
Satu Setengah Bulan Kemudian
"Na, hari ini kamu jadi pulang? Aku titip Appel strudel dan Lasagna ya, sudah aku siapin di dapur" ucap Aira sambil memompa ASI untuk Ray putra bungsunya, hari itu ia menyiapkan banyak stok ASI karena kegiatannya di luar rumah sedang padat, menjelang Jakarta Fashion Week atau JFW yang akan di ikuti oleh putri sulungnya.
"Jadi Ra, tapi agak siangan nanti"
"Loh kamu tidak ke kantor?" tanya Aira.
"A-aku... malu Ra, perutku sudah mulai terlihat membesar" Aruna menundukan kepalanya, meski di kantornya sendiri ia tetap malu dengan kehamilannya yang tanpa memiliki seorang suami.
"Ya sudah kamu istirahat saja ya di rumah, nanti aku akan panggilkan doula yang kemarin mendampingku, dan untuk urusan kantormu apa boleh aku mampir ke sana untuk cek perkembangannya?" Aira mengelus tangan Aruna memberikan support padanya karena ia mengerti apa yang di jalani oleh Aruna saat ini tidaklah mudah.
"Tapikan kamu sibuk Ra. Kamu harus jemput kakak dan menemaninya fitting baju untuk JFW, belum lagi kamu juga harus meeting dengan beberapa donatur di yayasanmu, cek perkembangan floristmu dan mengurusi Abangku yang manja dan genit itu"
Aruna mengatakan jika Abangnya genit, lantaran tak jarang ia memergoki Abangnya tengah mencuri-curi kesempatan untuk bermesraan dan menggoda Aira saat kedua anak mereka sedang tidur atau sedang bermain di ruang bermain.
Dalam kesempatan tersebut Raditya memeluk dan mencium mesra Aira, meski pun saat itu Aira tengah memasak atau saat melakukan kegiatan lainnya, terbesit rasa iri di benak Aruna, ia membayangkan jika Eric bisa seperti Abangnya.
"Aku sangat enjoy menjalani semua kegiatanku termasuk meladeni manjanya Abangmu. Sudah ya aku berangkat dulu takut telat jemput kakak, jangan lupa Appel strudel dan Lasagnanya di bawa" ucap Aira, sebelum beranjak dari tempat duduknya ia mengelus perut Aruna.
Baik dirinya, Raditya maupun Chelsee sering kali mengelus perut Aruna agar janin dalam kandungan Aruna merasakan jika mereka semua menerima kehadirannya dengan sepenuh hati.
"Mama tinggal sebentar ya sayang mmmuah..." sebelum berangkat menjemput putri sulungnya Aira pamit dan mencium putra bungsunya yang tengah tertidur lelap.
"Sus titip Ray sebentar ya" ucap Aira kepada baby sitter putranya.
"Tenang aja ada aku Ra, aku bawa ke rumah mama ya"
"Kamu izin dulu sama Bang Radit ya"
"Okay Ra"
Aira pun melangkahkan kakinya keluar dari kediamannya, ia bergegas menjemput putri sulungnya.
"Mama..." Chelsee masuk ke dalam mobil begitu Aira menepikan kendaraannya di teras sekolahnya.
"Sorry I'm late" ucap Aira sambil mencium kening putrinya, kemudian ia melajukan kendaraannya kerena di belakang kendarannya telah banyak mobil mengantri, yang sama-sema sedang menjemput.
"No problem mah"
"‘how was your day at school?" hal yang selalu Aira tanyakan kepada putrinya setiap Chelsee pulang sekolah, ia ingin anaknya bercerita tentang kegiatannya di sekolah, meskipun dirinya secara rutin mendapatkan laporan dari gurunya.
"I'm not happy today" ucapnya sambil memajukan bibirnya.
"Why?"
__ADS_1
"One of my friend will move this month"
"Don't be sad baby, you give a gift of memories. For example: greeting card" Aira selalu berusaha memberikan solusi terbaik untuk setiap masalah putrinya.
"Thanks mah" Chelsee mulai bisa sedikit tersenyum sambil mempertimbangkan usulan mamahnya.
"Sama-sama sayang, kita fitting baju dulu ya untuk JFW" Aira menepikan kendaraannya di butik milik desainer ternama yang sedang menjalin kerjasa dengan putrinya dalam project JFW pekan depan.
Fitting baju kali ini tidaklah lama karena hanya memastikan pakaian yang putrinya kenakan sudah sesuai dengan permintaan Raditya. Sebelumnya mereka telah fitting bersama Raditya namun Raditya meminta untuk sedikit melonggarkan pakaian putrinya, ia tak suka melihat putrinya memakai pakaian terlalu ketat.
Drrtt.. drrtt..
^^^Raditya:^^^
^^^Sudah selesaikan? Jangan lupa nanti malam ya❤^^^
Aira tersenyum membaca pesan masuk dari suaminya, ia sangat paham dengan kode yang diberikan oleh Raditya, mengingat beberapa hari belakangan ini Raditya mulai menghitung-hitung masa nifasnya. Tak meladeni pesan dari suaminya, Aira hanya mengirimkan foto-foto pakaian yang dikenakan oleh Chelsee saat fitting.
^^^Raditya:^^^
^^^Good.^^^
Balas Raditya singkat.
Aira tertawa meliahat suaminya yang kesal karena ia tak menanggapi pesan masuk darinya.
"Tidak ada, ya sudah yuk ganti baju dulu. Habis ini temani mama meeting di yayasan, kemudian ke kantor aunty Aruna ya" pinta Aira.
