
Sejak kejadian malam itu Aira lebih banyak diam dan mengurung diri di kamarnya, hal ini membuat para karyawannya khawatir dengan kondisi Aira.
Tok... Tok... Tok...
"Selamat pagi menjelang siang Bu Aira, boleh saya masuk?" Tanya Winda dari balik pintu kamar Aira yang tak tertutup sempurna.
"Tentu saja Win, masuklah." Ucap Aira, Winda pun perlahan masuk ke dalam kamar Aira.
"Bu, ini aku bawakan Bangkok tomyum dan nasi uduk Pak Jhon kesukaan Bu Aira, dimakan ya Bu." Winda menyerahkan bungkusan yang ia bawa kepada Aira.
"Terima kasih ya Wind, kamu tidak usah repot-repot bawain aku makan lagi ya."
"Karena aku sudah repot jauh-jauh ke CBD, jadi Bu Aira harus menghabiskannya ya." Ucap Winda sambil tertawa.
"Kita makan bareng-bareng di ruang makan saja ya." Aira mengajak Winda keluar kamarnya, mereka berdua berjalan menuju ruang makan.
"Bu, kalau boleh aku tahu. Apakah pria yang waktu itu menolong ibu adalah teman Bu Aira?" Tanya Einda sambil menaruh nasi uduk dan tomyum ke dlam piring dan mangkuk.
"Ia, Bang Radit teman kerjaku dulu." Jawab Aira.
"Terima kasih." Aira menerima tomyum yang di berikan oleh Winda.
"Sepertinya dia sangat khawatir sekali dengan Bu Aira, dia sampai sampai membentak dan mengancam melaporkan pegawai hotel kepada polisi jika mereka tidak memberikan kunci cadangan." Winda mengingat dengan jelas bagaimana marahnya Raditnya kepada pegawai hotel karena pihak hotel tidak memberikan kunci cadangan kepada Raditya.
"Benarkah?" Tanya Aira.
"Ia Bu Aira, bahkan ia sempat mengaku jika dia adalah calon suami Bu Aira." Ucap Winda ragu-ragu.
"Dia mengatakan hal itu agar pihak hotel mau membukakan pintu kamar atau minimal memberikan kunci cadangannya." Ucap Aira sambil tersenyum kepada Winda.
"Assalamualaikum, mamah." Reza datang sambil menggendong Chelsee mendekat ke arah Aira.
"Walaikumsalam." Jawab Aira dan Winda bersamaan.
"Loh kok A'Reza yang jemput Chelsee sekolah? A'Reza tidak kerja?" Tanya Aira heran, karena sebelumnya asisten rumah tangganya pamit untuk menjemput putrinya.
"Aku sengaja mengambil cuti dua hari untuk menemanimu, tadi pada saat di sekolah Chelsee aku bertemu Bik Asri, aku suruh saja ia pulang terlebih dahulu, tapi katanya dia mau ke pasar, mungkin sekarang masih di pasar." Reza menurunkan Chelsee di pangkuan Aira, kemudian ia mencium kedua pipi Aira.
__ADS_1
"Aku permisi melanjutkan pekerjaanku dulu ya Bu." Ucap Winda.
"Ia Wind, terima kasih ya makanannya." Ucap Aira.
"Sama-sama Bu Aira." Winda beralih ke Chelsee "Bye Princess"Winda beranjak dari tempat duduknya kemudian ia melambaikan tangannya kepada Chelsee barulah ia kembali ke Florist.
"Dua hari ini aku milik kalian berdua, aku akan menemanimu healing, kemana pun kamu mau." Reza menarik kursi di meja makan duduk di samping Aira.
"Healing?"
"Yes, where are you going baby? Singapore or Bali?" Reza memberikan beberapa opsi kepada Aira.
"Ke Singapore saja yuk, aku mau sekalian cari Daisy Livingstone." Ucap Aira.
"Okay, let's go." Reza membantu Aira untuk berkemas, ia mengemasi pakaian dan segala keperluan Chelasee.
"Byy, aplikasi pesan tiket pesawat milikku sedang gangguan, apa bisa pakai punyamu saja?" Tanya Reza.
