Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Pulang


__ADS_3

"Uncle!"


"Hem? Kau membutuhkan sesuatu!"


"Boleh aku meminta sesuatu padamu?"


"Apa!"


"Ingin ke pulang ke panti!"


"Tidak!"


"Ku mohon... "


"Kau ingin melarikan diri?" Sinis nya, "Sudah ku katakan sejauh apapun kau pergi! Kau akan kembali kesini! Dan ingat jangan berkeliaran sembarangan nyawamu bisa terancam!"


"Hah.... "


Hening, tak ada lagi percakapan yang terjadi di antara keduanya, sudah 3 hari bos mafia ini menemani Nana di rumah sakit, berlaku baik. Terlampau sangat manis.


Hingga Nana bisa mengusulkan permintaan seperti itu, TIDAK ia tak ingin kabur tapi ia rindu pada adik-adiknya terutama Bi Siti.


"Kau boleh pergi!"


"Kau serius Uncle?" Ujarnya dengan mata berbinar.


"Ya! Tapi aku yang menemani mu dan kita tidur sekamar!"


"Tidak Uncle, tapi... itu... "


"Kau boleh berfikir! Itu syarat yang aku ajukan dan hanya satu malam tak lebih! Pekerjaan ku banyak!"


Cih! Bilang banyak lah ngapain jagain aku disini gak kerja! katanya ada Hilda yang jaga! Nah ini memperkerjakan asisten tapi gak di suruh kerja ya buat apa!!!!


"Kau mengumpatiku?"


"Tidak! Kau terlalu pede!"


Gadis kuat, definisi Nana. Ia tak seperti yang di perkiraan dokter akan trauma dan depresi jika melihat Uncle Marco.


Itu semua tak lepas dari sikap dingin Uncle Marco yang berubah begitu manis pada Nana. Hanya pada Nana.


Memang benar bukan? Semua sudah di takdir kan bahkan di garis kan oleh Tuhan. Syok? Tentu dan itu pasti!


Menurut kalian bagaimana? Ayolah Nana juga gadis biasa bahkan usianya masih 15 tahun.


Menuntut apa yang telah terjadi pun tak akan mengembalikan semuanya! Ia hanya berserah dan pasrah siapapun kelak jodoh yang di garis kan Tuhan padanya mau menerima Nana dengan segala kekurangan yang ada padanya.


Mafia, Dunia hitam yang tak seharusnya! Bahkan jaminan besok akan hidup pun tak ada!


jangan harap ada ketenangan di dalam nya. Tapi hasil yang kalian peroleh tentu sebanding dengan resiko yang kalian dapatkan.

__ADS_1


...**********...


"Bibi.... " Ujar Nana memeluk punggung wanita paruh baya itu, saat senang bisa bertemu dengan orang yang telah menjaganya.


"Nana.. Astaga bibi kangen sama kamu! Lama ih gak ngabarin! Bibi khawatir sama kamu atuh Na!"


"Maaf bi! Hehehehe.... "


"Itu siapa?" Tunjuk nya pada 3 orang yang berdiri, Uncle Marco, Pittet dan Hilda.


Beberapa orang sudah di tempatkan di sekitar panti untuk menjaga keamanan.


"Ini Hilda temen Nana, Ini Om Pitter dan ini... "


"Marco Buk! Suami Nana!" Ujar Uncle Marco tampak tak berdosa.


Hening, tak ada satu orang pun yang mengeluarkan kata setelah kata suami itu terucap.


Memang kapan Nana menikah dengan Uncle Marco! Benar! Memang dia sudah gila! Usia Nana masih 15 tahun No!!!! itu akan melanggar hukum negara saat menikahi anak yang usianya di bawah umur.


"Bi masuk ke dalam ya! Nanti Nana jelaskan!" Ujar Nana Menuntun Bi siti masuk kedalam.


"Ini.di minum dulu bi!" Ujar Nana menyerahkan segelas air putih.


