup dan pada akhir keputusasaan nya, Wilson datang untuk menolong.


Sumpah dan janji yang menganggap Wilson malaikat penolongnya membuat ia rela mengabdi.


Sesal, tak lebih kata paling sial yang ada untuk merutuki mulutnya sendiri. Nyatanya Wilson adalah pria gila. Hah.... untungnya ia hanya bertugas menjaga kesehatan Nyonya besar, Mama Lisa.


"Jangan coba-coba berbohong dan mengkhianati ku!" Ujar Wilson memicingkan dengan sempurna.


"Tidak tuan muda! Saya permisi!" Lari adalah jalan terbaik untuk saat ini.


Semoga anda dan bayi anda sehat selalu Nona, percaya lah saya sudah melakukan yang terbaik yang saya bisa. Lirih Hilda.


...**********...


Pencarian tetap di lakukan, sudah seminggu keberadaan Nana tak kunjung di temukan, membuat bos mafia ini mengeram kesal.


Keadaan nya sudah sangat berantakan, bahkan tak terurus.


"Sampai kapan sialan!" Ujarnya membanting gelas vodka yang sudah habis ia tengguk, tangan kekarnya mengacung dengan congkak ke arah Pitter.


"Maaf tuan! Semua sedang berusaha!" Ujar Pitter sopan, bagaimana pun ia harus menyelesaikan masalah ini dengan tenang dan pikiran dingin, jangan ikut terbawa suasana yang tak baik dari bos nya.


"Jangan terus meminum!" Ujar Papa Robert langsung mengambil alih botol itu dan meletakkan nya.


"Minggir! Kau... kau... yang membuat... Huek... Aku... untuk... memimpin perusahaan kecilmu!" Ujar nya dengan mabuk mengacung ke arah Papa nya.


"Dan aku, kehilangan dia... Kau.... " Sinis Uncle Marco lagi.


Byur!!!


Peduli apa dengan sang putranya, air dingin segelas langsung di guyurkan ke wajahnya.


Shit!!!!!


"Sadar! Bersihkan dirimu! Apa Nana akan di temukan jika kau seperti orang bodoh!!!"


"Pa diamlah! Kau membuat ku pusing!"


"Bersihkan dirimu! Sadar! Papa sudah menemukan dimana Wilson menyembunyikan istrimu!"


"Ayo kesana!"

__ADS_1


"Mandi anak sialan! Kau menjijikkan!"


...*************...


Sudah seminggu Nana di sekap, hanya akan di beri makan sehari sekali, kadang dengan Gila nya bos itu mencengkram kuat kedua bahu Nana membuat mentalnya kian memburuk dengan kata kasar penuh ancaman. Untungnya Ada Hilda, dia yang senantiasa mengendap untuk menyuntikkan beberapa vitamin dan obat-obat an.


Nona, saya mohon jika berhadapan dengan tuan muda bersiaplah takut dan teraniaya, tunjukkan bahwa Nona lemah dengan semua nya.


Ah Hilda, nyatanya dia memang gadis yang baik bukan. Terimakasih Kak.


Malam ini Nana harus bisa keluar dari rumah itu bagaimana pun caranya. Hatinya merindu pada sang suami.


"Apa yang akan anda lakukan nona!" Tanya Hilda.


"Kabur!"


"Jangan bertindak konyol! Rumah ini jauh dari jalan raya, anda harus melewati hutan sepanjang 1 km untuk mencapai jalan raya!"


"Apa! Kau membohongiku!"


"Tidak! Pikirkan bayi anda!"


Dor!!!!


Dor!!!


Dor!!!


Bunyi tembakan menggema memenuhi isi ruangan itu, sangat memekakkan telinga.


"Tidak!"


"Anda ingin mati mengenaskan disini?"


"Tapi.... "


"Kita tidak tau siapa yang melakukan penyerangan di luar, kalau itu Tuan Marco anda berada dalam keberuntungan. Tapi kalau bukan Tuan Marco bersiaplah nyawa anda akan Melayang bersama bayi anda!"


"Tapi aku... "


"Tak ada waktu untuk berfikir, silahkan ikut saya nona!"


