
"Raditya untuk apa kamu membawa wanita itu kemari?" tanya Paulina kepada putra sulungnya.
"Untuk aku kenalkan pada mamah dan papah sebagai calon istriku" jawab Raditya dengan tenang.
"Raditya, mamah memang sudah membebaskanmu memilih wanita mana pun yang kamu cintai, tapi tolonglah cari yang masih gadis. Jangan bikin mamahmu ini malu Radit"
"Mungkin dia hamil kali mah, makanya Abang mau buru-buru nikah, kan sudah beberapa hari ini abang sering enggak pulang" sambung Aruna.
Mendengar tuduhan yang dilontarkan oleh adiknya, Raditya langsung menatap tajam ke arah Aruna.
"Jadi wanita itu sudah menggodamu sampai dia hamil agar dinikahi olehmu?"
"Astagfirullahaladzim, mamah. Aku memang akhir-akhir ini tidak pulang tapi demi allah aku tidak melakukan hal yang tidak-tidak. Aira wanita baik-baik mah, dia sama sekali tidak pernah menggodaku, aku yang jatuh cinta padanya, aku yang menginginkannya" Raditya menatap dalam-dalam mata ibundanya.
"Raditya, ajak calon istrimu makan malam bersama kami" Tn Maruli ayahanda Raditya menghentikan perdebatan antara istrinya dan putra sulungnya.
"Ayo suruh masuk" lanjutnya.
"Ia pah" Raditya pun berbalik kembali menghapiri Aira dan Chelsee di ruang tamu.
"Aku sama Chelsee pulang saja ya" ucap Aira dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangisnya.
"Ra please ra, papah nyuruh masuk kok. Kita masuk yuk!" Raditya menggenggam tangan Aira.
"Enggak usah Bang Radit, aku sama Chelsee pulang saja" Aira melepaskan tangan Raditya dan mengajak putrinya untuk pulang.
"Ra please ra, aku benar-benar minta maaf padamu atas perlakuan mamah tadi" Raditya kembali menahan Aira untuk tidak pergi.
"Enggak ada yang salah, memang harusnya aku yang tahu diri...."
"Hi, ini pasti Chelsee" Tn.Maruli kepada Chelsee.
"Ikut makan sama Ompung doli yuk" ajak Tn.Maruli sambil mengulurkan tangannya kepada Chelsee, Chelsee pun menganggukan kepalanya dan memegang tangan Tn.Maruli ikut bersamanya ke dalam.
__ADS_1
"Apa kalian masih mau berdebat?" Tn.Maruli menengok kearah Raditya dan Aira yang belum juga beranjak dari ruang tamu.
"Masuk yuk, Chelsee sudah masuk" Raditya mengelus bahu Aira "Maafin aku ya sayang" Raditya menghapus air mata Aira disudut matanya kemudian ia menggandeng tangan Aira masuk kedalam rumahnya.
Diruang makan Chelsee duduk di sebelah Tn.Maruli, ia memberikan buket bunga tulip kepada Tn.Maruli yang ia bawa dari rumahnya.
"So thank you, cantik sekali bunganya sama seperti yang memberi" Tn.Maruli menerimanya dengan senang hati dan menyuruh asisten rumah tangga untuk menyimpannya di vas.
Melihat papahnya nampak akrab dengan Chelsee, membawa angin segar bagi raditya ditengah ketegangannya antara dirinya dan mamahnya. Raditya menarik kursi dan mempersilahkan Aira untuk duduk, kemudian ia duduk disebelahnya.
"Aku jadi tidak lapar" Aruna melempar serbet kearah piringnya.
"Tidak ada yang pergi dari sini!!" ucap Tn.Maruli dengan tegas, ia menatap tajam ke arah istri dan putri bungsunya, sehingga membuat keduanya tidak dapat berkutik.
"Chelsee mau makan apa? ada ayam dan udang yang tidak pedas, Chelsee pilih yang mana?"
"Shrimp" jawab Chelsee.
"Ya" Chelsee menganggukan kepalanya.
"Ompung hanya bisa sedikit, nanti ajari Ompung Doli ya" Tn.Maruli mengambilkan nasi dan lauk serta sayur pilihan Chelsee "Dihabiskan ya, nanti makanannya nangis" Tn.Maruli mengelus punggung Chelsee.
