
Beberapa hari setelah menghadiri acara resepsi pernikahan Aruna, Raditya berserta keluarga kecilnya bertolak ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umrah, dalam perjalanannya kali ini Aira membawa dua asisten dan baby sitter untuk membantunya menjaga kedua buah hatinya.
Karena perbedaan keyakinan serta masih diharuskannya menyelesaikan ujian kenaikan kelas, Nathalie tidak ikut serta, ia hanya mengantar kedua orang tua dan adik-adiknya hingga bandara.
"Don't worry baby, kami akan selalu menghubungimu dan memantau perkembangan ujianmu sayang" Aira memeluk Nathalie dengan hangat, ia memahami akan kecemasan yang di rasakan oleh Nathalie.
Belakangan Aira dan Raditya baru mengetahui jika Nathalie mengidap anxiety disorder atau gangguan kecemasan, namun Aira dan Raditya sudah membawa Nathalie konsultasikan ke psikiater untuk mengatasi anxiety yang Nathalie rasakan dengan psikoterapi dan juga konseling.
"Hanya seminggu, nanti kakak dan Ompung menyusul ke Turki, kita liburan di sana" Raditya mengelus kepala Nathalie dengan lembut, membuat Nathalie sedikit lebih tenang.
"Doa kami selalu menyertai di setiap langkahmu, Nak" Aira merangkum wajah Nathalie kemudian mengecup kedua pipi dan keningnya. Seketika mata Nathalie berkaca-kaca mendapatkan limpahan perhatian serta kasih sayang dari Aira dan Raditya, yang bahkan tak pernah ia dapatkan dari kedua orang tua kandungnya, karena kedua orang tua kandungnya sibuk dengan dunianya masing-masing.
"Terima kasih, mah" Nathalie menghapus air matanya kemudian ia beralih mencium tangan Raditya, "Nanti papa akan temanimu belajar, kami pergi dulu ya, sampai bertemu di Turki" ia memeluk dan mencium kepala Nathalie.
"Kak Nath, I will be miss you" Chelsee mendekat kemudian memeluk kakaknya.
"Will be miss you too princess" Nathalie mencium pipi chubby adik perempuannya, ia beralih ke Ray yang sedari tadi mencoba meraih Nathalie "Kakak juga pasti akan merindukanmu juga pria tampan" ucap Nathalie.
"Kalian tidak perlu khawatir, kami akan menjaganya" ucap Tn.Maruli, ia menepuk bahu Raditya sambil berjalan menghampiri Chelsee dan Ray "Cucu-cucu Ompung yang semangat ya ibadahnya" ucap Tn.Maruli kepada Chelsee dan Ray.
"Sampai bertemu di Turki Ompung doli" Chelsee mencium tangan Tn.Maruli, "Sampai bertemu di Turki Ompung boru" Chelsee pun mencium tangan Ny.Paulina.
"Terima kasih banyak ya Pah, Mah. Kami berangkat dulu" Raditya dan Aira berpamitan kepada kedua orang tuanya kemudian mereka masuk ke dalam boarding lounge.
"Bye" Nathalie melambaikan tangannya, melepas kepergian kedua orang tua serta adik-adiknya.
"Sudah jangan sedih, ada Ompung yang akan menemanimu. Ayo kita pulang!" Ny.Paulina menggandeng Nathalie keluar dari bandara, meninggalkan suaminya di belakang.
Tn.Maruli nampak curiga dengan sikap aneh yang di tunjukan oleh istrinya, karena sepengetahuannya istrinya tak begitu dekat dengan Nathalie, hanya sesekali ia mengobrol dengan Nathalie, ia lebih cenderung dekat dengan Ray dan Chelsee, namun meskipun demikian Tn.Maruli tetap berfikiran positif terhadap istrinya.
Kecurigaan Tn.Maruli terjawab ketika mereka tiba di rumah, Ny.Paulina mengajak Nathalie bereksperiment di dapur.
