Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Usulan Gila Papa


__ADS_3

Sudah seminggu lamanya, terhitung sejak pelarian nya kabur yang gagal pada malam itu.


Sudah seminggu juga menjadi pelayan bos mafia gila dengan segala sikap ingin di bunuh.


Ah aura dalam diri Nana sudah berubah, dia lembut dan penuh kasih sayang tapi tidak jika berhadapan dengan Uncle Marco! Kita harus berani, jika tidak kita akan semakin di tindas olehnya!


Halah! kalau Marco sudah mengeluarkan sorot mata tajam, Nana masih saja takut! Tak takut si! Sayang nyawa.


"Tuan Marco!" Ujar Jessica saat masuk ke ruang keluarga.


"Tuan saya permisi!" Ujar Pitter membungkukkan tubuh. Sorot matanya memberi kode kepada Nana untuk segera mengikutinya keluar dari ruangan itu.


"Kau tetap disini Nana!" Sebelum dirinya berucap ingin pergi, Marco sudah memberinya titah untuk tak pergi.


"Aku merindukan mu!" Bisikan Jessica dengan begitu sensual.


Demi apapun! Pikiran jelek Nana tolong!!!! Jangan nodai fikiran atau mempertunjukkan yang tak seharusnya di lihat oleh gadis seusia Nana! Biarkan dirinya keluar dan pergi! Jangan menahan ku Uncle Marco gila!!!!!


"Mainkan!" Ujar Marco dengan seringai liciknya.


"Tapi dia?" Harap cemas takut, ada satu orang yang ada di ruangan itu kecuali mereka berdua,


"Anggap tak ada!"


Dasar Setan! Aku manusia! Apa mulut mu tak bisa berucap untuk menyuruhku pergi! Demi Apapun aku berharap kau akan mengusirku kali ini! Mulut mu jangan sebisu itu Uncle Marco!


Gerutu Nana mendelik tajam, ah hanya itu yang ia lakukan tak berani bereaksi atau berucap apapun.


Ayolah Na! Kau sendiri takut bukan? Keluar seenaknya dari ruangan itu tanpa ada titah dari Uncle Marco! Katakan bahwa dirinya terjebak dengan keadaan yang begitu buruk!


Permainan di mulai, sudah kepalang tanggung juga bukan! Pejamkan mata adalah jalan satu-satunya! Untuk telinga pura-pura menjadi tuli saat ini! Ah dirinya ingin mewujudkan umpatan Uncle Marco untuk tuli saat ini juga.


"Tuan! Ini nikmat!" Ujar Jessica.


Demi langit bumi dan seisinya Nana benci dengan suara gadis cantik itu! sangat menjijikkan sekali.


"Nana keluar!"


"Baik Uncle!" Ujar Nana bergegas pergi dari ruangan itu! Syukur lah mulut Uncle itu masih berfungsi dengan semestinya dan di saat yang tepat.


"Jangan fikirkan apapun!" Ujar Pitter menyambut kedatangan Nana yang keluar dari balik pintu.


"Om Pitter!! Apa!!!!" Delik Nana dengan tajam, Ah persetan dengan status bahwa dia tangan kanan Uncle Marco yang artinya kekuasaan nya sama mengerikan dan kejam. Nana dalam mode marah dan ingin menelan hidup orang.


"Kau mulai berani dengan ku nona! Jaga batasan mu?" Ujar Pitter merapatkan tubuh ke Nana, memperingati gadis ini.


Ingin sekali dia membuat Nana kembali ke memori seminggu yang lalu dimana dirinya lah yang membuat Nana selamat dari gerbang kematian.


"Pittter mundur! Hanya aku yang boleh menghukum nya!" Ujar Marco,

__ADS_1


Bukan nya bosan nya tengah bermain dengan Jessica? Kenapa bisa keluar secepat ini?


"Maaf bos!" Ujar Pitter mundur.


"Urus Jessica! Hentikan fikiran mu yang terus bertanya tentang ku!" Ujar Marco, apa bosnya memiliki ilmu membaca pikiran orang lain? Mengapa dirinya bisa tau apa yang ada di dalam benak Pitter.


"Maaf tuan! Baik!"


"Simpan maafmu! Kau tau aku membenci kata itu!"


"Baik bos!"


"Nana ikut aku! Siapkan air hangat untukku aku ingin mandi!" Ujar Marco melangkah dulu pergi masuk kedalam kamar nya.


