
"Kau nakal!" Ujar nya memeluk posesif istri kecil nya, bagaimana tidak? Nana dengan berani nya menggunakan lingerie hitam tipis yang sangat mencolok kontras dengan warna putih kulitnya.
Sudahlah! Runtuh semua pertahanan Uncle Marco. Nana memakai baju lengkap saja dia tergoda apalagi seperti ini.
Hayuklah! Sikat Uncle! Gembur terus sana sini!!! Junior aja udah tegak lagi tuh!
"Stop! Jangan memulai lagi!" Ucapan bernada perintah di layangkan Nana kala tangan Uncle Marco sudah tak bisa di kondisikan.
Tolonglah!!!!! Pertempuran baru saja selesai, nafas Nana masih tak beraturan, kenapa suami nya sudah dalam mode on seperti ini.
Hamba menyesal memancingnya ya Tuhan! Ampuni hamba! Bathin Nana.
Terlambat sudah meminta pertolongan pada sang kuasa, kalian pasangan yang sah secara agama dan negara dan kau lah yang memancingnya.
Yok mari di goyang.
Squisy milik Nana sudah di mainkan, ujungnya sudah berdiri dengan conggaknya, jangan lewatkan kesempatan yang berharga ini mari kita hisap permen enak itu.
Erangan sang istri membuat Uncle Marco di penuhi dengan fantasi nikmat, semua gaya sudah akan di dancing di dalam benaknya.
"Aku yang memimpin!" Nana meminta dengan nada perintah
"Faster baby!" Ujar Uncle Marco. Sialan, gadis kecil ini memang sudah tak polos lagi, Hot Mother Baby Marfin memang juaranya.
"Argh.... " Pelepasan kesekian kali untuk Nana, dan pertama kali untuk Uncle Marco, pertama untuk permainan kedua maksudnya.
"Kau terbaik!" Ujar nya mencium puncak kepala sang istri, bodoh amat! Esok saja menjawab pertanyaan itu, badan nya sudah lelah dan letih meminta di istirahatkan.
...****************...
"Selamat pagi nona!" Ujar Pitter menyapa istri bos nya yang sudah cantik tampak menuruni tangga.
"Pagi! Ayo ikut sarapan!"
__ADS_1
"Ah terimakasih nona! Saya ingin bertemu dengan tuan Marco? Apa bisa?"
"Tapi itu! Dia masih tidur!" Jawab Nana jujur,
Ah sialan memang! Ini jam berapa si? kenapa dia masih tertidur? benar! Dia tak salah harus nya bos gilanya sudah bangun di jam segini bukan? Bathin Pitter.
"Kau tunggulah di sini! Aku akan memanggilnya!"
"Baik nona saya akan menunggu, jangan membangunkan tuan Nona!"
"Tunggulah! Memang seharusnya dia bangun kan?" Ujar Nana melangkah masuk kembali kedalam kamar
Dyar!!!!! Bersiaplah menerima amukan dari bos mafia Pitter! Sudah ku bilang jangan membangunkan raja yang sedang dalam tidur nya.
"Uncle! Bangun! Pitter menunggumu!" Duh Nana, itu mulut jujur banget ih! Ya meskipun Nana lembut dalam membangunkan dengan mengusap lembut pipi suami nya tapi kan gimana lagi?
"Hem... suruh dia pulang!" Ujar Uncle Marco, kembali ia meringkuk dalam selimut, sudah lah dia malas untuk ke kantor hari ini.
Di ambilnya dengan kasar handphone yang ada di meja kecil sebelah ranjangnya. masih dalam mode terpejam.
"Pulang! Aku tak mau ke kantor! Jangan menganggu ku Pitter!" Ucapan nada perintah sudah di layangkan Uncle Marco di ujungnya telfon sana dan langsung mematikan tanpa ingin mendengar jawaban.
"Kemarilah! Aku masih mengantuk! Pitter sudah pulang kan?" Ujar Uncle Marco, dirinya sudah menarik sang istri, ah Nana menurut lah jangan memberontak! Tenaga mu kalah sudah dengan sang suami.
Oke, pasangan pengantin eh... ya anggaplah begitu meskipun sudah ada Dedek Marfin? Hehehe... akhirnya kembali tertidur nyenyak dalam kamar itu.
Kau menyusahkan ku tuan! Hah... selamat atas tidur terlama mu! Dengus Pitter, ia sudah keluar untuk kembali bekerja, Bos mah bebas bukan? bisa berangkat dan bolos sesukanya.
...**********...
"Sampai kapan Hilda!" Nada memekakkan telinga ada di ujung telfon itu, Wilson sudah dengan taringnya menunggu, sudah terlalu lama untuk pekerjaan sepele membawa Baby Marfin untuk dirinya.
"Maaf tuan muda saya tak bisa!" Ujar nya menutup telfon di ujung sana, persetan dengan Wilson yang terus mencaci bahkan membuang dan memecahkan berbagai benda hingga tercecer tak berguna.
__ADS_1
Jaga Nana di sana Hilda, apapun yang kau butuhkan aku akan membantumu! Jangan pedulikan amarah Wilson! Aku percaya kau bisa menjaga nya, meski surat itu tak menunjukkan bahwa Nana putriku! Tapi hatiku menginginkan dia bahagia! Pesan bermakna dari Mama Lisa, Nyonya besar keluarga Wilson.
"Hah.... "
"Kau kenapa? Apa ada masalah?" Ujar Nana yang muncul tiba-tiba.
"Nona!" Pekik Hilda kaget.
"Tak usah seperti itu! Wilson menyuruh mu apa? Menculikku lagi? Atau putraku!" Gagap sudah lidah Hilda mendapat tebakan yang sangat tepat dari Nana.
"Nona! Saya... "
"Kata kan lah! Aku tau kau orang baik, entah hubungan apa yang ada di antara kalian berdua, nampaknya kau tak ingin Wilson membunuh lagi!"
"Nona saya di suruh tuan muda untuk menculik putra anda, tapi Nyonya Lisa menyuruh saya bertahan untuk menjaga anda di sini dan tak menuruti keinginan Tuan muda Wilson!"
"Kenapa kau lebih memilihku? Ku rasa kau menaruh hati pada Wilson?"
"Nona, itu tak mungkin! Saya hanya pelayan Tuan muda Wilson tak lebih! Saya hanya menuruti apa yang di ucapkan Nyonya besar untuk menjaga anda!"
"Menjaga? Lalu? Siapa sebenarnya tuan mu?"
"Nona maaf kan saya!"
"Tak apa jika kau tak mau jujur! Aku percaya pada mu! Bagiku kau adalah kakakku, bukan pelayan ku!"
"Nona anda berlebihan!"
"Berhenti memanggilku Nona, kau bukan pelayan! Tapi kau adalah kakakku!"
...**************...
...Happy Reading. ❤❤❤❤...
__ADS_1