USAI

USAI
Episode 66


__ADS_3

Dua Bulan Kemudian


Pukul 07.00 pagi Raditya di buat terjut dengan kedatangan beberapa orang dari showroom yang mengantarkan mobil Ferrari 488 GTB untuknya. Bagaimana ia tak terkejut, pasalnya ia sendiri tak pernah merasa memesan supercar asal Italia yang dibanderol dengan harga Rp 9,5 miliar tersebut.


"Maaf, saya tidak bisa menandatanganinya karena saya tidak pernah merasa memesan supercar ini, mungkin kalian salah alamat" dengan tegas Raditya menolak untuk menandatangani dokumen serah terima yang di berikan oleh pihak showroom.


"Tapi mobil ini sudah di bayar lunas atas nama Bpk.Angkasa Raditya Sinaga, Pak Angkasa bisa cek sendiri bukti transaksinya" ucap salah satu staff showroom sambil memberikan sebuah amplop kepada Raditya. Raditya pun menerima dan langsung membukanya.



Raditya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, mendapat kejutan spesial dari istrinya.


"Happy anniversary, imamku" ucap Aira menghampiri suaminya, ia menandatangani surat serah terima dan meminta pihak showroom untuk menurunkan supercar yang ia beli untuk suaminya.


"Terima kasih ya, aku pikir mereka salah alamat" Raditya meraih pinggang Aira kemudian memeluknya " Happy anniversary too, baby. You are my anniversary gift, and I do not need anything else from you" Bisiknya, ia menempelkan keningnya di kening Aira.


"Hmmmm... Kalian ini apa tidak ada tempat lain untuk bermesraan?" bentak Ny.Paulina.


Seketika Raditya dan Aira menjadi salah tingkah dengan kedatangan kedua orang tua Raditya.


"Ma-mah, papah kok tumben pagi-pagi kemari?" tanya Raditya sambil mencium tangan keduanya bergantian dengan Aira.


"Bukankah kemarin kamu bilang mau ke Bandung dulu sebelum datang ke acara opening restaurant adikmu?" tanya Ny.Paulina.


"Ia benar, lalu?"


"Kami berdua kemari mau menjemput Ray dan Nathalie, mengajak mereka langsung ke Bogor, kalian bertiga pergilah ke Bandung" ucap Ny.Paulina.


Sama halnya dengan Aruna, Ny.Paulina dan Tn.Maruli pun awalnya menolak kehadiran Nathalie, namun Raditya dan Aira berhasil meyakinkan keduanya jika Nathalie anak yang baik sehingga keduanya pun mau menerima Nathalie.


"Nathalie, ikut dengan kami mah, karena kami ingin mengajaknya ke suatu tempat" ucap Aira.


Ditengah obrolan mereka, staff showroom kembali menghampiri Aira dan Raditya memberikan kunci mobil serta dokumen kelengkapan lainnya kepada Raditya.

__ADS_1


"Terima kasih" ucap Raditya, pegawai showroom pun pergi meninggalkan kediaman Raditya.


"Kamu beli Ferrari, Dit? Bukankah belum lama ini kamu beli Porsche?" tanya Tn.Maruli.


"Hadiah anniversary dari istriku, pah" Raditya kembali merangkul bahu Aira "Nanti aku ganti ya" bisiknya, ia merasa tak enak mendapatkan hadiah semahal itu dari istrinya.


"Boleh, ganti dengan cinta dan kesetiaanmu seumur hidup ya" Aira terswnyum sambil menatap mata suaminya. "I'm yours baby" Raditya membelai lembut wajah istrinya.


"Kami kemari bukan untuk menonton kalian pacaran, dimana cucu-cucuku?" Ny.Paulina menggandeng tangan suaminya, melangkah masuk kedalam mencari keberadaan cucu-cucunya.


Baru masuk kedalam ruang tamu, Chelsee sudah menyambutnya "Ompung..." ia berlari ke arah Ompung doli dan Ompung borunya.


"Morning sunshine" Tn. Maruli memeluk dan menggendong Chelsee.


"Apa kau tak ingin memeluk Ompung boru juga?" Ny. paulina merentangkan tangannya ke arah Chelsee, masih dalam gendongan Ompung dolinya Chelsee memeluk dan mencium Ny.Paulina.


"Minggu depan kau harus ikut Ompung arisan, banyak teman Ompung yang menyakan dirimu" ucap Ny.Paulina.


Setelah sukses menjadi salah satu model fashion show pada event JFW dan sukses membintangi susu formula anak, nama Chelsee semakin dikenal luas, termasuk dilingkup pertemanan Ny.Paulina yang tak jarang menanyakan dan meminta dirinya untuk mengajak Chelsee, hal tersebut membuat Ny.Paulina bangga memiliki Chelsee.


