
-Flashback on-
Secara tak sengaja Aruna dan keluarganya yang kemarin sore hendak ke Banjarmasin menjemput Nathalie, bertemu Chelsee bersama Gilang. Pertemuan itu terjadi lantaran Dhefin putra sulung Aruna meminta membeli udon, melihat jam di tangannya masih ada waktu dua jam setengah lagi sebelum jadwal keberangkatannya, Eric pun menuruti permintaan putra sulungnya.
Di restoran tersebutlah Aruna dan keluarganya melihat Chelsee tengah makan bersama Gilang, Aruna sangat terkejut melihat keponakannya bersama Gilang tanpa di temani pengasuhnya.
"Pantas saja mama sangat heboh" gumamnya.
Beberapa menit lalu ia baru mendapatkan kabar dari mamanya jika Gilang membawa Chelsee pergi, dari percakapan antara dirinya dan mamanya nampak jelas terdengar jika mamanya tak terima Gilang membawa Chelsee, mamanya sangat khawatir jika Gilang tak membawa Chelsee kembali pulang?.
"Aku kesana dulu ya" ucap Aruna kepada suaminya.
Eric menganggukan kepalanya "Iya sudah sana, nanti Chelsee keburu pergi. Aku akan menyusul setelah Dhefin selesai makan" ucap Eric.
Aruna pun berjalan mendekat ke arah meja makan Chelsee, ia melihat Chelsee nampak murung sambil memainkan sendok garpu tanpa memakan makanannya.
"Kak Chelsee" sapa Aruna.
"Aunty...." Chelse beranjak dari tempat duduknya kemudian menghampiri dan memeluk Aruna "Aku mau pulang, aku mau mama hiks..." Chelsee menangis di pelukan Aruna.
"Ia sayang" Aruna membelai rambut indah keponakannya sambil menenangkannya.
Awalnya ia akan membiarkan Gilang membawa Chelsee jika Chelsee merasa nyaman dan happy bersama Gilang, karena ia paham jika Gilang juga memiliki hak untuk quality time bersama putrinya namun karena melihat keponakannya bersedih, ia benar-benar tak tega, ia pun mengajak Gilang untuk berdiskusi.
"Kak Chel main sama Dhefin dan uncle dulu ya" Aruna mengantarkan Chelsee ke tempat meja makan suami dan anaknya, barulah ia berdiskusi dengan Gilang.
Aruna meminta izin kepada Gilang untuk membawa Chelsee, namun Gilang dengan tegas menolaknya.
__ADS_1
"Ini adalah waktuku bersama putriku, kamu tidak berhak ikut campur dalam masalah ini karena kamu bukan siapa-siapanya Chelsee" ucap Gilang dengan nada tinggi.
Aruna membuang mukanya sesaat, ia tahu jika Gilang pasti akan menggunakan kalimat tersebut untuk mencegahnya membawa keponakannya.
"Secara darah keturunan aku memang bukan siapa-siapanya, tapi kamu lihat sendirikan jika Chelsee jauh lebih ingin bersamaku di banding dengan dirimu?" ucap Aruna tak mau kalah dengan Gilang.
"Dia hanya belum terbiasa, aku yakin nanti setelah ia terbiasa dan mengenalku lebih jauh putriku akan jauh lebih dekat denganku di bandingkan dengan kalian" Gilang menatap mata Aruna dengan tajam "Sekali lagi ini bukan urusanmu, jangan ikut campur!" Gilang beranjak dari tempat duduknya hendak menghampiri Chelsee, namun dengan sigap Aruna menahannya.
Tak ingin memperkeruh suasana, Aruna mancoba menurunkan egonya, ia mulai menurunkan nada berbicaranya dan berbicara dari hati kehati dengan Gilang.
Ia meminta Gilang untuk tidak memaksakan kehendak dan memberikan Chelsee waktu untuk bisa menerimanya secara utuh.
"Beri Chelsee sedikit waktu, ia masih terlalu kecil untuk bisa menerima ini semua" ucap Aruna sambil menatap mata Gilang.
"Ini juga tentu akan menyakitkan untuk Aira, dia adalah ibu kandungnya tentu memiliki ikatan batin yang sangat kuat. Aku yakin saat ini Aira pasti bisa merasakan jika putrinya sedang tidak nyaman, dia pasti sangat mengkhawatirkan Chelsee karena tidak pernah sekalipun Aira berpisah dengan putri kesayangannya" sebagai seorang ibu, Aruna merasakan apa yang kakak iparnya rasakan, ia tak bisa membayangkan jika dirinya yang berada di posisi Aira, jangankan mengizinkan Gilang untuk membawa Chelsee, menengok Chelsee pun tak akan akan ia izinkan.
