USAI

USAI
Episode 37


__ADS_3

Pasca penolakan marriage proposal Raditya, Aira kembali fokus mengurus Chelsee, komunitasnya dan tentunya usaha floristnya.


"Ini bunga lilynya kok cuma segini Git?" tanya Aira


"Ia Bu Aira, katanya sisanya besok" jawab Gita.


"Loh kok gitu? terus ongkir?" tanya Aira kembali.


"Dari vendornya, kan yang salah kirim vendornya" ucap Gita


"Oh ya sudah"


Saat tengah mengobrol dengan Gita, Azzam datang menghampiri Aira


"Maaf Bu Aira, tadi pagi aku sudah konfirmasi ke agency yang DM ke IG C&A Florist mengenai tawaran casting iklan pasta gigi anak, mereka memang tertarik dengan Chelsee, jika Bu Aira bersedia besok Bu Aira dan Chelsee bisa datang ke Kemang-Jakarta Selatan." ucap Azzam.


"Hmm.. Casting iklan ya?" Aira nampak berfikir sejenak.


"Ikut saja Bu Aira, kan tidak ada salahnya mencoba, siapa tau memang rezeki adek jadi bintang iklan" sambung Gita.


"Besok kamu temenin ya Git, gantian nyetir" ucap Aira kepada Gita.


"Siap Bu Aira"


"Berarti besok aku stay di florist sendirian dong, Mas Azzam dan yang lainnya decor event birthday" ucap Reni.


"Sekali-sekali Ren, pesanan buket banyak jadi kamu tidak akan merasa bosan hahaha..." ledek Azzam.


"Iiiihh Mas Azzam ini" Reni memukul lengan Azzam dengan kencang.


"Sudah-sudah, ayo itu bantuin Raya merapihkan bunga-bunga yang baru datang tadi" Aira mencoba melerai Azzam dan Reni yang sering kali ribut hanya kerena saling meledek satu sama lain.


Malihat para pegawainya sibuk mengurus bunga-bunga yang baru saja dikirim oleh vendornya, ia pun tak segan ikut membantu menyusunnya didepan tokonya.


Saat tengah serius menyusun bunga-bunga yang di pajang di depan toko bunga miliknya, Aira seperti merasakan ada seseorang yang tengah memperhatikannya, namun saat menoleh ia tak melihat siapa-siapa.


'Mungkin hanya perasaanku saja' gumam Aira, ia kembali masuk kedalam rumah membantu putrinya mengerjakan PR.

__ADS_1


"How many pencils are in this box?" Aira menunjuk ke arah gambar pencil pada buku berhitung putrinya.


"One, two, three... Three" Chelsee mencoba menghitungnya.


"Good. So Let's write in here" Aira menunjuk kekolom jawaban yang harus di isi oleh putrinya, dengan perlahan Chelsee mulai menuliskan angka tiga di kolom yang di tunjuk oleh Aira.


"Good Work baby, next" Aira selalu mengapresiasi setiap usaha putrinya dalam belajar dengan berbagai reward sederhana baik berupa pujian maupun kupon 'waktu bermain tambahan' hal ini untuk memacu semangat belajarnya.


Biasanya begitu selesai belajar, Chelsee langsung menggunakan kupon tersebut untuk bermain di halaman belakang rumahnya.


'Terbanglah meski hanya dengan sebelah sayap' gumam Aira sambil melihat putrinya nampak asik meniup gelembung sabun, tak ada hal yang paling indah selain melihat senyum dan tawa dari putri kecilnya.



Keesokannya harinya dengan ditemani oleh Gita, Aira mengantar putri semata wayangnya untuk casting iklan produk pasta gigi anak.


Tiba ditempat casting Aira di sambut hangat oleh seorang wanita muda bernama Jovita.


"Pasti ini mom's Aira, mommynya Chelsee. Benarkan?" tanya Jovita sambil mengulurkan tangannya.


"Ternyata aslinya jauh lebih cantik dari foto yang diberikan oleh Cara" ucap Jovita.


"Cara?" tanya Aira.


"Ya, Cara adalah sahabat baik saya, ia merekomendasikan Chelsee, ia memberitahukan akun IG florist mommy agar melihat foto-foto Chelsee yang lainnya karena cara hanya memberikan satu foto saja. Tapi meskipun begitu kita tetap harus mengikuti prosedur, Chelsee harus ikut casting seperti yang lainnya" terang Jovita.


"Tapi putri saya..."


