
"Morning Papah" Aira dan Chelsee memberikan kecupan selamat pagi kepada Raditya yang baru saja membuka matanya.
"Morning my little princess" Raditya mengeciup pipi Chelsee kemudian beralih ke Aira "Morning my queen" Raditya memeluk keduanya bersama-sama "Dua kesayangan papah sudah cantik-cantik"
"Capek ya semalaman berolahraga?" tanya Aira sambil tersenyum mengingat dirinya dan Raditya bercinta dengan begitu panasnya semalaman suntuk.
"Sepuluh putaran lagi pun aku masih sanggup" Raditya mengelitik pinggang Aira hingga Aira menggeliat dan melepaskan pelukan suaminya.
"Tapi sayangnya tidak bisa, karena sebentar lagi kita harus ke bandara, yuk sarapan dulu sudah aku siapkan makanan kesukaan papah" Aira beranjak dari tempat tidur mengajak suaminya untuk segera sarapan dan bersiap-siap.
"Loh kakak enggak sarapan?" tanya Raditya.
"Sudah, kakak sudah mandi dan sudah sarapan tadi. Barang-barang kita juga sudah aku beresin semuanya" Aira menunjuk ke arah koper dan tas yang sudah ia rapihkan dan siap untuk di bawa ke New York.
"Kenapa tidak bangunin aku sih? aku kan bisa bantuin kamu sayang, lain kali jangan gitu lagi ya"
"Enggak apa-apa kok sayang, aku suapin ya" Aira memasukan sendok kedalam mulut Raditya, namun Raditya menahan tangan Aira.
"Aku serius! lain kali jangan gitu lagi ya" wajah Raditya berubah menjadi serius.
"Ia sayang" Aira menganggukan kepalanya, ia kembali menyuapi Raditya.
Drrrt... drrrt...
"Sebentar ya sayang" ucap Aira kepada Raditya sebelum ia mengangkat panggilan masuk di handphonenya.
Raditya menganggukan kepalanya, ia mengambil sendok dari tangan Aira dan menghabiskan makanannya sendiri.
"Ia bik"
"Maaf Bu Aira, saya hanya ingin tanya apakah non Chelsee sudah mandi? jika belum biar saya saja yang mandikan karena dibawah Ompung dolinya meminta saya untuk mengambil non Chelsee, beliau ingin bermain dengan non Chelsee sebelum Bu Aira ke New York" ucap ART Aira dari seberang telepon.
__ADS_1
"Chelsee sudah rapih kok, bibik kemari saja ya" Aira mematikan teleponenya.
"Siapa?" tanya Raditya.
"Bibik, katanya papah sudah menunggu dibawah, papah mau main sama Chelsee sebelum kita berangkat" jawab Aira, ia beranjak dari tempat duduknya menyiapkan pakaian untuk Raditya kenakan.
Tak lama kemudian bel kamar hottel Aira berbunyi, Raditya menggendong Chelsee membuka pintu kamar "Kakak sama bibik dulu ya, main sama Ompung doli dibawah, nanti papah dan mamah menyusul" ucap Raditya sambil mencium pipi Chelsee, Chelsee menganggukan kepalanya, ia membalas ciuman Raditya dengan mencium pipi Raditya.
"Bik, tolong jaga kakak sebentar ya" Raditya menyerahkan putrinya kepada ART Aira.
"Baik Pak Radit" ART Aira pun pergi bersama Chelsee turun ke restauran bawah menghampiri kedua kakek dari Chelsee.
Setelah putrinya masuk kedalam lift barulah Raditya menutup pitu kamarnya, ia masuk ke dalam kamar mandi bersiap untuk berangkat ke New York.
"Sayang..." panggil Raditya.
"Sayang tolong, tadi aku lupa bawa handuk" pinta Raditya.
"Handuk yang disini basah, tolong ambilkan yang baru" pinta Raditya kembali.
Aira mematikan catokanya kemudian ia mengambilkan handuk baru untuk suaminya "Ini sayang" Aira memberikannya kepada suaminya.
Bukannya menerima handuk pemberian Aira, Raditya justru menarik istrinya masuk kedalam kamar mandi "Siapa yang tadi bilang jika aku capek?" tanya Raditya dengan tatapan menggoda.
