Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!
UM - Kado dariku Pa!


__ADS_3

Duh thor kapan UP?


Kalau bisa double atau triple UP nya dong!


Duh pengen nya gitu tapi gak bisa UP! Soalnya badan nya drop beberapa hari ini wkwkwkkw🤣


...**********...


UGD,ruangan yang tidak enak untuk di tempati. persingahan antara perjuangan kematian dan kehidupan. nyawa akan di pertimbangkan dan di pertaruhkan disini.


"Bagaimana keadaan Nana, Marco!"


"Masih belum tau Pa!" Ujarnya begitu lirih, bola matanya terangkat mengarah ke Papanya.


"Kenapa Papa membawa bedebah sialan itu!" Mata Uncle Marco kembali nyalang melihat Louis ada disana bersama Bi Siti, orang yang telah menjaga Nana sekaligus pemilik panti asuhan.


"Dia adikmu!"


"Apa!!!!"


"Kenyataan pahit ini harus kau terima, jangan membuat masalah. Kita tunggu Nana sadar!"


"Brengs*k kau harus mati...." Titah Marco begitu mematikan, menatap tajam nan menghunus ke arah adiknya. Ah tiri.


"Marco! Kendalikan emosimu!" ujar Papa Robert.


Clek!!!!


"Dok bagaimana dok?" Ujar Uncle Marco langsung memberondong segala pertanyaan tentang istrinya itu.


"Nona sudah melewati masa kritisnya tuan! Kita tunggu beliau sadar. Namun jangan lakukan aktifitas yang berat selagi lukanya belum sembuh benar!" Menengkan sekali, itu jawaban yang ingin Uncle Marco dengar.


...**********...


Mudah bagi Hilda untuk keluar di rumah ini, mengabdi pada Wilson membuatnya bisa mempelajari beberapa tehnik melepaskan diri.


Sudah.... Hah....


Ujarnya nampak tersenyum, ia sudah keluar dari rumah itu dengan keadaan utuh, selanjutnya pergi sejauh mungkin sebelum tuan gilanya sadar bahwa dirinya melarikan diri.


Hilda........ Teriakan membahana membawanya seperti orang yang kebakaran jengkot, Wilson melupakan siapa sosok Hilda sebenarnya. Gadis ini dulu memang polos tapi dirinya yang mengajarkan beberapa taktik ilmu beladiri dan meracik senjata. Argh... Untuk beladiri mungkin masih rendah tapi setidaknya ia sudah menjadi perempuan kuat pada umumnya.


Kalau sudah begitu, penjaga yang akan di salahkan atas ketidakbecusan pekerjaan yang mereka kerjakan. Menjaga satu wanita saja tidak bisa. Dan banyak lagi berbagai umpatan yang du layangkan


"Ngapain kak? kok kayak di kejar hantu!" ujar Mas Adi, adik kandung dari Hilda yang melihat penampilan kakaknya yang memprihatinkan dari ujung kaki sampai wajah.


"Tadi nubruk pohon gede banget ya jadi rasa gini deh!" Shittttt!!!!!!!! alasan yang sangat bodoh Hilda.

__ADS_1


"Kakak tu gak pandai bohong!Udah deh cerita! kenapa gitu!"


"Hehehe.. ntar ya! Mandi dulu kakak! Gerah ih!"Ujar Hilda tersenyum kikuk.


Malam menjelang, suasana itu masih sangat hangat, kala Hilda ingin menjelaskan beberapa ketukan pintu membuat ketiganya saling memandang satu sama lain.


Siapa yang betamu malam malam seperti ini???? Begitu arti sorot mata keduanya.


Pelan namun pasti, kakinya melangkah untuk kelur dan membukakan pintu.


"Tuan Pitter!" Gugup Hilda, bagaimana asisten ini tau tempat tinggalnya, Wilson yang sudah bertahun-tahun menjadi tuan nya saja tak mengetahui letak rumah nya.


"Aku tak bisa menjelaskan kenapa? Bereskan barang mu ikut aku! Termasuk adikmu dan anak mu!"