"Boleh sayang, tapi jangan merepotkan Ompung" Raditya mengelus kepala putrinya.


"Ompung" Nathalie bersama Ray yang di gendong oleh baby sitternya datang mendekat dan mencium tangan Tn.Maruli dan Ny.Paulina secara bergantian.


"Ya sudah, kita berangkat duluan ya Mah, Pah" Raditya mengajak Istri dan putri sulungnya berserta Nathalie untuk untuk berangkat terlebih dahulu karena ada dua tempat tujuan yang ingin ia tuju sebelum menuju acara grand opening restaurant baru Aruna.


"Hati-hati ya. Mama tunggu di sana" Sambil menggendong Ray, Ny.Paulina dan Tn.Maruli mengantar Anak, mantu dan cucunya hingga teras.


"Oeeee.... Oeeee" tangan Rai mencoba meraih Aira yang hendak masuk ke dalam mobil, tak tega melihat putranya menangis Aira kembali menghampiri Ray "Ssstt.... adek sama Ompung ya, nanti mama nyusul" Aira mengecup pipi Ray dan mengelusnya dengan lembut hingga Ray merasa tenang barulah Aira masuk kedalam mobil.


Belum sempat Aira masuk ke dalam mobil, ia mendengar Winda memanggilnya "Bu Aira tunggu!!!" Winda berlari menghampiri Aira.


"Ada apa Wind?" tanya Aira.

__ADS_1


"Maaf Bu, Aira. Aku terpaksa melibatkan Bu Aira karena Pak Angkasa tak mengizinkan aku untuk resign" ucap Winda.


"Loh memangnya kenapa kamu mau resign? apa ada masalah?"


"Ti-tidak Bu Aira, aku ingin ikut bersama suamiku tinggal di Singapore, sekalian kita mau program kehamilan" terang Winda.


Seketika Aira melirik suaminya yang sudah berada di dalam mobil, namun kaca jendelanya terbuka lebar sehingga ia bisa mendengar ucapan Winda dengan jelas.


"Hei, kemarin kau hanya bilang pindah tempat, ya aku pikir kau akan bekerja di tempat lain makanya aku buang suratmu"


"Pak Angkasa tidak memberikanku kesempatan untuk menjelaskan" bantah Winda membela dirinya.


"Sudah-sudah?!" Aira menghentikan perdebatan antara suaminya dan Winda


"Kamu boleh resign, tapi sering-sering kabari aku ya. Aku doakan semoga promilmu lancar" Aira memeluk Winda dengan hangat.


"Terima kasih Bu Aira, berkat Bu Aira aku jadi berani untuk promil" mata Winda mulai berkaca-kaca, selama ini dirinya takut dan belum siap memiliki keturunan karena mengetahui salah seorang keluarga dari suaminya mengidap Thalasemia, yang mengharuskannya cuci darah secara rutin untuk memperpanjang usia hidupnya.


Thalasemia merupakan kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal.


Namun Aira selalu meyakinkan kepada Winda bahwa Thalasemia minor tidak mempengaruhi fungsi tubuh secara signifikan dan bisa di cegah melalui tes darah, selain itu Aira meyakinkan kepada Winda jika tuhan pasti memberikan yang terbaik.


"Aku pergi dulu ya, semangat promilnya" Perlahan Aira melepaskan pelukannya kemudian ia masuk ke dalam mobil.


Tujuan pertama yang Raditya tuju adalah lapas wanita Tangerang, ia ingin agar Nathalie tetap menjalani hubungan baik dengan orang tuanya terutama dengan ibunya.


"Kenapa kita kesini om?" tanya Nathalie.


"Beliau adalah perempuan pertama yang menyentuh kehidupanmu, tetap hormati dan sayangi apa pun keadaannya" ucap Raditya, ia meminta istri dan anaknya untuk tetap berada di mobil sementara dirinya mengantar Nathalie masuk ke dalam lapas.


Tangis Nathalie pecah saat ibundanya datang ke ruang kunjungan, ia berhambur ke pelukan ibundanya. Ia menceritakan jika kini dirinya tinggal bersama dengan Raditya dan Aira, ia juga menceritakan jika ia di sekolahkan di sekolah bertaraf Internasional.


Perlahan Cindy mendekat ke arah Raditya, ia bersimpuh di hadapannya meminta maaf dan berterima kasih telah bersedia merawat putri bungsunya.

__ADS_1


"Sudahlah, semua sudah berlalu" Raditya meminta Cindy untuk kembali bangun, ia merasa risih melihat Cindy yang bersimpuh di hadapannya.


"Jalani masa tahanan anda dengan tenang, aku dan istriku akan menjaga Nathalie dengan baik" Raditya mengajak Nathalie kembali keluar, ia tak punya banyak waktu karena ingin ke Bandung menghadiri 100 hari Alm.Reza.


__ADS_2