
"Let me just summarize the main points of the last meeting, we began the meeting by approving the changes in our sales reporting system discussed on Oct 30th. After briefly revising the changes that will take place, we moved on to a brainstorming session concerning after sales customer support improvements..." salah seorang marketing staff perusahaan Raditya tengah mempresentasikan laporannya.
Drrrt.. drrrt...
Awalnya Raditya tak memperdulikan pesan masuk yang masuk di handphonenya, namun begitu meliat nama Aira tertera di layar handphonenya Raditya langsung mengambil dan membukanya.
"I am sorry for the inconvinience, we must suspend this meeting until tomorrow. Thank you" dengan terburu-buru Raditya keluar dari ruang meeting.
'Good luck Mr.Angkasa' Winda tersenyum, feelingnya mengatakan jika Raditya akan pergi menemui Aira.
Ya benar saja dugaan Winda, Raditya memang pergi menemui Aira di rumahnya. Kurang dari dua puluh lima menit Raditya telah tiba di kediaman Aira. Setibanya dirumah Aira, Raditya melihat Aira tengah mengobrol dengan pegawainya.
"Bu Aira, ini beberapa penawaran dari beberapa produk yang menawarkan kerja sama dengan Dek Chelsee" ucap Azzam sambil memberikan tab yang berisi email penawaran kerja sama.
"Aku cek dulu ya, aku hanya ingin produk yang benar-benar dipakai oleh Chelsee saja yang akan diiklankan oleh Chelsee, dan aku juga tidak ingin mengambil hak bermainnya" terang Aira, merasa sedang diperhatikan oleh seseorang Aira pun menoleh kearah pintu ruang kerjanya.
"Hmm masih sibuk ya?" Raditya tersenyum sambil mendekat ke arah Aira.
"Kita lanjut nanti lagi ya Zam" ucap Aira kepada Azzam
"Baik Bu Aira, saya permisi dulu" Azzam beranjak dari tempat duduknya kemudian ia keluar dari ruang kerja Aira.
Aira pun beranjak dari tempat duduknya menyambut kedatangan Raditya.
"Didepan saja yuk, disini banyak berkas" ajak Aira.
Raditya menarik tangan Aira kemudian membawanya kedalam pelukannya "Terima kasih ya" bisik Raditya, ia mencium dan membelai lembut kepala Aira.
"Oh ia dimana putri cantikku?" seketika Raditya melepaskan pelukannya, ia teringat pada Chelsee karena ia membawakan Chelsee banyak mainan.
Rasanya masih belum terlalu akrab ditelinga Aira ketika Raditya menyebut chelsee dengan sebutan 'putrinya'
"Masih belum boleh ya Ra?"
__ADS_1
"Ada kok dikamarnya lagi sama bibik, kesana yuk" ajak Aira, ia berjalan keluar dari ruang kerjanya menuju kamar putrinya diikuti oleh Raditya dari belakangnya.
"Assalamualaikum sweety" sapa Raditya kepada Chelsee.
"Jawabnya apa sayang? wa-alaikum-salam uncle" Aira membimbing putrinya untuk menjawab salam dan perlahan Chelsee pun mengikutinya.
"Kok masih uncle sih?" protes Raditya.
"Pelan-pelan ya, bangun kedekatan dulu sama Chelsee agar Chelseenya nyaman" ucap Aira sambil mengelus lengan Raditya.
"Ia sayang, aku mengerti kok" Raditya mengelus kepala Aira, kemudian ia beralih kepada Chelsee "Sweety, I have brought block for you. Let's make a castle" Raditya membongkar seluruh mainan yang ia bawa termasuk block, ia dan Chelsee saling bekerja sama membuat sebuah istana dari block yang dibawanya.
"What this is?" tanya Raditya kepada Chelsee.
"Cas-tle To-wer." jawab Chelsee.