Cih!!! Menjijikan sekali!!!! Dasar Playboy! Hiii!!!! Nana masih saja jijik, fikiran nya melayang pasti keduanya sudah melakukan yang tidak-tidak tapi kenyataan nya Marco tak melakukan apapun kepada Jessica hari ini Entahlah moodnya tiba-tiba tak bagus!


Tapi kalau kemarin-kemarin ya semangat buat mencolok dong.


...********...


Kursi ruang tamu itu kembali dengan atmosfer yang tak bisa di baca, Papa Robert tiba-tiba datang kala Marco ingin memejamkan mata.


"Waktu mu sudah tiba!"


"Aku tidak minat dengan semua itu Pa! Kau kerjakan sendiri!"


"Peduli apa dengan darah yang mengalir di tubuh kita?"


"Jaga bicaramu dengan Papa, Marco!"


"Papa? Hah!!!! Kemana kau saat Bundaku mati!"


"Marco!!!!" Teriak Papa Robert menggema.


"Papa tak sedang di hutan! Jangan berteriak!"


"Silahkan menikah dan punya anak laki-laki! Kau akan terbebas dari tanggung jawab itu!"


"Kenapa tak Papa saja yang menikah?"


"Marco kau...."


"Bukankah dulu Papa menikah dengan jalang itu?"


"Jaga batasan mu!" Ujar Papa Robert amarahnya sudah tak bisa di tahan lagi, jika mengingat ini bukan putranya sudah tembak mati saja.


Derap langkah kaki mendekat, perlahan. Nana datang membawa teh hangat dan beberapa cemilan.


Cuaca sedang dingin bukan kalau malam? Nampaknya minuman hangat lebih tepat untuk di suguhkan.

__ADS_1


"Silahkan tuan!" Ujar nya tersenyum ke arah Papa Robert.


Klise memori berputar! nampak nya Papa Robert sangat mengenal wajah Nana? Siapa dimana? Arghhh.... Rasanya semua kembali berputar! Otak tuanya tak tau harus menerka siapa yang dia kenal di masa lalu.


"Cih! Pulang Pa!" Ujar Marco dengan dingin, anak tak tau diri, Papa nya sama sekali belum menyentuh minuman itu tapi di suruh pulang.


"Namu siapa?" Tanya Papa Robert pada Nana.


"Saya tuan?"


"Ya namamu siapa?"


"Nana tuan!"


"Selera mu terlalu rendah Pa! Aku memang mengizinkan mu menikah tapi tidak untuk dengan wanita itu! Penampilan nya begitu lusuh! Jangan lupa dia lebih pantas menjadi cucu mu!" Ujar Marco meremehkan.


Sebenarnya apa yang terjadi di antara keduanya? Menikah? Siapa?


"Diam!! Papa tak ingin menikah dengan nya! Tapi menyuruh mu menikah dengan Nana!"


"Bhabahahaa... Dengan dia? Kurasa matamu sudah buta Pa? Apa yang kau lihat dari gadis jelek ini?" Kalimat hinaan telak.


Rasanya Nana ingin menghantam wajah itu dengan nampan yang di dekap! Seenaknya saja mengatakan Nana jelek! ia tak. jelek namun standar.


Standar di bawah rata-rata. Peduli apa? Kakinya melangkah pergi masuk kedapur meninggalkan kedua Ayah dan Anak itu! Biarlah mereka bertarung dan berdebat.


"Kau yang memimpin atau kau berikan darah daging mu pada Papa!"


"Aku tak suka kau mengatur ku Pa!"


"Ya sudah jika kau tak mau menikah suruh para jalang mu, wanita malam mu untuk mengandung putramu!"


"Itu akan sangat merepotkan ku di masa depan! Aku tak mau! Mereka akan menjadi kelemahan ku!"


"Berarti kau lah yang memimpin Garuda Grup!"


"Pa!"


"Tak ada bantahan Marco! Ku yakin kau mengenal Papa! Ingat, sebelum kau ada di dunia hitam ini, Papa lah yang mengajari semua nya, tentang fisik dan sikap kejam! Jangan lupakan itu!"


"Dan aku membenci garis takdir hidupku!"


"Kau tak punya pilihan untuk memilih! Berhenti berdebat! Papa tunggu minggu esok kau datang kekantor! Dengan setelan jas bukan kaos sobek-sobek seperti brandalan!"


"Pulang Pa!!!"


...******...


Happy Reading❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2