
Melihat pintu kamar Aruna yang tak tertutup rapat membuat Aira berjalan menghampiri adik iparnya, ia melihat Aruna mulai mempacking semua barang-barang pribadinya.
"Na, kamu yakin mau tinggal di Bogor?" tanya Aira dengan nada khawatir, ia mendekat ke arah Aruna mengelus perut Aruna yang sudah mulai terlihat membesar.
"Kamu tidak perlu cemas Ra, aku akan menjaga kandunganku dengan baik. Aku hanya ingin mencari suasana baru yang lebih sejuk" ucap Aruna
Sebenarnya alasan utama Aruna memutuskan untuk pindah dari rumah Abangnya bukanlah untuk menepi dari hiruk pikuk kota, namun ia tak ingin membuat malu Abang dan kakak iparnya dengan kondisi perutnya yang semakin membesar. Ia sadar benar bahwa hamil di luar nikah merupakan aib yang sangat memalukan, Aruna tak ingin orang-orang terdekatnya mendapatkan imbas cemoohan orang-orang atas apa yang telah ia perbuat.
Untuk itulah ia memilih menepi dari kota, memulai kehidupannya yang baru bersama dengan anak yang tengah di kandungnya di tempat yang dimana tak ada orang yang mengenal dirinya dan keluarganya.
Dengan seluruh sisa tabungan dan hasil penjualan tas branded serta perhiasan yang ia miliki, Aruna membeli sebuah villa sederhana di kawasan puncak Bogor.
"Tidak usah sedih gitu dong Ra, aku janji setiap hari akan menghubungimu, lagi pula dua orang asisten rumah tanggamu juga akan ikut bersamaku" Aruna mengelus bahu Aira dengan lembut.
Terbesit penyesalan dalam benaknya, jika dirinya pernah begitu jahat dan memandang rendah status Aira dan sekarang kondisi tersebut berbalik pada dirinya, bahkan justru ia merasa jauh lebih hina, Aruna benar-benar malu terhadap Aira.
"Ra, kemarin aku dapat informasi jika beberapa meter dari vila yang aku beli ada tanah kosong yang mau di jual, tempatnya bagus deh ada sungainya" Aruna mengambil handphonenya, ia menunjukan lokasi tanah yang sedang ia incar.
"Aku ada ide untuk membuat restoran di sana, lokasinya cukup strategis, kamu mau join bisnis denganku?" tanya Aruna dengan penuh pengharapan.
"Nanti setelah kamu sampai disana kamu cek lagi lokasinya, jika kamu yakin aku akan transfer modal yang kamu butuhkan" ucap Aira.
"Serius Ra?"
__ADS_1
"Tapi dengan satu syarat"
"Apa Ra?"
"Ada staffku yang akan mengawasi bisnis barumu" Aira meraih tangan Aruna kemudian menggenggamnya "Aku bukan tidak percaya padamu, aku hanya tidak mau kamu di manfaatkan lagi oleh orang lain. Aku sama sekali tak mengharapkan bagi hasil dari usaha yang kamu jalani, melihat usahamu nanti berjalan lancar itu sudah lebih dari cukup bagiku" Aira menatap Aruna dalam-dalam.
"Thanks ya Ra" Aruna memeluk Aira dengan hangat, sekarang ia mengerti mengapa Abangnya begitu tergila-gila pada Aira.
Di tengah obrolan seru antara Aruna dan Aira membahas konsep usaha yang akan di rintis oleh Aruna, tiba-tiba saja Nathalie datang menghampiri Aira, ia meminta izin untuk beribadah ke Gereja.
"Maaf ya tante tidak bisa antar, tante mau siap-siap ke JFW, nanti habis dari Gereja kamu langsung ke Senci (Senayan City) tante sudah ngomong kok sama supir om yang mengantarmu ke Gereja" terang Aira sambil merapihkan baju Nathalie.
"Aku ikut ke Sency tante?" tanya Nathalie, seolah tak percaya jika Aira mengikutsertakan dirinya.
"Memangnya kamu tidak ingin melihat adikmu fashion show?"
