Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Bersekolah


__ADS_3

Seminggu berlalu, Uncle Marco belum juga pulang ke mansion miliknya.


Aneh, sikap yang dapat menggambarkan kondisi Nana saat ini! Gadis itu tak suka bahkan alergi mencium bau keju.


Padahal Keju termasuk ke dalam jajaran makanan favorit nya.


"Nona!" Panggil Hilda, pelayan ini sudah memperingati beberapa kali. Kala Nana tak berhenti memakan mangga muda dengan cabe tabur di campur micin.


Bergidik ngeri atas reaksi apa yang akan di timbulkan oleh lambung si penerima, namun Nana tak mengidahkan saran dari Hilda, bibir mungilnya terus mengunyah.


Hingga malam menjelang, perut tak lagi bisa di kondisikan. Mual dan muntah. membuat Hilda kalang kabut, pasalnya setelah menelan makan malamnya tubuh Nana langsung pingsan luruh ke lantai.


Dokter Dimas, di panggil dengan segera untuk mengecek kondisi Nana, gadis yang harus di jaganya.


"Bagaimana dok?" Tanya Hilda harap cemas,


"Hah.... Dia hamil, usia kandungan nya masih 1 bulan! Janin nya masih sangat lemah." Ujar Dokter Dimas memberitahu.


"Apa?"


"Saya sudah meresepkan obat untuknya dan penguat janin, tolong pastikan dia meminum itu dan jangan membuat nya setres!" Saran dokter Dimas.


"Ah ya terimakasih dok!"


"Sama-sama, kau harus lebih ekstra menjaga nya!"


Manik mata itu memohon, setelah kepergian dokter Dimas, Hilda di panggil untuk mengunci mulutnya.


"Jangan katakan bahwa aku mengandung anak nya! Ku mohon!" Lirih nya kembali pada Hilda.


"Tapi! Bos akan marah jika aku tak memberitahu nya!"


"Aku mohon kak!" Ujar Nana kembali mengiba.


"Ah Baiklah...!!!!" Pasrah nya.


Brak!!!!!!


Pintu di buka paksa, Uncle Marco menatap kedua nya dengan sorot mata yang tak terbaca, kaki di buat melangkah tergesa-gesa masuk kedalam.


Doa di rapalkan oleh Hilda, semoga bos mafia ini tak mendengar apapun yang keduanya perbincangkan.


"Saya permisi tuan!" Ujar Hilda berlalu pergi, agaknya bos mafia ini ada beberapa hal yang perlu di sampaikan pada Nana secara pribadi bukan?


"Apa yang kau lakukan!" Ujarnya bertanya, lembut tapi bagi Nana ini bukan momen yang pas untuk si gila ini bertanya tentang dirinya.


Semoga kebohongan bisa memihak padanya untuk tetap bungkam.


"Tak ada, aku hanya salah makan!" Jawabnya.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin? Aku sudah menempatkan chef terbaik disini! Semua gizi sudah ku atur sedemikian rupa!" Kilahnya, alasan apa itu? Salah makan! Jangan mulai atau berani membohongi seorang Marco!


"Itu fakta! Karena aku tadi makan rujak mangga muda!" Tutur Nana menjelaskan.


Sorot mata begitu memicing dalam, Mangga muda?


"Jangan berfikir hal aneh! Aku hanya ingin memakan nya! Tak ada yang lain! Atau ada hal lain yang ku sembunyikan!"


"Bagus!" Ujar Uncle Marco.


Hening.....


"Aku sudah mendaftarkan mu sekolah! Ini percepatan, jadi kau bisa lulus hanya memerlukan waktu 2 tahun!"


"Bagaimana mungkin?"


"Semua mungkin bagi seorang Marco, uang yang berbicara!" Nada congak kembali dia layangkan pada Nana.


"Kapan aku bisa bersekolah?"


"Besok! Sekarang tidurlah!"


...************...


Agaknya bukan hal baik jika Uncle Marco mengantarkan nya kesekolah. Si gila ini dengan tak tau malunya mengecup pipi Nana sebagai salam perpisahan.


Dengan segudang perintah untuk tak berdekatan dengan laki-laki.


"Jangan pedulikan mereka! Ini milikku! Kau bebas melakukan apapun!" Ujar Marco.