"Ta-tadi aku hanyanya bercanda, sudah ya aku mau selesaikan rambutku dulu, aku tunggu di depan saja" ucap Aira sambil menutup matanya dengan tangan kirinya, wajahnya memerah melihat suaminya bertelanjang tanpa mengenakan pakaiannya berdiri dihadapannya. Sedangkan tangan kanannya mencoba melepaskan tangan Raditya yang menggenggam erat pergelangan tangannya.
"Tidak bisa, aku mau membuktikan jika aku sama sekali tidak capek" Raditya mendekatkan wajahnya ke wajah Aira membuat Aira mundur hingga merapat ke dinding, Raditya membelai wajah Aira dengan lembut.
"Sayang, aku baru selesai make up dan stylish rambutku" protes Aira.
"Siapa suruh kamu mandi tak mengajakku, Jakarta-New York 22 jam" Raditya mengangkat kedua tangan Aira dengan satu tangannya, sambil mencium bibir Aira, sementara tangannya yang satu lagi mencari resleting untuk membuka short dress yang di kenakan oleh Aira.
__ADS_1
Melupakan stylish rambut dan make upnya yang telah rapih, Aira membalas ciuman suaminya lebih dalam dan membiarkan Raditya membuka semua pakaian yang ia kenakan, Aira meletakkan lengannya di leher Raditya dan memeluknya erat, sementara Raditya menggerakan kakinya dan memegang boko*g Aira sambil melakukan penetra*i.
Tak puas hanya dengan satu gaya, mereka mencoba gaya yang lainnya yakni di dalam bathtub. Raditya meminta Aira untuk duduk di pangkuannya sambil melakukan penetra*i hingga Raditya mengeluarkan pelepasannya.
"You're so amazing, baby" berkali-kali Raditya memuji permainan istrinya yang sungguh luar biasa.
"I'm yours" Aira kembali mengecup bibir Raditya, kemudian mengajaknya membersihkan diri.
Di bawah guyuran shower Raditya menelusuri setiap inci tubuh Aira sambil menyabuninnya "Maaf ya" Raditya membelai dada Aira yang di penuhi hickey yang dibuat olehnya.
"Don't worry, I like it" Aira membalikan tubuhnya menghadap Raditya, ia memberikan kecupan mesra dibibir Raditya, ia sama sekali tak merasa keberatan denganbanyaknya tanda yang buat oleh Raditya, ia sangat menikmati malam indahnya bersama Raditya
"Sudah siang, sudah waktunya kita ke bandara" ia membilas tubuhnya yang di penuhi oleh busa sabun kemudian mengeringkan tubuhnya.
Melihat jam sudah menujukan pukul 11.00 siang, keduanya bergegas menyusul Chelsee yang tengah bermain bersama kedua kakeknya sekaligus berpamitan dengan keduanya.
"Mamah mana pah?" tanya Raditya kepada ayahandanya.
"Mamahmu sudah pulang sejak acara resepsi kalian selesai" jawab Tn.Maruli.
Mendengar jawaban dari papah mertuanya ada guratan kesedihan diwajah Aira, tak dapat dipungkiri jika perasaannya mengatakan 'jika mamah mertuanya belum bisa menerima dirinya dan Chelsee sepenuhnya'
"Mamah sangat lelah karena sebelum pernikahan kalian, kami mengadakan acara adat selama dua hari berturut-turut. Jangan terlalu difikirkan nikmatilah perjalanan kalian" Tn.Maruli mengelus pundak Aira.
"Ia pah, kami berangkat dulu" Aira mencium tangan papah mertuanya bergantian dengan Raditya dan juga Chelsee, tidak lupa ketiganya berpamitan juga dengan ayahhanda Aira serta pakde dan bude dari keluarga Aira.
Setelah berpamitan barulah mereka berangkat menuju bandara, selama di perjalanan Aira sibuk memoles wajahnya dengan make up dan merapihkan rambutnya.
"Maaf ya, kamu jadi make up lagi" ucap Raditya sambil memeluk Chelsee yang berada di pangkuannya.
"I'm so happy" Aira tersenyum mengelus wajah suaminya, sejak Raditya mengucapkan ijab qabul, Aira tak segan menunjukan rasa sayangnya terhadap Raditya.
__ADS_1