Derap langkah kaki melangkah menuju ruangan bawah tanah, dimana Nyonya besar Wilson terbaring sakit.


Ini merupakan tempat paling aman setidaknya, jika rumah besar rata dengan tanah, tempat ini masih akan tetap berdiri dan aman.


Entahlah, Wilson terlalu cerdas menyeting rumah itu dengan sedemikian rupa, menyesuaikan kemungkinan yang terjadi.


"Dia siapa?" Pekik Nana melihat Nyonya besar terbaring tak berdaya.


"Jangan mendekat, itu ibu Tuan muda nona!"


"Ibu?"


"Ya.... " Jawab Hilda singkat, Nampaknya saran dan perintah dari Hilda tak di hiraukan oleh Nana, kaki nya melangkah mendekati ranjang.

__ADS_1


Duduk dengan tenang, tangan nya terkulur membelai lembut pipi Nyonya besar, Entahlah ada rasa sakit kala melihat wanita tua yang masih cantik itu berbaring tak berdaya.


"Nyonya, anda sangat cantik sekali persis seperti ibu saya! Kalau Nyonya bangun saya akan memberikan pelukan dan menemani Nyonya!" Ujar Nana mengelus dengan lembut, Ah ia rindu pada ibu nya yang telah meninggalkan dunia.


"Singkirkan tangan mu dari Mama ku!" Ujar Wilson datang, tangan kekarnya menghempas dengan kasar tangan milik Nana.


"Anda tak apa nona?" Ujar Hilda bertanya.


"Hem?"


Detik berikutnya alat detak jantung berpacu, tubuhnya Nyonya besar menunjukkan pergerakan yang membingungkan.


"Hilda!!!"


"Baik Tuan muda, tenang lah saya akan memeriksa Nyonya besar!" Ujar Hilda me mulai pemeriksaan nya.


"Kau akan mati jika terjadi sesuatu dengan Mama ku!" Ujar Wilson memicing dengan tajam.


"Aku... tidak melakukan apapun!" Ujar Nana dengan gemetar.


"Anda sudah sadar nyonya?" Ujar Hilda, kalimat sadar membuat Wilson mengalihkan pandangan nya.


"Mama... " Panggil Wilson dengan terharu.


"Wulan?" Panggil Mama Lisa.


"Ma? Ini Hilda bukan Wulan!"


"Itu Wulan putri Mama!" Ujar Mama Lisa menunjuk pada Nana,


"Ma dia... "


"Wulan kemari!" Ujar Mama Lisa melambaikan tangan menyuruh Nana mendekat.


"Wulan... jangan tinggalin Mama!" Ujar Mama Lisa kala Nana sudah dalam pelukan nya.


Keadaan yang cukup membingungkan? Kenapa Mama Lisa memanggil Nana dengan sebutan Wulan?


"Apa yang terjadi dengan mamaku!" Bisik Wilson bertanya pada Hilda atas keadaan yang cukup membingungkan ini.


"Saya belum tau Tuan muda! Tapi ini merupakan mukjizat besar, karena Nyonya bisa sadar dari komanya!"


"Apa yang bocah kecil itu katakan! Kenapa Mama ku bisa sadar!" Bisiknya lagi.


"Nona Nana tak melakukan apapun, dia hanya menyuruh Nyonya besar bangun dan dia akan berjanji menjaga Nyonya besar jika Mau bangun!" Ujar Hilda menjelaskan dengan setengah berbisik.


"Bagaimana bisa?"


"Saya tak tau Tuan muda!"


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Hay guys.


mohon maaf kalau gak bisa UP teratur, Hand phone lagi bermasalah ini gak bisa di ajak kompromi hi hi hi hi....

__ADS_1


Siapa yang melakukan penyerangan itu? Kenapa Wilson bisa sampai di ruang bawah tanah dengan selamat? Apa benar Nana adik dari Wilson? Jika iya? Maka anak yang Nana kandung berasal dari bibit musuh terbesar keluarga Wilson? Duh aku kalau jadi Nana bingung😭🀣


__ADS_2