
Tak ada alasan yang mendasar mengapa rasa benci itu kian membumbung tinggi dalam hatinya.
Yang wanita ini tau, ia tak ingin kehilangan dua orang laki-laki yang sangat berpengaruh dalam hidupnya yakni Wilson dan Marco, segi hati ia menginginkan Wilson.
Segi kepuasan ia menginginkan Uncle Marco.
Perlu di ketahui! Wilson memang menyuruh Jessica untuk mendekati Uncle Marco dan menghancurkan nya tapi ia tak tau jika gadis nya juga menyerahkan tubuh indahnya.
Apa lagi dari segi materi, dua tuan muda ini sama pantas tak bisa di banding kan.
"Kau harus mati Nana!" Ujar nya tersenyum licik penuh kemenangan.
...************...
"Lihat ma!"
"Apa ini?"
"Nana bukan adik kandung ku! Dia juga bukan putri Mama meski ada nama Wulan di belakang nya!" Ujar Wilson menyerahkan amplop pada sang Mama.
"Kau... "
"Melihat interaksi Mama yang begitu menyayanginya aku tak ingin bertindak gegabah dengan menyakiti nya! Dan aku melakukan Tes DNA ini secara diam-diam!"
"Tapi Mama menyayangi Nana!"
"Dia harus mati di tangan ku Ma! Nyawa harus di bayar dengan nyawa!" Ujar nya.
"Apa kau tak bisa melupakan dendam itu?"
"Tidak Ma! Karena mereka kita kehilangan Papa dan Wulan!"
"Tapi wil?"
"Tekad ku sudah bulat Ma!" Kaki nya melangkah pergi meninggalkan sang Mama.
"Kau harus kembali untuk menculik putra Marco!" Ujar Wilson pada Hilda.
"Tapi tuan muda?"
"Jangan mengkhianati ku untuk kedua kali nya! Kurang baik apa selama ini aku padamu!"
"Tapi Nana adalah Nona Wulan tuan muda!" Keyakinan nya, ah entahlah dia sendiri belum tau hasil test DNA tapi dia sangat yakin saja. lebih tepatnya dia tak ingin Wilson membunuh lagi.
__ADS_1
"Dia bukan Wulan ku! Jangan membantah! Kau hanya pelayan! Ingat posisi mu Hilda!"
"Maaf tuan muda! Saya hanya bertugas untuk mengontrol kesehatan Nyonya besar saja! Untuk itu saya tak bisa melakukan nya!"
"Baik lah, berarti kau siap mati di tanganku!" Ujar Wilson mengacungkan pistol tepat ke arah Hilda.
"Baik tuan muda! Saya akan melakukan nya!" Pasrah Hilda.
Bukan egois, Hilda hanya seorang ibu yang harus menghidupi dan menjamin putranya, tak lupa adiknya masih membutuhkan nya.
...****************...
Hari tetap bergulir tanpa mau tau apa yang terjadi dengan manusia, tetap berporos pada tempatnya. Nana masih tidur dengan nyenyak waktu nya sudah sebulan lamanya.
Lelah? Mungkin rasa itu mulai menghampiri Uncle Marco, dia tak pandai menjaga bayi. Tolonglah, rasanya dia bingung harus merawatnya bagaimana? Hatinya masih curiga.
"Kenapa kau tak ingin bangun hem? Aku dan Marfin membutuhkan mu!" Lirihnya, tangan kekarnya senantiasa menggenggam tangan sang istri.
Marfin Smith Robert, nama sang bayi tampan yang menyandang bibit unggul Uncle Marco.
Tok
Tok
Tok
"Tunggu dibawah!" Ujar Uncle Marco.
Tak
Tak
Tak
"Mau apa! Kau.... " Pekik Uncle Marco, sorot matanya begitu membunuh menatap Hilda yang tengah berdiri di ruang tamu, kaki nya melangkah cepat mendekati sang bos mafia berlutut dan memohon ampun.
"Ampuni saya tuan muda, sungguh saya sudah menjaga Nona Nana sebaik mungkin! Saya juga disekap dan menjadi tawanan Tuan Wilson!" Tanggisnya pecah sesenggukkan.
"Minggir dari kaki ku bedebah!"
"Tidak tuan! Ampuni Saya! Saya kesini ingin menjadi pelayan Nona Nana kembali!"
"Aku tidak membutuhkan mu!"
__ADS_1
"Sungguh tuan! bahkan saya yang membebaskan Nana dari sekapan tuan Wilson pada malam itu!"
"Dasar pembual! Pergi atau ku bunuh!" Ujar nya, sudah menaikkan nada saja.
"Bunuh saya saja tuan! Tapi apa yang saya katakan memang benar apa ada nya. Nona Nana sakit bukan? Saya bisa menjaga nya tuan!" Ujar Hilda, masih tak Mau melepaskan belitan tangan nya di kaki Uncle Marco.
"Aku... "
"Bos, biarkan dia bekerja! Kita membutuhkan nya bos!"
"Aku tak butuh pelayan tak berguna seperti nya untuk menjaga Nanaku!" Sinisnya.
"Tapi Hilda juga merupakan dokter lulusan terbaik bos!"
"Kau pasti di tipu oleh pelayan kampung ini Pitter!"
"Saya sudah menyelidikinya bos! Dia memang dokter!"
"Tolong tuan! Saya berjanji akan menjaga Nona Nana dengan bayi nya! Saya mohon Tuan!" Ujar Hilda, masih tak pantang menyerah untuk mencapai tujuan nya.
"Baik! Akan ku berikan kau kesempatan! Awas kau mengkhianati ku!"
"Tidak tuan! Terimakasih!" Ujar Hilda,
One steps, kau sudah berhasil masuk kembali ke rumah itu, selanjutnya kau harus menculik bayi tak berdosa itu Hilda! Baik lah....
Maaf kan Saya Nona! Saya tak ingin mati di tangan Tuan muda Wilson! Jika Saya mati? Siapa yang akan menjaga Rafi Nona.....
Ini Gila? Apa Hilda lupa? Bahwa Uncle Marco sama mematikan nya juga?
Masa percobaan, sudah berjalan semingguan, Hilda mampu menjaga Nana dan Baby Marfin, mata elang Uncle Marco selalu mengintai dan mengamati setiap pergerakan yang di lakukan oleh Hilda.
...**********...
INFO!!!!!
mohon maaf banget jarang banget up dan banyak liburnya.
hand phone nya masih mode rusak ini😌
belum bisa beli baru wkwkwkw. InsyaAllah bulan depan bisa beli dan UP lagi ya😍😍
Happy Reading🙂
__ADS_1