"Ini resep dari mamamu, jadi kamu harus mencicipinya" Ny. Paulina menunjukan buku resep yang di berikan oleh Aira. "Kamu tunggu dulu di situ, Ompung akan buatkan sup!" ia menyuruh Nathalie untuk duduk di mini bar dapur kediaman Ompungnya.
"Baik Ompung" Nathalie hanya bisa pasrah, sambil membaca buku-buku pelajarannya, dengan sabar Nathalie menunggu Ompung borunya membuatkan sup untuknya.
'Lama sekali' gumamnya dalam hati, berkali-kali ia menguap sambil melihat ke arah jam di tangannya, ternyata sudah hampir dua jam lamanya ia menunggu ompungnya memasak namun belum juga ada tanda-tanda sup buatan Ompungnya selesai.
__ADS_1
Setelah menunggu dua setengah jam dengan mata yang hampir saja terpejam, akhirnya sup buatan Ny.Paulina pun selesai, ia menyajikan semangkuk sup ayam buatannya di hadapan Nathalie.
"Ayo coba" perintah Ny.Paulina memberikan sebuah sendok untuk Nathalie.
Dengan perasaan yang sedikit ragu Nathalie pun mencicipinya, secara perlahan ia mulai memasukan suapan pertama sup buatan Ompungnya "Uhhhuk.." Nathalie terbatuk merasakan rasa asin di lidahnya.
"Kenapa? tidak enak ya?" tanya Ny.Paulina.
"Bagaimana jika Ompung mencobanya juga? mungkin mulutku yang salah karena sedang flu sehingga rasanya agak sedikit aneh di lidahku" ucap Nathalie dengan hati-hati, ia tak ingin membuat Ompungnya tersinggung dan marah padanya.
Ia sangat takut sekali dengan Ny.Paulina, terlebih saat ini kedua orang tuanya sedang tidak bersamanya.
"Dasar kamu ini, dimintai tolong segini saja tidak benar" Ny.Paulina mengambil sendok kemudian mencicipi sup buatannya.
Seketika Ny.Paulina mengerutkan keningnya, saat ia merasakan rasa asin pada sup buatannya "Mengapa bisa seperti ini rasanya?" ia pun langsung mengambil air minum untuk menetralkan rasa asin di lidahnya.
"Ini semua salah mamamu yang hanya menuliskan secukupnya, harusnya ia bisa lebih detail lagi jika menulis" ucapnya dengan kesal "Mamamu juga sudah berjanji akan kemari mengajari Ompung masak tapi nyatanya ia kemari hanya untuk mempersiapkan pernikahan Auntimu saja" omelnya kembali tanpa henti.
Tak tahan mendengar mamanya terus disalahkan, Nathalie pun turun dari kursinya kemudian mencoba memperbaiki sup buatan Ompungnya dengan menambahkan air, gula dan lada secara perlahan sampai dirasa pas.
Keduanya menikmati sup di ruang makan bersama dengan Tn.Maruli.
"Sudahlah, kau jangan racuni Nathalie lagi dengan masakan buatanmu. Jika Radit tahu, ia pasti akan marah" ucap Tn.Maruli, ia meraih tangan istrinya dan menatapnya "Aku hanya tak ingin kau lelah, karena nanti aku ingin mengajakmu second honeymoon in Dubai" ucap Tn. Maruli yang membuat Ny.Paulina pun tersenyum tersipu malu mendengar ajakan suaminya.
Selesai menghabiskan supnya, Nathalie meminta izin untuk langsung kembali ke kamarnya lebih awal, karena ia sudah terlalu lelah dan tak ingin menggangu suasana romatis Ompungnya.
"Istrihatlah, agar besok pagi kamu fresh dan siap menghadapi ujian. Jangan lupa di minum vitaminnya!!" ucap Ny.Paulina, ia kembali fokus pada suaminya.