"Why so short? let's make it higher" Raditya menambah tumpukan blockagar menara istana yang di buat oleh Chlesee, ditengah keseruannya membuat istana bersama Chelsee sesekali Raditya mencuri pandang menatap Aira yang berada di hadapannya.
"Nanti malam, makan malam dirumahku ya" ajak Raditya.
"Ra, kamu kan calon istriku jadi aku ingin mengenalkanmu pada keluargaku"
"Ia tapi memangnya harus secepat ini?"
"Ra, aku ingin segera menikahimu. Kamu tidak perlu khawatir, orang tuaku hanya belum mengenalmu saja, untuk itulah aku mengajakmu makan malam bersama keluargaku, mau ya Ra" Raditya menggenggam erat tangan Aira.
Perlahan Aira menganggukan kepalanya, meski dirinya belum siap namun ia sadar cepat atau lambat dirinya dan Chelsee pasti akan ke rumah Raditya.
Pukul 16.30 Aira dan Chelsee mulai bersiap-siap, sore itu Aira mengenakan short dress casual berwarna merah muda, warna yang sama yang dikenakan oleh putrinya.
"Udah pas belum?" tanya Aira kepada Raditya yang tengah menunggunya diteras depan sambil mengecek email kantornya.
Mendengar pertanyaan Aira, Raditya langsung menghentikan aktivitasnya dan melihat kearah Aira yang berada di hadapannya.
__ADS_1
"Cantik banget kamu Ra" puji Raditya.
"Iih kan yang aku tanya bajunya udah pas belum?"
"Kamu pakai apa pun terlihat cantik sayang, sudah yuk berangkat jam segini macet loh" Raditya menggandeng tangan Chelsee masuk ke dalam mobilnya.
Menyadari jika kini sebentar lagi dirinya akan menjadi ayah sambung Chelsee, Raditya mengganti playlistnya dengan lagu dan film anak-anak, ia juga memasang car seat anak di bangku belakang mobilnya agar Chelsee aman dan nyaman berada dimobilnya karena bukan tidak mungkin dirinya akan lebih sering jalan dengan Chelsee dan Aira.
...If you’re happy and you know it, clap your hands. (Clap-clap)...
...If you’re happy and you know it, clap your hands. (Clap-clap)...
...If you’re happy and you know it, then your face will surely show it....
...If you’re happy and you know it, clap your hands. (Clap-clap)...
Tak pernah ia bayangkan sebelumnya bisa segembira ini bernyanyi dan bercanda bersama Chelsee dan Aira disepanjang perjalanannya menuju kediaman orang tuanya.
Tiba dikediaman orang tua Raditya, keringat dingin mulai membasahi tangan Aira.
"Everything's gonna be okay, honey" Raditya menggandeng tangan kirinya sedangkan tangannya menggandeng tangan Chelsee, masuk ke dalam rumahnya.
"Assalamualaikum, I'm home" Raditya membuka pintu depan rumahnya.
"Waalaikumsalam, dari mana saja sih Bang..." Aruna menghentikan kalimatnya saat ia melihat Raditya datang bersama Aira dan Chelsee.
"Aruna, itu Abangmu bukan?" tanya Ny.Paulina ibunda Raditya, sambil berjalan mendekat ke arah ruang tamu.
"Kamu ini, kalau mamah tanya dijawab" omel Paulina kepada putrinya, kemudian ia menoleh ke arah Raditya dan terkejut saat melihat putra sulungnya datang bersama Aira dan Chelsee.
"Mah, kenalin ini Aira dan chelsee calon istri dan anakku" ucap Raditya.
"Sore tante" sapa Aira sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Paulina enggan menjawab dan menjabat tangan Aira, ia mengajak putranya untuk masuk ke dalam "Mamah ingin bicara dengamu" Paulina membalikan tubuhnya dan berjalan ke arah ruang keluarga diikuti oleh Aruna dibelakangnya.
"Kamu sama Chelsee duduk dulu disini ya" ucap Raditya kemudian menghampiri mamah dan adiknya.