Glekkk!!!!


"Na.. Dia? Mana mungkin kau kan masih berumur 15 tahun bukan?" Terkait Bi Siti.


"Calon suami Bi! Itu yang lebih tepatnya!"


Malam menjelang, semua telah di tempatkan di kamar masing-masing, dan peraturan Uncle Marco tetap lah sama! Aku tidur sekamar dengan mu!


"Selamat malam Uncle!" Ujar Nana yang sudah ingin tidur di sofa kamar nya itu, Cukup lelah seluruh tubuhnya meladeni Marco sore hati itu.


Berbagai cerocosan terus bersahutan memenuhi gendang telinga.


Kamar mandi? atau apa ini?


Kenapa tak ada Beat up Nana?


Dimana Shower nya?


Kenapa airnya dingin? Dimana sumber air panas nya.


Oh Tuhan terkutuklah! Kau berharap kamar mandinya dengan fasilitas full seperti bintang lima di panti asuhan?


No!!! Kau tak akan pernah menemui itu, akan hanya ada bakal kecil atau ember satu gayung dan toilet jongkok! Jangan berharap lebih.


"Kau tidur dengan ku!"


"Tapi aku... "

__ADS_1


"Nana... "


"Baiklah!" Pasrah Nana naik keatas ranjang, tidur di pinggir ranjang, sangat menjaga jarak!


"Ku tendang kau kalau tidur seperti itu!" Tegur Uncle Marco sinis.


"Kemari!" Di tariknya tubuh Nana dan langsung mendekap.


"Nah begini kan nyaman!" Ujar Uncle Marco, tubuh Nana sangat pas untuk di dekap kecil-kecil bagaimana gitu.


"Uncle ini!"


"Diam dan tidur!" Titahnya tanpa ingin di bantah.


Bibi... Maafkan Nana semoga bibi tak kecewa dengan Nana... Semoga bibi tak melihat ini... Argh.....


...*******...


"Bagaimana Hilda?" Tanya seseorang di ujung telfon sana.


"Semua berjalan dengan baik sesuai yang tuan inginkan!"


"Bagus kau memang bisa di andalkan!"


"Tentu tuan!" Ujar Hilda mengakhiri pembicaraan itu, Jika Pitter menganggap Hilda adalah teman yang setia dan bisa di percaya.


Itu hanya omong kosong, semua salah besar nyatanya gadis ini memiliki maksud tersembunyi di dalam dirinya.


Tentang siapa yang menyuruh dan menjadi bos nya?


Entahlah....


Semua bagai misteri yang harus di pecahkan. satu persatu..


...************...


Pagi menjelang, tamu yang tak di harapkan bagi Uncle Marco nyatanya datang berkunjung.


Mas Adi? Ah itu namanya.


Pemuda ini membawa beberapa cemilan dan minuman kemasan kesukaan Nana! Yang di bawakan tentu menyambut dengan senang mempersilakan nya masuk dan menyuguhkan beberapa menu masakan.


"Ayo Mas di makan!" Ujar Nana begitu ramah.


Tangan sudah mengepal keras di bawah sana! Dimata Uncle Marco, mas Adi sudah menjelma menjadi samsak tinju! ingin sekali meninju. mukanya dan memberikan beberapa sayatan ddi wajah nya.


"Enak na! Kau memang wanita hebat! Top deh kalau urusan masak!" Jujurnya!


Oh dasar pemuda sialan, sorot matanya mengarah ke Potter, mengintruksikan untuk membawa Mas Adi lalla yeyeye enyah dari hadapan nya.


"Maaf tuan Adi, Nana harus beristirahat! Dia masih sakit! Anda bisa mengunjunginya lagi!" Ujar Pitter tiba-tiba, bodoh amat yang terpenting pemuda ini harus Enyah.

__ADS_1


...🍒🍒🍒🍒🍒...


...Happy Reading...


__ADS_2