USAI

USAI
XTRA PART


__ADS_3

Tn. Maruli dan Ny.Paulina mengajak anak menantu dan cucunya mengunjungi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO tahun 1991 yang paling terkenal di Indonesia yaitu Candi Prambanan.


Dengan menggandeng tangan Chelsee, Tn.Maruli dan Ny.Paulina berkeliling komplek Candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Sementara Aira dan Raditya sambil mendorong Ray di Stroller anak, mereka mengikuti orang tuanya dari belakang.


Tn. Maruli bercerita mengenai sejarah singkat Candi Prambanan, ia ingin cucunya bisa mengenal warisan budaya Indonesia.


"There was a king named Prabu Boko who reigned in Prambanan. Prabu Boko is a giant Galaxy. He has a daughter named Roro Jonggrang. Roro Jonggrang, It borders with the Kingdom of Boko there is a Kingdom named Pengging also" Tn. Maruli mengawali cerita lengenda Candi Prambanan.


"One day the King of Pengging also want to expand the territory of his Kingdom, so he sent his son Bandung Bondowoso, led an army of attacking the Kingdom of Prambanan. Bandung Bondowoso who defeated Boko even killed King Boko. Bandung Bondowoso who else lived in the Palace. He fell in love with Roro Jonggrang and asks the girl to become his consort" lanjutnya.


"WHAT!! How can he fall in love??" tanya Chelsee seakan tak percaya, bagaimana bisa Bandung Bondowoso jatuh cinta pada Roro Jonggrang padahal Bandung Bondowoso telah membunuh ayah Roro Jonggrang.


"Hei, kalian berdua apa tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia saja, Ompung sama sekali tak mengerti apa yang kalian bicarakan dari tadi" protes Ny.Paulina kepada suami dan cucunya.


"Kita pakai bahasa Indonesia saja ya, nanti Ompung doli mengira kita membicarakannya" bisik Tn. Maruli.


Chelsee tersenyum sambil menganggukkan kepalanya "Lalu apakah Roro Jonggrang menerima lamaran Bandung Bondowoso?" tanya Chelsee kembali.


"Tentu saja tidak, tapi Roro Jonggrang tidak menolaknya secara langsung. Ia mengajukan syarat agar dibuatkan seribu candi dalam satu malam" ucap Tn. Maruli.


"Wow, apakah Bandung Bondowoso menyanggupi syarat dari Roro Jonggrang?"


"Iya, dengan kekuatan supranatural, Bandung menyanggupi syarat tersebut" ucap Tn.Maruli.


"Wah berarti Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso menikah dong Ompung?" Chelsee semakin penasaran.

__ADS_1


"Tidak sayang, saat Bandung Bondowoso hampir berhasil menyelesaikan tugasnya. Roro Jonggrang, berusaha untuk menggagalkannya dengan meminta bantuan para wanita desa untuk membakar jerami dan menumbuk padi sehingga suasananya berubah seperti pagi hari. Sehingga hal tersebut membuat kekuatan supranatural yang membantu Bandung berlarian. Tak ayal, pekerjaan yang nyaris selesai akhirnya terbengkalai. Kegagalan ini tentu saja membuat Bandung murka, dan karena tidak dapat menahan amarahnya, Bandung mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah patung" terang Tn. Maruli.


"Patung?" Chelsee mencoba mencerna cerita Ompungnya.


"Ya, patungnya ada di Candi Utama atau Candi Siwa" ucap Tn. Maruli sambil menunjuk ke arah Candi Utama yang tak jauh dari tempatnya saat ini berada.


Chelsee pun langsung meminta untuk masuk ke Candi Utama, namun karena suasana yang mulai tidak kondusif dimana banyak dari wisatawan domestik yang meminta foto bersama Chelsee, Raditya pun melarangnya, ia mengajak keluarganya kembali ke mobil.


