
Dengan teliti Raditya membaca satu persatu pasal-pasal yang terdapat pada kontrak kerja sama iklan produk shampo yang akan di bintangi oleh putrinya.
"Saya minta untuk adegan mandi dihilangkan, cukup tampilkan rambut indah putriku saja" ucap Raditya dalam meetingnya bersama Jovita dan produser iklan tersebut.
"Tapi Pak Radit, adegan tersebut sudah menjadi bagian dari skenario iklan ini" ucap Jovita.
"Oke, kalau begitu saya minta maaf sepertinya putri saya tidak bisa membintangi iklan ini, mungkin lain kali kita bisa kerja sama lagi, permisi" Raditya beranjak dari tempat duduknya.
"Tunggu dulu" sang produser menahan Raditya dan Aira untuk beranjak dari tempat duduknya.
Aira dan Raditya pun kembali duduk di posisinya semula.
"Baiklah kami akan menghilangkan adegan tersebut. Chelsee hanya perlu memerankan adegan bermain kemudian berkumpul bersama keluarganya dengan mengekspos rambut indahnya" ucap sang produser.
Tanpa ragu, Raditya langsung menandatangani kontrak kerja sama tersebut, kemudian mereka membahas mengenai teknis pelaksanaan syuting dan pemotretan yang akan di jalani oleh Chelsee.
Satu jam sudah akhirnya meeting pun berakhir, Raditya langsung menghampiri putrinya yang tengah bermain di luar ruang meeting bersama asisten rumah tangganya.
"Guess who I am?" Raditya menutup mata Chelsee dari belakang.
"Pa-pa" Chelsee membalikan tubuhnya memeluk papahnya.
"Maaf ya menunggu lama" Raditya menggendong Chelsee sambil menciumi pipi putrinya dengan gemas "Sudah semakin berat, anak papah sudah semakin besar sekarang" ia membawa putrinya keluar dari gedung di ikuti oleh istri dan asistennya.
Diperjalanan menuju kediamannya Raditya mengungkapkan alasan penolakan adegan mandi dalam iklan yang akan di bintangi oleh Chelsee.
"Aku tidak mau tubuh putriku menjadi tontonan banyak orang, meski hanya sebatas pundak. Kalau pun permintaanku di tolak, aku menggantinya utuh sesuai dengan nilai kontrak tersebut" ucap Raditya sambil menggenggam tangan Aira dan menatap matanya.
"Kenapa harus diganti? Aku pun setuju dengan tindakan papah dan aku yakin kakak pun suatu saat pasti akan mengerti"
"Semua honornya kakak di simpan ya, jika kakak sudah besar nanti kita berikan haknya secara utuh. Selama aku masih bisa bekerja jangan pernah kamu pakai uangmu dan uang kakak untuk kebutuhan kita, sekalipun kebutuhan pribadimu. Pakailah apa yang sudah aku dapatkan"
Aira menganggukan kepalanya, meski dirinya telah terbiasa menggunakan uang yang ia dapat sendiri namun ia berusaha menghormati suaminya.
__ADS_1
Beberapa hari setelah penandatanganan kontrak dan final meeting Chelsee mulai menjalani proses syuting dan pemotretan, di tengah kesibukannya Raditya meluangkan waktunya untuk menemani putrinya syuting dan menjalani pemotretan.
Suasana ceria selama menjalani proses syuting membuat Chelsee sangat bersemangat di tambah ada teman baru sebagai lawan mainnya yang usianya dua tahun di atasnya sehingga Chelsee asik bermain bersamanya sambil menunggu gilirannya.
Berbeda halnya dengan Aira yang sedari pagi hanya duduk bersandar pada kursi memandangi Chelsee dari kejauhan.
"Are you okay honey?" tanya Raditya sambil menaruh telapak tangannya di kening Aira, mengecek suhu tubuh istrinya.
"Beberapa hari belakangan ini kepalaku sering pusing" ucap Aira.
"Kamu pulang duluan saja ya, nanti setelah kakak selesai syuting aku antar ke dokter"
"Tanggung ah tinggal satu scene lagi selesai"
"Ya sudah habis dari sini kita langsung kedokter ya"
Aira menggelengkan kepalanya "Aku hanya kecapekan saja, istirahat sebentar juga palingan sembuh kok" tolak Aira.
