Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Wilson Gila!


__ADS_3

Kaki melangkah masuk tanpa peduli, Gila memang.


Berteriak kesetanan seperti orang tak tau diri.


Memang mencari mati! Begitu definisi Wilson saat ini.


Tolong lah! Matahari masih berada dalam kondisi malu-malu dalam menjalankan tugasnya tuk menyinari bumi.


"Ada apa kau kemari bedebah!" Sinis Papa Marco, tatapan nya begitu nyalang.


Jangan lupakan beberapa bodygruad yang sudah siap sedia melepaskan timah panas di atas kepala Wilson.


"Aku ingin bertemu putraku!" nampak sangat tak tau diri, semalam ia berhasil melacak keberadaan Hilda dan Rafi yang tengah menginap di rumah Marco.


"Kau gila! Tak ada putramu disini!" Sinis Papa Marco,


"Rafi! Anak dari Hilda, dia putraku!" Ucapnya dengan nada tak tau diri, setelah menuduh Hilda bahwa ia sengaja merayu dan memanfaatkan nya malam itu.


Menyuruh melupakan kejadian yang membekas dalam ingatan Hilda, berjuang mengandung dan melahirkan serta membesarkan Rafi seorang diri.


Tanpa ada campur tangan pertolongan secara tenaga maupun finansial! Gobloknya laki-laki ini berlagak seolah berhak atas Rafi.


Ya memang Rafi benih bibit unggulnya, tapi kalau itu bibit gak di taruh di wadah ya ga bakal berkembang setampan ini bukan?


"Dia putraku tuan Wilson! Dia bukan putramu!" Kali ini Hilda yang angkat bicara akan pernyataan yang telah terlontar.


Kertas di lempar dengan sinis dan amarah menggebu, sorot matanya berucap BACA!!!!!!!


Rahang Hilda begitu mengeras dan kaget akan fakta yang tertulis dalam kertas, bagaimana bisa manusia gila ini bisa melakukan tes DNA tanpa dia ketahui.


"Hasil ini palsu! Kau telah memanipulasi nya!" ujar Hilda, masih saja mengelak atas fakta yang harusnya terungkap.


Sebaiknya kamu menyimpan rahasia, akan ada masa semua nya terungkap dengan semestinya. Seperti bagaimana cara takdir Tuhan bekerja.


"Kau dokter yang cukup pintar bukan? Kau jelas bisa membedakan mana yang palsu mana yang bukan?" enteng sekali dia berkata.


"Kau bukan papaku!"Anak kecil yang ingin ia temui kini melangkah datang di antara kerumunan orang dewasa.


"Maaf tuan!" Sorot mata Hilda begitu mengiba, tak enak hati karena sepagi ini membuat keributan.


"Son! Kau putraku!" lirihnya, Hey! Kemana sikap sombong nan sok berkuasa mengeklaim bahwa Rafi adalah putranya.


Nalurinya melemah, kala melihat pandangan permusuhan dari sang anak.

__ADS_1


"Rafi, masuk sayang!" Ucap Mama Hilda lirih, begitu memohon untuk tak membuat keributan makin menjadi.


Marco dan Nana hanya menyimak kejadian yang ada di depan, dan terus waspada! Meskipun Wilson datang seorang diri tanpa pengawalan, ia masih menganggap laki-laki ini berbahaya.


"Ma! Aku tak rela jika ada orang lain yang menyakitimu!" anak laki-laki memang pelindung terbaik bagi Mamanya.


"Aku papamu!" Nadanya kembali mengudara meski dengan sayub lemah.


"Bukan tuan Wilson! Aku adalah putra dari Mama Hilda! Papaku tak ada, sejak dia melukai mama ku! Bahkan menganggap aku adalah kesalahan terbesar yang pernah Mama ku perbuat padanya!"


"Son aku...."


"Pulang tuan Wilson!"


"Papa son!"


"Bukan!" jarum kecil di lempar dengan tepat sasaran, mendarat dengan sempurna di tubuh Wilson seperdetik kemudian laki-laki gagah ini tergletak pingsan tak berdaya.


"Jangan khawatir ma! aku hanya membuatnya pingsan! Uncle Marco, maaf jika Mama dan rafi membuat keributan sepagi ini! Jangan marah pada Mama Rafi!" Nadanya begitu lugu nan lucu.


