USAI

USAI
XTRA PART


__ADS_3

"Happy level up day, I wish you never stop enjoying all the little moments in your life!" ucap Aruna sambil memberikan kue ulang tahun untuk Abangnya.


"Thank you ya dek, sebenarnya Abang ingin sekali marah padamu karena telah mengerjai Abang tapi karena kamu telah membawa kedua putriku kembali Abang maafin kamu" ucap Raditya sambil memeluk dan mencium kedua pipi adik kesayangannya itu.


"Iishh Abang ini, sudah cepat ayo make a wish!!" perintah Aruna.


"Wishnya sudah di setiap ibadah Abang, ini langsung Abang potong saja ya untuk anak-anak" Raditya menerima kue yang di berikan oleh Aruna kemudian ia membaginya kepada anak-anaknya dan juga kepada keponakannya, tak lupa ia membaginya untuk istrinya.


"Untuk istriku tercinta yang lupa dengan hari lahir suaminya sendiri" ucap Raditya, sambil tertawa ia menyuapi istrinya.


"Siapa bilang aku lupa, aku sudah menyiapkan sesuatu untuk Bang Radit" Aira mengambil handphone di dalam tasnya kemudian memberikannya kepada suaminya.


Raditya mengerutkan keningnya ketika melihat isi handphone yang Aira perlihatkan kepadanya "you are crazy!!" ucap Raditya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kamu beneran beli private Island?" tanya Raditya, ia masih mengira jika istrinya hanya bercanda.


"Yes. This is for you, baby" jawab Aira sambil menganggukan kepalanya, ia tersenyum melihat reaksi keterkejutan suaminya atas hadiah spesial yang ia berikan untuknya.


Sebuah private island di kawasan kepulauan seribu, seluas 6 hektar dengan kisaran harga mencapai 155 Miliar, Aira membelinya dengan menggunakan uang pribadinya sendiri.


Bukan hanya Raditya yang terkejut, kedua orang tua Raditya dan Aruna pun terkejut dengan hadiah yang di berikan Aira untuk Raditya.


"Dulu, Aira juga pernah membelikan Abangmu Ferarri 488 GTB " bisik Ny.Paulina.


"Serius mah, itu dari kakak ipar? aku pikir Bang Radit beli sendiri. Wah... kakak iparku bucinnya enggak kaleng-kaleng" Aruna semakin kagum pada Aira pasalnya selama ini ia sering meminjam mobil tersebut namun Aira tak pernah mengatakan apa pun kepadanya.


Aira hanya tersenyum mendengar percakapan antara ibu mertua dan adik iparnya, ia kembali fokus pada suaminya.


"Ini hanya pulau biasa belum ada akses jalan dan fasilitas lainnya, aku justru mau minta Bang Radit untuk membangun semua fasilitasnya, Bang Radit tidak kebaratankan untuk membangunnya?" pinta Aira.

__ADS_1


"Tidak dong sayang, tapi aku bukan Bandung Bondowoso yang bisa membangun candi dalam waktu semalam, jadi ini aku cicil ya pembangunannya"


Dengan teliti Raditya membaca isi sertifikat kepemilikan private island miliknya yang dikeluarkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) karena tak ingin repot-repot membawa sertifikat dan dokumen-dokuman pendukung lainnya, Aira menscan dan menyimpannya di handphonenya untuk ia perlihatkan kepada suaminya.


"Tapi jangan lama-lama ya setidaknya ada akses jalan, dermaga, listrik, air bersih dan villa utama. Bang Radit hanya punya waktu enam bulan untuk membangun itu karena aku mau maternity shoot di sana" ucap Aira sambil mengelus perutnya.


"Maternity?" tanya Raditya heran, ia mulai mencerna kata-kata istrinya.


"Yes, i'm pregnant" Aira mengambil foto-foto USG nya dari dalam tasnya, kemudian ia memberikannya kepada suaminya " 5 week" ucapnya.


"Kamu hamil, sayang?" dengan mata berkaca-kaca menahan haru bahagianya, ia menatap foto-foto USG yang di berikan oleh istrinya.


Aira tersenyum menganggukan kepalanya, ia membenarkan jika dirinya tengah mengandung.


"Eh tunggu dulu? Tapi ini kok ada dua? maksudnya apa? anak kita baik-baik saja kan?" tanya Raditya heran, raut wajahnya berubah menjadi cemas melihat foto UGS yang berbeda dengan yang pernah ia lihat ketika Aira mengandung Ray.


"Anak kita sehat kok, ini Baby twins" jawab Aira.


Aira kembali menganggukan kepalanya.


"So thank you honey" Raditya mendekap erat tubuh istrinya, tak hentinya ia berterima kasih atas semua hadiah yang Aira berikan kepadanya "Thank you, baby" Raditya mengecup kening istrinya.


"Jadi, aku akan di panggil Abang?" tanya Ray dengan excited.


