
Suara isak tangis dari bocah perempuan berusia tiga belas tahun bergema di ruang siang ketika hakim mengetok palu. Cindy dijatuhi pidana penjara selama 15 (lima belas) tahun 2 (dua) bulan.
Suara tangisan itu membuat hati Aira terenyuh, ia mendekat ke arah bocah yang duduk sendiri di ruang persidangan karena Cindy tak mampu membayar tim kuasa hukum.
"Maafin tante ya" Aira membelai lembut kepala bocah tersebut.
"Bu- bukankah mommyku yang menabrak tante dan anak tante? jadi bukan tante yang salah tapi mommyku hiks..." ucapnya terbata-bata menahan isak tangisnya.
"Ha-harusnya aku yang meminta maaf kepada tante dan juga anak tante" lajutnya.
Aira sudah tidak ingin membahas masalah itu lagi, baginya Cindy sudah mendapatkan hukuman saja sudah membuatnya merasa cukup. Aira memeluk bocah tersebut dengan tulus sambil mengelus punggungnya.
"Siapa namamu?" tanya Aira
"Nathalie" jawabnya.
"Tante antar pulang ya, rumahmu di mana?" Aira mengambil tissue dari dalam tasnya kemudian ia menghapus air matanya.
Dari kejauhan Raditya tak bisa berkata-kata dengan apa yang istrinya lakukan, ia hanya bisa kagum dengan kebasaran hati yang di miliki oleh Aira. Tak lama kemudian Aira bersama dengan Nathalie mendekat ke arahnya.
"Sayang, kita antar Nathalie sebentar ya" pinta Aira.
Raditya menganggukan kepalanya, ia sama sekali tidak keberatan untuk mengantar pulang Nathalie karena baginya jika istrinya saja sudah memaafkan kenapa dia juga tidak.
Sepanjang perjalanan Nathalie hanya menundukan kepalanya, ia merasa bersalah dan malu terhadap Aira.
"Kamu sekolah di mana Nat?" tanya Aira.
"Aku sudah tidak sekolah lagi tante, karena aku harus bekerja untuk memenuhi kebutuhanku sendiri" ucap Nathalie lirih.
"Keluargamu yang lain?"
"Yang aku tahu keluarga daddy berasal dari eropa, daddy sama sekali tak pernah mengajak kami sekeluarga kesana. Sementara keluarga mommy berasal dari Manado, mereka tidak ingin tahu masalah yang menimpa mommy dan daddy karena bagi mereka masalah ini adalah aib huhu...." Nathalie kembali meneteskan air matanya.
"Maaf sayang, tante tak bermaksud membuatmu bersedih" Aira menoleh ke belakang meraih tangan Nathalie kemudian mengelusnya.
__ADS_1
"Sayang, nih" Raditya mengambilkan tissue memberikannya kepada istrinya untuk di berikan kepada Nathalie.
Empat puluh menit kemudian Raditya menepikan kendaraanya di depan gang sempit yang di tunjuk oleh Nathalie.
"Rumahmu di mana sayang?" tanya Aira.
"Masih masuk ke dalam tante, terima kasih ya om, tante sudah mengantarku pulang" ucap Nathalie sambil melepas sabuk pengamannya.
"Tunggu, tante boleh ikut?"
"Untuk apa tante? aku tidak punya apa-apa untuk di suguhkan"
"Kamu tidak perlu menyuguhkan apa pun, tante hanya ingin tahu rumahmu agar suatu saat nanti tante bisa mampir kemari"
"Tante jangan mampir ke rumahku, rumahku benar-benar tak layak untuk tante kunjungi"
"Baiklah jika kamu tidak memperbolehkan tante berkujung, tidak apa. Kamu jaga kesehatan ya, usahakan tetap belajar meski kamu tak bersekolah" ucap Aira, ia memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan kepada Nathalie, namun Nathalie menolaknya.
"Tidak, terima kasih tante, selamat siang" Nathalie langsung keluar dari mobil Raditya menghindari Aira yang terus memaksa dirinya untuk menerima uang.