"Okay"
Dengan di bantu oleh pegawai butik, Chelsee melepas kebaya yang ia kenakan, kemudian menggantinya dengan pakaian casual yang telah disiapkan oleh Aira.
"Yuk" ajak Aira, ia menggandeng tangan putri keluar dari butik.
Dengan hati riangnya hari itu Chelsee menemani semua kegiatan mamanya, mulai dari mendatangi yayasan, florist milik mamanya dan yang terakhir tempat usaha catering milik auntynya.
"You're busy woman" ungkap Chelsee.
"Tapi prioritas utama mama adalah kamu, adek dan papa" Aira memarkirkan kendaraannya di garasi kediamannya.
Begitu tiba di kediamannya, Aira kembali pada perannya menjadi ibu rumah tangga, mengurus suami dan kedua buah hatinya. Ia juga berusaha adil membagi waktu dan perhatiannya untuk kedua buah hatinya.
Sambil menyusui putra bungsunya, ia menemani putrinya bermain basket bersama Aruna di taman belakang rumahnya.
"Aruna, hati-hati. Jangan lari-lari gitu!" teriak Aira dengan panik, mengingatkan Aruna. Dengan santainya Aruna hanya tersenyum ke arah Aira.
__ADS_1
Secara tiba-tiba Raditya yang baru saja pulang dari kantor bergabung bersama Aruna dan putrinya.
"Papa ikutan ya" Raditya menggulung lengan bajunya, kemudian ia berusaha untuk merebut bola dari adiknya.
"Tidak semudah itu Bang Radit" Aruna mencoba menghindari Abangnya, namun dengan mudahnya Raditya menyusul dan merebut bola dari tangan adiknya.
"Ayo masukan sayang!" ia memberikannya kepada putrinya.
Chelsee pun melompat dan memasukan bola ke dalam keranjang.
"Good job baby" Raditya menggendong dan mencium pipi chubby putrinya, ia membawa Chelsee mendekat ke arah Aira yang duduk di pinggir halaman.
"Tadi gimana Ray di rumah Ompung? Rewel?" tanya Raditya.
"Ompung? kok kakak tidak di ajak?" protes Chelsee.
"Kan kakak nemenin mama, nanti jika libur kita semua main ke rumah ompung" ucap Aira, ia memberikan air mineral untuk putri, suami dan adiknya.
"Tidak kok Bang" sambil beristirahat Aruna menceritakan kegiatan Ray selama ia bawa kerumah orang tuanya, ia mengatakan jika mamanya terlihat happy bermain bersama Ray.
"Terima kasih ya Ra, dengan membawa Ray, mama jadi tidak marah lagi denganku"
Aira tersenyum sambil menganggukan kepalanya, dalam benaknya ia berharap jika suatu hari mama mertuanya bisa juga menerima Chelsee.
Malam hari setelah kedua buah hatinya tertidur lelap, Aira membuka laptopnya, ia memperhatikan isi laporan keuangan usaha catering milik Aruna yang menurutnya banyak kejanggalan, seperti adanya beberapa transaksi yang tidak muncul pada income statement sehingga menurutnya ini sangat merugikan Aruna.
"Sudahlah, biar timku saja yang mengurusnya. Kegiatanmu sudah banyak, aku tidak ingin kamu terlalu lelah" Raditya menutup lapotop Aira "Ayo istirahat, besok pagi kan kita mau menghadiri sidangan putusan Cindy, kamu tidak lupa kan?" tanya Raditya.
Aira menggelengkan kepalanya, mana mungkin dirinya lupa akan kejadian yang telah membuat Reza kehilangan nyawanya dan telah membuatnya harus melahirkan kurang bulan.
"Ake toilet dulu ya, mau pakai skin care" Aira beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Raditya, sementara Raditya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur bersiap untuk istirahat.
Beberapa menit kemudian Raditya di kejutkan dengan penampilan sexy istrinya yang mengenakan lingerie hitam keluar dari kamar mandi dan menggoda dirinya.
"Aku pikir kamu tidak mau" Raditya beranjak dari tempat tidurnya kemudian ia menghampiri Aira.
Tanpa berbasa basi Raditya ******* bibir Aira dengan rakus sambil meraba tubuh istrinya. seolah tak ingin kalah dari Raditya, Aira pun membalas ciuman suaminya lebih dalam, ia membuka satu persatu kancing baju tidur suaminya, meraba dada bidang Raditya.
Aira melepaskan ciumannya, ia turun kebawah memberikan gigitan kecil di leher dan dada Raditya, membuat banyak hickey di tubuh suaminya.
Raditya semakin mendesah dengan hebatnya ketika secara perlahan Aira membuka seluruh pakaian Raditya dan ******* bagian sensitifnya "Akhhh... come on, speed it up baby" pinta Raditya, dengan senang hati Aira langsung menurutinya.
Beberapa saat ia terbuai dengan forpl*y yang diberikan oleh Aira, Raditya pun memberikan kenikmatan yang sama, ia membopong tubuh istrinya ke atas tempat tidur kemudian ia membuaka seluruh lingerie yang Aira kenakan.
Dengan refleks Aira menutup bekas jahitan caesar dengan kedua tangannya, lagi-lagi ia merasa insecure terhadap dirinya sendiri.
__ADS_1
"Everytime I look at you, I wonder if I did something amazing to be able to get such a gift from God. You have been a blessing in my life ever since I met you and I love you so much" Raditya mengecup kening Aira "Thank you for all your loving joy towards me, I feel grateful for having you by my side" bisik Raditya.
Perlahan Raditya memasukan bagian sensitifnya kedalam tubuh Aira, malam itu menjadi malam yang panas bagi keduanya.