Raditya dan Aira tersenyum sambil menganggukan, membenarkan jika Ray sebentar lagi akan di panggil Abang oleh dua adik kembarnya.


"Yessss! aku tidak di panggil adek lagi" Ray sangat bahagia dirinya akan di panggil Abang oleh kedua adik-adiknya dan ia merasa akan terbebas dari kejahilan kedua kakaknya yang sering mengusilinya.


Sesaat setelah mengumumkan kabar kehamilan, ia mendapatkan ucapan selamat dan banyak doa dari keluarganya, terutama dari Aruna yang sangat senang karena memiliki teman Bumil karena kini dirinya pun tengah mengandung, dan usianya kandungannya telah memasuki trimester kedua.

__ADS_1


"Congratulation kakak iparku sayang, I'm so happy punya teman Bumil kita jadi bisa yoga dan senam bersama" ucap Aruna dengan bahagia, ia memeluk dan mengelus perut Aira yang masi rata.


"Ia nanti aku akan mendaftar di tempat senammu, agar kita bisa ke sana sama-sama" Aira membalas pelukan adik iparnya dengan hangat.


Nathalie dan Chelsee menjadi orang yang terakhir memberikan ucapan selamat kepada mamanya, mereka berdua berjalan perlahan ke arah kedua orang tuanya kemudian mengucapkan selamat kepada mamanya.


"Congratulation, mah" ucap Nathalie dan Chelsee secara bersamaan dengan ragu-ragu.


Bukan mereka berdua tak bahagia atas kehadiran calon anggota baru di keluarganya, hanya saja mereka berdua takut perhatian dan kasih kedua orang tuanya akan berkurang kepada mereka terlebih dengan Nathalie yang semakin merasa jika dirinya bukanlah siapa-siapa di keluarga tersebut.


"Are you okay?" tanya Aira, ia menyadari betul perubahan raut wajah kedua putrinya.


Selain Aira, Raditya pun menyadari perubahan raut wajah kedua putrinya, ia memahami betul apa yang dirasakan oleh keduanya "Kak Nath, Kak Chel lihat Papa sebentar" pintanya.


Secara bersamaan Nathalie dan Chelsee membalikan tubuhnya menghadap Raditya.


"Kak Nath tahu kan jika selama setahun belakangan ini papa dan mama bolak-balik pengadilan untuk mendapatkan hak perwalian atas Kakak? Kak Nath juga tahu kan berapa kali pengajuan kami di tolak karena tidak atau belum memenuhi persyaratan pengadian? Dan berapa banyaknya tes yang harus kita jalani, bahkan hingga tes kejiwaan pun harus kami berdua ikuti? Itu semua kami lakukan karena kami menginginkan Kak Nath bergabung di keluarga ini sah secara hukum, karena kami sangat menyayangi kakak" ucap Raditya sambil menatap mata Nathalie, kemudian ia beralih ke Chelsee "Begitu pula dengan Kak Chel papa selalu hadir dimana pun kak Chel pentas, syuting atau pemotretan sebagai bentuk dukungan dan rasa bangga papa terhadap kakak," Raditya menggenggam tangan keduanya "Mungkin kami bukan orang tua yang sempurna tapi kami menyayangi kalian dengan dengan sempurna dan berusaha adil untuk kalian semua. Dengan kehadiran anggota baru di keluarga kita ini bertambah pula kasih sayang dan kebahagian di keluarga kita" ucap Raditya meyakinkan kedua putrinya.


Seketika Nathalie dan Chelsee memeluk kedua orang tuanya secara bersamaan "Don't worry baby" ucap Aira, ia mengelus punggung keduanya dengan lembut kemudian mengajak keduanya mengelus perutnya. "Kalian berdua doain adek sehat-sehat di dalam ya" pinta Aira.


"Pasti mah, kita pasti doain dan jagain adek" ucap Nathalie.


"Lihat sunset di Parangtritis yuk!!" ajak Raditya.


Ia mengajak keluarganya menikmati keindahan matahari senja di pantai Parangtritis, Tn.Maruli dan Ny.Paulina mengajak keempat cucunya berkeliling dengan menaiki Andong (kereta kuda) sementara Raditya dan Aira duduk di tepi pantai menikmati indahnya panorama senja Pantai Parangtritis.


"Thanks for being mine, for all that you have given to me. You are the most beautiful from that shows how good is to me" Raditya menatap wajah cantik wanita yang ia nikahi tiga tahun yang lalu, wanita yang telah banyak memberikannya kebahagiaan.


Aira tersenyum mendengarkan kalimat cinta yang di ucapkan suaminya, ia menyandarkan kepalanya di bahu suaminya menikmati suasana romantis nan syahdu di pinggir Pantai Parangtritis, sambil mengamati dari kejauhan tawa riang anak-anaknya yang tengah menaiki kereta kuda.

__ADS_1


USAI



__ADS_2