
Thor kok jarang UP? Lama banget UP nya thor!!!!
Hehehe maafin ya akhir-akhir ini badan nya drop banget dengan batuk yang gak kunjung sembuh🥲
Ya gitu.
Pagi jam 9 - 3 sore author jaga warung orang tua kebetulan punya usaha kecil-kecilan.
Pulang mandi ya bantu masak.
Nunggu magrib terus buka, sholat terawih.
Ya gimana?
Untuk yang udah nungguin makasih...
Author minta maaf! novel ini mungkin akan jarang UP ya.
Segitu dulu ya.... Makasih pengertian nya.....
😙😙😙😙
...HAPPY READING!!!!!!!!!...
Jantung berpacu tak karuan, bagaimana ini. Kenapa harus bertemu dengan Tuan Wilson kala dirinya bergandeng tangan dengan Rafi, putranya.
Bukan waktu yang tepat untuk menggungkapkan semuanya, dan bukan dengan cara seperti ini.
"Ma ayo!" Ujar Rafi membuyarkan lamunan sang Mama.
"Saya permisi tuan!" Ujar Hilda nadanya masih dibuat tenang.
"Tidak semudah itu Hilda! Siapa dia!" Tatapan nya menghunus ke arah Rafi dengan nada berbisik, mengcengkram keras pergelangan tangah Hilda.
Ingatan nya berputar, anak ini lah yang dia temukan di makam sang adik dan Papanya, meski sekarang ia lebih tinggi dan gagah untuk anak seusianya.
"Dia putra saya tuan muda!" Ujar Hilda, masih dengan nada yang begitu tenang.
"Putramu dengan ku?" Sinisnya begitu menohok, melihat gelagat kedua orang dewasa, yang tau pasti Mamanya tertekan dengan tiap pertanyaan yang terlontar dari mulut tuan muda Wilson.
"Om?" Panggil Rafi.
"Perkenalkan aku Rafi! Putra Mama Hilda." Tangan kecil itu terkulur untuk meminta berjabat tangan.
Apa yang kau lakukan rafiiii!!!!! Bathin Hilda.
Besar juga nyali bocah kecil ini!!!!!! Bathin Wilson.
"Ah ya anak manis, Aku Wilson!" Ujar nya, tangan kekar menyambut dengan tubuh yang berjongkok untuk mensejajarkan.
__ADS_1
BUGH! Tendangan keras di layangkan oleh Rafi pada masa depan ayahnya itu.
"Jangan menganggu bahkan menyakiti mamaku! Kau bukan Papaku!" ujar Rafi, senyum licik nan mengejek di layangkan oleh nya, seperdetik kemudian tangan kecil itu menarik tangan sang Mama untuk segera pergi dan meninggalkan laki-laki yang tengah berjongkok kesakitan itu.
...**************...
"Hay Marfin...."Ujar Rafi, tangan nya menenteng kado mainan untuk putra tampan Papa Marco dan Nana,
"Apa kak?"
"Mainan untukmu!" Ujarnya penuh kasih sayang.
Hilda dan Rafi sudah sampai dirumah itu, jam masih menunjukkan pukul 7 malam.
Semenit kemudian derap langkah kaki mengalun pelan mendekati semuanya.
Louis, pemuda itu masih tampak gagah! sangat tampan dan lebih berkharisma. Senyum nya masih tampak samar. Bersama sang Bunda yang datang.
Eyang Robert, sudah ada di rumah ini.
Baby Marfin dan Rafi, sudahlah mereka bermain dengan baik. Beberapa mainan tampak berceceran, ada Pitter yang memantau mereka berdua.
Dirumah dengan formasi lengkap, keduanya tetap anak kecil yang menggemaskan dan begitu tampan.
"Louis! Bunda selamat datang!" Ujar Nana memeluk rindu ke arah Bunda, saat kakinya melangkah mendekat ke Louis, tarikan tangan sedikit kasar langsung menghampirinya.
Duh Papa Marco, iya tau kok kalau terlalu cinta dengan sang istri! tapi jangan gitu dong🤣
"Hai kak!" Ujar Louis, masih nampak sangat kaku menyapa kakak tirinya itu.
"Papa! Ayo dong dijabat!" Ujar Nana langsung mendorong tubuh sang suami, ah mereka berpelukan. Sedikit kaku dan terpaksa karena keadaan tapi sangat sejuk untuk di pandang.