Kaki melangkah masuk, cukup sampai di gerbang mengantarkan Nana ke sekolah. Menolak keras untuk mengantarkan sampai ke kelas, hingga negosiasi kolot itu di menangkan oleh Nana.


Tak hanya sampai di situ, Hilda yang umurnya sudah menginjak 25 tahun di paksa untuk bersekolah kembali dan menjadi teman Nana di sana!


Soal biodata! Manipulasi saja! Uang Uncle Marco banyak itu sesuatu hal yang mudah.


Bila nilai Nana jelek dan ia tak mau lagi bersekolah, ya sudah beli ijazah saja! Bayar dengan segudang uang beres. Bagi Uncle Marco ijazah hanya sebuah kertas, memang di pergunakan untuk melamar pekerjaan.


Tapi bertahan di dunia kerja dan meningkatkan kualitas diri tak bisa di ukur dengan ijazah, hanya kerja keras dan pembuktian mampu, yang bisa menghantarkan kita pada titik sukses.


Semua berjalan seperti biasanya, lancar.....


"Na!!!" Panggil nya melengking.


"Diem Uncle! Aku ngantuk!" Ujar Nana memejamkan matanya, peduli apa dengan bos gila itu. Matanya sudah tak bisa di kondisikan ingin mengarungi mimpi.


AC dalam mobil itu seolah mendukung suasana, dan rasa kantuk kian tak tertahan kan.


"Jangan pegang-pegang bau... " Ujar Nana melangkah masuk kedalam Mansion kalau mobil yang di tumpangi sudah sampai.

__ADS_1


Niat hati ingin menggendong Nana masuk agar tidur nya tak terganggu, malah gadis itu ingin di tebas mulut nya.


"Tuan! Sabar! ingat pesan dokter!" Kata peringatan itu terucap dari bibir Pitter sebelum Marco mengeluarkan taring nya.


"Kau lihat dia sudah mulai berani dengan ku! Ingin ku cincang saja tubuhnya!" Ujar Uncle Marco menatap sengit tubuh Nana yang menghilang.


"Uncle... " Pekiknya melengking memenuhi ruangan. Kaki di paksa melangkah tergesa-gesa masuk kedalam.


Astaga!!! Apalagi yang dilakukan bocah itu....


Bruk!!!!


Pelukan hangat itu mendarat ke tubuh Uncle Marco.


"Ada apa?" Tanyanya.


Guk.... Guk... Guk...


"Uncle!!!" Lirihnya ketakutan.


"Chocky!!!! come!!!" Ujar Uncle Marco, anjing kesayangan Uncle Marco yang begitu menggemaskan dengan bulu lebat kecoklatan yang terawat dengan baik.


"Jangan takut! Dia baik!" Ujarnya, tangan kecil Nana perlahan di tuntun untuk mendekat.


Benar, Chocky menggemaskan.


Anjing itu langsung menubruk tubuh kecil Nana, bermain gemas dengan lidahnya yang ke sana kemari membuat Nana kegelian dan cekikikan.


"Pitter, bawa Chocky kembali!" Titahnya.


"No! Aku ingin bermain dengan nya! Ayo Chocky!!!" Ujar Nana, anjing itu dengan patuhnya menurut setiap kaki Nana melangkah.


Gadis aneh!!! Tadi bilang nya takut! Nah sekarang malah dia yang main!


...🍒🍒🍒🍒🍒...


...Happy Reading guys...


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


Gak kasihan apa? Nana umur 15 tahun kok udah hamil dan bla bla bla?


Jawab : Ini dunia novel! Plis! Jangan hubungan dengan kenyataan! Kalau memaksa menghubungkan, di dunia nyata sering mendengar kasus anak di bawah umur di perkos* bukan?


Bukan gak kasihan, sejak awal sudah ada pemberitahuan ini novel area dewasa dan harap bijaksana menyikapi setiap part.


Pada dasarnya gak ada novel yang sempurna seperti apa yang kita bayangkan, meski penulis sudah memberikan yang terbaik dalam setiap karyanya.


Mencapai titik puas tiap manusia juga berbeda? Boleh buat novel sendiri kalau memang sampai sekarang TIDAK ada novel yang memberikan kamu alur puas dalam tiap ceritanya.

__ADS_1


...Sekian dan Terimakasih ❤❤❤❤...


__ADS_2