Percakapan malam itu hanya didominasi oleh Tn.Maruli dan Chelsee karena Tn.Maruli semakin penasaran pada bocah cantik itu, sedangkan Aruna tetap menunjukan wajah ketidak sukaannya pada Aira dan juga Chelsee.
Usai makan malam Tn.Maruli mengajak Chelsee masuk ruang kerjanya, diikuti oleh Raditya dan Aira dari belakang.
"Harusnya papahmu memberitahu Ompung dulu sebelum kamu dan mamahmu akan kemari, jadi Ompung bisa menyiapkan mainan atau membuatkanmu playground agar kamu bisa betah disini. Tapi ya sudahlah, kita baca buku saja" Tn.Maruli mengambil sebuah buku Ensiklopedi Alam.
Ensiklopedi Alam merupakan buku yang menjelajahi dunia tumbuhan dan hewan, yang berisi lebih dari 100 profil tumbuhan dan hewan paling eksotis di dunia dengan menampilkan visual tentang dunia kehidupan, dengan info-info baru yang sangat menarik, dan dibuat atas kerja sama dengan The National History Museum, London.
"Ompung Doli bacain ya" Tn.Maruli mengajak Chelsee duduk di sofa ruang kerjanya.
Baru beberapa lembar Tn.Maruli membacakan buku tersebut, Chelsee tidur bersandar ditubuhnya.
__ADS_1
"Radit, ini anakmu tidur. Kamu gendong kekamar tamu sana, papah takut untuk menggendongnya, takut terbangun"
"Aku dan Chelsee pulang saja om, karena besok Chelsee masih harus sekolah"
"Ya sudah Dit, kamu antar pulang"
"Baik Pah" Raditya menggendong Chelsee keluar dari ruang kerja orang tuanya.
"Aira, boleh papah bicara sebentar denganmu?" tanya Tn.Maruli, Aira menganggukan kepalanya.
"Jangan kamu masukkan ke dalam hati ya, sikap mamah tadi. Papah yakin kok mamah tidak bermaksud seperti itu, nanti papah akan bicara padanya. Ini bukunya kamu bawa saja, cukup efektif membuat putrimu tertidur dengan cepat" Tn.Maruli memberikan buku ensiklopedi tadi kepada Aira.
"Terima kasih om" Aira pun menerimanya.
"Kok masih om? bukankah sebentar lagi kamu dan Radit akan menikah? jadi kapan tanggalnya?" tanya Tn.Maruli, Aira menggelengkan kepalanya karena dirinya dan Raditya belum membicarakan hal tersebut.
"Anak itu memang dasar, masa mau menikah tidak memiliki planing. Pokoknya bulan depan ya" ucap Tn.Maruli.
"Ya sudah sana, takut Chelsee terbangun. Hati-hati ya"
"Terima kasih pah, Assalamualaikum." Aira mencium tangan ayahanda Raditya kemudian ia menyusul Raditya dan putrinya.
Sepanjang perjalanan mengantar Aira kembali kekediamannya, Rasitya menggenggam erat tangan Aira dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang stir kemudi, sesekali ia mencium tangan Aira dan menaruh didadanyanya.
"Terima kasih ya untuk makan malamnya" Aira menarik tangannya yang sedari tadi terus digenggam oleh Raditya, ia membuka seatbeltnya ketika Raditya menepikan mobilnya di depan kediamannya.
"Maafin aku ya Ra, aku memang tidak bisa menjanjikan semua yang kita lalui akan mudah dan berjalan lancar, tapi aku berjanji padamu aku akan selalu ada dan melindungimu. Please jangan tinggalin aku, tetaplah bersamaku" Raditya memeluk Aira dengan erat.
"Aku pun merasakan sakit, sama seperti yang kamu rasakan, please jangan tinggalin aku ya Ra" Raditya merangkum wajah Aira, Aira menganggukan kepalanya.
"Jangan sedih lagi, aku pasti mengupayakan yang terbaik untuk kita, air matamu adalah tanggung jawabku" Raditya mengecup kening Aira kemudian ia turun dari mobil kemudian menggendong Chelsee masuk kedalam rumah Aira.
Dengan hati-hati Raditya merebahkan tubuh Chelsee, kemudian ia pamit pulang kepada Aira karena dirinya ingin segera menemui mamahnya.
__ADS_1