"Aku baik-baik saja sayang, aku memang suka begini jika banyak project besar yang sedang aku tangani. Pernikahan salah satu anak crazy rich PIK membuat kepalaku pusing karena bunga yang aku import dari Belanda banyak yang rusak karena pengiriman, sementara waktunya sudah mepet"
"Nanti akan aku bantu cari vendor lainnya" Raditya mengelus kepala istrinya dengan lembut "Hei kok malah sedih sih? Pasti aku bantu sayang. Sudah jangan nangis, kalau kakak lihat aku dikira menjahilimu" ia mengusap air mata Aira yang menetes di pipinya.
Entahlah Aira sendiri bingung terhadap dirinya sendiri selain sering merasakan pusing dan mual, akhir-akhir ini ia juga mengalami mood swing.
"Aku temani kakak dulu ya sebentar lagi take" Raditya mencium kening Aira sebelum ia meninggalkan istrinya.
Di scene terakhir Chelsee dan lawan mainnya beradegan bermain air di halaman depan lokasi syuting, Chelsee benar-benar nampak seperti bermain sungguhan, tawa dan canda cerianya benar-benar natural tanpa di buat-buat.
"Cut, Finish" ucap sang Sutradara mengakhiri scene terakhir dalam proses syuting tersebut, selesai berdoa dan berpamitan Raditya dan keluarganya kembali ke kediamannya.
"Aku istirahat duluan ya" Aira bergegas masuk ke dalam kamarnya, pusing dikepalanya sudah tak tertahankan lagi, ia ingin segera beristirahat.
__ADS_1
"Kakak ganti baju sama bibik dulu ya, nanti papah ke kamar kakak bacain dongeng untuk kakak" ucap Raditya kepada Chelsee, mendapat persetujuan dari putrinya Raditya pun berlari mengejar Aira.
"Aku panggil dokter kesini ya?"
"Aku hanya ingin istirahat hiks..."
"Okay, fine aku tidak akan memaksa" Raditya menghela nafas beratnya, ia tak tega melihat wajah pucat Aira namun ia tak bisa memaksanya "Istirahatlah sayang" Raditya mengecup kening Aira dan menyelimuti tubuhnya, setelah memastikan istrinya tertidur barulah ia kembali kekamar Chelsee untuk membacakan dongeng pengantar tidurnya.
Keesokan paginya selepas jamaah subuh dengan suami dan putrinya, Aira bergegas menuju dapur. Ia bersama para asisten rumah tangganya sibuk membuat banyak makanan yang akan ia bawa pada acara arisan keluarga di rumah ibu mertuanya.
"Kamu istirahat saja, kita bisa beli atau suruh bibik yang mengerjakannya" Raditya mendekat kearah Aira memintanya untuk kembali beristirahat.
"Aku baik-baik saja sayang, sudah hilang kok pusingnya mmmuah..." Aira mengecup pipi Raditya agar suaminya berhenti mengomelinya.
"Ya sudah aku sama kakak main basket dulu ya di belakang, kamu jangan capek-capek" Raditya mengelus lengan Aira "Bik kerjakan semuanya" perintah Raditya menatap tajam ke arah para asisten rumah tangganya.
"Baik Pak Radit" asisten rumah tangga aira tak berani menatap Raditya "Aku saja Bu Aira yang mengaduk pudingnya" pintanya.
"Tidak usah bik! Bibik tolong potong-potong saja bawang bombay, wortel dan bawang putih aku mau buat lasagna, sama parutin kejunya ya" ucap Aira.
Pukul 10.00 semua masakan yang Aira telah siap, ia membuatkan puding neapolitan, lasagna, klapertart, dan es kuwut bali.
"Enak enggak?" Aira menyedokan puding yang ia buat kedalam mulut suaminya.
"Masakanmu tidak ada yang tidak enak, baru sebulan loh kita nikah bobotku naik 3kg"
"Papah bisa saja, ya sudah habisin ya, aku mau siap-siap" Aira berjalan menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
Saat tengah merias wajahnya Aira kembali merasakan mual dan pusing 'Please jangan sakit' gumamnya, ia hanya mengoleskan minyak kayu putih di tengkuk dan perutnya untuk meredakan pusing dan mualnya barulah ia kembali turunke bawah menghampiri suami dan putrinya yang telah menunggunya di mobil.
"Are you okay honey?" tanya Raditya.
__ADS_1
"Yeah, I'm good" jawabnya.
Raditya mengemudikan kendaraannya menuju rumah orang tuanya yang berlokasi di Lebak Bulus Jakarta Selatan.