Sementara itu di tempat berbeda, setelah menempuh perjalanan 9 jam akhirnya Raditya keluarganya tiba di Madinah, pihak travel langsung mengarahkan Raditya dan keluarganya ke hotel untuk beristirahat mengingat waktu menunjukan pukul 02.10 dini hari, dimana Chelsee dan Ray sudah sangat lelah dan butuh beristirahat.
"Pah, di Jakarta sudah jam 06.15 loh" Aira mengingatkan suaminya untuk menghubungi Nathalie.
"Astaghfirullah, aku lupa" Raditya lupa akan perbedaan waktu antara Jakarta dengan Madinah yang terpaut sekitar empat jam, ia pun segera mengambil handphone di dalam tasnya kemudian menghubungi putrinya melalui sambungan video call.
"Papa... apa papa dan mama sudah sampai?" sapa Nathalie.
"Baru saja kami sampai" Raditya mengarahkan kamera handphonenya kearah Chelsee dan Ray yang tengah tertidur lelap "Bagaimana, kakak sudah berangkat?" tanya Raditya.
__ADS_1
"Sudah pah, nih aku sedang dijalan diatar oleh Ompung doli" Nathalie mengarahkan kamera handphonenya ke arah Ompungnya yang tengah menyetir.
"Maaf ya, kamu jadi berangkat lebih awal karena rumah Ompung jauh dari sekolahmu" ucap Raditya.
"It's okay pah" dengan excited ia menceritakan jika tadi pagi dirinya di bangunkan dan di siapkan sarapan oleh Ompung borunya.
"Papa review materimu sebentar ya" seperti biasanya ketika Chelsee dan Nathalie akan menghadapi ulangan baik itu ulangan harian maupun ulangan semester Raditya selalu merivew ulang materi yang telah mereka pelajari untuk memastikan anak-anaknya siap menghadapi ujian.
"Bunyi hukum Newton II?"
"Law II : The alteration of motion is ever proportional to the motive force impress’d, and is made in the direction of the right line in which that force is impress’d" jawab Nathalie dengan lancar.
"Rumusnya?" tanya Raditya kembali
"F \= m.a"
"Good, Pascal's law?" tanya Raditya kembali.
"A change in pressure at any point in a confined incompressible static fluid is transmitted evenly throughout the liquid in all directions. A few examples of the application of Pascal’s Law: Hydraulic jack and hydraulic press, Hydraulic Brakes for increasing resisting force in the vehicle braking systems, Artesian wells, water towers, and dams." terang Nathalie secara gambalang.
"Sudah sampai, ayo masuk nanti kau telat" ucap Tn.Maruli kepada Nathalie, di sela tanya jawab Nathalie dengan Raditya. "Baik Ompung" Nathalie tersenyum dan menganggunggkan kepalanya.
"Pah, aku udah sampai udah dulu ya" ucap Nathalie menghentikan tanya jawabnya.
"Ya sudah, semangat ya nak" ucap Raditya, "Good luck, baby. Our prayers always with you" sambung Aira yang sedari tadi menyimak sambil menyusui putranya, ia duduk tepat di belakang tubuh suaminya.
"Bye Mah, Pah" Nathalie melambaikan tangannya kemudian ia mematikan sambungan teleponnya.
Raditya berbalik menghadap istrinya "Kok kamu tidak istirahat?" tanya Raditya sambil mengecup kening Aira.
"Mau tahajud bareng Bang Radit" jawab Aira.
"Yuk" Raditya mengambil putranya dari pangkuan Aira, kemudian menidurkannya di samping Chelsee "Nice dream" ia mengecup kening Ray dan Chelsee secara bergantian, barulah ia menyusul istrinya ke kamar mandi.
"Ra, jangan tinggalin aku ya" Raditya memeluk dan mencium Aira dari belakang.
"Iiihh.... Bang Radit, aku baru saja selesai wudhu" ucap Aira dengan kesal sambil memukul tangan suaminya agar melepaskan pelukannya, "Jadi ngulang lagi kan wudhunya" ia pun kembali mengambil air wudhu, bersiap untuk berjamaah bersama suaminya.
__ADS_1