Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Sosok Jeni


__ADS_3

Jari diketuk, peluh membanjiri. Ini sudah pukul 3 dini hari pagi. Nana masih dengan setia memejamkan matanya.


Denyut nadi berpacu, entahlah rasanya teriris melihat sang istri seperti ini.


Ruang lab rumah sakit di kuasai oleh Hilda, sampel darah Nana di ambil untuk di deteksi penyebab dan racun seperti apa yang bersemayam.


Bruk!!! tubuh Hilda luruh ke lantai. Racun ini, adalah racun yang ia buat dengan teman sebaya nya dulu saat menuntut ilmu. Namun banyak kegagalan yang menghampiri sehingga Hilda memutuskan untuk tak melanjutkan nya.


Dilain sisi, juga karena ada masalah pribadi yang ada antara dirinya dengan sahabatnya itu, Jeni namanya.


"Jeni, saya yakin dialah orang yang menyempurnakan pembuatan racun ini tuan!!" Sesal Hilda menyampaikan fakta terburuk itu.


"Siapa jeni!!!" Ujar Papa Marco bertanya menyelidik.


"Dia adalah sahabat saya dulu waktu kuliah, kami berambisi untuk memciptakan racun yang hebat tapi selalu mengalami kegagalan hingga saya memutuskan untuk tak membuatnya!" Tutur Hilda memberikan penjelasan.


"Dan saya tak tau mengapa Jeni berhasil mengembangkan racun ini!!!" Tarikan nafas penjelas terkahir begitu berat.


"Kau pasti bisa kan? membuat penawarnya! Atau kau hubungi sahabatmu meminta penawar itu!!!" Ujar Papa Marco, istrinya pasti bisa sembuh, ada setitik harapan untuk istrinya kali ini.


"Saya tak bisa membuat penawar itu tuan! Hanya jeni yang bisa. Dan dengan berat hati saya katakan, hubungan saya dengan nya tak baik baik saja! Dan saya terkakhir bertemu dengan nya adalah 2 tahun yang lalu!!!" Ujar Hilda menundukkan kepalanya.


"APA!!!!!!!" Masih tak terima saja.


"Saya akan berusaha tuan!!!" Ujar Hilda.


Lebih dari 5 jam Hilda berkutat di ruangan lab itu, ia tak tidur sama sekali. Sudah beberapa kali melakukan percobaan namun selalu berujung gagal. Hingga pukul 9 pagi, keadaan nya begitu mencekam. Nana harus butuh segera obat penawar itu.


"Arghhh...." semua alat pecah dan luruh kelantai. sudah ke 10 kalinya Hilda membuat penawar dan hasilnya gagal!!!


Dia Gagal!!!!


Jalan satu satunya memang hanya menemukan keberadaan Jeni dan meminta penawar itu langsung kepada mantan sahabatnya.


"Aku akan membantumu! Ikut aku!!!" Ujar Pitter, Entahlah! Hilda di ujung frustasi. Mobil melaju membelah jalanan pagi itu.


"Makanlah!!" Ujar Pitter memberikan sekotak nasi pada Hilda.


"Aku tak bisa!!!"

__ADS_1


"Kau harus makan!! Pikirkan kesehatan mu!!!" Ujar Pitter menasehati.


"Tapi..."


"Jangan banyak membantahku Hilda!!!" Titah Pitter.


"Baiklah....!"


...*************...


"Kau tau dia siapa bukan?" Tanya Pitter.


"Ya! Dia Louis bukan? adik tiri dari Tuan Marco." Tanya Hilda memastikan.


"Ya! tapi agaknya kau lupa kemampuan nya!"


"Astaga!!!" Ujar Hilda menepuk jidatnya.


Siapa yang tak tau Louis? Masih muda? Jangan lupakan fakta bahwa di hacker terkanal yang bisa membobol sistem keamanan seseorang hanya dengan waktu beberap menit saja.


"Aku akan membantu kalian!!!" Ujar Louis, ia sudah mendengar semua yang di ceritakan oleh Hilda mengenai kondisi terkini dari kakak iparnya Nana.


