
Keesokkan paginya Raditya di kejutkan dengan informasi yang di berikan oleh sekretarisnya yang mengatakan jika Gilang dan Chelsee sudah tidak berada di hotel tempat mereka menginap.
"Bagaimana Gilang bisa pergi? Bukankah semalam aku menyuruhmu untuk menahannya sampai aku tiba di sana?" tanya Raditya dengan nada penuh kemarahan kepada sekretarisnya di telepon.
"Maaf Pak Radit, ada seseorang yang membantu Pak Gilang sehingga ia dan putri bapak bisa keluar dari hotel" jawabnya dengan hati-hati dan di penuhi dengan rasa ketakutan.
"Siapa? Cepat cari kau tahu dimana Gilang membawa putriku pergi, dan siapkan helikopter sekarang juga untuk penerbangan menuju Bandung" ucap Raditya semakin berapi-api kemudian ia menutup teleponnya.
"Bang Radit, Gilang membawa Chelsee kemana?" tanya Aira dengan cemas.
"Sebentar, sayang" Raditya masih berusaha menghubungi Gilang, berharap nomornya sudah aktiv sehingga ia bisa menanyakan keberadaan dan kondisi putrinya, namun sayangnya handphone Gilang masih belum juga bisa di hubungi, sehingga dengan terpaksa Raditya melanjutkan rencananya menyambangi kediaman Ibunda Gilang untuk mencari keberadaan putrinya.
Jika putrinya tidak juga berada di Bandung, dengan sangat terpaksa ia akan menggunakan Ibunda Gilang untuk menekan Gilang agar mengembalikan putrinya.
"Aku akan pergi ke Bandung ke rumah Bu Kartika, aku harap putri kita berada di sana sehingga aku langsung membawanya pulang. Kamu dan Ray kembalilah ke Jakarta, tunggu kami di rumah" ucap Raditya kepada Aira.
Aira menggelengkan kepalanya "Tidak, aku mau ikut ke Bandung. Aku ingin mencari putriku" pinta Aira dengan deraian air mata yang kembali menetes dipipinya.
Selama tiga tahun menikah dengan Aira, baru kali ini Raditya melihat kesedihan dan kekalutan yang teramat dalam di wajah cantik istrinya, dan ia merasa jika ini semua adalah salahnya.
Raditya merangkum wajah Aira, menatap matanya dalam-dalam "Maafkan aku, ini semua salahku. Aku akan cari putri kita hingga ketemu, kita akan segera berkumpul bersama-sama lagi" Raditya menghapus air mata Aira yang menggenangi pelupuk matanya "Kamu dan Ray pulanglah, biar aku saja yang mencari putri kita. Aku pergi dulu ya" Raditya mengecup kening Aira kemudian ia bergegas keluar dari kamar hotelnya.
Didalam lift Raditya kembali menghubungi sekretarisnya untuk memastikan helikopter yang akan membawanya terbang ke Bandung telah siap, ia tak ingin membuang-buang waktu, ia harus bisa segera menemukan keberadaan putrinya.
Ting...
Begitu pintu lift terbuka Raditya mempercepat langkahnya menuju lobby hotel, dari kejauhan ia sudah dapat melihat mobil yang akan mengantarnya menuju landasan helipad. Baru saja ia akan masuk kedalam mobilnya, ia mendengar suara yang tak asing baginya memanggil dirinya.
"PAPA...." Chelsee berlari menghampiri Raditya.
Seketika Raditya pun menoleh ke arah putrinya, ia tersenyum sambil berjongkok dan merentangkan tangannya menyambut kedatangan Chelsee, beberapa detik kemudian Chelsee sudah berada di dalam dekapannya.
__ADS_1
"Sayang, kamu sudah kembali?" tanya Raditya seakan tak percaya jika Chelsee telah berada didalam pelukannya.
Chelsee menganggukan kepalanya "Aku rindu papa, mama dan Ray hiks.." ucapnya, Chelsee menangis bahagia bisa kembali kedalam pelukan papanya.
Raditya merangkum wajah putrinya dan menatapnya "Kami juga rindu padamu, sayang" ucap Radit sambil menghapus air mata Chelsee "Jangan nangis, ada papa" Raditya kembali membawa Chelsee ke dalam pelukannya.
Kepanikan yang sebelumnya ia rasakan hilang seketika, melihat kini putrinya berada di dekapannya.
Saat tengah melepas rindunya bersama putrinya, Raditya melihat Gilang berjalan mendekat kepadanya.
"Bisa kita bicara sebentar?" tanyanya kepada Raditya.
Raditya menganggukan kepalanya, ia mengajak Gilang mengobrol di restaurant hotel. Sambil berjalan menuju restaurant Raditya menghubungi Aira dan memintanya untuk turun ke restaurant.
"Kak Chel mau coba sandwich disini?" tanya Raditya. "Mau pah, sama susu coklat ya. Dari semalam aku belum makan" ucap Chelsee.
Raditya terkejut mendengar ucapan Chelsee, ingin sekali ia meluapkan rasa marah dan kecewa terhadap Gilang. Bagaimana bisa putrinya tak di beri makan, namun di depan Chelsee ia mencoba untuk menahan amarah tersebut.
Sesuai dengan permintaan Raditya, tiga menit kemudian pelayan mengantarkan sandwich pesanan Raditya, Chlesee pun melahapnya dengan cepat "Pelan-pelan sayang" Raditya mengelus kepala Chelsee.
