Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - PERGI!!!


__ADS_3

Papa Marco masih mengumpat kesal, hari sudah semakin siang, tapi penawar yang di butuhkan sang istri belum juga di dapatkan hingga pukul 2 siang. TERLALU LAMA!!!!!!


Pencarian Sabrina dan Jeni di kerahkan dengan semaksimal mungkin, anak buah Louis, Papa Marco dan Wilson ikut bergerak menyisir seluruh penjuru negeri untuk menemukan dua wanita iblis itu.


Tempat selanjutnya yaitu, rumah orang tua Jessica, satu alamat didapat dari Cici. Perjalanan nya cukup jauh karena terletak di sebuah pedalaman desa yang masih sangat asri.


...*********...


"Akhirnya!" Seyum setan tersunging dengan jelas, detik menit yang berjalan seolah menjadi alunan melodi merdu yang menyejukkan hatinya.


Tawanya tak henti terus menggema seperti orang gila..."akhirnya, aku bisa mendapatkan mu!" kecupan nan indah di layangkan atas selembar foto yang di genggam begitu erat, sangat erat.


Pertemuan tak terduga tanpa sengaja, gila memang. Dia mencintai laki laki yang sudah berstatus menjadi suami orang, berusaha menjadi dokter terbaik agar pantas mendampingi. Jika tak mendapatkan? ya bunuh saja!


"Kau akan menjadi milikku! Dan namaku akan berubah menjadi Nyonya Marco...." Tawanya makin melambung saja, awalnya hanya ingin membalas dendam dengan Wilson yang telah menyia-nyiakan kembaran bodohnya itu. Tapi? Bunuh saja dua duanya bukan?


Kakak beradik yang menjengkelkan, bunuh adik yang telah bertahun tahun tak bertemu dan itu akan membuat mental si kakak seolah seperti singa tanpa taring.


dan boooommmmm "Selesai!" Tawanya kembali melambung bagai orang gila.


Sreeet!!!!


Jemarinya di sayat pelan dengan sebilah pisau tajam kesayangan nya, menaruh tiap tetesan darah miliknya di atas foto Marco seolah berimajinasi "Kau adalah darahku! Kau adalah poros kehidupan ku! Dan kau akan menjadi milikku!" Ujarnya dengan riang.


BRAKKK!!!!


Rumah di gebrak dengan kasar, pintu di jebol dengan tak tau dirinya. Papa Marco begitu tak sabar dan gila jika harus terus menunggu. Masuk dengan beberapa penjaga dan pengawal yang telah mengepung bahkan melumpuhkan semua anak buah yang berjaga.


"Hai sayang? kau ingat dengan ku!" raut takut tak lagi d pancarkan Jeni kala sore hari itu, senyum terus terbit dalam bibir psikopatnya.


"Mati atau penawar istriku!" Ancamnya, pistolnya sudah di todongkan tepat di atas dahi, tarik pelatuknya dan mati.


"Hahahaa..... Kau menggemaskan!"


"Sialan!!! bedebah..."


"Makasih sayang! Rayuan nya!" Senyum kembali di sunggingkan untuk Papa Marco seorang , khusus dari Jeni.

__ADS_1


"Brengs*k!!!! Dasar wanita iblis!!!" Wilson yang baru datang langsung mengumpat kesal.


"Hai mantan calon adik ipar!!!" Jeni kembali melayangkan senyum itu, sudah gila gadis ini. Mungkin otaknya tertinggal dalam rahim ibunya saat melahirkan.


"Cih! Tak sudi!" Wilson kembali mencibir.


"Hay sahabat sialan!!!" Sapaan sinis kembali mengudara untuk Hilda yang sudah siap siaga menyerang.


Terlalu lama, pikiran Papa Marco kembali berdecih kesal atas keadaan yang terlalu lama, istrinya sekarat dan harus membutuhkan obat itu.


