Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Jebakan


__ADS_3

Semenjak kejadian itu, hanya ada keheningan yang melanda di antara keduanya.


Marco sibuk dengan bisnis hitam miliknya yang mulai banyak memiliki pelanggan tetap dan banyak pasar gelap di luar sana yang meminta dirinya segera menyentok barang haram itu.


Esok adalah hari dimana dirinya harus menghadiri lelang di pasar gelap. Harus membawa seorang wanita untuk masuk.


Cih peraturan yang sangat aneh dan mengesalkan sekali.


Uncle Marco malas menghadiri acara tersebut, tapi entah mengapa malam ini ia ingin sekali menghadirinya. Ia ingin tau sampai mana perkembangan model beberapa barang haram. Siapa tau dia akan memiliki ide yang cemerlang untuk menciptakan barang hebat lain nya.


"Pakai ini!" Ujar Marco melempar gaun di ranjang Nana.


Tak ada pergerakan yang di lakukan, Nana menatap acuh gaun itu. Buat apa dirinya memakai itu. Menemani bos gila ini pergi? Lebih baik berdiam diri di rumah saja kan? menghabiskan stok makanan yang ada di kulkas.


"Pakai Nana! Apa kau tuli?" Bentaknya.


"Baik!" Ujar Nana pasrah.


"Buat dia cantik setidaknya jangan memalukan ku!" Ujar Marco memerintah dua wanita yang di yakini adalah MUA guna merias Nana.


"Aku akan di bawa kemana?" Ujar Nana bertanya pada kedua wanita itu,


"Saya tak tau Nona, Anda bisa menanyakan itu pada Tuan Marco!"


Cih! Males banget aku tanya sama itu aki-aki. Dah lah nurut aja. Sayang nyawa aja lah.


"Bagaimana tuan?" Ujar salah satu Mua, kala sudah selesai mendandani Nana.


Antensi mata Marco teralihkan. ia tak menyangka Nana akan menjadi secantik ini!


Sialan!!!? Kenapa dia bisa secantik ini! Aku jadi merutuki kebodohan ku untuk mengajaknya.


"Memuaskan!" Ujar Marco,


Mobil melaju membelah jalanan malam, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, namun Nana dan Uncle Marco baru saja keluar menuju tempat di selenggarakan nya pasar gelap itu.


"Uncle? Kau akan membawaku kemana?" lirihnya berbisik pelan.


"Hem.... " acuh tak menjawab.


"Silahkan tuan!" Ujar Pitter membukakan pintu untuk tuan nya, Gemetar tubuh Nana dapat di rasakan oleh Uncle Marco.


"Ayo masuk!"


"Uncle? Aku.... "


"Kau akan ku jual, lumayan akan lebih menguntungkan ku!" Ujarnya menggoda,


Ah lihatlah, wajahnya langsung memerah karena ketakutan! Ah lihatlah itu sangat menggemaskan sekali! Gumam Uncle Marco, perutnya merasa tergelitik melihat reaksi yang di tunjukkan oleh Nana.


"Uncle ku mohon!! Jangan!" Lirihnya mengiba.


"Hanya menemani ku kedalam! lagi pula tak ada yang mau membeli mu! Kau jelek!" Ujar Uncle Marco.


"Kau serius?"


Sialan! Dia menggodaku! Awas kau....


"Ayo masuk Nana! Cukup diam jangan membantah."


Semerbak aroma menyengat langsung menghampiri hidung Nana, tampak sangat menganggu sekali aroma alkohol dan asap rokok yang di timbulkan.


Tempat apa ini? Gumam Nana.

__ADS_1


"Pelelangan barang haram!" Bisikan Uncle Marco pas di telinga Nana.


"Ha? Barang haram? Jadi kau?"


"Bandar Narkoba dan beberapa bahan peledak!"


"Apa! Uncle kau.... "


"Diam Nana! Jangan banyak bertingkah dan berulah! Kau tau siapa aku sekarang bukan."


Jadi? Selama ini aku tinggal di rumah seorang penjahat dan makan dari rezeki yang tak halal. Tuhan Maafkan aku...


"Halo selamat malam tuan Marco! Ah ini siapa lagi? Cantik sekali? Boleh berkenalan dengan mu cantik?" Genit nya, salah satu peserta lelang malam itu.


"Malam tuan! Harap jaga sikap jangan menyentuh wanita ku!"


"Eh? Wanita?"


"Kuping mu tak tuli bukan?"


"Bhahahaha.... Kau tau dunia hitam ini sangat riskan untuk melibatkan persoalan perasaan! Kau akan.... "


"Diam tuan! Dan enyah lah dari hadapan ku!"


"Nona kau beruntung sekali di cintai oleh Tuan Marco!" Ujarnya berlalu pergi.


Duduk dengan tenang dan anggun, di samping Marco. Pikiran nya melayang tentang perkataan salah satu peserta lelang.


