USAI

USAI
Episode 25


__ADS_3

Setelah melewati proses panjang persidangan yang cukup melelahkan bagi Aira, akhirnya ia bisa bernafas lega, meski rasa trauma masih menghantui hidupnya, baginya berapa pun masa tahanan Alex dan Reza tidak akan pernah bisa sebanding dengan rasa trauma yang ia rasakan.


Alex dijatuhi pidana penjara selama 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan, sedangkan Reza dan beberapa pegawai hotel serta pegawai restaurant yang terlibat dalam kasus tersebut di jatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun 4 (empat) bulan.


Reza menerima keputusan pengadilan dengan ikhlas, karena ia menyadari akan kesalahannya terhadap Aira. Berbeda halnya dengan Alex, ia dan istrinya justru tidak terima akan putusan tersebut.


"AIRA..." teriak Cindy memanggil Aira yang hendak keluar dari ruang sidang bersama dengan tim kuasa hukumnya.


Seketika Aira pun menoleh kearah Cindy yang berjalan mendekat kearahnya.


"Jangan berbangga diri, kami akan mengajukan banding. Suamiku tidak akan pernah melakukan hal itu jika tidak ada yang memancingnya terlebih dahulu, sungguh perempuan tidak tahu diri." ucap Cindy sambil menunjuk Aira dengan jari telunjuknya.


"Silahkan saja jika ibu ingin mengajukan banding, kami sama sekali tidak keberatan." Kuasa hukum Aira berdiri di depan Aira untuk melindungi clientnya dari kemarahan Cindy yang tak puas dengan hasil putusan sidang.


"Mari kita pulang Bu Aira." Kuasa hukum Aira mengajak Aira untuk segera meninggalkan Pengadilan Negeri, agar tidak terlibat keributan yang di timbulkan oleh Cindy.


"AIRA TUNGGU!! aku belum selesai bicara, dasar wanita penggoda." teriak Cindy seakan tidak terima karena Aira yang pergi begitu saja tak menghiraukan ucapannya.



Benar saja tiga hari setelah putusan. Aira mendapatkan kabar dari pengacaranya, jika Alex mengajukan banding "Kita ikuti saja apa maunya." ucap Aira, ia sangat yakin jika usaha Alex mengajukan banding akan sia-sia atau bahkan justru akan memperberat masa tahananya.


"Mamah..." Chelsee mendekat kearah Aira dengan membawa selembar kertas hasil gambarnya.

__ADS_1


"Terima kasih atas informasinya, untuk pembahasan lebih lanjutnya nanti kita sambung lagi. Selamat siang." Aira mematikan sambungan telepon dari pengacaranya, kemudian ia berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Chelsee.


"Bagus sekali gambarnya." Aira mengambil gambar yang diberikan putrinya kepadanya, terbesit rasa sedih saat melihat gambar yang di belikan oleh Chelsee, pasalnya putri kecilnya itu menggambar sosok pria yang tengah bermain bersamanya.


"Who is this?" tanya Aira kepada Chelsee.


"Om Eza (Om Reza)" jawab Chelsee dengan polosnya.


Aira menarik nafasnya dalam-dalam, tak dapat ia pungkiri hubungan kedekatan antara putrinya dengan Reza terbilang cukup dekat, Reza telah berhasil mengambil hati putrinya.


"Mulai sekarang Adek mainnya sama mamah, bibik, aunty dan uncle yang ada di sini saja ya. Om Reza sudah tidak tinggal di Jakarta lagi, Om Reza harus kembali pulang ke Bandung." Aira tidak bermaksud untuk membohongi putrinya hanya saja ia tidak mungkin menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada putrinya yang masih sangat kecil.


Perlahan Aira terus memberikan pengertian kepada Chelsee agar ia bisa menerima, jika Reza sudah tidak akan pernah bisa bermain bersamanya lagi.


"Time for my nap, Adek mau di bacain buku Alice or Bunny?" Aira mengambil dua buku cerita kesukaan Chelsee dan memberikannya pilihan kepada putrinya.


"Bunny." Chelsee menunjuk bunny story book yang di pegang oleh Aira.


"Okay baby." Aira menggendong putrinya menuju kamar tidurnya.


Baru dua halaman Aira membacakan bunny story book, Chelsee sudah tertidur pulas.


"Nice dream baby." Aira mengecup kening Chelsee kemudian menaikan selimut hingga ke dada putrinya, secara perlahan Aira turun dari tempat tidur, ia meninggalkan putrinya yang tengah tertidur di kamarnya.

__ADS_1


"Bik, titip chelsee ya, aku mau keluar sebentar." ucap Aira kepada asisten rumah tangganya.


"Baik Bu Aira."


Aira memacu kendaraannya menuju lapas tempat Reza di tahan.


"Aira." Reza cukup terkejut saat mengetahui jika Aira datang menjenguk dirinya, Reza mempercepat langkahnya dan duduk di hadapan Aira.


"Ai, kamu dan Chelsee sehat kan?" tanya Reza.


Aira menganggukan kepalanya, ia memberikan makanan kesukaan reza dan memberikan selembar kertas kepada Reza.


"Apa ini Ai?" tanya Reza kembali.


"Bukalah!!"


Secara perlahan Reza membuka kertas yang di berikan Aira kepadanya.


"Itu Chelsee yang membuatnya, anak yang kamu anggap cacat. Ia menyayangimu dengan tulus, terima kasih telah singgah di kehidupan kami meski singgahmu sangat menyakitkan untuk kami." Aira beranjak dari tempat duduknya, ia melangkah pergi meninggalkan Reza, namun Reza menahannya.


"Maafin aku Ai, aku benar-benar menyesal telah menyakiti kalian. Aku rindu saat-saat kebersamaan bersama kalian." mata Reza mulai berkaca-kaca, rasa penyesalan jelas terpancar dari raut wajahnya


"We are not a good chapter, but at least I learned a lot about patience, sincerity, and being strong." Aira melepaskan tangan Reza dan melangkah pergi meninggalkan lapas.

__ADS_1


__ADS_2