Raditya kembali melajukan kendarannya menuju kediamannya, baru beberapa meter meninggalkan gang tempat tinggal Nathalie, Raditya melihat istrinya melamun menadangi jalanan, ia pun menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Aku pernah merasakan bagaimana sakitnya hidup seorang diri hiks..." buliran-buliran bening mulai jatuh di pipi Aira.
"Nathalie jadi seperti ini karenaku huhu..." Aira menangis dipelukan Raditya.
"Ini bukan salahmu sayang, ini karena ulahnya mereka sendiri sehingga menghancurkan masa depan anak-anak mereka" ucap Raditya.
"Tapi aku yang menjebloskan kedua orang taunya ke penjara"
"Sudahlah" Raditya melepaskan pelukan istrinya, tak ingin berdebat ia kembali memutar arah kendaraanya kembali menuju gang rumah Nathalie.
"Kamu lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan" Raditya membebaskan istrinya untuk melakukan apa pun yang ia mau.
"Thank you" Aira mengecup pipi Raditya kemudian ia keluar dari mobil suaminya, ia berjalan masuk ke dalam gang sambil bertanya-tanya kepada warga sekitar, alangkah terkejutnya Aira ketika ia mendapat jawaban yang justru mencaci maki Alex dan Cindy.
__ADS_1
Bahkan beberapa warga menyarankan Aira untuk tidak berhubungan dengan dengan keluarga seorang pembunuh dan pemerkosa.
"Astagfirullah" Aira hanya bisa mengelus dadanya mendengar ucapan-ucapan dari para tetangga Nathalie.
Dari kejauhan Aira melihat Nathali sedang di marahi oleh dua orang dewasa, bahkan salah satunya melempar barang-barang Nathalie, tanpa pikir panjang Aira pun berlari dan menghampirinya.
"Tunggu dulu ada apa ini?" dengan sigap Aira berdiri di depan Nathalie melindunginya.
"Saya sedang menagih ganti rugi atas mobil yang Cindy sewa untuk menabrak orang, mobil saya sampai sekarang masih di sita oleh polisi" ucap pria tersebut sambil membentak Aira.
"Beraninya kau membentak istriku" Raditya datang dan memberikan selembar cek kepada pria tersebut, ia juga langsung mengusir pria tersebut dari hadapannya.
"Berapa tunggakan uang sewa rumah ini?" tanya Raditya, kepada wanita paruh baya yang melempar barang-barang Nathalie ke luar.
"Lima juta" ucapnya.
Aira langsung mengambil uang cash dari dalam tasnya karena ia yakin jika suaminya tak membawa banyak uang cash di dalam dompetnya.
"Lima juta, lunas" Aira memberikan kepada wanita tersebut.
"Tapi rumah ini akan saya sewakan peda orang lain" ucap wanita tersebut.
"Ibu tidak perlu khawatir, Nathalie tidak akan tinggal di sini lagi " ucap Aira kemudian ia beralih kepada Nathalie "Ayo cepat bereskan barang-barangmu" Aira dan Raditya membatu memasukan barang-barang Nathalie ke dalam koper, setelah rapi barulah Aira dan Raditya mengajak Nathalie untuk ikut dengan mereka berdua.
Sepanjang jalan keluar dari gang sempit itu, para tentangga Nathalie memandang Nathalie dengan tatapan sinis.
"Ayo cepat" Aira menggandeng tangan Nathalie, memintanya untuk memepercepat langkahnya.
Keluar dari gang sempit itu, ketiganya langsung masuk ke dalam mobil Raditya, Raditya pun bergegas memacu kendaraannya menjauh dari lingkungan kediaman Nathalie.
"Om, tante. Terima kasih atas semua bantuannya, aku turun di sini saja om,aku janji akan membayar semua hutang-hutangku" ucap Nathalie.
Aira mencoba memberikan penawaran kepada Nathalie untuk bekerja dirumahnya.
"Tapi tante..."
__ADS_1
"Ayolah, katanya kamu mau membayar hutang-hutangmu. Jika kamu bekerja di luar mau sampai kapan kamu melunasinya?" tanya Aira.
Tak ada pilihan lain Nathalie pun menerima tawaran Aira untuk bekerja di kediamannya.