Saat tengah menemani putrinya sarapan matanya tertuju pada pintu masuk restaurant, ia melihat istri dan putra bungsunya berjalan mendekat ke arahnya, Raditya pun memberitahu Chelsee "Kak, Mama dan Ray datang" Raditya menunjuk ke arah Aira dan Ray.Tanpa menunggu aba-aba Chelsee beranjak dari tempat duduknya kemudian berlari menghampiri mama dan adiknya "Mama.... Adek..." teriak Chelsee.
Aira memeluk Chelsee dengan erat, melepaskan kerinduan dan kekhawatiran terhadap putrinya "Kamu sudah kembali, Nak?" ia menatap Chlesee seakan tak percaya jika putrinya sudah kembali padanya.
"Temani kakak sarapan ya, aku mau ngobrol sebentar" ucap Raditya, yang sedari tadi mengikuti Chelsee dari belakang.
Aira menganggukan kepalanya, ia bersama kedua anaknya menikmati sarapan pagi di restaurant sementara Raditya dan Gilang mengobrol di smoking area meskipun Raditya sendiri bukanlah seorang perokok.
"Sebenarnya aku ingin sekali menikmati quality time bersama Chelsee, menebus semua kesalahanku padanya, namun ternyata cara dan waktuku salah. Sepanjang malam bersamanya, hati dan pikirannya hanya tertuju pada mamanya. Ia sama sekali tak mau makan bahkan sekedar untuk tersenyum pun tidak" ucap Gilang mengawali obrolannya bersama Raditya.
Di kesempatan itu juga Gilang meminta maaf jika dirinya kelupaan membawa charger dan power bank sehingga membuat handphone miliknya mati dan tak bisa dihubungi.
__ADS_1
Gilang berjanji untuk kedepannya ia lebih memikirkan perasaan dan kenyamanan putrinya, saat ini baginya yang terpenting adalah kebahagiaan putrinya.
"Aku pegang janjimu" ucap Raditya, ia masih memberikan maaf dan satu kali kesempatan pada Gilang untuk memperbaiki hubungannya dengan Chelsee.
"Coba kau lihatlah" Raditya memberikan handphonenya kepada Gilang untuk menunjukan data rekening koran milik Chelsee yang di kirim oleh pihak Bank ke alamat emailnya.
Dalam rekening koran tersebut, memuat seluruh pendapatan Chelsee yang di perolehnya selama ini dari dunia entertainment dan tidak ada 1 rupiah pun mutasi keluar selain dari biaya pajak dan administrasi.
Sebenarnya ia enggan untuk membahas masalah keuangan, namun karena Gilang pernah berstatment jika Raditya dan Aira memanfaatkan Chelsee maka ia pun membuka data keuangan putrinya.
Dengan tegas Raditya mengatakan jika baik Chelsee dan Nathalie merupakan tanggung jawabnya sama halnya seperti Ray, ketiganya mendapatkan deposit tabungan pendidikan dan kesehatan yang Jumlahnya sama, dan kalaupun saat ini Chelsee dan Nathalie memiliki penghasilan sendiri itu sepenuhnya merupakan hak dari mereka masing-masing, tugasnya hanyanya menyimpan sampai mereka kelak mereka bisa mengelola keuangannya sendiri.
Terakhir Raditya menyampaikan jika seluruh kontrak kerja sama yang di jalani oleh Chelsee sepenuhnya sudah mendapatkan persetujuan dari putrinya, tidak ada eksploitasi, baik dirinya maupun istrinya murni hanya mengarahkannya bakat dan minat yang di miliki Chelsee.
"Bahkan kami berdua tidak memiliki sosial media pribadi, yang ada hanya sosial media bisnis kami. Jadi aku harap kau dan keluargamu tidak memanfaatkan Chelsee lagi" ucap Raditya dengan tegas.
Bukan tanpa alasan Raditya berbicara seperti itu, beberapa kali ia mendapat laporan dari pengasuh Chelsee jika Bu Kartika sering memaksa Chelsee mengiklankan produk buatannya di sosial medianya, saat kunjungannya bertemu dengan putrinya.
"Sayang, Mama dan Papa mengajak kita keluar" ucap Aira yang datang memotong pembicaraan Raditya dengan Gilang.
"Oke, tunggu sebentar ya" jawab Raditya sambil menatap wajah Aira dan mengelus tangannya, ia sangat lega melihat raut wajah istrinya yang kembali ceria.
"Ya sudah aku sama Ray siap-siap dulu ya, kakak sedang sama Ompungnya"
Raditya tersenyum sambil menganggukan kepalanya, ia melepaskan tangan istrinya membiarkannya pergi kembali ke kamar hotel.
Bukan maksud Raditya dan Aira memamerkan kemesraan mereka di depan Gilang, hanya saja saat Aira melangkah kakinya tersandung dan hampir saja terjatuh, beruntung dengan sigap Raditya menangkap tubuh istrinya.
"Hati-hati, sayang" Raditya mengelus lengan Aira dengan lembut dan membantunya berdiri tegak kembali. "Terima kasih" Aira menganggukan kepalanya kemudian melangkah pergi meninggalkan suaminya yang masih mengobrol dengan Gilang.
"Terima kasih telah mengantarkan Chelsee kembali. Aku harap kedepannya kita bisa bekerja sama lebih baik lagi dalam mengasuh dan mendidik Chelsee, memberikan yang terbaik untuk masa depannya" Ucap Raditya mengakhiri diskusinya dengan Gilang, ia beranjak dari tempat duduknya, pergi meninggalkan Gilang dan kembali berkumpul bersama keluarganya.
__ADS_1
Dari kejauhan Gilang melihat putrinya duduk di pangkuan Raditya sambil mengobrol hangat dengan kedua Ompungnya, ada rasa sedikit rasa iri dan menyesal melihat kedekatan putrinya dengan Raditya namun ia bersyukur putrinya di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.