"Biar nanti aku saja yang menyiapkan tiket pesawatnya. Barang-barangmu bagaimana?" Tanya Aira.
"Ada dimobil, enggak banyak sih. Kan kita cuma dua hari di Singapore."
"Ya sudah sebentar ya aku ambil dulu." Reza beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil pakaiannya yang sudah ia simpan di dalam mobilnya.
Setelah semua persiapan selesai, pukul 15.00 Aira, Reza dan Chelsee bertolak menuju Singapore. Butuh waktu 1 jam 35 menit dari Soekarno Hatta International Airport (CGK), menuju Singapura Changi Airport.
Setibanya di Singapore Reza mengajak Aira dan Chelsee menuju Hotel The Ritz-Carlton.
"Ada masalah apa byy?" Tanya Aira, ia melihat Reza nampak kebingungan di meja receptionist.
"Credit card aku tidak bisa di pakai, tadi aku lupa menukar Dolar Singapura (SGD atau S$)" Ucap Reza.
"Pakai punyaku saja." Aira mengeluarkan credit card miliknya dari dalam dompetnya.
"Ini kamu hanya pesan satu kamar saja?" Tanya Aira.
"Ia, tapi twin bed kok. Kamu tidur sama Chelsee dan aku sendiri." Ucap Reza.
__ADS_1
"Baiklah." Aira pun membayar kamar hotel untuk dua hari dengan credit card miliknya.
Chelsee yang lelah menempuh perjalanan Jakarta - Singapore, begitu masuk kedalam kamar hotel ia langsung tertidur dengan lelap.
Melihat putrinya tertidur lelap Aira memilih untuk berendam sambil menikmati senja dan secangkir teh hangat.
"Eh A'Reza." Aira cukup terkejut ketika reza ikut masuk ke dalam bathtub, meskipun ia tidak bertelanjang namun tetap saja ia merasa kurang nyaman.
"Aku hanya ingin menikmati senja bersamamu." Reza menyalakan musik untuk membuat suasana tenang, kemudian ia duduk di belakang Aira dan meminta Aira untuk bersandar di dada bidangnya.
"Aku rindu dengan Aira yang dulu, yang selalu ceria dan bersemangat." Ucap Reza.
"Jujur saja setelah kejadian itu aku sangat malu, aku takut jika kamu pergi meninggalkan aku."
"Aku tidak akan meninggalkanmu." Reza mengecup kepala Aira.
Samar-samar Aira dan Reza mendengar suara Chelsee yang sudah terbangun dari tidurnya.
"Biar aku saja, kamu mandilah dan bersiap. Malam ini kita akan jalan-jalan." Reza keluar dari bathtub, ia mengeringkan tubuhnya dan mengenakan pakaian lengkap barulah Reza menghampiri Chelsee mengajaknya bermain.
"Kamu cantik sekali byy." Puji Reza saat Aira selesai bersiap.
"Gombal, aku mau mandiin Chelsee dulu sebentar ya." Aira menggendong Chelsee ke kamar mandi.
Setelah semuanya siap, mereka bertiga menikmati makan malam romantis di hotel tempat mereka menginap. Usai mengisi perut, Reza mengajak Aira dan Chelsee Bersantai dan nikmati pemandangan Singapura yang ikonik dan menakjubkan.
"Byy, baju aku kayanya bau deh." Reza mencium bajunya sendiri.
"Masa sih, ini bau minyak wanginya masih kecium sampai ke sini kok." Ucap Aira.
"Coba deh kamu cium bajuku." Reza menyodorkannya bajunya, Aira pun mencium baju Reza, dengan cepat Reza mengecup kening Aira.
"A'Reza...." Aira tersenyum sambil memukul Reza.
" I just want to see a smile on your face." Ucap Reza sambil menatap mata Aira, kemudian ia berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Chelsee.
__ADS_1
"Sudah ya jalan-jalannya, sudah malam, sudah waktunya kita kita beristirahat." Reza menggendong Chelsee dan berjalan terlebih dahulu.
"I will learn to love you" Aira berjalan dengan cepat menyusul Reza dan putrinya.