"Tuan anda? Bagaimana?" Gugup Hilda.


"Atau kau lebih memilih di tawan oleh Wilson? silahkan!" Ujar Pitter nampak acuh.


"Tapi...."


"Waktumu tak banyak! Ikut aku!" Ujarnya, kali ini bukan nada ajakan, namun ke perintah yang harus di laksanakan.


...*************...


"Ma? Kenapa kita di sini!" Ujar Rafi bertanya, apartemen mewah dengan dua kamar akan menjadi tempat tinggal ketiganya untuk waktu yang gak bisa di pastikan selama apa mereka akan tinggal.


"Rafi suka?"


"Apa maksud anda Tuan!!!"


"Baca Hilda!" Ujar Pitter dengan raut wajah dingin nya.


Semua informasi yang di sajikan tampak jelas dan terpampang nyata akan siapa jati dirinya, termasuk Rafi dan siapa ayah kandung dari anak tampan nan cerdas itu.


"Kau kaget?"


"Bagaimana anda bisa mengetahuinya!"


"Tak mudah mengumpulkan informasi itu, aku harus mengeluarkan banyak tenaga extra untuk memperoleh segalanya! Apa yang kau rencakan Hilda!"


"Tuan saya...."


"Jelaskan!"


"Tak ada yang ingin saya rencanakan!"


"Kau jelas tau bagaimana hubungan Tuan Marco dengan Wilason? Dan bagaimana sikap Nona Nana yang selalu menganggap mu sebagai kakak!" Kata-kata yang terlontar membuat kerongkoangan nya tercekat, harus bagaimana lagi dia menjelaskan semua ini.

__ADS_1


Sialan! Siapa Pitter sebenarnya? Kenapa aku bisa kecolongan sampai begini banyaknya! keluh Hilda dalam hati.


"Jangan mengumpati ku lagi Hilda!"


"Tidak tuan, saya mana berani!" Gak berani di langsung tapi dalam hati sudah menyumpahi hingga 7 turunan.


Hahahahahaaa........


"Saya tak punya tujuan apa-apa, Nona Nana terlalu baik dan polos. Anda pasti tau apa yang sudah saya korbankan untuk Nona Nana, yang jelas saya tulus dan mau mengabdi untuk Nona Nana!"


"Hah.... Dalam dunia hitam omongan tak bisa di percaya!"


"Tapi anda bisa mempercayai saya tuan!" Ujar Hilda.


"Hmmmm....." maksudnya apa? Memang aku tau apa yang di utarakan, kenapa tak ada kalimat yang menunjukkan penolakan dan penerimaan? semuanya standar tak menunjukkan ekspresi apapun.


...************...


Dertttt.......


Derttt........


Derttt......


"Halo Pa!"


"Siapa kau menggangguku sepagi ini!" Geram Wilson di sebrang telfon sana.


"Kenapa kau menganggu Mama, Pa? kenapa Kau melukai Mama ku?"


"Mama siapa sialan yang kau maksud!"


"Aku menyesal ada darah yang sama dengan mu yang mengalir di tubuhku!"


"Siapa kau!!!" darah nya semakin mendidih.


"Kado dariku pa! selamat menikmati!" ujarnya mematikan telfon, kaki Wilson melangkah keluar sepagi ini, para Maid membungkuk dengan hormat kepada tua muda nya.


"Apa ada paket untukku!" Ucap nya tampak dengan nada tergesa.


"Itu tuan!" Tunjuk salah satu penjaga pada kotak kado berwarna hitam dengan aksen pita yang indah.


Brukk!!!!


Kaget? jelas!!!!! Sebilah pisau berlumur darah segar adalah isi dalam kotak itu,


"Siapa yang menerima kotak ini!!!!" teriaknya menyorot pada semua anak buah nya yang hadir! Bisu? tak ada satupun yang tau bagaimana kotak itu ada dan masuk. Yang jelas di atas kotak tertera dengan jelas di tujukan pada Tuan nya.

__ADS_1


...*********...


...HAPPY READING!!!!!!!!!!...


__ADS_2