
"Bunda..... " Bocah kecil berusia 3 tahun berlari kearahnya. Begitu tampan.
"Uh Sayang nya bunda, makin endut aja!" Ujar nya membopong sang putra untuk masuk kedalam.
"No Nda... Rafi tak gendut!" Ujar nya menepis fakta, ah manis sekali.
"Hahaha... Baik lah... " Ujar nya mencium pipi gemil sang putra, hatinya sangat merindu.
"Bisa pulang kak?"
"Hehehee... " Ujarnya.
"Makasih ya udah jagaian Rafi dengan baik!"
"Oke, gak usah sungkan!"
Hilda, gadis ini mengambil cuti untuk pulang ke rumah, hatinya merindu dengan sang putra tampan.
Maaf kan Bunda, jika tak bisa memberikan keluarga yang utuh untukmu!" Lirih Hilda kala sang putra sudah didekap dengan hangat dalam pelukan nya.
Laki-laki itu? Ayah dari putranya? Baginya? Ah lupakan! Biarkan masa lalu tetap terbenam dan tersimpan sebagaimana mestinya. Dia sudah bahagia dengan putranya sekarang.
Jika kalian memaksa ingin tahu dimana ayah nya? Bagi Hilda laki-laki itu sudah tak ada, pergi menghilang jauh.
...************...
"Hay sayang! Senang bertemu dengan mu? Kenapa kau nyenyak sekali? Tak ingin bangun hm?" Ujar nya, setelah melihat sang putra, Benar sangat tampan seperti dirinya.
Pitter di beri tanggung jawab penuh untuk menjaga buah cinta nya, lupakan sejenak tentang Jessica.
Kita kembali pada sang suami yang tengah menggenggam tangan wanita dengan wajah pucat pasi yang berbaring dengan nyenyak.
__ADS_1
Pikiran nya meneraba, dia sangat sadar nyatanya dunianya yang hitam telah berwarna. Mafia kejam itu telah takluk di tangan gadis kecil ini.
Uncle Marco sangat nyaman dengan Nana, rasanya seperti menemukan sosok Mamanya dalam diri Nana.
"Selamat atas kelahiran putramu!" Ujar Louis,
Ini Gila!!! Sosok yang di carinya kini berhadapan langsung di depan matanya, nyalinya sungguh besar menampakkan diri di hadapan kakak nya.
"Kau... Kenapa kau bisa masuk kemana.... Sialan, dasar tak becus!" Ujar nya, tangan nya sudah mengarahkan pistol dengan tatapan tajam nan membunuh. Bagaimana pun dirinya harus bisa menjaga Nana, meski nyawa menjadi taruhan nya.
"Aku datang hanya memberikan bunga dan buah ini untukmu!"
"Bawa pergi brengs*k, aku tak sudi! apa yang kau rencanakan! kau pasti... "
"Otak mu selalu berfikir negatif jika tentang ku!"
"Cih... "
"Penjaga mu sudah ku bereskan mereka pingsan!" Tunjuknya kearah pintu tarikan nafas membuat nya kembali berucap "Oke aku pergi! Selamat atas kelahiran putramu kak!" Ujar Louis pergi.
"Jangan khawatirkan, aku hanya menemui kakak ku!" Senyum simpul di berikan kala Louis sudah masuk kedalam mobil.
Melaju untuk pulang.....
"Tapi bos?"
"Tenang lah, si gila itu tak mungkin membunuh ku di rumah sakit apalagi di hadapan istri nya yang terbaring sakit!"
Semenjak itu, Nana di pindahkan ke rumah miliknya dengan segala fasilitas rumah sakit yang di butuhkan, dengan sistem pengamanan yang terus di tingkatkan!
...*************...
__ADS_1
"Apa yang dibawanya?" Gumam Jessica kala melihat Hilda keluar dari ruang kerja Wilson, kaki nya melangkah mengendap masuk kedalam.
Hah..... Syukurlah..... Wilson tak ada di dalam, antensi matanya beralih pada amplop yang tergletak rapi di atas meja.
Hasil Test DNA? Dahinya menyerit, dengan kasar membuka hasil itu! Apa?? Sangat terkejut dengan hasil yang terpampang nyata di atas sana, yang menyatakan bahwa Alfiana Wulan ada lah adik kandung dari Wilson kekasihnya.
Ini tak bisa di biarkan, mengingat apa yang telah dia perbuat dengan Nana. Arghhhh......
Oke, tenang Jessica! Kau harus menukar hasil ini sebelum Wilson pulang dan jangan biarkan fakta ini terungkap semua harus tersimpan rapi!!!!!
...*************...
...INFO...
Kalau tanya bagaimana sosok Wilson? sama Louis ini aku kasih gambaran versi imajinasiku! Hihihihi....
Wilson.
Kak gak cocok!!! Kurang macho!!!!! Wkwkwkw ya gimana ya? Tapi saran dari author! Coba deh kalian nonton film SIN dulu dari sosok Raga yang di perankan Bryan bisa menggambarkan sosok Wilson, yang tenang namun errrrrr😅😅😅😅
Louis
Nama IGnya Antonio Blanco, kenapa milih dia? Paling muda? Paling ngeselin, paling pinter!!!!dan sorot matanya manis-manis mematikan🤣
__ADS_1
Btw, author fans terdepan nya🤣 Maaf in kalau author Tim Budi-Dinda dalam kisah untuk geri... Dan Tim Pasha-Nana dalam Sinetron BHSI Eh..... 🤣🤣🤣 Canda ding.
Terlepas dari itu, kalian boleh kok berimajinasi dengan tokoh kalian masing-masing hehehee😅