Ia pun teringat saat kecelakaan yang menimpa dirinya beberapa tahun yang lalu, ia pernah berjanji pada dirinya sendiri, jika Tuhan memberikannya kesempatan hidup untuk kedua kalinya ia akan meminta maaf pada Aira dan bertanggung jawab atas putri kandungnya.
"Besok pagi aku akan mengantar Chelsee kembali pada ibunya" ucap Gilang kepada Aruna, ia tak ingin kembali menyakiti Aira dan membuat putrinya bersedih.
"Terima kasih. Percayalah, suatu saat Chelsee akan menerima dan menyanyangimu sebagai ayah kandungnya, ia hanya butuh waktu. Selama ini Aira tak pernah menanamkan kebencian kepada Chelsee, justru ia meminta Chelsee untuk menghormatimu" ucap Aruna.
"Iya aku percaya, ia memang wanita yang sangat baik. Andai dia belum menikah, aku akan memintanya kembali menjadi istriku" ucap Gilang.
Seketika raut wajah Aruna berubah menjadi tak bersahabat "Jangan pernah coba-coba merebut kakak iparku dari Abangku, akan aku habisi kau" ancam Aruna.
"Jika Abangmu menyakitinya, akan ku rebut Aira kembali ke dalam pelukanku" ucap Gilang sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ckck... Abangku tak seperti dirimu"
Selesai berdiskusi dengan Gilang, Aruna dan keluarganya menyempatkan mengantar Gilang dan Chelsee ke hotel yang tak jauh dari bandara, selain untuk memenangkan keponakannya ia juga ingin memastikan jika Gilang menepati janjinya.
"Kak Chel jangan sedih lagi ya, besok pagi ayahnya Kak Chel akan menganntar Kakak ke Jogja. Benarkan?" ucap Aruna kepada Chelsee sambil menoleh ke arah Gilang.
"Iya, besok pagi kita kembali lagi ke Jogja" ucap Gilang.
" Sekarang Aunty dan Dhefin pergi dulu ya mau antar Uncle mengurus pekerjaannya, besok sore kita berkumpul di Jogja setelah pekerjaan uncle selesai" ucap Aruna, ia sengaja tak mengatakan kepada Chelsee jika dirinya mau menjemput Nathalie karena khawatir jika Chelsee kelepasan mengatakan kepada Abangnya dan bisa merusak rencana kejutannya.
"Baik Aunty, bye see you tomorrow"
"See you" Aruna mengecup kening Chelsee, dan keluarganya berpamitan kepada Chelsee dan juga Gilang, barulah mereka meninggalkan hotel tempat Chelsee dan Gilang menginap.
Tiba di ruang receptionist Aruna melihat sekretaris Abangnya, ia menduga jika Abangnya menyuruh sekretarisnya mencari keberadaan Chelsee dan Gilang. Tanpa ragu Aruna pun menghampirinya, ia membicarakan tentang rencananya yang akan membuat kejutan untuk abangnya dan menyuruh sekretarisnya untuk sedikit mengerjai abangnya dengan mengatakan jika Chelsee dan Gilang sudah pergi dari hotel tersebut.
Jelas saja sang sekretaris Raditya langsung menolaknya, ia takut jika dirinya di pecat.
"Percayalah, Abangku tidak akan memecatmu. Jika dia berani memecatmu, kamu akan bekerja denganku dengan gaji yang lebih tinggi. Bagaimana?" Aruna memberikannya penawaran yang menggiurkan agar sekretaris Abangnya mau diajak kerja sama.
"Baiklah, saya terima tawaran Bu Aruna" ucap Nando, sekretaris Raditya.
Dalam pikirannya ia tak serta merta menerima tawaran Aruna, ia baru akan mengatakan jika Chelsee dan Gilang pergi dari hotel keesoakan harinya setelah ia memastikan Gilang membawa Chelsee kembali ke Jogja, ia tak sampai hati jika harus mengerjai bosnya.
Aruna pun tersenyum kemudian ia dan keluarganya pergi meninggalkan hotel, kembali ke bandara untuk terbang menuju Banjarmasin menjemput Nathalie.
-Flashback off-
__ADS_1