"Sudah mau siang ini Nath, sudah sana berangkat, nanti kamu telat loh" Aira sudah dapat menebak jika Nathalie merasa tak enak untuk ikut menghadiri acara tersebut "Oh ia ini ada handphone untukmu" Aira memberikan sebuah handphone kepada Nathalie "Untuk komunikasi dan belajar, di sini sudah ada nomor om dan tante jadi begitu sampe di Senci kabarin ya. Ingat, jangan di pakai untuk buka sosial media!!!" ucap Aira dengan nada tegas, ia tak ingin Nathalie melihat komentar bullyan dari teman-teman lama yang mengetahui kasus orang tuanya di akun sosial medianya.
"Baik tante, tante terima kasih banyak. Aku permisi ke Gereja dulu" Nathali mencium tangan Aira dan Aruna secara bergantian.
"Hati-hati ya, kamu pamit dulu sana sama om, kayanya masih di rooftop berjemur sama Ray dan Chelsee"
"Sudah kok tante, tadi sebelum ke sini aku ke rooftop dulu"
__ADS_1
"Oh ya sudah, hati-hati ya" Aira mengantar Nathalie hanya sampai keluar dari kamar Aruna karena dirinya ingin bersiap-siap.
"Beresin barang-barangnya nanti lagi Na, kamu siap-siap gih sudah siang ini" ucap Aira kepada Aruna.
"Aku di rumah saja Ra jagain Ray" lagi-lagi Aruna merasa malu pada perutnya.
"Kok gitu Na? kan selama ini kamu yang support dan ajarin Chelsee, memangnya kamu tidak mau melihat Chelsee catwalk?"
"Bang Radit pasti videoin, nanti aku lihat di handphonenya Bang Radit saja"
"Na, Chelsee akan sangat happy kalau kamu bisa datang memberikan support untuknya secara langsung" Aira mencoba menyakinkan Aruna agar ia mau ikut melihat penampilan putrinya, namun ia juga tak ingin memaksa Aruna "Ya sudah aku mau siap-siap dulu ya" Aira pun keluar dari kamar Aruna, mehampiri suami dan anak-anaknya di rooftop mengajak mereka untuk bersiap-siap.
Senyum Chelsee merekah saat melihat Aruna masuk ke dalam mobil duduk di sebelahnya "Thank you Aunty" Chelsee memeluk Aruna, ia sangat bahagia Auntynya bisa menemani catwalk perdananya.
Dari kaca spion Raditya tersenyum melihat kedekatan putri sulungnya dengan adiknya, ia pun mengemudikan kendaraanya menuju tempat JFW di selenggarakan yaitu di Senayan City Jakarta Pusat.
Tiba di tempat acara, Raditya kembali tersenyum melihat kedua orang tuanya berada di barisan tamu undangan yang hadir, tanpa ragu Raditya menghampiri dan duduk di samping kedua orang tuanya.
Sementara Aira dan Aruna menemani putrinya di belakang panggung mempersiapkan diri untuk tampil. Aira sempat khawatir jika purtinya tak nyaman berada di tengah-tengah suasana riuh di belakang panggung, namun ternyata Chelsee begitu sangat menikmati semua prosesnya mulai dari make up hingga briefing sebelum acara di mulai.
Acara pun di mulai, desainer yang menggandeng Chelsee sebagai modelnya menjadi pembuka dalam acara tersebut. Dengan penuh percaya diri Chelsee berserta model-model lainnya melangkah secara bergantian mempresentasikan pakaian tradisional yang dikenakannya.
Dari bangku penonton mata Raditya berkaca-kaca melihat putrinya tampil dengan sempurna bersama jajaran model-model terkenal lainnya, tak hanya Raditya yang merasa bangga terhadap putrinya, kedua orang tua Raditya pun bangga terhadap Chelsee, bahkan Ny.Paulina ibunda Raditya sempat melambaikan tangannya saat Chelsee tampil.
__ADS_1
"Maaf aku telat Om Radit, tadi macet sekali" Nathalie datang menghampiri dan duduk di sebelah Raditya.
"Tidak apa-apa, masih ada satu baju lagi yang akan di peragakan oleh Chelsee" ucap Raditya, ia menepuk lembut bahu Nathalie ketika ia melihat raut wajah kecewanya karena tak sempat melihat penampilan pertama Chelsee "Nanti rekaman videonya om kirim ke handphonemu, kamu bisa lihat sepuasnya, sekarang kamu nikmati saja acaranya, sebentar lagi Chelsee akan membawakan baju ke duanya" ucap Raditya.