Stop! di adegan berpelukan, tak terlalu romantis dan sangat kaku untuk di jabarkan. seoarang kakak dan adik laki-laki bertemu dan memulai hubungan yang lebih baik, melupakan semua masalah yang menimpa nya.
Makan malan berdenting, semua makan dengan suasa nikmat dan kekeluargaan.
...**************...
"Apa yang kau fikirkan!" Tangan Pitter terkulur untuk memberikan secangkir teh hangat pada Hilda.
Hot Mother satu ini tengah duduk termenung di pinggir kolam, semua orang sudah tertidur dan di suruh menginap di mansion Papa Marco.
"Terimaksih!" Ujar Hilda, senyumnya begitu kaku menatap wajah Pitter.
"Kau ada masalah?"
"Aku bertemu dengan nya!"
"Apa!"
__ADS_1
"Tak sengaja,..." helaan nafas berikutnya membuat Hilda menjelaskan bagaimana sikap Rafi saat bertemu dengan Papanya.
"Tak adakah sedikit ruang di hatimu untukku?" Ujarnya bertanya dengan lesu.
"Hah... Kau baik dan kau pantas mendapatkan wanita yang lebih baik dariku!" Jujurnya, hubungan ini seakan rumit? apakah salahnya sangat mencintai laki-laki yang tak seharusnya.
"Sudah malan tidurlah!" Ujarnya berusaha tersenyum, beruntunglah Hilda! kau adalah wanita yang bisa melihat senyum tulus seorang Pitter.
Kepergian nya menuntut Ilmu bukan semata-mata untuk menghindar dari Wilson, tapi juga Pitter.
Ah pemuda ini masih dengan keras kepalanya, sesekali menyusul Hilda dan membawa Rafi menemui ibunya.
"Kau juga selamat malam!" Ujar Hilda, kakinya melangkah masuk kedalam meninggalkan Pitter yang masih duduk termenung menatap kolam renang.
"Paman!" Panggilan kecil menyapa tuna rungu Pitter.
"Kau tak tidur son?" Tanyanya,
Rafi! Yeah! Bocah kecil ini begitu akrab dengan Pitter, memang dia gagal mendapatkan hati ibu dari Rafi. Tapi bocah kecil ini, ia berhasil mendapatkan nya.
"Aku ingin latihan! Malam ini sekarang!" Sisi setan langsung muncul dalam diri Rafi, dia bukan lagi bocah berusia 10 tahun pada umumnya.
Menolak? sudah Pitter katakan, namun? bocah ini begitu gigih. Sudahlah... Sebagai orang tua kita arahkan saja.
Semoga Hilda tak tau apa yang telah di ajarkan Pitter pada anaknya, Tak akan bisa terbayangkan kemarahan ibu satu anak ini.
...**************...
BRAK!!!!!!
PYAR!!!!!!
Barang berceceran tak karuan, darahnya begitu mendidih. Bagaimana bisa ia dikalahkan dengan bocah ingusan sepertinya.
Hacker yang dimiliki oleh Wilson, tak mampu menembus pertahanan sekedar biodata Hilda dan semua keluarga miliknya. Jika ia bisa mendapatkan seluruh informasi itu, ia bisa memanfaatkan keluarga Hilda sebagai kelemahan ibu satu anak itu, agar mau menyerahkan Rafi padanya.
Sialan!!!!!!! Seperti apa kekuatan dan kecerdasan bocah itu.
Kertas di remas dengan sisi frustasi nya, Wilson berhasil mengambil sehelai rambut yang ada di kepala Rafi, dengan kekuasaan dan uang yang dimilikinya.
Hanya butuh waktu sehari, surat tes DNA itu bisa keluar yang menyatakan 100% Rafi adalah putranya! putra kandungnya.
Dia darah dagingku! Meski malam itu adalah kesalahan ku! Tapi dia tetap putraku Hilda!!!! Aku akan merebut nya darimu! aku lah Papa nya! Papa yang berhak mendapatkan hak asuh dari putra kandungnya!
Rafi! Nama yang bagus! Kau adalah putraku! Kau penerus semua kekayaan yang aku miliki! kau milikku Rafi!!!!
...******...
...HAPPY READINGGG!!!!!!!...
__ADS_1