"Kau sudah ku anggap putraku Rafi! Tak apa!" Papa Marco menjadi sosok penengah yag bijak.


"Uncle Pitter tolong bawa Tuan Wilson pulang ya! Obat itu hanya bekerja selama 1 jam saja!" Ucap Rafi, kaki kecilnya melangah pergi.


"Tak usah merasa tak enak Hilda, kau sudah ku anggap Kakakku! Susul Rafi, di butuh dririmu!" tak kalah baiknya Nana berperan dalam situasi ini.


Semua syok dengan fakta yang terjadi, tak terkecuali Pitter dan Mas Adi yang ada di rumah itu. Ahhh untung saja, Papa Robert dan Bi Siti masih terlelap.


"Aku tak menyangka..." Belum Papa Marco menyelesaikan ucapan nya,


"Jangan terlalu ikut campur sayang, semua pasti ada sebab akibat! Hargai privasi orang!Oke!" Ujar Nana menasehati sang suami, untung saja Hilda sudah pergi menyusul Rafi masuk kedalam kamar.


...*************...


"Apa kehadiran ku hanya sebuah kesalahan Ma?" Ujarnya, sambutan nya begitu pilu kala sang ibu masuk kedalam kamar.


Hati anak kecil ini menatap jauh, usianya masih sangat kecil namun ia sudah di pukul keadaan untuk dewasa.


"Maaf!" Kata Hilda, bibirnya begitu kelu. Maafnya tulus, atas ketidakmampuan nya memberikan keluarga yang sempurna untuk sang putra. Bahkan setelah 10 tahun lamanya, Papanya baru sadar akan kehadiran dirinya.


"Hah.... Anak haram? Bukan begitu Ma sebutan untukku!"


"Rafi!" Nada sedih tak lagi mengudara, bentakan hebat lolos dengan sempurna dari Hilda.

__ADS_1


Perjuangan yang begitu menguras segala tatanan hidupnya, berjuang hebat untuk sang putra.


Jangan ada kata yang menjelakkan putramu!


"Mama tak suka kau berbicara seperti ini! Disini Mama yang salah! Mama yang terlalu menaruh hari pada Papamu! Mama yang tak tau diri! Semua ini salah Mama!" ujar Hilda, tubuh yang tadinya berdiri merosot ke lantai tanpa di minta.


"Kau bukan kesalahan! Kau anugerah yang ada! Mama sayang pada Rafi, bagaimana caranya Rafi hadir di dunia, kau adalah pelita bagi hidup Mama! Jangan berbicara seperti itu!" tangisnya sudah pecah tak bisa tertahankan.


Tangan kecil melingkar indah memeluk tubuh sang Mama!


"Mama jangan sedih! Maafkan rafi ya!" Tangan kecil ini terkulur mengusap air mata sang Mama,


Pelukan hangat penuh ksih menghampiri kedua orang itu. Biarkan ibu dan anak ini bercerita atas masalah yang ada.


...**********...


Suasana gaduh kembali mengudara, barang pecah berceceran.


Segagahnya seorang laki-laki dia akan lemah jika berurusan dengan keluarganya, apalagi sekarang darah dagingnya sendiri.


"Kau putraku!" Tubuh kekarnya kembali merosot, setelah dia bangun dari pingsan ia meluapkan emosinya dengan memecahkan barang yang ada di sekitar.


Tampak darah segar menetes dari sela jarinya, memorinya berputar dalam otak!


Apakah dia jahat? apa dia sebodoh itu?


Putranya sudah tumbuh sebesar ini! Dia baru tau?


Hadirnya anak itu dari rahim wanita yang tak diinginkan bahkan ia anggap wanita itu sebagai wanita penggoda nyatanya....


Ah....tetap! Rafi adalah putranya! wilson sayang....


"Kau gila!" Mama Lisa datang kala di beritahu salah satu penjaga.


"Ma! Putraku! Suruh dia pulang!" Bibirnya berucap begitu lemah, hingga detik berikutnya dia kembali pingsan dan selembr foto Mama Lisa dapatkan.


Begitu terkejut, anak ini. Dia mirip sekali dengan Wilson saat kecil, bagai pinang di belah dua.


Tapi tunggu! Kenapa ada Hilda dalam pelukan anak kecil itu?


Apa Wilson dan Hilda? Mereka?


...************...

__ADS_1


...HAPPY READING!!!!!!!...


__ADS_2