
Tok... Tok... Tok...
Winda mengetuk pintu ruang belajar Chelsee, kemudian perlahan ia membuka pintu tersebut.
"Maaf Bu Aira, di depan ada seorang wanita yang mencari Bu Aira." ucap Winda kepada Aira.
"Siapa Wind?" tanya Aira.
"Itu Bu... Bu Cindy, istinya Pak Alex." ucap Winda ragu-ragu.
Aira nampak berfikir sejenak "Kamu suruh tunggu sebentar, nanti aku akan kedepan." ucap Aira.
"Baik Bu Aira." Winda pun pergi dari ruang belajar Chelsee, ia kembali menemui Cindy dan meminta Cindy untuk menunggu di ruang tamu.
Setelah Winda pergi dari ruang belajar putrinya, Aira meminta terapis wicara Chelsee untuk tetap melanjutkan terapi sementara dirinya pergi menemui Cindy.
"Mamah ke depan dulu sebentar ya sayang." Aira mengecup kepala putrinya kemudian melangkah pergi meninggalkan ruang belajar Chelsee.
Sesaat Aira menghela nafas beratnya sebelum Aira menghampiri Cindy di ruang tamu.
"Selamat siang, perkenalkan nama saya Cindy, saya istri dari Alex." Cindy berdiri dan mengulurkan tangannya saat Aira sudah berada di hadapannya.
__ADS_1
"Siang juga Bu Cindy, silahkan duduk." Aira menerima jabatan tangan Cindy kemudian meminta Cindy untuk duduk kembali, dan ia duduk di hadapan Cindy.
"Tanpa berbasa-basi, langsung saja saya ingin meminta Bu Aira untuk mencabut kembali laporan Bu Aira terhadap suami saya." pinta Cindy.
"Sebagai kompensasinya, saya akan berikan Bu Aira uang sebesar Rp.50.000.000,-" Cindy mengeluarkan cek dari dalam tasnya dan menaruhnya di atas meja, Cindy mendorong cek tersebut mendekat ke arah Aira.
"Ini semua untuk kebaikan kita bersama, saya dengar Bu Aira adalah seorang single parent jadi tentu Bu Aira membutuhkan uang untuk menghidupi anak Bu Aira yang katanya juga anak bekerbutuhan khusus itu, lagi pula ini juga untuk tetap menjaga nama baik Bu Aira." imbuh Cindy, Aira tersenyum mendengar semua ucapan Cindy.
"Menjaga nama baik saya atau menjaga nama baik suami Bu Cindy, agar tidak di keluarkan dari kantor?" tanya Aira dengan tenang.
Aira tahu pasti jika Alex terbukti bersalah dalam kasus ini, maka Alex akan di keluarkan oleh perusahaan secara tidak hormat dan citra yang ia bangun selama ini akan rusak seketika.
"Ten-tentu saja bukan itu maksud saya." ucap Cindy terbata-bata.
Ucapan Cindy malah terkesan menyudutkan Aira yang notabennya adalah seorang korban, Aira tanggapi dengan santai.
"Okay, sekarang gantian ya saya yang bicara. Saya doakan semoga anak-anak Bu Cindy tidak mengalami apa yang saya alami, sehingga Bu Cindy dan anak-anak tidak merasakan apa yang saya rasakan sekarang. Dan satu hal lagi tuduhan-tuduhan Bu Cindy kepada saya, silahkan Bu Cindy buktikan di pengadilan nanti." Aira mendorong cek yang ada di meja, mendekat ke arah Cindy.
"Saya permisi dulu, banyak hal yang harus saya kerjakan. Selamat Siang." Aira beranjak dari tempat duduknya melangkah pergi meninggalkan ruang tamunya.
"Bu Aira, saya bisa menambah jumlah uangnya. Bu Aira sebutkan saja berapa nominal yang Bu Aira inginkan." ucap Cindy dengan nada tinggi agar Aira kembali lagi.
__ADS_1
Aira sama sekali tak menghiraukan ucapan Cindy, ia justru meminta Reni untuk mengusir Cindy dari kediamannya dan ia kembali ke ruang belajar putrinya.
Show must go on, Aira tetap pada pendiriannya, ia sama sekali tak tergiur dengan tawaran yang di berikan oleh Cindy, bagi Aira harga dirinya tak akan pernah bisa di beli.
Hingga tiba hari di mana ia harus datang di rekonstruksi kejadian kasus pelecehan seksual yang menimpa dirinya, dirinya harus bertemu kembali dengan Alex dan juga Reza.
Aira yang saat itu di temani oleh psikolog, kuasa hukum serta beberapa orang karyawannya, tak kuasa menahan tangisnya, pasalnya adegan tersebut mengingatkan Aira pada kejadian malam dimana Alex hampir saja memperko*anya.
"Bu Aira harus kuat, kita pasti dapat keadilan." ucap winda.
Winda beserta psikolog Aira memeluk dan terus memberikan suport kepada Aira, agar Aira kuat melewati proses rekonstruksi ini.
Aira masih bisa menjalankan adegan ketika dirinya dan Alex berada di Restaurant untuk membahas project kerja samanya, namun ketika memasuki adegan di hotel Aira enggan untuk melakukannya. Kuasa hukum Aira meminta adegan tersebut di perankan oleh pemeran pengganti.
'Melihat wajah mereka saja aku sudah muak.' Gumam Aira dalam hati, ia berusaha untuk tetap kooperatif menguatkan hatinya meski ia ingin sekali menghajar Alex, ketika Alex menjalankan adegan mencumbui dirinya yang tengah tidak sadarkan diri.
Hingga sore hari akhirnya Aira bisa bernafas lega, semua proses rekonstruksi berjalan dengan lancar sehingga ia bisa segera kembali ke kediamannya.
"Ai, aku benar-benar minta maaf padamu." ucap Reza dengan penuh rasa penyesalan.
__ADS_1
Sekilas Aira menatap wajah Reza, namun kemudian ia memalingkan kembali wajahnya dan berjalan pergi meninggalkan tempat kejadian perkara.