Uncle Marco mencintai nya? Hatinya tampak tersenyum senang! Rasanya tak mungkin manusia seperti Uncle Marco yang terkenal kejam memiliki perasaan. Pasti orang itu telah salah menafsirkan.


Bahkan Nana tau, Uncle Marco dan Jessica ah wanita itu sering kali tidur bersama dan menghabiskan malam bersama. Sungguh menggelikan sekali.


"Jangan fikirkan tentang tadi!"


"Ya, Mana mungkin Uncle mencintai ku! Itu tampak seperti lolucon!"


"Uncle! Aku tak jelek, aku sudah cantik menurut standar wanita!"


"Cih kau terlalu pede sekali!" Ujarnya tersenyum tipis meremehkan.


...**********...


Menatap dengan sengit jam tangan yang ada di tangan mungilnya.


Jam tangan yang memiliki gps dan beberapa jarum yang dapat melumpuhkan seseorang jika kita dalam bahaya.


"Pakai ini!" Paksakan itu membuat Nana mau tak mau memakai. Jam tangan dengan harga 5 Miliyar. Bagi Nana ia hanya jam tangan biasa.


Jam gini doang 5 Miliyar? Pasar Tanah Abang mah cuman 50 ribu! Ini Uncle-Uncle goblok atau gimana si? Sinis menatap Marco.


"Jangan mengumpati ku dalam hatimu Nana! Makan saja atau kau yang akan ku cincang seperti daging ini!"


"Ah aku.... Baik lah Uncle!"


Suapan demi suapan itu di telan oleh Nana, memang dia sangat lapar bukan? Hingga tak terasa satu piring steak telah di habiskan oleh nya.


"Uncle? Apa aku boleh pergi ke toilet?"


"Pergilah!"


"Terimakasih Uncle!" Ujar Nana, kaki nya melangkah masuk kedalam toilet.


"Siapa kalian!" Pekik Nana kaget kala dua orang berbaju hitam menghadang jalan nya yang akan keluar dari toilet.

__ADS_1


"Ikut kami nona!"


"Tak mau, pergi kalian!"


"Jangan melawan atau kau akan mati Nona!"


"Minggir!" Usaha yang di lakukan Nana untuk memberontak dan memberikan sedikit dorongan.


Brugh!


Berontak nyatanya percuma bagi Nana, dirinya langsung terkulai lemas tak berdaya akibat bekapan mulut yang di lakukan dua penjahat itu.


Tring!!!!


Hai Marco! Ku kirimkan hadiah mayat ini untukmu!


Pesan singkat yang membuat Uncle Marco mencengkram kuat tangan nya di bawah sana!!! Sialan!!!! siapa yang berani-berani nya mengancam seorang Marco?


"Pitter! Lacak dimana Nana sekarang!"


"Baik tuan!" Ujar Pitter.


"Bagaimana kalian menempatkan keamanan di restoran ini! Menjijikan sekali!" Kilatan amarah Marco,


Bibir pemilik restoran itu hanya mampu diam membeku, tak tau lagi harus menjawab apa. Kenapa nasib sial seperti ini menghadiri dirinya.


Bugh!


Bugh!!!!!


Bugh!!!!


Pukulan telak langsung di layangkan oleh Marco, sangat membabi buta, hingga membuat Direktur itu tersungkur tak berdaya di atas lantai.


"Kau akan melihat restoran mu ini rata dengan tanah esok harinya!" Ujar Marco dengan seringai licik, nafasnya begitu tersengal-sengal menjadi satu dengan amarah.


"Tuan! Saya sudah menemukan di mana keberadaan Nona Nana!"


"Katakan!"


"Hotel melati!"


"Apa? Bawa aku ke sana sekarang!"


Tak butuh waktu lama, mobil yang di kendarai Uncle Marco sudah memasuki parkiran hotel melati, kakinya melangkah masuk.


"Kamar 108! Lurus belok ke kanan!" Ujar Pitter memberitahu.


"Anda harus hati-hati tuan! Saya takut ini adalah sebuah jebakan!" Ujar Pitter memperingati.


"Hem.... " Ujarnya cuek,


Brak!


Pintu di gebrak dengan keras oleh Uncle Marco, nampak Nana tidur terlentang di atas ranjang.


Selamat datang Marco! Ternyata gadis ini telah menjadi kelemahan mu! Hahahaha.... kau akan segera hancur! Oh ya! Ku hadiahkan sesuatu untukmu! Nikmati permainan panas mu dengan nya!!!!


Selembar kertas membuat dirinya meradang dan meremas kuat kertas itu, Sialan! Dirinya di jebak! Baru kali ini dia tak bisa mengontrol emosinya.


Sialan! Siapa yang berani mengancam mu seperti ini


🍒🍒🍒🍒

__ADS_1


Happy Reading❤


Sorry kalau kurang greget yes☹️ Sudah berusaha yang terbaik❤ Percayalah😘


__ADS_2