Situasi yang terkadang membuat Raditya lelah, padahal ia ingin sekali menikmati waktu liburannya bersama keluarganya dengan tenang.


"Kita cari makan saja yuk, aku tahu tempat gudeg yang enak loh" ajak Aira, ia mencoba mencairakan suasana ditengah kekesalan yang suaminya rasakan karena sempat bersitegang dengan salah satu wisatawan yang menarik paksa pakaian Chelsee agar mau berfoto dengannya padahal Raditya sudah menolak secara halus.


"Sudahlah, kita yang salah berlibur saat weekend" Aira mengelus tangan suaminya, kemudian ia meminta supirnya untuk mengantar ke salah satu warung gudeg yang berada di Pakualaman, Yogyakarta.


" Kakak kemana ya? Dari tadi aku telepon enggak di angkat-angkat" tanyanya dengan nada khawatir.


"Bukankah hari ini papa mau jemput kakak?" sambung Chelsee, ia baru saja ingat jika hari ini adalah hari kepulangan kakaknya.


"Pengumuman pemenangnya baru siang ini, sorenya Kak Nath mau berkeliling Banjarmasin bersama guru dan teman-temannya" jawab Raditya.


"Jadi kak Nath tidak jadi pulang?" tanya Ray kecewa.


"Besok papa jemput kak Nath, hari ini biarkan kak Nath me time bersama teman-temannya" terang Raditya, ia masih tetap berusaha menghubungi Nathalie dan juga guru-gurunya untuk menanyakan kabar putrinya dan juga informasi pemenang NSDC.


Hingga tiba di warung makan Raditya belum juga mendapatkan kabar, baik dari Nathalie maupun gurunya, semua pesan yang ia kirim tak ada satupun yang membalasnya.

__ADS_1


"Nanti biar aku saja yang menghubungi Kakak, kita makan saja dulu yuk! Papa, Mama dan anak-anak sudah menunggu di dalam" ajak Aira, ia menggandeng tangan suaminya masuk ke dalam warung makan tersebut.


Raditya menaruh curiga terhadap warung makan yang di pilihkan oleh istrinya, pasalnya warung makan tersebut nampak sangat sepi "Katanya enak dan terkenal, kok sepi sih?" tanya Raditya dengan nada curiga.


"Sudahlah masuk saja, percaya padaku" ajak Aira, perlahan ia membuka pintu warung makan tersebut.


"SURPRISE!!!!"


Raditya dikejutkan dengan kehadiran Nathalie dan Aruna berserta keluarganya di warung makan tersebut.


"Happy birthday papa" Nathalie berhambur ke pelukan Raditya, Raditya pun memeluknya dengan hangat.


Ia tak menyangka mendapatkan kejutan spesial di hari ulang tahunnya, dengan kepanikan kepergian Chelsee membuat dirinya lupa akan hari lahirnya sendiri, terlebih istrinya belum memberikan ucapan kepadanya.


"Aku menang juara satu" ucap Nathalie sambil memamerkan medali emas yang diraihnya dari NSDC.


"Alhamdulillah, tapi kamu pulang sama siapa? kok kamu bohongin papa sih? katanya mau jalan-jalan di Banjarmasin sama teman-teman dan guru-guru kamu? papa khawatir tau, dari tadi kamu sulit di hubungi!" Raditya membrondongi Nathalie dengan banyak pertanyaan.


"Maaf pah, aku kan mau ngasih kejutan untuk papa. Kemarin malam aku di jemput Aunty Aruna" Nathalie menunjuk ke arah Aruna dan keluarganya.


"Lain kali jangan pernah bohongin papa lagi ya!"


"Siap pah" Nathalie tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


Raditya bersama keluarganya menikmati makan siang dengan suasana hangat, Aruna tersenyum melihat Abangnya bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya dengan formasi lengkap, ia teringat kejadian tadi malam dimana ia bertemu dengan Gilang di Bandara dan sempat adu debat dengannya.

__ADS_1


__ADS_2