"Aku sudah tahu semua tentang Chelsee, mommy tidak perlu khawatir di iklan ini tak ada dialog untuk Chelsee hanya ada adegan menyikat gigi dan sedikit memamerkan giginya yang indah ini. Ditunggu sebentar ya mom's didalam sedang ada peserta, sambil menunggu mommy isi data diri Chelsee terlebih dahulu" Jovita memberikan sebuah formulir biodata lengkap peserta casting.


Aira bersama dengan Gita dan Chelesee menunggu di ruang tunggu sambil mengisi formulir yang di berikan oleh Jovita, dua puluh menit kemudian Jovita memanggil Airadan Chelsee untuk masuk keruang casting.


Didalam ruang casting Chelsee di foto menghadap ke arah depan, kanan dan kiri. Chelsee juga di minta mengekspresikan beberapa perasaan mulai dari sedih, bahagia hingga terkejut.


"Wow so cute" Jovita menunjuk kearah monitor hasil jepretan wajah cantik Chelsee.


"Chelsee cukup kooperatif dan mudah diarahkan" ucap Jovita, menurutnya Chelsee di luar ekspektasinya, ia mengira sebelumnya jika Chelsee akan sedikit sulit untuk di arahkan namun nyatanya tidak sama sekali, Chelsee justru nampak enjoy mengikuti arahan sang fotografer dan fashion stylist.

__ADS_1


Aira tersenyum mendengar berbagai pujian yang keluar dari mulut Jovita dan fashion stylist yang memberikan arahan kepada putrinya.


"Okay good, last season. we make a simple video" ucap fashion stylist.


Setelah kurang lebih satu jam akhirnya casting pun selesai, meski tak mengeluh dan tak rewel namun Aira dapat mengetahui jika putrinya sudah napak lelah, hal ini sangat jelas terlihat dari raut wajahnya, ia pun langsung mengajak putrinya untuk pulang.


"Untuk selanjutnya, nanti aku akan kabari lagi. Terima kasih mom's sudah bersedia ikut casting" Jovita mencium pipi kanan dan kiri Aira.


"Aku yang terima kasih sudah di berikan kesempatan untuk casting, aku permisi dulu ya mba jo" Sambil menggendong Chelsee, Aira pamit kepada Jovita dan yang lainnya, kemudian dengan diantar oleh Jovita, Aira keluar dari tempat casting.


"Bye mom's, bye Chelsee" Jovita melambaikan tangannya kearah mobil Aira.



Satu minggu kemudian Aira mendapatkan kabar baik, jika putrinya lolos casting dan resmi membintanggi produk pasta gigi anak. Setelah menandatangi kontrak kerja sama dan final meeting.


Chelsee memulai syuting perdananya di kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat, lagi-lagi Aira mengajak Gita yang merangkap menjadi supir dan asistennya.


"Untuk kedepannya aku akan cari supir, aku tidak ingin merepotkanmu" ucap Aira.


"Tidak perlu Bu, ini kan tidak setiap hari"


"Besok kita ke sini lagi untuk pemotretan"


"Ya sudah memang sepertinya Bu Aira butuh supir" ucap Gita sambil tersenyum.


Diawal Aira cukup kualahan melalui prose panjang syuting perdana putrinya, mulai dari menunggu tim artistik mengatur set, make up, briefing hingga beberapa kali take karena lawan main putrinya yang kurang kooperatif membuat Chelsee lelah. Untung saja untuk pemotretan di jadwalkan dihari berikutnya sehingga Aira dan Chelsee bisa pulang sore hari.


Kurang dari dua minggu, akhirnya iklan yang dibintangi oleh Chelsee pun tayang di televisi.


"Mungkin Pak Angkasa tertarik melihat ini" Winda memberikan tabnya yang memutar video iklan yang dibintang oleh Chelsee.


Saat menonton iklan tersebut Raditya tersenyum ikut bangga kepada Chelsee "Mereka berdua semakin sulit untuk aku gapai" Raditya mengembalikan tab milik Winda.


"Bersaing dengan kenyamanan diri seseorang memang lebih sulit di bandingkan bersaing dengan orang lain, selain mengalami trust issue dan sudah berada di comfort zonenya, Bu Aira juga seorang yang sangat independent sehingga marriage isn't a priority" ucap Winda.


"Aku mau keluar, batalkan meeting untuk hari ini" Raditya menghela nafasnya ia beranjak dari tempat duduknya pergi meninggalkan kantornya menuju kediaman Aira.

__ADS_1


__ADS_2