"Cici!!! keruangan ku!" Sambungan telfon di matikan sepihak oleh Louis di ujung sana.


"Jadi....!" Hilda begitu kaget akan fakta yang baru saja di ungkap.


"Jadi? ya itu... Nyawa Nana menjadi incaran nya!!!" Jawab Louis dengan santai.


Tok


Tok


Tok


"Permisi tuan!!!" Ujar Cici masuk kedalam ruangan itu, dua orang menatap cici dengan pandangan yang sulit di artikan.


Siapa pelayan itu? mengapa ia di perbolehkan masuk? apa hubunga nya dengan kasus Nana saat ini.


"Kemarilah..." Titah Louis,

__ADS_1


"Dia Cici, Asisten Jessica. Dia tinggal dan bersembunyi di rumahku karena dia dituduh membunuh Jessica." Terang Louis.


"Tuan muda, bagaimana anda tahu?" Tanya Cici kaget, bukan kah ia tak pernah bercerita tentang mantan majikan nya bernama siapa.


"Sebelum menolong orang! Aku pasti akan menyelidikinya terlebih dahulu Cici dan aku tau kau tidak bersalah!!!!" Ujar Louis menerangkan.


"Maaf tuan... Bukan maksud saya..." Ujar Cici dengan nada terbata.


"Kau bisa jelaskan pada kami? bagimana sosok Jeni? kakak dari Jessica?" Ujar Louis, tak ingin basa basi lagi, waktu sudah tak bisa di ajak kompromi.


"Baiklah tuan, Nona Jeni dialah yang membunuh Nona Jessica adik kembarnya sendiri. Yang saya ketahui, Tuan dan Nyonya lebih sayang terhadap Nona Jessica karena ia bisa membanggakan nama baik keluarga mereka lewat karir modelnya saat itu. Sedangkan Nona Jeni hanya ingin menjadi seorang dokter. Dan malam itu, Nona Jessica melihat bagaimana kakaknya membunuh kedua orang tuanya yang selalu membela Jessica di bandingkan dirinya. Setelah itu hubungan mereka menjadi tak baik, Nona Jessica makin menggila dalam bekerja namun dia juga takut jika dirinya akan menyusul orang tuanya seperti yang dilakukan Jeni." Tutur Cici dengan nafas panjangnya.


"Dan untuk Nona Sabrina? Saya kurang tau tuan! Saya tak hafal pasti dengan wajah nya!" Jujur Cici, ya karena memang dia hanya menemani dan mengawal Jessica kemanapun sang bos itu pergi.


"Kau boleh keluar! Terimaksih!" Ujar Louis.


"Nah...." Kata Louis, kala sudah bisa mengakses bagaimana rupa Sabrina, adik kandung dari Jessica dan Jeni.


"Bukan kah dia..." Wilson masuk keruangan itu dengan tak tau dirinya.


Arghh.... Sudahlah selain Papa Marco tuan muda itu juga susah di kendalikan. bertindak sesuakanya.


"Dia orang yang menolongku! Dan dia bekerja di mansion ku!" Jujur Wilson dengan nada lantang.


"Jadi dia..." Semua orang saling berpandangan dan sudah di pastikan siapa yang menaruh racun itu bukan.


Jari lincah Louis, kembalu menari di atas laptop milikmya. Melihat ulang cctv yang terpasang di rumah Hilda saat pertunangan itu dan.....


Ada beberapa menit yang di hilangkan pada rekaman cctv, begitu sempurna. Wajah Sabrina terpampang jelas di cctv yang menunjukkan dialah pelaku utama yang menaruh cairan racun itu.


...**************...


...Happy Reading!!!!!!!!!!...


...Mohon maaf jika ada typo atau apapun itu, hehehehe......


Diharap maklum karena ngetiknya tengah malam


...Kalau ada kata yang ambigu, lebih baik di tanyakan saja di kolom komentar ya......

__ADS_1


...Terumaksih........


__ADS_2