"Mana penawar untuk istriku! Jangan sampai ku bunuh kau! Dan mayatmu....." Geram sudah Papa Marco pada Jeni,


"Shut..... Bunuh aku! Maka aku akan menemani istrimu! Hilda dokter bodoh yang tak mampu membuat penawar itu kan? Bagaimana bisa sayang? Kau memperkerjakan nya?" Nada mengejek di layangkan oleh Jeni pada Hilda, sangat sinis dan memang itu kenyataan nya kan?


tapi tolong lah!!! Hilda cukup kompeten dalam bidang dokter, kecuali yang ini. Dia sudah berusaha beberapa kali namun mengalami kegagalan.


"Apa mau mu!" Penawaran tanpa basa basi langsung di layangkan.


"Menikah dengan ku! Nah itu penghulunya sudah datang!!!" Sudah di persiapkan semaksimal mungkin ternyata.


"Kau gila! Tak waras aku sudah menikah! Dan aku tak mungkin menikah dengan wanita jahat seperti mu!!!" Papa Marco mengancam dengan begitu sengit.


Oke! Mengaku kalah demi nyawa sang istri adalah jalan terbaik yang memang harus Papa Marco korbankan dengan segera.


"Sayang, sebentar lagi kau akan menajdi milikku!" Jeni terus tersenyum kala Papa Marco sudah berjabat tangan.


BRAK!!!!


Darah Jeni berdesir hebat, mode marah nya menguar mendominasi dalam dirinya 3X ijab qobul di bacakan dan 3X Marco gagal menjadikan nya istri.


"Sialan!! Mati saja kau!!" pistol sudah di tarik dari genggaman tangan Papa Marco, dan di arahkan tepat di jidat Papa Marco.


Sret!!!


kalung di tarik dengan cepat dari leher Jeni, hingga membuat pistol berbalik arah tepat ke arah Hilda.


Dor!!!

__ADS_1


Satu tembakan du lepas Jeni tanpa perhitungan, cukup membuat luka di bagian lengan tangan kanan Hida.


Argghhhh....


Brak!!!!!


"Lepaskan!!!" Rontanya pada Papa Marco yang berhasil melumpuhkan dirinya.


"Dimana pemawarnya atau kau akan mati!!!" Papa Marck mengeram kesal, pistol sudah di rebut kembali dan di arahkan tepat di atas jidat Jeni.


Keadaan yang cukup membingungkan sekali, namun Papa Marco harus fokus memperoleh penawar itu, biarkan dia egois seolah tak peduli dengan Hilda yang terus merintih sakit dan berusaha berekpresi "Oke aku tak apa!"


"Tak akan!!! Kau akan melihat istrimu mati!!!" Jeni masih tetap bungkam dengan perkataan nya.


"Kau..."


Dorrrr!!!!


Peluru di lepas oleh Jeni, tepat di jidatmya. Senyum itu tersunging hebat. Ia sudah tak ada harapan untuk bersama dengan Papa Marco saat ijab Qobul itu telah gagal untuk ketiga kalinya. Jadi jika dia mati, biarkan Marco juga merasakan kesedihan kehilangan istri tercinta nya.


"Jika aku tak bisa memiliki mu! Maka istrimu harus menemaniku mati!!! Selamat tinggal!" ujar Jeni sebelum akhirnya memejamkan mata untuk selamanya.


"Jeniiiii...." Papa Marco melongo dengan piliham gila gadis yang didepan nya. Tak bisa lagi mebgontrol emosi dalam dirinya. 3 peluru langsung di lesakkan tepat ke arah Dada Jeni.


Dor!!!!


Dor!!!!!


Dor!!!!!


Jeni, gadis itu telah pergi. Dunia memang tak adil padanya, gadis yang selalu kekurangan kasih sayang sedari kecil dan terus dibandingkan oleh kedua orang tuanya sendiri. Tak ada yang mau berteman padanya kala masa sekolah, dianggap aneh dan terlalu pendiam! Hingga ia mendapatkan julukan gadis bisu selama masa sekolah!


Hingga dewasa Tuhan juga menghukumnya pada cinta yang tak pernah ia raih.


Apa kesalahan yang sudah di perbuat dirinya di masa lain? Mengapa senelangsa ini menjalani hidup?


...**********...

__ADS_1


...Happy Reading!!!!...


...BUTUH KOPI...!!!!!!!😅😅😅...


__ADS_2