USAI

USAI
Episode 7


__ADS_3

Sudah hampir tiga minggu sejak selesai meeting kali itu, Aira tak lagi bertemu dengan Raditya. Dari informasi yang ia dapatkan jika Raditya dan Aruna mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja.


Aira memandangi handphonenya berharap Raditya memberikan kabar padanya.


"Ah sudahlah, aku kan bukan siapa-siapanya." Aira berusaha untuk tidak memikirkan Raditya, ia memilih untuk mencari pengganti baby sitter untuk putrinya karena sampai dengan hari itu ia belum menemukan yang pas menggantikan baby sitter lamanya.


"Sibuk banget sih, Ra." Ucap Sari yang telah duduk di hadapan Aira.


"Ia gue lagi nyari baby sitter baru untuk Chelsee nih."


"Memangnya baby sitter yang lama kemana?"


"Dia mau pulang kampung, loe kok tumben jam segini dah kesini? Di cariin SPV loe nanti." Aira melihat jam masih pukul 10.25 WIB.


"Bodo amat ah, Pak Alex kan lagi di luar negeri jadi kita bebas." Ucap Sari sambil tersenyum.


"Eh ia gue sampe lupa, gue mau ngasih ini ke loe. Tadi Aruna ke sini, ngasih ini buat anak-anak kantor." Sari memberikan sebuah undangan kepada Aira.


Alangkah terkejutnya Aira saat membaca nama Raditya tertera di dalam undangan yang di berikan oleh sari.


"Bang Radit? pantas saja tak ada kabar ternyata Bang Radit mau menikah" Gumam Aira dalam hati.


"Kok malah ngelamun sih ra? Loe kapan nyusul ra? sebentar lagi umur loe udah 30 loh, loe enggak kepengen gitu ngasih Chelsee papah baru. Keburu tua nanti enggak laku loh ra." Ucap Sari.

__ADS_1


"Apaan sih loe ini, emangnya gue barang dagangan apa pake enggak laku segala."


"Bukan begitu ra, perempuan itu ada batas produktifnya, kalo ketuaan nanti memiliki resiko kehamilan yang lebih tinggi, bisa memicu komplikasi pada kehamilan, kelahiran bayi prematur, resiko kerusakan DNA pada janin, serta masalah cacat pada bayi. Jadi loe enggak usah kebanyakan mikir dan pilih-pilih deh, lagian Chelsee juga butuh figur seorang ayah." Ucap Sari.


"Ia gue tahu, tapi kan enggak segampang itu sar."


"Singkirin trauma loe dan mulai buka hati loe. Loe coba download salah satu aplikasi datting, siapa tahu aja ada nyangkut sama loe."


"Iiih apaan sih, enggak-enggak." Aira menolaknya mentah-mentah.


"Ikhtiar itu bisa dari mana aja ra, enggak ada salahnyakan di coba?"


"Sudah ah, gue lagi mikirin pengganti baby sitter untuk Chelsee dulu." Aira masih enggan memikirkan soal pria, prioritasnya saat ini adalah putri kecilnya.


"Kemaren sepupu gue pake aplikasi ini, sekarang dia udah punya cowok. Nanti kalau loe senggang loe coba pake ya." Sari memberikan kembali handphone aira kemudian ia pergi meninggalkan ruang kerja aira, ia kembali ke ruangannya.


"Ikhtiar ra, semangat." Ucap Sari sambi melangkah pergi, Aira hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ia mengambil undangan Raditya yang berada di atas meja kerjanya, ia teringat saat Raditya memanggilnya 'sayang'.


"Kemarin dia hanya bercanda seharusnya aku tertawa, bukan jatuh cinta." Gumam Aira, ia menaruh undangan Raditya di dalam laci meja kerjanya kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kamar mandi.


__ADS_1


Tak kunjung mendapatkan pengganti baby sitter putri semata wayangnya, akhirnya Aira terpaksa mengundurkan diri dari kantornya.


Sebenarnya berat baginya untuk resign karena dari tempatnya bekerjalah ia mampu memenuhi semua kebutuhan putrinya, namun ia tak punya pilihan lain selain resign, Aira benar-benar tak bisa sembarangan mencari baby sitter yang mengerti merawat anak berkebutuhan khusus.


"Let's start a new day." Aira membawa putrinya pindah dari tempat tinggalnya yang lama.


Selain memutuskan resign dari tempat kerjanya, Aira juga memutuskan untuk menjual rumahnya sebagai tambahan modal usaha yang akan ia geluti, kini dirinya dan putri semata wayangnya tinggal di rumah kontrakan sederhana yang tak jauh dengan rumah sakit tempat putrinya terapi wicara.


Ia dengan di bantu dua orang karyawannya, menyulap garasi samping rumah kontrakannya menjadi florist atau toko bunga. Selain memanfaat garasi rumah kontrakanya, ia juga memanfaatkan lahan didepan rumahnya untuk mengembangbiakkan beberapa koleksi bunganya.


"Okay, hari ini cukup dulu. Kita lanjut besok lagi, bunga-bunga yang tadi jangan lupa di simpan di lemari pendingin ya." Ucap Aira kepada kedua karyawannya, setelah kedua karyawannya pulang Aira membuatkan susu dan membacakan dongeng sebelum tidur untuk putri tercintanya.


"Good night." Aira mengecup kening putrinya.


Chelsee tertidur Aira memanfaatkan waktunya untuk belajar memperdalam ketrampilan merangkai bunga, di sela-sela latihannya handphone Aira bergetar, ada satu panggilan masuk dari Raditya.


Aira mengabaikannya hingga handphonenya berhenti dengan sendirinya, ia sudah tidak ingin memiliki hubungan dengan Raditya terlebih menurutnya kini Raditya telah memiliki istri, Aira tak ingin dirinya di cap negatif oleh orang lain.


Tak lama kemudian handphone Aira kembali bergetar, namun kali ini Raditya mengiriminya pesan.


^^^Raditya:^^^


^^^Ra, kamu dan Chelsee sekarang tinggal di mana? Tadi aku ke rumahmu, tapi ternyata kamu sudah tidak tinggal di situ lagi.^^^

__ADS_1


Aira memilih untuk tak membalas pesan Raditya, dan kembali meneruskan latihannya karena beberapa hari lagi toko bunganya akan menggelar Grand Opening jadi tentu saja banyak hal yang harus ia siapkan.


__ADS_2